Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peran Social Capital dan Literasi Digital dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah Generasi Z di Era Digital Annisa Kusumawati; Arief Nurrahman; R. Andro Zylio Nugraha; Caesar Rosyad Achmadi; Agatha Saputri; Muhammad Harfiansyah Makarim
Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi Vol. 2 No. 3 (2025): Mei: Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi (JIESA)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jiesa.v2i3.914

Abstract

In the digital era, the ability to utilize social networks and digital platforms to gain financial education and make financial decisions in accordance with sharia principles is increasingly essential. This study aims to analyze the influence of social capital and digital literacy on Islamic financial literacy among Generation Z. A quantitative approach was employed, with primary data collected from 209 respondents through purposive sampling, consisting of Generation Z individuals residing in Yogyakarta. Data analysis was conducted using path analysis with the Structural Equation Modeling approach based on Partial Least Squares (SEM-PLS), utilizing the SmartPLS 3.0 software. Construct reliability testing, discriminant validity, and hypothesis testing were carried out to evaluate the relationships between variables. The results indicate that social capital and digital literacy have a positive and significant effect on Islamic financial literacy. Digital literacy enhances individuals’ access to Islamic financial information through digital media, while social capital strengthens knowledge sharing and trust within communities. These findings highlight the importance of leveraging digital technology and reinforcing community-based approaches to improve Islamic financial literacy. This study contributes to the growing body of literature on the interaction between social capital, digital literacy, and Islamic financial literacy in the digital age and offers strategic insights for educational institutions and financial service providers to promote sharia-based financial literacy.
Pelatihan Artificial Intelligence untuk Penulisan Karya Tulis Ilmiah bagi Guru Sekolah Menengah Pertama Achmadi, Caesar Rosyad; Rahmawaty, Penny; Hidayati, Lina Nur; Mustaqim, Ilmawan
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JAMSI - Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1684

Abstract

Transformasi pendidikan di era digitalisasi menuntut guru untuk lebih kreatif dan inovatif da-lam menggunakan teknologi. Namun, masih banyak guru yang menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan AI. PkM ini dilakukan di SMP Negeri 1 Ngemplak Sleman, dengan melibatkan 30 guru sebagai peserta. Metode penelitian yang digunakan adalah pelatihan dan pendamp-ingan penulisan karya ilmiah menggunakan AI. PkM ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru SMP dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) penulisan karya ilmiah. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman guru dalam menggunakan aplikasi seperti Canva, ChatGPT, dan Quillbot untuk mendukung pembuatan karya tulis ilmiah. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil mening-katkan keterampilan guru dalam memanfaatkan AI untuk kegiatan pendidikan, namun diperlukan pen-dampingan lebih lanjut agar guru dapat mengaplikasikan AI secara optimal dalam pembuatan karya tulis mereka.
PENGARUH PENGETAHUAN PERPAJAKAN, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI, SANKSI PAJAK, DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK Nugraha, R. Andro Zylio; Nurrahman, Arief; Saputri, Agatha; Achmadi, Caesar Rosyad
Relevan : Jurnal Riset Akuntansi Vol. 4 No. 2 (2024): Mei
Publisher : FEB-UP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/relevan.v4i2.6667

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are very important pillars in the economy in Indonesia. MSMEs play a very important role in Tax revenue which is the main source of state revenue which has a very large and reliable role for the development of the country, especially in Indonesia. This study uses a quantitative research approach and aims to estimate and test the effect of taxation knowledge, information technology utilisation, tax penalties, and education level on MSME taxpayer compliance in the Special Region of Yogyakarta. Respondents in this study are MSME owners in the Special Region of Yogyakarta (DIY) whose businesses are still actively operating until the research time. The majority of respondents in this study are business actors in the food and beverage sector. The number of questionnaires collected was 183. The sampling technique used in this study was purposive sampling. Data analysis in this study was carried out quantitatively, using smartpls management tools which represented the results and research hypotheses. Based on the test results and discussion carried out, conclusions can be drawn, namely: knowledge of tax regulations (X1), utilisation of information technology (X2), implementation of tax sanctions (X3) and level of education (X4) have an influence on the compliance of MSME taxpayers in the Special Region of Yogyakarta
Pengembangan Aplikasi Games sebagai Media Evaluasi Hasil Belajar Mahasiswa Nurrahman, Arief; Cahyani, Meita Dwi; Saputri, Agatha; Nugraha, R. Andro Zylio; Achmadi, Caesar Rosyad; Makarim, Muhammad Harfiansyah
Upgrade : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 2 No 1 (2024): Vol. 2 No. 1 Agustus 2024
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/upgrade.v2i1.3815

Abstract

Kemampuan kognitif mahasiswa terhadap materi perkuliahan harus disesuaikan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang ditetapkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan media evaluasi untuk mengukur ketercapaian belajar mahasiswa. Tujuan penelitian ini mengembangkan aplikasi games Kahoot sebagai media evaluasi belajar mahasiswa dengan melihat kelayakan, kepraktisan, dan kevalidan. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D) menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Materi dan instrumen tes serta aplikasi games Kahoot diuji oleh 4 ahli menggunakan Aiken V dan 93 sampel mahasiswa. Hasil validasi oleh ahli menunjukkan bahwa materi dan instrumen memperoleh nilai 0,81-0,94 (valid). Validasi ahli terhadap aplikasi games Kahoot memperoleh nilai 0,88-1,00 (valid). Pengujian aplikasi menunjukkan rata-rata nilai mahasiswa 81,53 (baik). Respon mahasiswa terhadap kepraktisan aplikasi games Kahoot memperoleh skor 89,5% (sangat baik). Uji kelayakan menunjukkan aplikasi sangat layak digunakan sebagai media evaluasi belajar dengan persentase 93%. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa aplikasi games Kahoot sangat layak dan efektif dijadikan media evaluasi hasil belajar. Implikasi penelitian ini menunjukkan aplikasi games Kahoot dapat diadopsi sebagai media evaluasi yang valid, praktis, dan layak untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
Inovasi Produk dan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Hampers di Desa Sembung Utama, Agung; Wijaya, Tony; Wardana; Ghaffar, Alfian Abdul; Achmadi, Caesar Rosyad
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i2.5211

Abstract

ABSTRACT Sembung Village in Wedi District, Klaten Regency, has strong potential to develop as a center for hampers-based Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Several existing wedding equipment rental businesses have created an initial market ecosystem for hamper products and souvenirs. However, this potential has not yet been supported by adequate product innovation and digital marketing capabilities. Local MSME actors still face obstacles in designing creative hampers, applying proper packaging techniques, developing branding, and utilizing digital platforms, which limits their competitiveness and keeps them dependent on conventional marketing. This community engagement program aims to enhance the competitiveness of MSMEs in Sembung Village through product innovation training and digital marketing strategies. The methods used include lectures, demonstrations, hands-on practice, and intensive mentoring on hamper design, product photography, storytelling, and promotion through social media and online marketplaces. The evaluation involved pre-tests, post-tests, observation, and participant feedback. The results demonstrate a significant improvement in participants’ understanding of digital marketing, promotional content development, and packaging creativity, with an average increase of over 100 percent. Participants successfully produced new hamper designs, created digital catalogs, and managed online business accounts. This program has proven effective in strengthening creative economy-based MSMEs and expanding their market opportunities through digitalization. Keywords: digital marketing, product innovation, MSMEs, empowerment, Hampers   ABSTRAK Desa Sembung di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, memiliki potensi kuat untuk berkembang sebagai sentra UMKM hampers karena telah terdapat beberapa usaha sewa perlengkapan dan alat penikahan yang menjadi ekosistem awal tumbuhnya permintaan produk hantaran dan suvenir. Namun, potensi tersebut belum diikuti oleh kemampuan inovasi produk dan pemasaran digital yang memadai. Pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam kreativitas desain hampers, teknik pengemasan, branding, dan pemanfaatan media digital sehingga daya saing produk masih terbatas pada pemasaran konvensional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM Desa Sembung melalui pelatihan inovasi produk dan strategi pemasaran digital. Metode yang digunakan mencakup ceramah, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan intensif dalam desain hampers, fotografi produk, storytelling, dan pemasaran berbasis media sosial maupun marketplace. Evaluasi dilakukan melalui pre–test, post–test, observasi, dan umpan balik peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai digital marketing, pembuatan konten promosi, dan kreativitas pengemasan dengan rata-rata peningkatan kompetensi di atas 100%. Peserta mampu menghasilkan desain hampers baru, membuat katalog digital, serta membangun akun bisnis daring. Kegiatan ini terbukti efektif mendorong kemandirian UMKM berbasis ekonomi kreatif dan membuka peluang perluasan pasar melalui digitalisasi. Kata kunci: digital marketing, inovasi produk, UMKM, pemberdayaan, Hampers
Pelatihan digital marketing dan pengelolaan keuangan UMKM Kelurahan Genjahan, Ponjong, Gunungkidul Achmadi, Caesar Rosyad; Makarim, Muhammad Harfiansyah; Saputri, Agatha; Nugraha, R. Andro Zylio; Nurrahman, Arief
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): February(Article in Progress)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3078

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Kelurahan Genjahan, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, dalam hal pemasaran digital dan pengelolaan keuangan sederhana. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) dengan tahapan perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Kegiatan dimulai dari observasi lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan mitra, dilanjutkan dengan pelatihan yang mencakup strategi digital marketing berbasis media sosial serta pencatatan keuangan manual dan digital menggunakan Microsoft Excel. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam kedua aspek tersebut, dengan mayoritas menyatakan sangat setuju bahwa pelatihan bermanfaat dan mudah dipahami. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan literasi digital dan finansial UMKM di wilayah tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi model intervensi berkelanjutan dalam mendorong keberlanjutan dan daya saing UMKM lokal.