Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pelayanan Terpadu Malam Hari (PTMH) Sebagai Bentuk Inovasi Pemerintah DKI Jakarta (Studi tentang Pengaruh Pelayanan Terpadu Malam Hari terhadap Kepuasan Masyarakat di Kelurahan Kebon Kacang Jakarta Pusat) Rahmawati, Restu
Jurnal Transformative Vol 1, No 2 (2015): Inovasi Pemerintahan
Publisher : Faculty of Social and Political Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini akan mengkaji tentang Pelayanan Terpadu Malam Hari (PTMH). PTMH merupakan bentuk inovasi pemerintah DKI Jakarta. Inovasi ini dilakukan guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Berhasil tidaknya pelaksanaan PTMH ini salah satunya dapat dilihat dari aspek society yakni dengan melihat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan Pelayanan Terpadu Malam Hari (PTMH) tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Kebon Kacang sangat puas terhadap Pelayanan Terpadu Malam Hari (PTMH), dimana keadilan yang merata sangat berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat dalam Pelayanan Terpadu Malam Hari PTMH. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pelayanan publik sudah tercermin dalam Pelayanan Terpadu Malam Hari (PTMH). Dengan demikian, inovasi pemerintahan daerah diperlukan guna menciptakan kemandirian wilayah, meningkatkan daya saing daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, terwujudnya good governance, penguatan kelembagaan pemerintah daerah, dan terjaganya kearifan lokal.
Kesiapan Tenaga Kerja Indonesia yang Tidak Memiliki Keterampilan (Unskill) dalam Menghadapi ASEAN Community 2015 nur afni; Restu Rahmawati
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.771 KB) | DOI: 10.52447/gij.v3i2.1646

Abstract

ABSTRACT Indonesia is the most populous country in South East Asia. Indonesia's population growth continues to increase from year to year so that the total labor force also increased. This raises the employment problem in the absence of a balance between labor and Bid in negeri.Akan commencement Asean Community in 2015 will provide a positive and negative impact for Indonesia. Liberalism free market of goods and services will spur domestic investment and attracted foreign workers to Indonesia. The influx of foreign workers in Indonesia can be a threat if possible Indonesian workers do not have a comparable competitiveness. Rights for workers in Indonesia have been set in both the 1945 constitution, the Law No. 39 Year 2004 on Human Rights, and the Act No. 13 of 2003 on Manpower.Keywords: Indonesian labor unskill,Asean Community 2015  ABSTRAK Indonesia adalah Negara dengan jumlah penduduk terbanyak di Asia Tenggara.Pertumbuhan penduduk Indonesia terus meningkat dari tahun ketahun sehingga jumlah angkatan kerja juga terus meningkat. Hal tersebut menimbulkan masalah ketenagakerjaan karena tidak adanya keseimbangan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja dalam negeri.Akan dimulainya Community asean 2015 akan memberikan dampak positif dan negative bagi Indonesia. Liberalisme pasarbebas barang dan jasa akan memacu investasi dalam negeri dan menarik tenaga kerja asing ke Indonesia. Masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia dimungkinkan dapat menjadi ancaman apabila tenaga kerja Indonesia tidak mempunyai daya saing yang sebanding. Hak-hakasasi bagi para tenaga kerja di Indonesia telah diatur dalam konstitusi baik dalam UUD 1945, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Hak Asasi Manusia, maupun dalam Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.Kata Kunci :Tenaga kerja tidak memiliki ketrampilan, Asean Community 2015
Pengaruh Figur Calon Pemimpin Terhadap Partisipasi Politik Masyarakat Kelurahan Sunter Agung, Pada Pemilukada DKI JAKARTA 2012 Restu Rahmawati
Journal of Governance Volume 1, Issue 1: (2016) December
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.229 KB) | DOI: 10.31506/jog.v1i1.1841

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh figur calon pemimpin terhadap partisipasi politik masyarakat Kelurahan Sunter Agung Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara pada Pemilukada DKI Jakarta 2012. Menariknya pilkada DKI Jakarta tahun 2012, dikarenakan para kandidat tidak hanya warga Jakarta saja namun kandidat dari luar Jakarta pun berkontestasi pada pilkada tersebut. Hal inilah kemudian yang mengakibatkan banyaknya figur pilihan yang akan menjadi pertimbangan warga Jakarta. Namun kembali lagi kepada masyarakat Jakarta mampu tidak memilih figur yang kredibel dan mempunyai kapasitas untuk memimpin Jakarta. Penelitian ini akan melihat apakah figur calon pemimpin yaitu credibility, dan capability mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat partisipasi politik masyarakat di Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara pada pilkada DKI Jakarta 2012; dan mengenai variabel kualitas figur calon pemimpin manakah yang mempunyai pengaruh dominan terhadap tingkat partisipasi politik masyarakat Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara pada pemilukada DKI Jakarta 2012. Metode Penelitian yang digunakan yakni kuantitatif. Dan hasil penelitian menjelaskan bahwa credibility dan capability mempunyai pengaruh yang positif signifikan terhadap partisipasi politik, dan credibility mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap partisipasi politik.
Reklamasi Teluk Jakarta Ditinjau dari Perspektif Ekofeminisme Restu Rahmawati; Firman Firman
ARISTO Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.67 KB) | DOI: 10.24269/ars.v7i1.1303

Abstract

This paper discuss about the reclamation of Jakarta Bay from the perspective of ekofeminisme. The reason the writerchooses this issue, because of the need to emphasize the environmental aspect paired with ekofeminisme in development policy programs that have been done especially the development done over the ocean. The issues to be raised in this research question about how the policy of Jakarta Bay reclamation is viewed from the perspective of ekofeminisme as well as to know what factors push and obstruct Jakarta Bay reclamation policy. The research method used in this research is qualitative research method with case study approach. In order to obtain data in this study, researchers will use primary and secondary data sources. The results of this study indicate that the development of Jakarta Bay reclamation has not been in accordance with the perspective of ekofeminisme. This is because the reclamation of Jakarta Bay is still concentrated on economic matters only, and has not yet realized sustainable development. Thus, stakeholders are expected to apply an ecofeminism perspective to the Jakarta Bay reclamation development policy to avoid a global ecological crisis and environmental degradation. Feminism replied that the energy of femininity and not masculinity, has the potential to preserve the environment.
CATATAN PENTING BAGI MASA DEPAN GERAKAN SEJUTA RELAWAN PENGAWAS PEMILU (GSRPP): REFLEKSI TERHADAP PEMILU 2014 Restu Rahmawati
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.146 KB) | DOI: 10.52447/polinter.v2i1.499

Abstract

Tulisan ini akan mengkaji tentang Responsibilitas Penyelenggara Pemilu dalam Penanganan Pelanggaraan Pemilu. Adapun fokus tulisan ini yakni terkait dengan Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu (GSRPP) sebagai bentuk responsibilitas Bawaslu dalam Penanganan Pelanggaran Pemilu dengan melihat pemilu 2014. Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauhmana Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu ini mampu menunjang optimalisasi kinerja Bawaslu Propinsi DKI Jakarta dalam mengawal proses pemilihan umum, dan untuk menganalisis sisi lain dari GSRPP sehingga dari analisis ini akan dijadikan catatan penting bagi Bawaslu terkait bagaimana mengelola dan mengkoordinir Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu (GSRPP). Metodologi penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan datanya menggunakan library research. Intinya penelitian ini menjelaskan bahwa Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu merupakan gerakan pengawalan pemilu 2014 oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Gerakan ini merupakan terobosan yang dilakukan Bawaslu untuk meminimalisir pelanggaran pemilu. Namun, yang harus menjadi catatan, adalah keberadaan GSRPP ini harus dikoordinir dan dilatih dengan baik oleh Bawaslu. Jangan sampai sisi lain GSRPP ini dibuat karena bentuk ketidakmampuan dan ketidaksiapan Bawaslu bekerja dalam mengungkap berbagai pelanggaran pemilu di tingkat akar rumput. Sehingga pada akhirnya pelajar dan mahasiswa pengawas hanya sebagai tumbal demokrasi.
RESPONSIBILITAS PENYELENGGARA PEMILU DALAM PENANGANAN PENYELENGGARAAN PEMILU Restu Rahmawati
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.647 KB) | DOI: 10.52447/polinter.v3i2.1083

Abstract

Tulisan ini akan mengkaji tentang Responsibilitas Penyelenggara Pemilu dalam Penanganan Pelanggaraan Pemilu. Adapun fokus tulisan ini yakni terkait dengan Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu (GSRPP) sebagai bentuk responsibilitas Bawaslu dalam Penanganan Pelanggaran Pemilu dengan melihat pemilu 2014. Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauhmana Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu ini mampu menunjang optimalisasi kinerja Bawaslu Propinsi DKI Jakarta dalam mengawal proses pemilihan umum, dan untuk menganalisis sisi lain dari GSRPP sehingga dari analisis ini akan dijadikan catatan penting bagi Bawaslu terkait bagaimana mengelola dan mengkoordinir Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu (GSRPP). Metodologi penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan datanya menggunakan library research. Intinya penelitian ini menjelaskan bahwa Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu merupakan gerakan pengawalan pemilu 2014 oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Gerakan ini merupakan terobosan yang dilakukan Bawaslu untuk meminimalisir pelanggaran pemilu. Namun, yang harus menjadi catatan, adalah keberadaan GSRPP ini harus dikoordinir dan dilatih dengan baik oleh Bawaslu. Jangan sampai sisi lain GSRPP ini dibuat karena bentuk ketidakmampuan dan ketidaksiapan Bawaslu bekerja dalam mengungkap berbagai pelanggaran pemilu di tingkat akar rumput. Sehingga pada akhirnya pelajar dan mahasiswa pengawas hanya sebagai tumbal demokrasi.
Penerimaan dalam E-Government (Studi Fenomenologi pada Pengguna Layanan Terpadu Satu Pintu di BPTSP DKI Jakarta Firman Firman; Restu Rahmawati; danang trijayanto
PRoMEDIA Vol 3, No 2 (2017): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.575 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v3i2.1055

Abstract

Penelitian ini membahas impementasi e-government pada badan pelayanan terpadu satu pintu (BPTSP) DKI Jakarta yang berfokus pada objeknya adalah pengguna layanan di badan tersebut. Bagaimanakah Penerimaan e-governmentnya di badan tersebut merupakan rumusan masalah dari penelitian ini. Lahirnya Lembaga ini berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2013 tentang penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, hanya saja berfokus pada pengguna pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk melihat pengalaman dari para pengguna sistem layanan berbasis elektronik atau e-government yang sedang menjadi kewajiban setiap badan pemerintah untuk menerapkannya. Objek penelitian berjumlah lima orang. Hasil dari penelitian Penerimaan dari Implementasi e-government di Badan Pelayanan Terpadu satu Pintu, mencakup dua permasalahan. Pertama, permasalahan pada pengelola, dan yang kedua permasalahan pada penerimaan masyarakat. Permasalahan pada pengelolaan, yaitu masalah pada teknis atau dukungan pada sistem dan infrastruktur serta sumber daya manusia yaitu teknisi. Permasalahan pada penerimaan masyarakat, merupakan dampak dari sistem yang diberlakukan dalam pelayanan. Sistem dengan double mekanisme, membuat masyarakat merasa tidak efisien. Kata kunci: Penerimaan, e-government, layanan, masyarakat, pengguna, BPTSP  
PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF POLITIK Restu Rahmawati
Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2018): Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/transformasi.v1i2.310

Abstract

In contrast of early nineteen century when the school prohibition for indigenous people was executed, the early century of twenty started up the educational chance. Though the education permitted only for the children of priyayi, rich men and plutocrat, also Dutch government functionary. The queen Wilhelmina‟s policy that politically determinates the discretion for the need of education came along with the time when Islamic education institution gradually founded and dispersed in Java and Sumatera. As it was influenced by colonial government stability, this article covers the education project of Dutch colonial government and institutional Islamic education, includes political Islamic education policy with its intention.
Pengaruh Pilihan Sosiologis terhadap Perilaku Memilih Masyarakat Kecamatan Kalideres Jakarta Barat pada Pilkada DKI Jakarta 2017 Axl A Papilaya; Restu R Rahmawati
Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan Vol 4, No 1 (2018): (Mei) Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.294 KB) | DOI: 10.37058/jipp.v4i1.857

Abstract

Membahas tentang Pengaruh Pilihan Sosiologis terhadap Perilaku Memilih Masyarakat Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui hubungan antara agama, etnis, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan wilayah tempat tinggal (Indikator Pilihan Sosiologis) terhadap Perilaku Memilih Masyarakat Kalideres pada Pilkada DKI Jakarta 2017. (2) mengetahui indikator dari pilihan sosiologis yang mempunyai pengaruh paling signifikan terhadap Perilaku Memilih masyarakat Kalideres pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Penelitian ini menggunakan Teori Perilaku Memilih dan Teori Pendekatan Sosiologis. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan format penelitian eksplanasi survei. Populasi dari penelitian ini adalah Masyarakat Kecamatan Kalideres Jakarta Barat yang terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) dengan teknik purposive sampling yakni yang memilih Anies-Sandi  di Putaran kedua dengan Jumlah 400 responden. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana. Data dianalisis menggunakan software SPSS (Statistical Programm for Social Science). Hasil penelitian ini adalah (1)Ada hubungan antara antara agama, etnis, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan wilayah tempat tinggal terhadap Perilaku Memilih Masyarakat Kalideres pada Pilkada DKI Jakarta 2017(2)Agama adalah Indikator yang mempunyai pengaruh paling signifikan terhadap Perilaku Memilih masyarakat Kalideres pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
Literasi Digital dalam Menghadapi Hoaks Menjelang Pemilu kepada Generasi Millenial Restu Rahmawati
BERDIKARI Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Berdikari
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.38 KB) | DOI: 10.52447/berdikari.v4i1.4960

Abstract

Literasi d igital adalah pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya. Literasi digital diperlukan karena saat ini berita terkait hoaks begitu masif penyebarannya dalam berbagai platform media digital. Maraknya berita hoaks dalam media digital tersebut akan berdampak negatif apabila masyarakat tidak mampu untuk menangkal berita-berita hoaks tersebut. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki literasi digital yang baik sehingga dapat menangkal setiap berita hoaks yang diterima di era post truth saat ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan, dan mengedukasi masyarakat terutama generasi millennial yang berada di seluruh wilayah Indonesia untuk memiliki literasi digital yang baik dan bijak dalam menggunakan media digital apalagi menjelang pemilu sehingga dapat menangkal berita hoaks yang diterima dan tidak menyebarkan berita hoaks tersebut kepada orang lain, intinya ketika masyarakat sudah bijak dalam menggunakan media maka akan tercipta masyarakat yang terbebas dari berita hoaks. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk seminar daring melalui zoom meeting. Sasaran utama kegiatan ini adalah generasi millennial dari perwakilan wilayah di Indonesia. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa partisipan begitu antusias dengan materi yang disampaikan karena banyak sekali pertanyaan baik yang disampaikan langsung maupun dalam kolom chat yang ditujukan kepada narasumber. Selain itu juga, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan partisipan sangat bagus sehingga dari hasil diskusi tersebut pengetahuan generasi millenial dapat meningkat.Kata Kunci : Literasi Digital, hoaks, media digital, post truth, generasi millenial