p-Index From 2021 - 2026
9.643
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum AL-Daulah Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Nurani: Jurnal Kajian Syariah dan Masyarakat Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Jurnal Ijtimaiyya Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan International Journal Ihya' 'Ulum al-Din Dinamika Ilmu Madani Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan TAHKIM Borneo International Journal of Islamic Studies Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Sosio Dialektika Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban Matan: Journal of Islam and Muslim Society Riayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial The International Journal of Pegon Islam Nusantara Civilization Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Muqoddima: Jurnal Pemikiran dan Riset Sosiologi Al-Adyan: Journal of Religious Studies Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Dirasat Islamiah: Jurnal Kajian Keislaman Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education BASHAIR Jurnal Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (JASIKA) Hunafa: Jurnal Studia Islamika Society : Jurnal Jurusan Tadris IPS DINAMIKA ILMU: Jurnal Pendidikan Journal of Indonesian Islamic Studies Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies Borneo International Journal of Islamic Studies Jurnal Riset Agama Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Jurnal Kajian Konstitusi Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama As-Syifa Journal of Islamic Studies and History Al Irfani: Journal of Al Qur'anic and Tafsir JAZIRAH: JURNAL PERADABAN DAN KEBUDAYAAN SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Assyfa Learning Journal Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam Al Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Journal of Islamic Studies Journal of Islamic Thought and Philosophy Al-Muhith : Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Abdurrauf Journal of Islamic Studies TAFASIR Jurnal Hukum Keluarga Islam Jurnal Suara Politik KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam El-Mu'Jam. Jurnal Kajian Al Qur'an dan Al-Hadis Academic Journal of Islamic Principles and Philosophy Mazalat: Jurnal Pemikiran Islam INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan International Journal of Kita Kreatif Al-battar: Jurnal Pamungkas Hukum Journal of Shoutheast Asian Islam and Society (JSEAIS) Mashadiruna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Kamil
Claim Missing Document
Check
Articles

KONTEKSTUALISASI HUKUM DAN PEMBAHARUAN SYARIAT Amir, Ahmad Nabil
MAQASHIDUNA: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM Vol 2, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam STAI Al-Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/maqashiduna.v2i2.546

Abstract

Dalam merumuskan peranan dan fungsi Islam yang sepenuhnya terhadap orientasi hukum di Malaysia, kertas ini berusaha melihat pengaruh hukum Islam dan perkembangannya dalam sistem perundangan yang ditegakkan sejak era kesultanan Melayu-Islam di wilayah jajahannya hingga ke zaman kolonial dan paska-merdeka. Untuk menjelaskan hal ini, kita harus melihat sejarah pembentukan entiti politik dan kerajaan Melayu dan peralihan kekuasaan dan kedaulatannya dari tangan pemerintah Islam kepada penjajah Portugis, Belanda, Jepun dan British. Dalam tempoh tersebut timbullah cabaran-cabaran terhadap sistem kepercayaan dan tradisi Islam yang diserang oleh faham Orientalisme, pembaratan dan kemodenan yang menekan nilai-nilai hukum dan moral dan ketuanan Melayu. Ini diperparah oleh keruntuhan empayar Osmaniyah dan kejatuhan khilafah Islam yang terakhir yang menaungi perjuangan kaum Muslim di rantau ini. Metodologi kajian ini berasaskan tinjauan kepustakaan dan analisis kualitatif. Kajian merumuskan bahawa usaha penegakkan hukum syarak terhalang oleh campur tangan penjajah yang mengutamakan ideologi sekular, nasionalisme, dan komunisme demi manfaat politiknya di zaman penjajahan dan tempoh awal paska kolonialisme selain indoktrinasi sekularnya yang mendominasi negara-negara Muslim dengan pemaksaan sistem kebudayaannya ke atas masyarakat pribumi.
Strategi Komunikasi Dakwah dalam Tafsir Fi Zilal Al-Qur’an: Perspektif Adabi-Ijtima‘I dan Haraki Amir, Ahmad Nabil; Rahman, Tasnim Abdul
ALAMTARA Vol 8 No 2 (2024): Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alamtara.v8i2.3028

Abstract

The paper aims to identify the essential methodology adopted by Sayyid Qutb in his classical work, tafsir Fi Zilal al-Qur’an and its instrumental role in projecting the strategic approaches of modern dakwah communication and outlook. His exegetical work laid out highly profound interpretation and scriptural analysis of the Qur’an and its universal values and political ideas based on cultural-linguistics and dynamic framework. The work set forth to expound socio-ethical principle of the Qur’an and its ideological postulate and implication in contemporary perspective. The study is based on qualitative approaches in the form of library and documentary survey. The data were obtained from related primary and secondary sources and analysed using descriptive, historical and analytical approaches. The finding shows that Sayyid Qutb had formulated an inclusive method of philosophical interpretation of the Qur’an that outlined his dynamic framework (haraki) of religious and ethico-legal views as its core ideological roots and basis. The pattern of thought and interpretation were influenced by this method in the development of his tafsir that underlie his socio-political outlook which is relevant in the development of modern narrative of dakwah and inter-faith dialogue. This categorically form the basis of his philosophy and idealism underlying his method that highlighted the essence of Islamic views and its contemporary relevance in modern context that bring forth the cultural dynamic of religious premises and the perenial values of tauhid.
RACHID GHANNOUCHI DAN PERUMUSAN POLITIK ISLAM Amir, Ahmad Nabil
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i2.23351

Abstract

Artikel ini menyorot pemikiran politik Rachid al-Ghannouchi dalam konteks perkembangan harakat politik Islam dan proses demokrasi di Tunisia. Ia melihat idealisme politik yang dikembangkannya dalam pergerakan al-Nahdah berasaskan prinsip kebebasan dan keadilan dan kesannya terhadap perubahan yang tercetus oleh penentangannya terhadap rejim autokratik Habib Bourguiba (1957-1987) dan penerusnya Zine el-Abidine Ben Ali (1987-2011). Kajian ini bersifat kualitatif dalam bentuk tinjauan dokumenter dan analisis kandungan. Ia menerapkan pendekatan historis, deskriptif dan analitis dalam penganalisaan data dan materi yang diperoleh daripada sumber-sumber arkib yang terkait. Temuan kajian mendapati bahawa pergerakan al-Nahdah yang diasaskan bersama oleh al-Ghannouchi pada 1980 mempunyai pengaruh yang luas dalam, ranah politik Islam di Tunisia dalam konteks penentangannya terhadap saki-baki kolonialisme dan autoritarianisme dan ideologi politiknya yang bobrok. Pengaruh pemikiran yang dikembangkannya memberi impak yang mengesankan dalam menyatukan kekuatan-kekuatan Islam dan sekular yang berlandaskan prinsip hukum, ideal kebebasan dan demokrasi.
GERAKAN ISLAM DI MALAYSIA: SEJARAH DAN TRADISI Amir, Ahmad Nabil; Rahman, Tasnim Abdul; Aisyah, Aisyah
Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan Vol 28, No 2 (2024): Dakwah: Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dakwah.v28i2.36128

Abstract

The paper discusses the historical origins of Islamic movement in Malaysia since colonial era. This was developed from two underlying bases; the ideal of reform and Islamic vision that was meant to bring about national consciousness and renewed aspiration of pan-Islamism designed under the powerful force of the Ottoman Caliphate. It analysed the impact of this awareness in inspiring the movement for reform and reassertion of Islamic spirit and unity following the rising tide of Islam in broad socio-political context. The essential role of Syed Syaikh al-Hadi, Dr. Burhanuddin al-Helmy, Ustaz Abu Bakar al-Baqir, and Syed Muhammad Naquib al-Attas has marked unprecedented influence in the meaningful struggle for religious and intellectual development. The movement bring forth critical value and ideal of Islam that espoused for progressive and rational spirit and reconstruction of ijtihad and dynamic activism, based on inclusive moral and ethical norm and standard. This study is based on qualitative method that focus on library research and content analysis. The data were collected from documentary study of primary and secondary sources, and technically analysed using interpretative, descriptive, historical and comparative method. The finding shows that the movement has brought about fundamental reform by introducing the principle values and ideals of Islam and its underlying doctrine of tawhid and unity and in projecting the idea of Islamization. It has bring certain impact in influencing the governmental policy and direction towards incorporating Islamic values and tradition in socio-political context and framework by taking account of the principle of maqasid syariah (the higher objective of Islamic law) and its application at every communal sector.
Pendekatan Tafsir A. Hasan: Analisis Tekstual Amir, Ahmad Nabil; Rahman, Tasnim Abdul
Al-Irfani: Journal of Al Qur'anic and Tafsir Vol 5 No 2 (2024): Al Irfani: Journal of Al Qur'anic and Tafsir
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v5i2.911

Abstract

This paper examines the context and method of tafsir by A. Hasan Bandung (1887-1958) based on socio-cultural approaches and the essence of his juristic and hermeneutical views and epistemological postulate, which raises important aspects of socio-legal and ethical reform as its leading voice and proponent. This is highlighted from his interpretative work of Qur’anic exegesis such as Tafsir al-Furqan, Tafsir al-Hidayah, Tafsir Surah Yasin, al-Djawahir, as well as from his column in local magazine and journal such as Himayat al-Islam, Pembela Islam and etcetera. The research is based on qualitative (narrative) methods, using literature/library research, and hermeneutical survey. The finding shows that A. Hasan has outlined an unprecedented method of contextual interpretation of the Qur’an that reflected his rational understanding of the text. This is manifested from his arguments that celebrated the views of classical and contemporary jurist on broad aspects of Islamic law, jurisprudence, speculative theology, philosophy, religious faith, spirituality and Shariah. His interpretation was intrinsically presented in the form of structural kalam based on question and answer that addresses and debates diverse communal issues. It reveals the strength of his views based on ijtihad (independent reasoning) that formulate the entire juristic opinion from broadly authoritative and argumentative construct of maslahah (the common good) dan maqasid syariah (the higher objective of Islamic law).
Telaah Historis Relasi Dialogis Agama-Agama Monoteis Amir, Ahmad Nabil; Rahman, Tasnim Abdul
Al-Adyan: Journal of Religious Studies Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-adyan.v5i2.10020

Abstract

This article discusses the religious experiences of various faiths within the Abrahamic tradition. It first examines the underlying systems and approaches, as reflected in classical works of religious thought that outline meta-religious principles, methodologies, traditions, and ideological frameworks. In analyzing the history and traditions of Abrahamic beliefs, this article seeks to summarize them within the framework of comparative religion, highlighting their historical development and importance in inspiring convivencia (coexistence) in a global context. The analysis is based on classical works studying the science of religion (religionswissenschaft) and its methodologies, which have produced foundational approaches and principles in this field. The research uses a qualitative framework with descriptive and analytical methods. This article also examines modern developments in the field of comparative religious studies and its role in promoting interfaith dialogue, while exploring our shared human heritage that emphasizes the spirit of La Convivencia as an inclusive and pluralistic force, particularly in the Malay region. In summary, the findings of the article demonstrate the influence and unprecedented presence of the Abrahamic tradition’s seeds in the world’s religions, especially those of Semitic lineage.Artikel ini membahas pengalaman religius berbagai kepercayaan dalam tradisi Abrahamik. Pertama-tama kajian ini menyelidiki sistem dan pendekatan yang mendasarinya, sebagaimana tercermin dalam karya-karya klasik pemikiran religius yang menguraikan prinsip-prinsip meta-religius, metodologi, tradisi, dan kerangka ideologisnya. Dalam menganalisis sejarah dan tradisi kepercayaan Abrahamik, artikel berupaya merangkumnya dalam kerangka perbandingan agama, yang menunjukkan perkembangan historisnya serta pentingnya tradisi ini dalam menginspirasi convivencia (hidup bersama) dalam konteks global. Analisis dilakukan dengan mengacu pada karya-karya klasik yang mengkaji ilmu agama (religionswissenschaft) dan metodologi, yang melahirkan pendekatan serta prinsip-prinsip dasar dalam bidang ini. Penelitian menggunakan kerangka kualitatif dengan metode deskriptif dan analitis. Artikel juga mengkaji perkembangan modern dalam bidang studi agama perbandingan dan perannya dalam mempromosikan dialog antaragama, serta menggali warisan bersama kemanusiaan yang menyoroti semangat La Convivencia sebagai kekuatan inklusif dan pluralis, khususnya di kawasan Melayu. Secara ringkas, temuan dalam artikel ini menunjukkan pengaruh dan keberadaan benih tradisi Abrahamik sangat signifikan dalam agama-agama dunia, terutama dari garis keturunan Semitik, yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Raising Political Awareness and Journalist Ethics: Study of Muhammad Abduh’s Role through al-Waqa’i‘ al-Misriyyah Amir, Ahmad Nabil; Rahman, Tasnim Abdul
Matan : Journal of Islam and Muslim Society Vol 7 No 1 (2025): Matan: Journal of Islam and Muslim Society Vol 7 (No 1) 2025
Publisher : Institute of Research and Public Service Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.matan.2025.7.1.14095

Abstract

Role of Muhammad Abduh (1849-1905) in the publication of al-Waqā’i‘ al-Misrīyya (الوقائع المصرية, Egyptian Events) an official Egyptian gazette. It had a profound impact on the field of journalism in the context of the rising popularity of al-Waqā’i‘ al-Misrīyyah during his editorship (1880-1882), establishing its reputation as the leading Egyptian newspaper. His illustrious article highlights the establishment's unprecedented socio-cultural and religious reform, amid phenomenal and competitive growth of independent press. His writing was instrumental in developing national consciousness toward modernization programs and influencing public opinion in Egypt. It allowed for better development of formidable national spirit and awakening of their higher ideal and convention in language, literature, and culture, as well as mobilizing social awareness of intense political and cultural dynamics. His career spanned the period of Riyad Pasha and Sharif’s administration and subsequent political unrest. The research is based on qualitative and documentation techniques. It reviewed accumulated data by way of descriptive, analytical, historical, and comparative methods. The finding shows that al-Waqā’i‘ has assumed unprecedented influence and success during the editorship of Abduh through his dynamic and productive articles and rigorous daily basis of production of the newspaper that helps to raise public issues and concern and attract awareness of the global political situation as well as defending the significance value, norms, and ethics of journalism.
PENEGAKAN HUKUM DAN SYIAR ISLAM DI NUSANTARA: PERAN DAN FUNGSI IJTIHAD Amir, Ahmad Nabil; Rahman, Tasnim Abdul
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2025): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v5i1.703

Abstract

Dalam merumuskan peranan dan fungsi Islam yang sepenuhnya terhadap orientasi hukum di Malaysia, kertas ini berusaha melihat pengaruh hukum Islam dan perkembangannya dalam sistem perundangan yang ditegakkan sejak era kesultanan Melayu-Islam di wilayah jajahannya hingga ke zaman kolonial dan paska-merdeka. Untuk menjelaskan hal ini, kita harus melihat sejarah pembentukan entiti politik dan kerajaan Melayu dan peralihan kekuasaan dan kedaulatannya dari tangan pemerintah Islam kepada penjajah Portugis, Belanda, Jepun dan British. Dalam tempoh tersebut timbullah cabaran-cabaran terhadap sistem kepercayaan dan tradisi Islam yang diserang oleh faham Orientalisme, pembaratan dan kemodenan yang menekan nilai-nilai hukum dan moral dan ketuanan Melayu. Ini diperparah oleh keruntuhan empayar Osmaniyah dan kejatuhan khilafah Islam yang terakhir yang menaungi perjuangan kaum Muslim di rantau ini. Metodologi kajian ini berasaskan tinjauan kepustakaan dan analisis kualitatif. Kajian merumuskan bahawa usaha penegakkan hukum syarak terhalang oleh campur tangan penjajah yang mengutamakan ideologi sekular, nasionalisme, dan komunisme demi manfaat politiknya di zaman penjajahan dan tempoh awal paska kolonialisme selain indoktrinasi sekularnya yang mendominasi negara-negara Muslim dengan pemaksaan sistem kebudayaannya ke atas masyarakat pribumi.
RACHID GHANNOUCHI AND THE RISE OF MUSLIM DEMOCRAT IN TUNISIA’S POLITICS Amir, ahmad nabil; Abdul Rahman, Tasnim
HUNAFA Jurnal Studia Islamika Vol 21 No 2 (2024): Hunafa: Jurnal Studia Islamika
Publisher : State Islamic University of Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jsi.v21i2.792

Abstract

The paper highlights Rachid Ghannouchi’s political ideas in the context of the growth of political Islam in the Arab world by focusing on historical and political development that underlie the democratic process in Tunisia. It discusses political idealism he developed in Ennahda movement (The Renaissance Party) based on the principles of freedom and justice and its uncompromising opposition to the autocratic regime of Habib Bourguiba (1957-1987) and his successor Zine el-Abidine Ben Ali (1987-2011). The study is qualitative in nature in the form of documentary and content analysis. It used descriptive, analytical and historical approaches to analyse data derived from established archival sources. The study found that Ennahda which was founded by Ghannouchi in 1980 had broad influence in mainstream Islamic politics in Tunisia, that espouse to dismantle the autocratic rule and decolonise the corrupt practice and political suppression of past regime. The influence it developed had broadly impacted both Islamic and secular forces to converge and commit toward democratic rule, human rights and the principle of justice, freedom, and the rule of law
Early Ideas of Reform in Hamka’s Ayahku: A Historical and Religious Struggle of Muhammadiyah in Minangkabau Amir, Ahmad Nabil; Rahman, Tasnim Abdul
Madani Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan Vol 16 No 03 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/madani.v16i03.9048

Abstract

Artikel ini bermaksud mengkaji latar belakang sejarah pertumbuhan gerakan pembaharuan Islam yang muncul di Minangkabau yang dipelopori oleh Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah atau nama singkatannya Hamka (1908-1981). Isu utama yang dibincangkan ialah konteks pembaharuan sosio-agama yang dicetuskannya dalam arus kemodenan, dan naratif yang terkait tentang pemurnian agama, perjuangan moden dan kesedaran spiritual. Pandangan agamanya memberi pengaruh yang mendalam dalam membangkitkan kesedaran dan perjuangan agama kaum Muda yang tercetus pada permulaan abad ke 20 di kepulauan Melayu-Indonesia. Ia terkesan dengan gagasan-gagasan moden yang dikembangkan dari ajaran Shaykh Muhammad Abduh (1849-1905) yang memberi pengaruh yang fenomenal dan menentukan di gugusan Melayu tersebut. Gerakan pembaharuan ini dipelopori oleh golongan modernis (Kaum Muda) yang menyebarkan idea-idea pembaharuan yang progresif dan dinamik menerusi berkala dan akhbar yang diterbitkan mereka seperti Al-Imam, Al-Munir dan Saudara. Antara perintis yang terawal dalam perjuangan Kaum Muda adalah bapanya sendiri Haji Rasul dan Kiyai Haji Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Perjuangan ini diwarisi oleh Hamka yang menjadi tonggak dan kekuatan penting dalam pergerakan Muhammadiyah dan penganjur utama idea-idea reformis yang diilhamkan oleh Abduh melalui aktiviti dan penulisannya yang berpengaruh. Dapatan kajian ini merumuskan bahawa gerak perjuangannya telah membawa kesan yang meluas dalam kesedaran moden yang dicetuskan oleh gerakan tajdid dan islah yang tersusun dalam pergerakan Muhammadiyah yang dipimpinnya. Justeru artikel ini ingin menzahirkan legasi dan sumbangannya yang bermakna dalam sejarah dan tradisi pembaharuan dan pemodenan Islam di dunia Melayu.