Hasyim Mahmud Wantu
IAIN Sultan Amai Gorontalo

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN COMPONENT DISPLAY THEORY-SELF CONFIDENCE (CDT’S) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Hasyim Mahmud Wantu; Novianty Djafri; Nina Lamatenggo; Masri Kudrat Umar
Irfani Vol. 18 No. 2 (2022): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v18i2.3060

Abstract

Menggunakan model pembelajaran yang dikembangkan oleh David Merrill tahun 1983 dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam cenderung belumlah cukup, karena harapan akhir dari Pembelajaran Agama Islam adalah pada tataran pengamalan. Untuk sampai pada tingkat pengamalan maka tingkat unjuk kerja (1) mengingat (baik mengingat verbal maupun memahami), (2) menggunakan dan (3) menemukan, hendaknya ditambah dengan meyakini sehingga potensi pengamalan akan lebih besar. Meyakini (self-cinfidence) selanjutnya menjadi tambahan unjuk kerja CDT sehingga menjadi CDT’s (Component Display Theory-Self confidence). Model ini dipandang cenderung lebih tepat, mengingat bahwa keyakinan diri lebih dekat pada pengenalan diri, dan pengenlan diri lebih dekat dengan pengenalan pada Tuhannya untuk selanjutnya mengenal Allah SWT. Untuk menemukan Model CDT’s digunakan penelitian pengembangan menurut Borg & Gall 1983. Kesimpulannya adalah Model CDT’s (1) adalah pengembagangan Model CDT Merril yang pada tingkatan unjuk kerja ada penambahan “meyakini” , dan (2) pada tipe isi ajaran/materi sajian pembelajaran ada penambahan “fardhu ‘ain (wajib). Dengan demikian dua konten utama yang menambah model CDT menjadi CDT’s yaitu; keyakinan dan ‘ain (wajib). Dan (2) Keyakinan adalah perilaku melaksanakan (taat) yang menunjukkan kemampuan diri dalam melakukan sebuah tindakan dan menyelesaikannya dengan pencapaian sesuai harapan yang tertinggi. Dalam persepektif PAI, keyakinan itu adalah sikap tunduk pada perintah Allah SWT pada yang wajib (‘ain), dan melaksanakannya dengan sempurna.
Pendidikan Karakter Untuk Membentuk Moralitas Anak Bangsa Hasyim Mahmud Wantu
Irfani (e-Journal) Vol. 16 No. 1 (2020): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v16i1.1310

Abstract

Masyarakat Indonesia sampai saat ini terus mengalami perubahan-perubahan yang sangat pesat, baik itu perubahan kecil maupun perubahan besar. Perubahan ini terjada diberbagai bidang. Kita perlu belajar pada sejarah bahwa perubahan zaman tidak bisa dilawan dan dilarang. Berkaca pada perjalanan sejarah bahwa kemajuan zaman, dan semua yang terkait teknologi tidak bisa dilawan. Jika kita bertahan pada pilihan konvensional, maka justru akan terkubur, terlindas oleh zaman. Perubahan-perubahan zaman membawa setiap lapisan masyarakat pada kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Namun dengan adanya kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang madani khusunya dikalangan remaja dan setiap anak bangsa, ternyata malah justru telah mengikis nilai-nilai kesopanan, ajaran baik tentang perbuatan dan kelakuan (akhlaq) atau sering kali kita sebut sebagai moral. Penomena kemorosotan moral dikalangan remaja anak bangsa dewasa ini sudah sangat mengkhawatirkan. Maka, untuk mengatasi kemerosotan moral yang sudah melanda anak bangsa tiada lain upaya yang harus dilakukan yaitu salah satunya dengan menanamkan pendidikan karakter baik di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sedini mungkin. Hal ini penting dilakukan karena apabila tidak dilakukan sedini mungkin, maka akan sangat sulit menanamkan karakter yang positif ketika mereka beranjak dewasa.
MODEL PEMBELAJARAN COMPONENT DISPLAY THEORY-SELF CONFIDENCE (CDT’S) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Hasyim Mahmud Wantu; Novianty Djafri; Nina Lamatenggo; Masri Kudrat Umar
Irfani (e-Journal) Vol. 18 No. 2 (2022): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v18i2.3060

Abstract

Menggunakan model pembelajaran yang dikembangkan oleh David Merrill tahun 1983 dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam cenderung belumlah cukup, karena harapan akhir dari Pembelajaran Agama Islam adalah pada tataran pengamalan. Untuk sampai pada tingkat pengamalan maka tingkat unjuk kerja (1) mengingat (baik mengingat verbal maupun memahami), (2) menggunakan dan (3) menemukan, hendaknya ditambah dengan meyakini sehingga potensi pengamalan akan lebih besar. Meyakini (self-cinfidence) selanjutnya menjadi tambahan unjuk kerja CDT sehingga menjadi CDT’s (Component Display Theory-Self confidence). Model ini dipandang cenderung lebih tepat, mengingat bahwa keyakinan diri lebih dekat pada pengenalan diri, dan pengenlan diri lebih dekat dengan pengenalan pada Tuhannya untuk selanjutnya mengenal Allah SWT. Untuk menemukan Model CDT’s digunakan penelitian pengembangan menurut Borg & Gall 1983. Kesimpulannya adalah Model CDT’s (1) adalah pengembagangan Model CDT Merril yang pada tingkatan unjuk kerja ada penambahan “meyakini” , dan (2) pada tipe isi ajaran/materi sajian pembelajaran ada penambahan “fardhu ‘ain (wajib). Dengan demikian dua konten utama yang menambah model CDT menjadi CDT’s yaitu; keyakinan dan ‘ain (wajib). Dan (2) Keyakinan adalah perilaku melaksanakan (taat) yang menunjukkan kemampuan diri dalam melakukan sebuah tindakan dan menyelesaikannya dengan pencapaian sesuai harapan yang tertinggi. Dalam persepektif PAI, keyakinan itu adalah sikap tunduk pada perintah Allah SWT pada yang wajib (‘ain), dan melaksanakannya dengan sempurna.
Learning Organizational Leadership Strategy in Improving the Quality of Middle Level Education Muhammad Ihsan Dacholfany; Samsudin Samsudin; Rinovian Rais; Ferdinand Salomo Leuwol; Hasyim Mahmud Wantu
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i1.6403

Abstract

The research is motivated by the need to form an appropriate leadership strategy to improve the quality of education by collaborating with all members including teachers, staff, students, and parents or guardians of students. This study aims to analyze and answer learning organization leadership strategies in improving the quality of secondary education. The research method used is a literature study based on articles, papers, books and other sources that support research with a qualitative approach. The results of this study indicate that improving the quality of secondary education requires strong leadership from school principals, good teacher performance, student and parent involvement in the education process, and attention to internal and external factors that affect education quality.
Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK): An Overview Through Self-Efficacy and Motivation to Become a Professional Teacher Everhard Markiano Solissa; Farizawati Farizawati; Mumu Muzayyin Maq; Fauzi Aldina; Hasyim Mahmud Wantu
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.6711

Abstract

This research is motivated by the importance of Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) for Becoming a Professional Teacher. The purpose of this study was to examine and analyze the effect of self-efficacy and motivation on TPACK to become professional teachers. This research uses a quantitative approach with a survey method. The sampling technique used purposive sampling of 100 teachers. The instruments used were observation, questionnaires and questionnaires. The data analysis technique used is the classical assumption, correlation analysis, and multiple linear regression analysis including hypothesis testing T test, F test and R2 test. The results of this study indicate: 1) Self-efficacy has a positive and significant effect on Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), 2) Motivation has a positive and significant effect on Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), and 3) Self- efficacy and motivation have a positive effect and significant to Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). The findings of this study indicate the importance of self-efficacy and motivation in improving Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) to become professional teachers.
The Role of Mediation and Arbitration in Civil Dispute Resolution Ujang Suratno; Andrew Shady Utama; Sandra Dewi; Makkah HM; Hasyim Mahmud Wantu
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 2 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i2.4745

Abstract

Civil dispute resolution is an important aspect of the legal system, aiming to achieve a fair and efficient solution for the parties involved. Mediation and arbitration, as alternatives to out-of-court dispute resolution (ADR), have gained significant popularity in recent years. This systematic literature review aims to examine the role of mediation and arbitration in civil dispute resolution. This study uses a systematic search methodology to identify and analyze relevant studies in various scientific databases. The results of this study conclude that mediation and arbitration are valuable tools for resolving civil disputes. By raising awareness and addressing existing challenges, mediation and arbitration can play a greater role in achieving fair and efficient settlement of civil disputes. Both methods not only reduce the burden on the court, but also increase the participation and satisfaction of the parties to the dispute. Mediation and arbitration provide procedural flexibility that allows for adjustments to the specific context of the dispute, ultimately resulting in better acceptance of the decision. However, the successful implementation of mediation and arbitration is highly dependent on a supportive legal framework and policies that promote its use. Overall, mediation and arbitration are vital components in the modern civil dispute resolution system, with great potential to improve the efficiency and effectiveness of the justice system.