Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

DOMAIN TO DOMAIN TRANSFER SEBAGAI METODE PADA PERANCANGAN FASILITAS BAGI DISABILITAS NETRA Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari; Jarot Wahyono
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 2 (2022): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v6i2.4715

Abstract

Proses perancangan dalam arsitektur tidak luput dari pengguna yang terlibat pada bangunan atau lingkungan yang dirancang. Permasalahan arsitektur dan disabilitas tidak hanya sebatas penyelesaian teknis belaka. Keterlibatan pengguna disabilitas seharusnya bukan sekedar sebagai objek namun juga dapat membantu mengembangkan gagasan desain yang lebih kreatif. Pada penelitian ini mengembangkan persepsi disabilitas netra terhadap lingkungan alam hingga terbentuk kriteria arsitektural melalui metode domain-to domain transfer. Metode ini pada dasarnya mengacu pada prinsip dasar metode analogi pada arsitektur dimana terdiri dari sumber , transfer/proses reduksi dan target. Sumber diambil melalui kajian penelitian sebelumnya mengenai pengalaman sensori disabilitas netra terhadap ruang luar (outerspace) seperti pantai dan kebun raya. Melalui proses reduksi dihasilkan beberapa kriteria desain untuk rancangan fasilitas pelatihan bagi disabilitas netra seperti penerapan sekuens pada sirkulasi, tata masa dan zonasi, penataan lanskap, fasade bangunan dan material yang digunakan. Tentu saja kriteria elemen formal tersebut terintegrasi dengan respon pengguna disabilitas netra (sistem perseptual) yang diwujudkan dengan desain multisensori. Pada penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan arsitektur yang inklusif dan desain universal.
IMPLEMENTASI RUANG MULTI FUNGSI PADA LAHAN TERBATAS GEDUNG SERBAGUNA RW. XII, KELURAHAN MERJOSARI, KOTA MALANG Bayu Teguh Ujianto; Amar Rizqy Afdholy; Jarot Wahyono
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2023): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v7i2.6706

Abstract

Wilayah RW. XII Kelurahan Merjosari Kota Malang berada pada daerah yang padat rumah tinggal, rumah kos, warung serta memiliki populasi penduduk yang semakin meluas seiring dengan tuntutan kebutuhan layanan publik yang lebih baik. Permasalahan utama yang muncul adalah terbatasnya lahan bagi warga menggelar acara hajatan pribadi maupun kegiatan bersama yang akhirnya memanfaatkan jalan umum lingkungan, serta ketiadaan fasilitas PAUD yang sangat dibutuhkan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, upaya yang dilakukan masyarakat adalah melalui usulan perancangan Gedung Serbaguna. Keterbatasan dalam hal pendanaan, luasan lahan dan tuntutan kebutuhan ruangan yang cukup banyak menuntut penerapan desain ruang multi fungsi pada proses perancangannya. Gedung serbaguna merupakan bangunan yang bersifat penunjang dimana tidak beroperasional rutin setiap hari, dengan desain ruangan yang bersifat multi fungsi dapat dilakukan optimasi kebutuhan jenis ruangan dalam keterbatasan lahan yang ada. Ruangan-ruangan dengan luasan dan sifat yang hampir sama dapat dikelompokkan dalam satu ruangan, dimana operasionalnya dapat dilakukan secara bergantian. Tentunya hal tersebut perlu diakomodasi dengan rancangan arsitektural yang baik dan fungsional, serta mempertimbangkan efisiensi pemilihan material dan struktur bangunan.
PENATAAN KAWASAN PASAR WISATA DI JALAN KIAI PARSEH JAYA, BUMIAYU, MALANG Jarot Wahyono; Budi Fathony; Harsinta Sari, Komang Ayu Laksmi
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar diartikan sebagai sebuah kegiatan jual beli pada lokasi tertentu. Perkembangan pasar tidak hanya pada pola penataan, fasilitas ataupun sistem pengelolaan. Namun, perkembangan pasar telah masuk kedalam aspek fleksibilitas ruang dari sebuah pasar. Wisata Belanja Boedengan Bumiayu menjadi pasar yang memiliki fleksibiltas tinggi dalam tata kelola dan pelaksanaan kegaiatan. Dengan memanfaatkan jalan sebagai lokasi pasar, Wisata Belanja Boedengan Bumiayu telah berjalan secara maksimal dari segi fungsi. Fungsi yang mendasari tempat atau fasilitas tidak lepas dari aspek arsitektural berupa karakter lokal. Aspek karakter pada pasar masih minim dan berdampak pada krisis identitas dari pasar itu sendiri. Tujuan kegiatan penelitian adalah untuk mendukung pasar dalam aspek karakter guna meningkatkan minat masyarakat terhadap pasar tersebut. Pendekatan yang dipilih adalah arsitektur semiotika, dimana penggalian isu didasari oleh ekspresi histori dan budaya setempat. Diharapkan hasil rancangan dapat mengekspresikan budaya dan histori lokal sebagai karakteristik yang dapat meningkatkan nilai budaya dari pasar tersebut.
OASIS RECOVERY GAMING DISORDER TEMA: HEALING ARCHITECTURE Nurghina Akifah; Hamka; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi yang didorong oleh transmisi informasi yang cepat melalui internet, telah mengubah perilaku manusia secara sosial, ekonomi, dan budaya. Termasuk game online, jumlah pemain game online meningkat antara 5% dan 10% setiap tahunnya. permasalahan yang terjadi meningkatnya kecanduan game online di Indonesia yang menempati negara ketiga dengan 94,5% pengguna internet pada rentang usia 16-64 tahun. Fokus penelitian adalah merancang tempat pemulihan kecanduan game online, dengan pendekatan pengobatan holistik. Dalam perancangan tempat pemulihan kecanduan game online, menggunakan metode force-based yang disesuaikan dan digunakan untuk mendukung proses pengembangan. Hasil dari tempat pemulihan adiksi game online menjadi tempat yang dapat membantu individu memahami dan mengelola perilaku kecanduan, mengembangkan mekanisme penanggulangan yang lebih sehat, dan mencapai pemulihan jangka panjang serta peningkatan kualitas hidup.
SENSORY PLAY SCHOOL FOR TODDLERS TEMA: NEURO-ARCHITECTURE Rina Sry Septiani Putri Yamin; Debby Budi Susanti; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stimulasi selama Golden Age sangat penting untuk perkembangan anak karena berfungsi sebagai dasar yang kokoh untuk pertumbuhan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Neurosains menawarkan pemahaman mendalam tentang bagaimana otak berkembang dan berfungsi selama periode kritis ini, menjelaskan bagaimana otak anak membentuk jutaan sinapsis (koneksi antar neuron) setiap detik, yang mendasari proses pembelajaran dan perkembangan kognitif. Karena banyaknya pengaruh terhadap perkembangan kognitif tersebut, maka metode berbasis forces dapat menampung dan memproses informasi banyak. Oleh karena itu, ruang belajar atau bermain yang efektif untuk merangsang perkembangan otak anak, terutama selama Golden Age, harus menggunakan warna-warna cerah dan kontras. Ini akan merangsang kemampuan visual dan meningkatkan daya tarik, membuat anak-anak lebih termotivasi untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka. Mendesain Sensory Play School yang sesuai memberikan berbagai manfaat, seperti mendorong anak untuk aktif dalam berbagai aktivitas dan meningkatkan keinginan mereka untuk belajar dan bermain. Dengan mempertimbangkan manfaat ini, desain Sensory Play School dapat secara signifikan mendukung dan mempercepat perkembangan otak serta keterampilan anak usia balita, memberikan mereka dasar yang kuat untuk pertumbuhan di masa depan.
Museum Tragedi Lumpur Lapindo Tema: Multisensori Muhammad Fikri Ardiansyah; Gatot Adi Susilo; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tragedi lumpur Lapindo, yang terjadi pada tahun 2006 di Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan salah satu bencana lingkungan terbesar di Indonesia. Semburan lumpur panas yang tak terkontrol mengakibatkan tenggelamnya puluhan desa, memaksa ribuan orang kehilangan rumah dan mata pencaharian. Dampak sosial dari tragedi ini sangat mendalam, termasuk hilangnya komunitas, gangguan pada kehidupan sosial, dan ketidakpastian ekonomi yang berkepanjangan. Meskipun upaya kompensasi telah dilakukan, prosesnya yang lambat dan tidak transparan menimbulkan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat terdampak. Bencana ini juga menimbulkan berbagai masalah lingkungan, seperti kerusakan lahan pertanian dan pencemaran air. Pendirian museum sebagai pengingat bencana ini menjadi penting untuk mengenang dan mempelajari dampak luas dari tragedi tersebut, serta sebagai alat edukasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Museum ini diharapkan dapat menjadi sarana refleksi dan pembelajaran, sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam kegiatan industri.
NATURAL ABUNDANCE CO -WORKING SPACE TEMA: ARSITEKTUR BIOFILIK Alfy Oktavia Aliza; Gaguk Sukowiyono; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres adalah keadaan psikologis yang yang berbentuk suatu tekanan fisik pada kondisi mental seseorang dan berupakan hal yang sering dialami oleh Masyarakat bahkan hal yang sulit untuk dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Stres adalah sebuah respon terhadap sebuah tuntutan atau tekanan baik bentuk respon negati f dan juga positif. Dalam kehidupan sehari-hari, stres adalah suatu hal yang perlu dikelolah oleh setiap individu agar pribadi setiap orang dapat melakukan aktivitas dengan maksimal tanpa terganggu. Faktor lingkungan juga turut andil dalam kehidupan seseorang untuk dapat mengelolah kadar st res dengan maksimal sehingga menghindarkan seseorang dari segala sesuatu yang dapat dipicu oleh stres. Faktor lingkungan sendiri dapat berwujud lingkungan bersosialisasi dan juga tempat sehingga diperlukan adanya suatu tempat yang dapat menunjang atau memfasilitasi seseorang untuk mengelolah tingkat stres tiap individu namun tidak mengganggu kewajiban seseo rang dalam menjalankan tanggung jawabnya untuk bekerja dan belajar.
HUMANIZING ARCHITECTURE DESIGN OF PSYCHIATRIC HOSPITAL DI KOTA MALANG, JAWA TIMUR TEMA: HEALING ENVIRONMENT Safina Nahla Navida Annur Rosyda; Suryo Tri Harjanto; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psychiatric Hospital adalah sebuah Rumah sakit jiwa yang difokuskan kepada para penderita gangguan jiwa atau seseorang dengan masalah Kesehatan mental. Banyaknya penyandang Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) mempunyai resiko tinggi terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Pada perancangan ini menggunakan pendekatan healing environment yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penyembuhan pasien. Penggunaan metode dalam perancangan ini merupakan metode force-based framework untuk menemukan prioritas utama rancangan rumah sakit jiwa, melalui analisa yang akan memunculkan suatu konsep yang dapat diterapkan pada rancangan. Oleh karena itu, perancangan rumah sakit jiwa ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang tepat bagi penyembuhan para penderita gangguan jiwa dengan memperhatikan kebutuhan psikologis maupun mental pasien diluar kebutuhan klinis, keamanan, dan kemanusiaan.
RUANG RESTORASI FOKUS SEBAGAI PEREDA STRES TEMA: ARSITEKTUR BIOFILIK Muhammad Al Fatih Abubakar; Gaguk Sukowiyono; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun jumlah individu dengan masalah kesehatan mental terus meningkat, hanya sedikit yang mencari bantuan konseling karena stigma negatif yang masih melekat, yang sering kali menimbulkan rasa malu bagi mereka yang ingin mencari pertolongan. Gaya hidup cepat di masyarakat perkotaan, dikenal sebagai Hustle Culture, menjadi salah satu penyebab utama tingginya tingkat stres, terutama di Surabaya, di mana prevalensi stres dan depresi cukup tinggi. Lingkungan memiliki peran penting dalam proses penyembuhan, yang dapat didukung oleh konsep arsitektur biofilik untuk meredakan stres, serta penerapan pola aktivitas manajemen stres. Oleh karena itu, diperlukan perancangan komunitas pusat kesehatan mental yang menjadi representasi formal dari proses penyembuhan melalui tenaga profesional, dengan penggunaan metode force-based framework membantu menghasilkan rancangan yang mempertimbangkan aset, batasan, dan tekanan yang ada. Terlihat pada fasad, tata ruang luar,tata ruang dalam dan kualitas ruang. Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan yang menyatu dengan alam yang mendukung proses pemulihan secara optimal.
EKSISTENSI KAWASAN: IDENTIFIKASI DAN GAMBARAN KONSEP VISUAL ‘SIGNAGE’ KORIDOR JALAN UTAMA KELURAHAN MERJOSARI SEBAGAI IDENTITAS KAWASAN Moh Syahru Romadhon Sholeh; Jarot Wahyono; Antonio Heltra Pradana
PROFICIO Vol. 6 No. 2 (2025): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v6i2.4550

Abstract

Eksistensi sebuah kawasan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang ada di dalamnya, salah satunya adalah faktor manusia dan aktivitasnya. Manusia dan aktivitasnya menjadi sumber berbagai potensi yang dapat mengangkat identitas atau ciri khas dari sebuah kawasan. Identitas sebuah kawasan dapat ditunjukkan melalui berbagai macam media atau platform, salah satunya adalah ‘signage’ atau juga biasa disebut dengan identitas visual. Kelurahan Merjosari sebagai salah satu kelurahan di Kota Malang menjadi salah satu kelurahan yang memiliki potensi kekhasan sebagai media eksistensi kawasan, namun sangat minim media atau platform yang dapat mendukung potensi tersebut. Tulisan ini menggunakan metode observasi dan juga metode perancangan french model dalam menghasilkan rancangan desain ‘signage’ koridor utama Kelurahan Merjosari. Hasil dari tulisan ini adalah identifikasi potensi kawasan, usulan konsep desain dan juga desain ‘signage’ koridor utama Kelurahan Merjosari. Usulan desain juga mengadopsi nilai historis dan nilai budaya yang dapat mendukung dan membentuk eksistensi citra kawasan Kelurahan Merjosari.