Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Keberlanjutan Pengelolaan Perikanan Layur (Trichiurus spp) di PPN Palabuhanratu Ditinjau Dari Aspek Teknik Penangkapan Ikan Wani, Risma; Patanda, Mercy; Rahmani, Urip
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 8 No. 1 (2022): JISM VOL. 8 NO. 1 Agustus 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v8i1.103

Abstract

Ecosystem Appraoch to Fisheries Management (EAFM) adalah sebuah konsep bagaimana menyeimbangkan dimensi-dimensi pengelolaan melalui pendekatan yang terintegrasi dan berbasis ekosistem. Domain EAFM yang menjadi fokus dalam penelitian yaitu domain teknik penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perikanan layur di PPN Palabuhanratu dan menilai keberlanjutan pengelolaan perikanan layur di PPN Palabuhanratu berdasarkan kriteria EAFM pada domain teknik penangkapan ikan. Metode penilaian mengacu pada metode yang digunakan oleh National Working Group on EAFM, Direktorat Sumberdaya Ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Analisis data menggunakan skor likert berbasis ordinal 1, 2, 3 terhadap 6 indikator yaitu, metode penangkapan ikan yang merusak/ilegal, modifikasi alat penangkapan ikan, kapasitas perikanan dan upaya penangkapan, selektifitas penangkapan, kesesuaian fungsi dan ukuran kapal, serta sertifikasi awak kapal perikanan. Pengelolaan perikanan layur di PPN Palabuhanratu mayoritas mendapatkan skor 3 pada domain teknik penangkapan ikan kecuali indikator kapasitas perikanan dan indikator sertifikasi awak kapal perikanan hanya memperoleh skor 1, perolehan nilai komposit sebesar 86,67, artinya pengelolaan perikanan layur di PPN Palabuhanratu berdasarkan kriteria EAFM dikategorikan “Baik Sekali
Teknik Pembesaran dengan Net Cage di Daerah Tomamae dan Hanging Culture di Daerah Shizukari terhadap jumlah Kerang (Mizuhopecten Yessoensis), Hokkaido, Jepang : Enlargement Techniques with Net Cages in the Tomamae Region and Hanging Culture in Shizukari Region to the number of Shells (Mizuhopecten Yessoensis), Hokkaido, Japan Nur Cholis, Fiqih; Rahmani, Urip; Telussa, Riena F
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 10 No. 1 (2024): JISM VOL. 10 NO. 1 Agustus 2024 - Januari 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerang (Mizuhopecten yessoensis) adalah spesies kerang yang hidup di air dingin dan tersebar di Jepang bagian utara, Sakhalin, Kepulauan Kuril, dan Korea utara. Kerang yang paling banyak dibudidaya adalah jenis (Mizuhopecten yessoensis) hal ini karena memiliki nilai komersial yang tinggi. Salah satu penghasil kerang jenis (Mizuhopecten yessoensis) terdapat di daerah Shizukari dan Tomamae, namun kedua daerah tersebut memiliki teknik pembesaran yang berbeda, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kedua teknik terhadap pembesaran kerang (Mizuhopecten yessoensis). Perolehan data dengan cara sampling, sampling berupa long line dengan Panjang 500 meter. Data yang dikumpulkan akan dihitung dengan independent T test menggunakan software SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukan jumlah kerang dengan teknik net cage dan teknik hanging culture terhadap pembesaran kerang (Mizuhopecten yessoensis).
PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM DI PANTAI TANJUNG SELAKI LAMPUNG SELATAN Rahmani, Urip; Cahyani, Galuh; Telussa, Riena F.; Marta, Rustono Farady; Sarasati, Fitri
JURNAL LEMURU Vol 6 No 2 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i2.4137

Abstract

Wisata alam Pantai Tanjung Selaki, Lampung Selatan, memiliki keindahan dan kealamian yang sangat menarik untuk dikunjungi wisatawan. Persepsi wisatawan terhadap lokasi wisata Tanjung Selaku masih belum terungkap secara eksplisit dalam berbagai laporan ilmiah. Informasi atau testimoni tentang keindahan lokasi ini terekspos melalui berbagai situs seperti www.balioh.com, rian.or.id, www.pariwisatalamsel.com, yang menginformasikan lokasi Tanjung Selaki sebagai destinasi yang menarik dan layak untuk dikunjungi. Semua destinasi wisata harus didukung dengan kesiapan amenitas dan aksesibilitas yang akan bermanfaat bagi pengembangan kawasan ini sesuai dengan keinginan wisatawan. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan mengukur persepsi pengunjung untuk mengetahui reaksi langsung mereka terhadap daerah tersebut. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan mengukur persepsi pengunjung untuk mengetahui reaksi langsung mereka terhadap kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan kuesioner terhadap 100 responden yang berkunjung ke pantai Tanjung Sela. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, skor persepsi pengunjung terhadap Pantai Tanjung Selaki adalah pengunjung menjawab setuju terhadap berbagai kegiatan, fasilitas, perubahan perasaan, keindahan alam, dan kenyamanan saat berkunjung, namun mendapat penilaian tidak setuju terhadap penilaian jaringan transportasi dan kondisi jalan menuju lokasi wisata. Saran yang dapat diberikan adalah membangun infrastruktur jaringan transportasi, dan perbaikan jalan untuk mencapai lokasi wisata pantai demi kenyamanan dan keamanan saat berkendara menuju lokasi wisata pantai.
ASPEK BIOLOGI IKAN TEMBANG (Sardinella gibbosa) DI PUSAT PENDARATAN IKAN (PPI) KRONJO KABUPATEN TANGERANG Limbong, Mario; Rahmani, Urip; Duho, Emanuel
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 14, No 1 (2022): (APRIL) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.14.1.2022.47-56

Abstract

Perairan Kronjo memiliki potensi ikan Sardinella gibbosa yang cukup besar dan bernilai ekonomis yang tinggi. Tingginya permintaan ikan tembang menyebabkan semakin meningkatnya upaya penangkapan. Pengawasan penangkapan perlu dilakukan untuk melihat kondisi habitat ikan agar tidak terjadi growth overfishing. Penelitian mengenai aspek biologi ikan tembang untuk menggambarkan kondisi habitat daerah penangkapan ikan di perairan Kabupaten Tangerang masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek biologi ikan tembang serta status habitat ikan tembang di perairan Kronjo. Penelitian dilakukan pada September sampai Desember 2021 di PPI Kronjo. Jumlah ikan yang diukur panjang dan beratnya sekitar 1.188 ekor. Analisis data menggunakan regresi power untuk hubungan panjang berat, uji khi kuadrat untuk menentukan nisbah kelamin, dan fungsi logistik untuk menentukan ukuran pertama kali ikan tertangkap. Ikan S. gibbosa yang ditangkap di perairan Kronjo berukuran 11,6 – 17,2 cm dan berat tubuh ikan berkisar antara 10,7 – 41,8 gr. Ikan S. gibbosa betina lebih dominan tertangkap dengan nisbah kelamin 2,01:1 terhadap ikan jantan. Panjang total S. gibbosa pertama kali tertangkap di perairan Kronjo adalah 14,7 cm dengan pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif. Panjang infinity ikan S. gibbosa adalah 18,85 cm sedangkan nilai faktor kondisi sebesar 1,08. Status sumber daya ikan S. gibbosa di perairan Kronjo masih dalam kondisi cukup baik (potensial) dan keberkelanjutan namun diperlukan pengaturan intensitas penangkapan.Kronjo waters have a large potential for Sardinella gibbosa and high economic value. The high demand for S. gibbosa has led to increased fishing efforts. Fishing supervision needs to be carried out to see the condition of the fishing grounds so that growth overfishing does not occur. Research on the biological aspects of S. gibbosa to describe the conditions of fishing grounds in the waters of Tangerang Regency is still very limited. This study aimed to analyze the biological aspects of S. gibbosa and the status of the habitat of S. gibbosa in Kronjo waters. The research was conducted from September to December 2021 at Kronjo fishing base. There were 1,188 fish measured and weighed. Data analysis used power regression for the relationship between length and weight, the chi-square test to determine the sex ratio, and logistic functions to determine the length at first capture. The total length of S. gibbosa ranged from 11.6 – 17.2 cm, and the body weight of fish ranged from 10.7 – 41.8 g. The female S. gibbosa was more dominantly caught with a sex ratio of 2.01:1 to the male fish. Length at first capture in Kronjo waters was 14.7 cm with a negative allometric growth pattern. The infinity length of S. gibbosa is 18.85 cm, while the condition factor value is 1.08. The resource status of S. gibbosa in Kronjo waters is still in reasonably good condition (potential) and sustainable, but it is necessary to regulate fishing intensity.