Articles
Corak Penafsiran Hukum dalam Tafsir Al-Azhar
Amir, Ahmad Nabil
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 1 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58438/alkarima.v7i1.153
Kajian ini membahaskan metode penelitian hukum yang digariskan oleh Hamka dalam tafsir al-Qurannya, i.e., Tafsir al-Azhar. Ia bertujuan melihat aliran dan konteks pemikiran yang dibawakan dalam perbincangan hukum dan syariah yang terkait dengan aspek pembaharuan dalam ideologi hukum dan fiqh, maqasid, faham maslahah dan usul syariah. Metodologi kajian bersifat kualitatif dari jenis penelitian pustaka. Bahan-bahan kajian diperoleh dari sumber-sumber primer dan sekunder yang terkait dan dianalisis secara deskriptif, analitis dan komparatif. Hasil tinjauan menyimpulkan kesederhanaan dan keluasan pandangan hukumnya yang tidak terikat dengan mana-mana doktrin dan ideologi mazhab. Ia memperlihatkan pandangan yang klasik dan universal yang mempertahankan nilai kebebasan dan ijtihad dan semangat hukum yang rasional dan kontekstual yang terkesan bercorak fiqh nusantara dengan maksud mendekatkan pemahaman hukum dengan nuansa kehidupan masyarakat dan konteks perkembangan Islam di Indonesia yang serba moden dan kosmopolit.
Fikrah Dakwah T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsirnya
Amir, Ahmad Nabil
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 8 No. 1 (2024): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58438/alkarima.v8i1.186
The paper discusses T.M. Hasbi ash-Shiddieqy’s contextual approaches in his Qur’anic exegesis, kitab Tafsir al-Quran al-Majid or Tafsir an-Nur. It brings to light the principal ideas and framework of dakwah as set forth in his Tafsir and analysed the essence and practical ways of dakwah as alluded to in his commentary of verses and themes of dakwah in the Qur’an. It focused on his two phenomenal works, Tafsir al-Quran al-Majid and Tafsir al-Bayan that substantively displayed his unique ideas in formulating the concept and approaches of dakwah and developed significant understanding of the interpretation of ayat al-dakwah and its implication in enhancing spirituality and religiosity of Muslim in Indonesia. The structure of research is framed on qualitative approaches in the type of documentary survey of related literature. The findings suggest that its interpretation emphasizes the significant aspirations for renewal in legal thought and preaching, using the power of ijtihad. Its perspective relates to the ideology and idealism of preaching, along with efforts to outline a modern approach within the context of preaching in the contemporary era.
TELAAH KITAB RASAIL AL-NUR OLEH SAID NURSI
Amir, Ahmad Nabil;
Rahman, Tasnim Abdul
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 4 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51190/jazirah.v4i2.119
This paper discusses Said Nursi’s Qur’anic interpretation, Risalah al-Nur and its historical background and foundational role in Islamic intellectual history and its religious tradition under the repressive secular modern Turkish Republic administration. It looks into the cultural impact of its moral-spiritual teaching and its historical significance in developing and fulfilling the fundamental role of Qur’anic revelation in delivering and justifying the principal of ethics and morality, and its cosmological values in guiding the formation of higher ethical-legal and civilizational framework. The study is based on library research using historical and qualitative approaches and documentation technique. The finding shows that the Risalah al-Nur has set forth through empirical and scientific method, the conclusive truth of the Qur’an and hadith paradigm, by way of similitude and comparison, which provide basic proof of the postulates of its inimitability and miraculousness, that was vital in strengthening the belief of tawhid and in reinforcing the religious and spiritual consciousness of the people. In the context of its interpretation and historical significance, the discourse presented in the Risalah al-Nur emphatically upheld the teaching of the Qur’an and hadith and contextualize its transcendental ideals, philosophy and values to modern life.
Muhammad Abduh and His Epistemology of Reform: Its Essential Impact on Rashid Rida
Amir, Ahmad Nabil
HERMENEUTIK Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v15i1.8517
This paper analyze the influence of Muhammad ‘Abduh on his chief disciple, Muhammad Rashid Rida. Rida was the leading advocate of Abduh’s rational principle and modern ideas through his writing in Tafsir al-Manar (The Manar Commentary) and Tarikh al-Ustadh al-Imam Muhammad Abduh (Biography of Muhammad Abduh). Tafsir al-Manar is a Qur’anic exegesis based on rational approach outlined by Muhammad ‘Abduh and the Tarikh is a comprehensive biography of the life and works of Muhammad Abduh printed in three volumes that significantly documented Abduh’s lasting influence and legacy in modern Egypt. Rida continued to resolutely champion the ideas of reform through Majallat al-Manar (al-Manar Journal) that highly reverberated Abduh’s principles and remarkably claimed extensive influence in contemporary Islamic world.
Dr Siddiq Fadzil dan Derap Perjuangannya
Amir, Ahmad Nabil
Borneo International Journal of Islamic Studies Vol 2 No 1 (2019): Borneo International Journal of Islamic Studies, Vol. 2(1), November 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (369.046 KB)
|
DOI: 10.21093/bijis.v2i1.1631
Kertas ini menelaah buku Melayu dan Islam: Martabat Umat dan Daulat Rakyat karya Dr Siddiq Fadzil. Setelah diluncurkan pada 25 Jun 2012 di Hotel De Palma, Ampang, buku Melayu dan Islam: Martabat Umat dan Daulat Rakyat karya Dr Siddiq Fadzil terus diangkat dan “siap ditanggapi” oleh khalayak pembaca dan intelek. Dr Siddiq lahir di kalangan pemikir dan kelompok pembaharu di tanah air; dan merupakan aktivis dan pemimpin Islam yang besar yang menonjol dalam kegiatan intelek dan budaya yang luas. Beliau merupakan penggerak penting gerakan PKPIM (Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia), ABIM (Angkatan Belia Islam Malaysia) dan WADAH (Wadah Pencerdasan Umat Malaysia) dan telah bergelut dalam perjuangan bangsa sejak empat dekad yang lampau. Artikel ini cuba merumuskan sumbangannya dalam buku Melayu dan Islam ini sebagai suatu koreksi budaya dalam mengangkat diskusi tentang tradisi dan ciri budaya yang signifikan di kepulauan Melayu-Indonesia yang berakar dengan nilai rasionalisme dan humanisme Islam yang kental dan faham-faham pemikiran yang ideal yang telah mengangkat dan mempertahankan nilai kebudayaan dan peradabannya sejak masuknya Islam ke nusantara.
Rashid Rida dan Fahaman Baru Islam
Amir, Ahmad Nabil
Borneo International Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2020): Borneo International Journal of Islamic Studies, Vol. 3(1), November 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.591 KB)
|
DOI: 10.21093/bijis.v3i1.2287
Kertas ini berusaha meneliti fikrah pembaharuan Sayid Muhammad Rashid Rida dan perjuangannya dalam melanjutkan rencana pembaharuan Muhammad Abduh dan cita-cita reform yang diperjuangkannya dengan Sayid Jamal al-Din al-Afghani pada penghujung abad ke 19. Ini digerakkan dalam jaringan intelektual yang berpengaruh di Mesir pada awal kurun ke 20 lewat majalah al-Manar yang menjadi corong dalam menggulirkan pemikiran reform dan menyebarkan idea-idea islah yang dibawa al-Afghani dan Abduh dalam majalah al-‘Urwatul Wuthqa yang terbit di Paris. Pembaharuan yang cukup signifikan yang dibawa Rida adalah dalam penghasilan karya tafsir yang bercorak adabi ijtima‘i yang dimuatkan dalam majalah al-Manar yang membawa pemikiran rasional dalam tafsir dan menjadi katalis dalam membawa perubahan dan menyatukan kekuatan akal dan wahyu secara tuntas. Kertas ini menyimpulkan bahawa Rashid Rida merupakan antara sosok terpenting dalam modernisme Islam yang telah memberikan sumbangan yang penting dalam kebangkitan Islam dan pengembangan tradisi intelektualnya di abad moden.
RACHID GHANNOUCHI DAN PERUMUSAN POLITIK ISLAM
Amir, Ahmad Nabil
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/wa.v11i2.23351
Artikel ini menyorot pemikiran politik Rachid al-Ghannouchi dalam konteks perkembangan harakat politik Islam dan proses demokrasi di Tunisia. Ia melihat idealisme politik yang dikembangkannya dalam pergerakan al-Nahdah berasaskan prinsip kebebasan dan keadilan dan kesannya terhadap perubahan yang tercetus oleh penentangannya terhadap rejim autokratik Habib Bourguiba (1957-1987) dan penerusnya Zine el-Abidine Ben Ali (1987-2011). Kajian ini bersifat kualitatif dalam bentuk tinjauan dokumenter dan analisis kandungan. Ia menerapkan pendekatan historis, deskriptif dan analitis dalam penganalisaan data dan materi yang diperoleh daripada sumber-sumber arkib yang terkait. Temuan kajian mendapati bahawa pergerakan al-Nahdah yang diasaskan bersama oleh al-Ghannouchi pada 1980 mempunyai pengaruh yang luas dalam, ranah politik Islam di Tunisia dalam konteks penentangannya terhadap saki-baki kolonialisme dan autoritarianisme dan ideologi politiknya yang bobrok. Pengaruh pemikiran yang dikembangkannya memberi impak yang mengesankan dalam menyatukan kekuatan-kekuatan Islam dan sekular yang berlandaskan prinsip hukum, ideal kebebasan dan demokrasi.
PENDEKATAN TAFSIR A. HASAN: ANALISIS TEKS
Amir, Ahmad Nabil;
Rahman, Tasnim Abdul
TAFASIR: Journal of Quranic Studies Vol 2, No 2 (2024): TAFASIR: Journal of Qur'anic Studies
Publisher : Ma'had Aly As'adiyah Sengkang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62376/tafasir.v2i2.37
This article examines the context and method of tafsir by A. Hasan Bandung (1887-1958) based on socio-cultural approaches and the essence of his juristic and hermeneutical views and epistemological postulate, which raises important aspects of socio-legal and ethical reform as its leading voice and proponent. This is highlighted from his interpretative work of Qur’anic exegesis such as Tafsir al-Furqan, Tafsir al-Hidayah, Tafsir Surah Yasin, al-Djawahir, as well as from his column in local magazine and journal such as Himayat al-Islam, Pembela Islam and etcetera. The research is qualitative in nature, of the type of literature/library research, and hermeneutical survey. The finding shows that A. Hasan has outlined an unprecedented method of contextual interpretation of the Qur’an that reflected his rational understanding of the text. This is manifested from his arguments that celebrated the views of classical and contemporary jurist on broad aspects of Islamic law, jurisprudence, speculative theology, philosophy, religious faith, spirituality and Shariah. His interpretation was intrinsically presented in the context of structural kalam in the form of question and answer that addresses and debates diverse communal issues. It reveals the strength of his views based on ijtihad (independent reasoning) that formulate the entire juristic opinion from broadly authoritative and argumentative construct of maslahah (the common good) dan maqasid syariah (the higher objective of Islamic law).
PRINSIP PEMERINTAHAN DALAM ISLAM MENURUT MUHAMMAD ASAD
Amir, Ahmad Nabil
Jurnal Suara Politik Vol 3, No 1 (2024): Vol. 3 No. 1 Juni 2024
Publisher : FISIPOL UM Sumbar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31869/jsp.v3i1.5205
The paper discusses Muhammad Asad’s work on the principle of Islamic governance and its basic constitution and foundational structure. In this regards, he formulated the constitutional ideas of Islamic state whose constitution contains the provision of Islamic law that practiced and implement the norms stated in the Qur’an and hadith. This ideas was partly enshrined in the Pakistan constitutional law whose political establishment was formed in 1947. It essentially discussed Muhammad Asad’s political ideas and its underlying philosophy as espoused in his works, such as The principles of state and government in Islam, This law of ours and other essays, Islamic constitution making, journal Arafat, The message of the Qur’an, Sahih al-Bukhari the early years of Islam and, etc. The study is based on qualitative methods in the form of library research. The data were analysed using descriptive, analytical and comparative methods. The finding shows that Muhammad Asad had formulated comprehensive theoretical framework of legal aspect of Islamic governance based on the fundamental principle and doctrine of the shariah, derived from the teaching of the Qur’an and the sunnah, while advocating democratic ideals and system based on conventional practice and requirement of modern context of nation state.
Idea-Idea Keagamaan dalam Faham Semitik
Amir, Ahmad Nabil;
Rahman, Tasnim Abdul
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 3, No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35931/am.v3i2.4110
Kertas ini membincangkan pengalaman agama yang berkembang dalam tradisi dan kepercayaan samawi. Hal ini disorot dari segi sejarah pertembungannya yang klasik dalam kepercayaan Semitik yang menjelmakan pemikiran tentang manhaj dan tradisi asalnya yang intens yang membentuk ajaran-ajaran keagamaan, falsafah dan prinsip metafiziknya. Ia melihat perkembangannya yang mendasar yang berakar dari warisan Ibrahim dan signifikasinya dalam mengilhamkan dialog peradaban dan konvivensia global yang inklusif dan pluralistik. Idea-idea ini digarap dari pemikiran dan karya-karya klasik dalam korpus perbandingan atau religionswissenschaft yang mempelopori faham yang ideal tentang pengalaman keagamaannya. Kajian ini bercorak kualitatif dalam bentuk analisis kandungan dan tinjauan literatur. Bahan diperoleh dari sumber primer dan sekunder terkait yang dianalisis secara deskriptif, analitis dan perbandingan. Kajian menyimpulkan bahawa esensi dan pengalaman agama ini berkembang dalam tradisi Ibrahim yang berkisar tentang prinsip dan pengalaman-pengalaman metafizik yang transendental. Tema-tema asas ini membentuk nilai dan prinsip yang cuba dikembangkan dalam kajian-kajian klasik yang meluas yang turut mempengaruhi perkembangan semasanya yang instrumental dalam mengikat persefahaman dan memperluas kaki langit tentang pandangan agama yang berbeza dan universal khasnya di Nusantara.