Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PEMBEKALAN ATAS FENOMENA PRE-POST PERNIKAHAN USIA DINI DI KAMPUNG CIBUYUTAN Septyan, Krisno; Wiryanto, Fadhli Suko
ABDIMAS ALTRUIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/aa.v6i1.5375

Abstract

Servants receive complaints from community leaders in Cibuyutan village about the phenomenon of early marriage. The purpose of the community service program is to provide debriefing to the community to continue education for those who are not married and household conflict management for those who are married. The method used is in the form of lectures. The provisional result of this community service based on directives from the local Environmental Chair and madrasa teachers is that the achievements have been fulfilled by providing the message to be conveyed at an early age. This process needs to be done to give a message that will be embedded in the subconscious that education is important to produce a better civilization. 
Instrumen Pemasukan Negara Non Pajak : Hibah dalam Tinjauan Islam dan Konvensional Sajidah, Jasmine Adzka; Nabila, Sophie; Wiryanto, Fadhli Suko
JIES : Journal of Islamic Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/jies.v4i1.5832

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan instrumen penerimaan negara bukan pajak yaitu hibah dalam pandangan konvensional dan Islam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hibah merupakan salah satu instrumen penerimaan negara bukan pajak yang memiliki dasar hukum baik dalam pandangan konvensional maupun dalam hukum Islam. Selain itu, terdapat juga beberapa perbedaan pandangan antara hibah dari sisi konvensional dan perspektif Islam.
Inovasi pewarnaan ramah lingkungan dan integrasi multiplatform berbasis digital untuk penguatan UMKM kerajinan alam Pradana, Musthofa Galih; Pinastawa, I Wayan Rangga; Nyamiati, Retno Dwi; Wiryanto, Fadhli Suko; Budi, Ryan Setya; Arifuddin, Nurul Afifah; Adrezo, Muhammad; Niqotaini, Zatin
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i4.24154

Abstract

Kawasan Industri Sentolo menjadi lokasi strategis bagi UMKM Jangkang Indah Craft, yang memproduksi kerajinan serat agel,  sumber daya alam yang ada di Kulon Progo. Pada tahun 2025, usaha ini menghadapi tantangan utama berupa persiapan pemasaran internasional secara mandiri, dan penggunaan pewarna ramah lingkungan pada produksi untuk keberlanjutan ekosistem yang lebih baik dan tidak menimbulkan efek ekologis yang signifikan. Untuk menjawab hal tersebut, program Pengabdian Masyarakat dilaksanakan dengan tujuan dapat memberikan pemahaman baru dalam mengelola UMKM secara menyeluruh. Kegiatan berupa sosialisasi, pendampingan dan praktek langsung pada aspek: persiapan manajemen pemasaran dengan pelatihan digital marketing menggunakan website dan platform e‑Bay. Selain itu dilakukan praktek dan pendampingan langsung melakukan pewarnaan ramah lingkungan seperi menggunakan spirulina untuk warna hijau dan ekstrak warna kuning dengan kadar kimia yang lebih rendah lebih ramah lingkungan. Pendampingan teknis dilakukan selama 3 kal dengan hasil evaluasi melalui kuesioner menunjukkan rata‑rata kepuasan peserta sebesar 4,27 (skala 1‑5), mengindikasikan penilaian berada pada skala baik. Hal ini juga selaras dengan peningkatan yang sudah terjadi dalam pendampingan sebelumnya, dimana pembuatan website dapat membangun branding awal yang baik, terbukti beberapa kemitraan sudah terjalin berkat kemudahan akses informasi pada UMKM.
ANALISIS IMPLEMENTASI AKAD PADA REKSADANA SYARIAH MANULIFE SYARIAH SEKTORAL AMANAH KELAS A Saqina Putri, Zharfa Athirah; Putri, Erisha; Romansza, Raihan Falqahi; Wiryanto, Fadhli Suko
At-Tauzi : Jurnal Ekonomi Islam Vol 22 No 2 (2022): Vol 21 no 2 / Desember 2021
Publisher : Pusat Studi Ekonomi Islam Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Hamfara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37820/attauzi.v22i2.220

Abstract

Sharia mutual funds are one of the halal investment options because they are in accordance with sharia provisions. In this sharia mutual fund, wakalah and mudharabah contracts are used. The contract between the investor and the investment manager uses a wakalah contract. Meanwhile, the contract between the investment manager and the investment user uses a mudharabah contract. This study aims to analyze the implementation of contracts in Reksadana Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A. The research method used is a literature study by reviewing several journals and literature related to the topic of discussion. From the results of the analysis, it is shown that the Reksadana Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A rights and obligations between investors as owners of capital and investment managers as users of capital are regulated using wakalah and mudharabah contracts. This sharia mutual fund complies with sharia provisions and is halal to be used as an investment. By looking at the development of sharia mutual funds in Indonesia, the author would like to analyze and provide deeper insight into the implementation of the contracts used in sharia mutual funds in Indonesia, especially in the Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A Mutual Funds.
Pendampingan Nomor induk Berusaha dan Sertfikasi Halal pada Usaha Mikro Pondok Pesantren Sirajussa'adah Wiryanto, Fadhli Suko; Priyatno, Prima Dwi; Ilmi, Ibnu Malkan Bahrul; Sofianita, Nur Intania; Octaria, Yessi Crosita; Ghifari, Hilmi Al
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16924

Abstract

ABSTRAK Sertifikasi halal bagi usaha kecil dan mikro (UMK) bukan sekadar kewajiban, melainkan peluang besar untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnis. Pondok pesantren merupakan Lembaga Pendidikan islam bagian yang tidak terpisahkan sebagai hulu dari pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam menjaga kemaslahatan dan mendukung sertifikasi halal. Produk usaha yang di miliki pondok pesantren harus memiliki sertifikasi halal untuk menjaga jaminan kualitas dan keamanan makanan serta melindungi konsumen. Pendampingan pembuatan nomor induk berusaha dan sertifikasi halal Usaha mikro di pondok pesantren Sirajussa’adah guna mendukung pengembangan ekonomi pesantren. Kegiatan ini dilakukan melalui metode pendampingan kepada produk usaha yang dijual pondok pesantren dilakukan melalui tekhnik kualitatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan observasi, pendampingan dan wawancara mendalam. Pendampingan yang dilakukan telah berhasil menerbitkan nomor induk berusaha untuk usaha produk madu dan olahan tempe, serta sertifikasi halal bagi produk unggulan pondok pesantren yaitu madu, sedangkan produk olahan tempe sudah diajukan sertifikasi halal nya di aplikasi sihalal. Kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat menggerakan ekonomi pesantren agar bisa lebih bersaing di pasar global. Kata Kunci: Sertifikasi halal, Usaha Mikro dan Kecil, Madu, Tempe  ABSTRACT Halal certification for small and micro businesses (UMK) is not just an obligation, but a great opportunity to increase competitiveness and business growth. Islamic boarding schools are Islamic educational institutions that are an inseparable part of the upstream of Islamic education that have an important role in maintaining welfare and supporting halal certification. Business products owned by Islamic boarding schools must have halal certification to maintain food quality and safety assurance and protect consumers. Assistance in making business registration numbers and halal certification for micro businesses at the Sirajussa'adah Islamic boarding school to support the development of the Islamic boarding school economy. This activity is carried out through a method of assistance to business products sold by Islamic boarding schools through qualitative techniques. The method used in this community service activity uses observation, assistance and in-depth interviews. Results: the assistance carried out has succeeded in issuing business registration numbers for honey and processed tempeh products, as well as halal certification for the superior products of Islamic boarding schools, namely honey, while processed tempeh products have been submitted for halal certification in the Sihalal application. This assistance activity is expected to drive the Islamic boarding school economy so that it can be more competitive in the global market. Keywords: Halal Certification, Small and Micro Business, Honey, Tempe
PEMANFAATAN MICROSOFT EXCEL DALAM PEMBUATAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN AKUNTANSI DI KAMPUNG WISATA KULINER HAUR PANCUH II Irzavika, Nindy; Wiati Gusti, Kharisma; Trisman Hadi, Novi; Suko Wiryanto, Fadhli; Panji Muslim, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2440-2446

Abstract

Peran akuntansi semakin krusial di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, terutama dalam mendukung kegiatan ekonomi berbagai sektor. Teknologi informasi seperti Microsoft Excel memungkinkan pembuatan laporan keuangan yang cepat dan akurat, memberikan manfaat besar bagi pelaku bisnis. Microsoft Excel, dengan fitur pengolahan angka, tabel, grafik, dan analisis data, dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan UMKM, menyediakan informasi yang detail dan mudah diakses. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Namun, banyak UMKM, termasuk yang di Kampung Wisata Kuliner Haur Pancuh II, menghadapi kendala dalam mengadopsi teknologi dan sistem akuntansi yang efektif. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan Microsoft Excel untuk pembuatan laporan keuangan menghambat efisiensi dan akurasi keuangan. Sebagai solusi, dilakukan pelatihan pembuatan laporan keuangan menggunakan Microsoft Excel untuk pemilik UMKM di Kampung Wisata Kuliner Haur Pancuh II. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan sistem pengelolaan keuangan dan keterampilan akuntansi UMKM, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih baik. Metode partisipatif digunakan dalam pelatihan ini, melibatkan partisipasi aktif dari peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan akuntansi dan kemampuan praktis peserta dalam membuat laporan keuangan menggunakan Microsoft Excel. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta lebih memahami pentingnya laporan keuangan dan cara membuatnya. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan manajemen keuangan dan daya saing UMKM di Kampung Wisata Kuliner Haur Pancuh II, serta menjadi model bagi program serupa di tempat lain.
Hilirisasi usaha mandiri Pondok Pesantren Sirajussa’adah Depok Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Sofianita, Nur Intania; Octaria, Yessi Crosita; Wiryanto, Fadhli Suko; Priyatno, Prima Dwi
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i2.217

Abstract

Pondok Pesantren Sirajussa’adah merupakan salah satu pondok pesantren di Kota Depok yang bergerak secara mandiri. Kemandirian dibuktikan dengan seluruh pembiayaan pondok pesantren berasal dari pendapat usaha yang dijalankannya. Usaha yang dikembangkan yaitu Tempe Santri, Madu Murni, dan Air RO. Masalah yang dihadapi Pondok Pesantren salah satunya adalah pemasaran yang masih terbatas serta produk tempe menghadapi harga kedelai yang naik turun dan masih terdapat tempe yang tidak terjual. Sehingga pendapatan Pondok Pesantren menurun. Pada pengabdian masyarakat ini, solusi yang diberikan yaitu  pengembangan produk tempe baru serta peningkatan pemasaran produk melalui media digital. Kegiatan pengabdian dilakukan dari bulan Agustus 2023 sampai Agustus 2024. Langkah-langkah pengabdian masyarakat ini yaitu pelatihan pembuatan keripik tempe, pengembangan kemasan keripik tempe, pendampingan pengajuan sertifikat halal produk madu dan keripik tempe serta pemasaran melalui sosial media. Hasil dari kegiatan ini yaitu pondok pesantren memiliki produk baru yaitu keripik tempe, pondok pesantren memiliki sertifikat halal produk madu sholawat sirajus’saadah dan keripik tempe santri. Santri dan santriwati mampu membuat konten pemasaran dan edukasi menggunakan canva untuk untuk branding dan meningkatkan penjualan.
Exploring the Drivers of Halal Certification Adoption in Depok City’s MSMEs for Sustainable Economic Empowerment Fadhli Suko Wiryanto; Muhammad Anwar Fathoni; Diva Azka Karimah
El-Barka Journal of Islamic Economics and Business Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : El-Barka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/elbarka.v8i2.11872

Abstract

Indonesia has achieved positive results in the world halal food sector in the SGIER, that Indonesia can compete in the global halal food, which will also have an impact on improving the sustainable economy in the halal food sector. Indonesia, through the Halal Product Guarantee Agency, implemented a mandatory halal certification program. This was implemented especially Micro, Small, and Medium Enterprises, can compete in providing halal-certified products. However, behind this achievement, it was found that the reality of halal certificate issuance in Depok have not made significant contribution to national achievements, namely only 6.05%. MSMEs as one of the pillars of the economy play a vital and significant role in contributing to state revenue. On the other hand, the Government requires halal certification for food and beverage products produced by micro, small, and medium enterprises until the deadline of October 2026. However, the proportion of MSMEs that have obtained halal certification is still relatively low when compared to the total number of MSMEs operating in Depok. This research uses a quantitative method by distributing questionnaires to respondents. Data will be processed using PLS, outer models, and inner models. The results of this study indicate that religiosity, halal literacy, and perceived benefits influence the interest in applying for halal certification. Religiosity influences interest in applying for halal certification due to the belief that selling halal products will encourage business owners to operate their businesses in accordance with religious principles. Halal literacy also influences interest in applying for halal certification among MSMEs in Depok City because a strong understanding encourages business owners to meet the needs of Muslim consumers more responsibly. Perceived benefits also play a role because halal certification serves not only as proof of halalness but also as a strategy to increase consumer loyalty.
Peran sertifikasi halal pada UMKM dalam memperkuat ekonomi syariah di Indonesia Amellya Yunita Syari; Hanna Albinia Imtinan; Gina Mutiara Yasmin; Fadhli Suko Wiryanto
Journal of Halal Industry Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Halal Industry Studies
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/jhis.v4i1.1419

Abstract

This study explores the role of halal certification in strengthening the Islamic economy in Indonesia, a country with the world's largest Muslim population. Using a qualitative approach, the research examines the state of Islamic economic growth and the strategic impact of halal certification on MSMEs. The findings suggest that halal certification enhances the competitiveness of local products in the global market by improving product quality and fostering consumer trust. Additionally, halal certification supports the development of a sustainable Islamic economic ecosystem, particularly in the food and beverage sector, which serves as a key driver of growth. However, challenges in implementing certification, such as the lack of understanding among MSMEs regarding procedures and the importance of halal certification, remain significant obstacles. Regulatory support, such as Law Number 33 of 2014, has accelerated the adoption of halal certification. This study concludes that halal certification is a crucial element in optimizing Indonesia's Islamic economic potential and provides strategic recommendations to increase MSME participation in the global halal ecosystem.
Efektivitas Foreign Direct Investment (FDI) terhadap Pengembangan Industri Halal di Indonesia Nurshafa Tsurayya; Karlina Rahmawati; Rima Melati; Syifa Avrilya Azzahra; Fadhli Suko Wiryanto
Indonesia Economic Journal Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qbvgxm37

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki potensi besar dalam mengembangkan industri halal sebagai salah satu sektor strategis ekonomi nasional. Namun, pengembangan industri halal membutuhkan dukungan modal, teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang dapat diperoleh melalui Foreign Direct Investment (FDI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas FDI terhadap pengembangan industri halal di Indonesia, serta mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam optimalisasi investasi asing pada sektor tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan kausal melalui pemanfaatan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, Kementerian Investasi/BKPM, serta berbagai laporan dan publikasi ilmiah terkait industri halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDI memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri halal melalui peningkatan modal, transfer teknologi, peningkatan kapasitas produksi, pengembangan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan akses pasar global. Meskipun demikian, efektivitas FDI masih menghadapi berbagai hambatan seperti kompleksitas sertifikasi halal, keterbatasan infrastruktur rantai pasok halal, kesiapan digital yang belum merata, dan kurangnya tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang industri halal serta bisnis internasional. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mendukung penyederhanaan regulasi, penguatan ekosistem halal, percepatan transformasi digital, serta pengembangan kawasan industri halal yang terintegrasi agar manfaat FDI dapat dimaksimalkan. Dengan strategi yang tepat, FDI berpotensi menjadi instrumen penting dalam memperkuat daya saing industri halal Indonesia dan mendukung visi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.