Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ezra Science Bulletin

OPTIMALISASI PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERNIKAHAN DINI Devy Putri Nursanti; Agusta Dian Ellina
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 1 No. 2 (2023): July - December 2023
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v1i2.178

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan pada usia kurang dari 18 tahun dan umum terjadi pada remaja. Pernikahan usia dini memiliki dampak buruk terhadap kesehatan ibu dan bayi, mulai dari kehamilan hingga melahirkan, karena organ reproduksi yang belum sempurna. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pernikahan dini melalui pendidikan kesehatan dengan menggunakan media audiovisual. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan yang dilakukan melalui media audiovisual. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di Puskesmas Pesantren I Kota Kediri, dengan melibatkan 20 remaja sebagai peserta. Materi penyuluhan mencakup informasi tentang risiko dan dampak negatif pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi serta pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan video edukasi yang dirancang untuk menarik perhatian dan mudah dipahami oleh remaja. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa seluruh peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan. Sebelum penyuluhan, banyak peserta yang kurang memahami risiko kesehatan yang terkait dengan pernikahan dini. Setelah penyuluhan, mereka menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menunda pernikahan dan menjaga kesehatan reproduksi. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah bahwa pendidikan kesehatan melalui media audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pernikahan dini. Metode ini dapat digunakan sebagai alat yang efektif untuk mengedukasi remaja tentang pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang guna mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan pernikahan dini. Dengan peningkatan pengetahuan ini, diharapkan remaja dapat membuat keputusan yang lebih baik terkait pernikahan dan kesehatan reproduksi mereka.
EFEKTIFITAS PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PESANTREN 2 KEDIRI Devy Putri Nursanti; Reni Yuli Astutik; Agusta Dian Ellina
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 1 No. 2 (2023): July - December 2023
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v1i2.179

Abstract

Perkawinan adalah ikatan batin dan jasmani antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membangun keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pengertian perkawinan ini didasarkan pada undang-undang yang mengatur perkawinan di Indonesia, yaitu Undang-undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974. Peraturan Direktorat Jenderal Bimbingan Umat Islam Kementerian Agama Nomor Nomor Dl.Ii/372 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Kursus Pranikah mendefinisikan kursus pranikah sebagai pemberian pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan kesadaran kepada remaja usia nikah tentang kehidupan rumah tangga dan keluarga. Dampak lain yang dapat ditimbulkan akibat dari perilaku seks pranikah yaitu kehamilan yang tidak diinginkan. Pada tahun 2017 terdapat 7% dan 12% wanita dilaporkan pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah dan kehamilan yang tidak diinginkan (Wahyuni, 2019). Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pre post test design. Sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan tentang pranikah remaja ini diberikan kuesioner untuk diisi, kemudian dilakukan penyuluhan dan diberikan kuesiner kembali. Hal ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan remaja setelah dilakukan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pesantren 2 Kabupaten Kediri, dengan melibatkan 30 remaja sebagai responden. Materi penyuluhan mencakup informasi tentang pengertian prilaku seks pranikah, kategori perilaku seksual pranikah, Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual dan Dampak-dampak perilaku Seks Pra Nikah. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa semua peserta atau 100% peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan. Hal ini dibuktikan dengan hasil pre dan post test yang sudah diberikan. Sebelum dilakukan penyuluhan masih banyak responden yang belum mengetahui tentnag perilaku seks pranikah. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah bahwa promosi kesehatan efektif meningjkatan pengetahuan remaja tentang perilaku seks pranikah . Dengan peningkatan pengetahuan ini, diharapkan remaja dapat lebih baik dalam mengambil keputusan dan tidak melakukan seks bebas.