Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Cultural Da'wah in the Sambas Malay Community through Tepung Tawar Tradition Lamazi, Lamazi; Amin, Muliaty; Ali, Baharuddin; Yaumi, Muhammad; Masduki, Anwar
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 6 No. 1 (2023): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sambas Malay community is included in an area with a tradition of spreading da'wah, one of which is the tradition of tepung tawar (fresh flour). The spread of da'wah through this tradition is a contact of customs and culture and is not in line with Islamic teachings. Hence, the tradition of fresh flour is one part of the cultural da'wah in the Sambas Malay community. This study aims to examine the value of da'wah contained in the tradition of tepung tawar (fresh flour) in the life of the Sambas Malay community. This research is descriptive field research using qualitative analysis. Data collection was done through observation, interview and documentation. The results of this study found that the form of cultural da'wah contained in the tradition of tepung tawar (fresh flour) in the Sambas Malay community consists of three stages: preparation, implementation, and post-implementation. There are several values contained in this tradition of fresh flour such as having an open attitude, having high Islamic values, ethical and moral values, togetherness values, shared ideals, deliberation values, and socio-cultural values and religiosity values. As well as the relationship between the tradition of tepung tawar (fresh flour) with aqiqah, which is in contact with Hinduism, Buddhism and Islam, this becomes a style of tradition that exists in the life of the Sambas Malay community, which is seen in the tradition of tepung tawar (fresh flour)
KONFLIK PERKAWINAN DI KABUPATEN SAMBAS Harjanti, Sri; Amin, Muliaty; Ali, Baharuddin; Kasim, Amrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7285

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang konflik perkawinan yang terjadi di Kabupaten Sambas. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Reaseach) dengan sifat penelitian deskriptif-analitik. Tipe pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi, pendekatan dakwah, sosiologi komunikasi dan resolusi konflik. Sumber data primer yaitu pihak Kantor Urusan Agama (KUA), Pengadilan Agama dan pasangan suami istri yang mengalami konflik perkawinan di Kabupaten Sambas. Sedangkan sumber data sekunder adalah berupa buku, arsip, dokumen, catatan-catatan yang berkenaan dengan penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi. Aktivitas dalam analisis data meliputi kualitas instrumen dan pengumpulan data. Teknik pengolahan dan analisis data triangulasi, menggunakan bahan referensi, mengadakan member check. Data diuji keabsahan data dalam penelitian ditekankan pada uji validitas dan reabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis konflik perkawinan dalam  rumah tangga di Kabupaten Sambas yaitu: faktor pertengkaran, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan faktor suami mabuk. Faktor pertengkaran dilatarbelakangi oleh tidak adanya kesepahaman suami dan isteri, suami pemakai oba-obat terlarang dan suka main judi. Kekerasan dalam rumah tangga berakibat penderitaan fisik maupn psikis. Bentuk kata-kata kasar dan jorok dari suami membuat isteri tersinggung,  dilecehkan, tertekan akibat perkataan dan sikap suami; Faktor ekonomi Ekonomi disebabkan tingkat pendapatan suami dibandingkan isteri, isteri tidak dapat mengatur pendapatan suami dengan bijak, ketidakjujuran isteri terhadap suami. Meninggalkan Pasangan, Selingkuh (wanita Idaman Lain/ Pria Idaman Lain) dan Poligami; Faktor  dihukum penjara, murtad dan kawin paksa.
MANAJEMEN DAKWAH MA‘HAD AL-SUNNAH KABUPATEN SIDRAP Iskandar, Isman; Ali, Baharuddin; Mahmuddin, Mahmuddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.9640

Abstract

Tulisan ini mengungkap dan mengelaborasi secara deskriptif manajemen dakwah Ma‘had al-sunnah Kabupaten Sidrap. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian sosial yang menggunakan format deskriptif kualitatif. penelitian ini bertempat Ma‘had al-sunnah Sidrap yang berlokasi di Jl Andi Pannyiwi, Dusun II Labempa, Desa Kanie Kecamatan Maritenggngae Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Pendekatan yang digunakan dalah pendekatan manajemen dakwah dan pendekatan ilmu komunikasi. Sumber data primer ialah data yang diperoleh secara langsung melalui wawancara, dokumen (buku-buku yang telah ditulis oleh tokoh salafiyyah) dan para informan kunci yaitu para jama>’ah salafiyyah yang akan memberikan informasi tentang gerakan dakwahnya. Sedangkan informan luar jama>’ah salafiyyah adalah masyarakat dan aparat pemerintah. pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian observasi dan juga wawancara dengan daftar pertanyaan yang telah disediakan sebelumnya, dibutuhkan kamera, alat perekam (recorder) serta alat tulis menulis yang berupa buku catatan juga pulpen, dan bisa juga alat technology seperti smartphone. Data diolah dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diuji keabsahannya dengan Credibility (validasi internal), Transferability (validasi eksternal), Dependability (reabilitas), dan Confirmability (obyektifitas).Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen dakwah salafiyyah dalam ma’had ini dapat dilihat dari fungsi manajemen yaitu: a. Perencanaan dakwahnya dibagi menjadi perencanaan dakwah perhari, perpekan, perbulan dan pertahun. Karakteristik yang paling menonjol dalam Ma‘had ini seluruh biaya pendidikan gratis  dan sumber pendanaannya mengandalkan sistem saling tolong menolong dan kerjasama diantara mereka dengan menggunakan pola pengajaran tersendiri yaitu talaqqi dan sanad. b. Pengorganisasian dakwahnya bersifat terbuka dan mempersilahkan siapapun untuk ikut andil. Pembagian tugas dilakukan melalui cara musyawarah. c. Pelaksanaan dakwahnya terlaksana dengan baik dan tetap istiqa>mah walaupun dengan sumberdaya seadanya. Mereka melakukan dakwah dengan dasar keikhlasan yang tinggi dan mengharap rida Allah swt. Gerakan dakwah salafiyyah yang dilakukan dikelompokkan dalam tiga bentuk yaitu: 1) Gerakan dakwah salafiyyah kepada non muslim adalah dengan tidak melakukan jihad syar’i (berperang dengan orang kafir) khususnya di Indonesia karena salah satu syaratnya harus bersama waliy al-amr. Adapun kondisi umat Islam yang terzalimi di berbagai negara di bolehkan untuk berjihad syar’i di negara masing-masing sesuai dengan syariat. Mereka melakukan interaksi dan toleransi yang baik dengan non Islam yang ada di Kab. sidrap salah satunya dengan komunitas agama lokal yaitu to lotang. 2) Gerakan dakwah salafiyyah kepada kaum muslimin dengan cara beramar makruf nahi mungkar, hajr al-mubtadi dan tahz|i>r 3) Gerakan dakwah salafiyyah kepada pemerintah adalah wajib taat kepada pemerintah, tidak boleh memberontak, tidak boleh dicela tapi hendaknya dinasehati atau bersabar dan berdoa. Namun mereka sangat menolak demokrasi dan politik. Mereka memandang keterlibatan dalam semua proses politik praktis seperti pemilihan umum sebagai sebuah bidah dan penyimpangan. d. Pengawasan dakwah yang dilakukan dimulai dari penentuan kegiatan serta aktivitas yang harus sesuai dengan dalil dan petunjuk Nabi saw. Ustaz memililki posisi sebagai rujukan utama dalam memberi pencerahan atau solusi atas permasalahan yang terjadi.
STRUCTURAL DAKWAH STRATEGY OF THE LOCAL GOVERNMENT OF SAMBAS POST CONFLICT OF SAMBAS ETHNICITY IN WEST KALIMANTAN Irawan, Deni; Amin, Muliati; Ali, Baharuddin; Said, Nurman
Jurnal Diskursus Islam Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v8i1.14312

Abstract

This writing specifically ellaborates the structural dakwah strategy of the Sambas Local Government post conflict. This is a qualitative-based research with sociological and communication approach. The data source of this research comes from the Ministry of Religions, Local Government, Religious Harmony Forum (FKUB), Indonesian Council of Ullemas (MUI) Sambas Regency, Sambas Muslim Forum TQN, religious and public figures in Sambas. Also, people who presumably  can give information related to this topic. All data is collected through observation, interviews, and documentation. Data is analyzed through 4 stages of processess; data reduction, data presentation, data verification and conclusion. Fact-check process is using triangulation, reference books, and applying member check. The result of this research shows that the structural dakwah strategy, in which the local government FKUB, and MUI are in charge of, is performing the strategy throughout several religious prorgram. It is aligned with the regent of Sambas vision that has been determined in RPJMD 2016-2021 (the government masterplan). For example,  building the life quality of religious community, providing hajj service facilites, providing religious consultancy, empowering houses of Quran in the districts, conducting preach during Ramadan, reciting on Magrib (dusk time), and visiting people’s house programme. There are also another program such as young preachers recruitment, non-civil servant consultant, and empowering people and religious teachers to preserve the community post conflict in the places where the social religious problems threaten the community.
Experimental Study on Extinction Curve Fitting Expressions of Ship Roll Damping Ali, Baharuddin; Hidayat, Affan; Firdaus, Nurman; Ariyanti, Erdina; Arifah, Anis Kurniati; Virliyani, Putri; PDP, Vido Dimas; Setiawan, Agung Rahmat; Permana , Chandra; Prasetyo, Basri
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 11 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v11i1

Abstract

Roll damping plays a crucial role in the accurate prediction of ship roll motion. In potential flow theory, viscous roll damping is not inherently accounted for and therefore must be introduced through experimental model test results. Free roll decay tests are commonly conducted to determine roll damping characteristics, including both linear and nonlinear damping (quadratic) components. In experimental practice, roll damping coefficients obtained from roll decay tests are often expressed using different mathematical formulations, such as linear, quadratic, and Bertin’s equations. In this study, free roll decay tests were performed on three ship models, and the resulting roll decay responses were analyzed using the three damping expressions for curve extinctions of measured data. The linear and quadratic roll damping coefficients were extracted for each model and formulation. The results indicate that the selected extinction curve expression and fitting method significantly influence the estimated roll damping coefficients. In addition, the choice of using peak-to-peak or trough-to-trough data in the roll decay analysis was found to affect the obtained damping values. Based on the comparative analysis, it is concluded that averaging the damping coefficients derived from both peak-based and trough-based fitting provides a more representative estimation of roll damping for the tested ship models.