Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsitektur

OASIS RECOVERY GAMING DISORDER TEMA: HEALING ARCHITECTURE Nurghina Akifah; Hamka; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi yang didorong oleh transmisi informasi yang cepat melalui internet, telah mengubah perilaku manusia secara sosial, ekonomi, dan budaya. Termasuk game online, jumlah pemain game online meningkat antara 5% dan 10% setiap tahunnya. permasalahan yang terjadi meningkatnya kecanduan game online di Indonesia yang menempati negara ketiga dengan 94,5% pengguna internet pada rentang usia 16-64 tahun. Fokus penelitian adalah merancang tempat pemulihan kecanduan game online, dengan pendekatan pengobatan holistik. Dalam perancangan tempat pemulihan kecanduan game online, menggunakan metode force-based yang disesuaikan dan digunakan untuk mendukung proses pengembangan. Hasil dari tempat pemulihan adiksi game online menjadi tempat yang dapat membantu individu memahami dan mengelola perilaku kecanduan, mengembangkan mekanisme penanggulangan yang lebih sehat, dan mencapai pemulihan jangka panjang serta peningkatan kualitas hidup.
SENSORY PLAY SCHOOL FOR TODDLERS TEMA: NEURO-ARCHITECTURE Rina Sry Septiani Putri Yamin; Debby Budi Susanti; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stimulasi selama Golden Age sangat penting untuk perkembangan anak karena berfungsi sebagai dasar yang kokoh untuk pertumbuhan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Neurosains menawarkan pemahaman mendalam tentang bagaimana otak berkembang dan berfungsi selama periode kritis ini, menjelaskan bagaimana otak anak membentuk jutaan sinapsis (koneksi antar neuron) setiap detik, yang mendasari proses pembelajaran dan perkembangan kognitif. Karena banyaknya pengaruh terhadap perkembangan kognitif tersebut, maka metode berbasis forces dapat menampung dan memproses informasi banyak. Oleh karena itu, ruang belajar atau bermain yang efektif untuk merangsang perkembangan otak anak, terutama selama Golden Age, harus menggunakan warna-warna cerah dan kontras. Ini akan merangsang kemampuan visual dan meningkatkan daya tarik, membuat anak-anak lebih termotivasi untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka. Mendesain Sensory Play School yang sesuai memberikan berbagai manfaat, seperti mendorong anak untuk aktif dalam berbagai aktivitas dan meningkatkan keinginan mereka untuk belajar dan bermain. Dengan mempertimbangkan manfaat ini, desain Sensory Play School dapat secara signifikan mendukung dan mempercepat perkembangan otak serta keterampilan anak usia balita, memberikan mereka dasar yang kuat untuk pertumbuhan di masa depan.
Museum Tragedi Lumpur Lapindo Tema: Multisensori Muhammad Fikri Ardiansyah; Gatot Adi Susilo; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tragedi lumpur Lapindo, yang terjadi pada tahun 2006 di Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan salah satu bencana lingkungan terbesar di Indonesia. Semburan lumpur panas yang tak terkontrol mengakibatkan tenggelamnya puluhan desa, memaksa ribuan orang kehilangan rumah dan mata pencaharian. Dampak sosial dari tragedi ini sangat mendalam, termasuk hilangnya komunitas, gangguan pada kehidupan sosial, dan ketidakpastian ekonomi yang berkepanjangan. Meskipun upaya kompensasi telah dilakukan, prosesnya yang lambat dan tidak transparan menimbulkan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat terdampak. Bencana ini juga menimbulkan berbagai masalah lingkungan, seperti kerusakan lahan pertanian dan pencemaran air. Pendirian museum sebagai pengingat bencana ini menjadi penting untuk mengenang dan mempelajari dampak luas dari tragedi tersebut, serta sebagai alat edukasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Museum ini diharapkan dapat menjadi sarana refleksi dan pembelajaran, sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam kegiatan industri.
NATURAL ABUNDANCE CO -WORKING SPACE TEMA: ARSITEKTUR BIOFILIK Alfy Oktavia Aliza; Gaguk Sukowiyono; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres adalah keadaan psikologis yang yang berbentuk suatu tekanan fisik pada kondisi mental seseorang dan berupakan hal yang sering dialami oleh Masyarakat bahkan hal yang sulit untuk dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Stres adalah sebuah respon terhadap sebuah tuntutan atau tekanan baik bentuk respon negati f dan juga positif. Dalam kehidupan sehari-hari, stres adalah suatu hal yang perlu dikelolah oleh setiap individu agar pribadi setiap orang dapat melakukan aktivitas dengan maksimal tanpa terganggu. Faktor lingkungan juga turut andil dalam kehidupan seseorang untuk dapat mengelolah kadar st res dengan maksimal sehingga menghindarkan seseorang dari segala sesuatu yang dapat dipicu oleh stres. Faktor lingkungan sendiri dapat berwujud lingkungan bersosialisasi dan juga tempat sehingga diperlukan adanya suatu tempat yang dapat menunjang atau memfasilitasi seseorang untuk mengelolah tingkat stres tiap individu namun tidak mengganggu kewajiban seseo rang dalam menjalankan tanggung jawabnya untuk bekerja dan belajar.
HUMANIZING ARCHITECTURE DESIGN OF PSYCHIATRIC HOSPITAL DI KOTA MALANG, JAWA TIMUR TEMA: HEALING ENVIRONMENT Safina Nahla Navida Annur Rosyda; Suryo Tri Harjanto; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psychiatric Hospital adalah sebuah Rumah sakit jiwa yang difokuskan kepada para penderita gangguan jiwa atau seseorang dengan masalah Kesehatan mental. Banyaknya penyandang Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) mempunyai resiko tinggi terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Pada perancangan ini menggunakan pendekatan healing environment yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penyembuhan pasien. Penggunaan metode dalam perancangan ini merupakan metode force-based framework untuk menemukan prioritas utama rancangan rumah sakit jiwa, melalui analisa yang akan memunculkan suatu konsep yang dapat diterapkan pada rancangan. Oleh karena itu, perancangan rumah sakit jiwa ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang tepat bagi penyembuhan para penderita gangguan jiwa dengan memperhatikan kebutuhan psikologis maupun mental pasien diluar kebutuhan klinis, keamanan, dan kemanusiaan.
RUANG RESTORASI FOKUS SEBAGAI PEREDA STRES TEMA: ARSITEKTUR BIOFILIK Muhammad Al Fatih Abubakar; Gaguk Sukowiyono; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun jumlah individu dengan masalah kesehatan mental terus meningkat, hanya sedikit yang mencari bantuan konseling karena stigma negatif yang masih melekat, yang sering kali menimbulkan rasa malu bagi mereka yang ingin mencari pertolongan. Gaya hidup cepat di masyarakat perkotaan, dikenal sebagai Hustle Culture, menjadi salah satu penyebab utama tingginya tingkat stres, terutama di Surabaya, di mana prevalensi stres dan depresi cukup tinggi. Lingkungan memiliki peran penting dalam proses penyembuhan, yang dapat didukung oleh konsep arsitektur biofilik untuk meredakan stres, serta penerapan pola aktivitas manajemen stres. Oleh karena itu, diperlukan perancangan komunitas pusat kesehatan mental yang menjadi representasi formal dari proses penyembuhan melalui tenaga profesional, dengan penggunaan metode force-based framework membantu menghasilkan rancangan yang mempertimbangkan aset, batasan, dan tekanan yang ada. Terlihat pada fasad, tata ruang luar,tata ruang dalam dan kualitas ruang. Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan yang menyatu dengan alam yang mendukung proses pemulihan secara optimal.