Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Aplikasi jamur Trichoderma pada pembuatan Trichokompos dan pemanfaatannya Isnaini, Junyah Leli; Thamrin, Syahruni; Husnah, Asmaul; Ramadhani, Nur Eliza
JatiRenov: Jurnal Aplikasi Teknologi Rekayasa dan Inovasi Vol 1 No 1 (2022): Edisi Mei
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jatirenov.v1i1.375

Abstract

Limbah organik di Kecamatan Bantimurung yang dihasilkan oleh ternak memiliki potensi yang cukup tinggi untuk dikembangkan menjadi pupuk kompos yang lebih lengkap dan mempunyai banyak manfaat dengan inovasi teknologi Trichoderma menjadi Trichokompos. Kegiatan pengabdian bertujuan agar petani dapat mengetahui dan mempelajari pemanfaatan limbah pertanian dalam bentuk pembuatan kompos multi manfaat dalam bentuk trichokompos. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan cara penyuluhan, demonstrasi langsung dan pelatihan oleh wakil-wakil kelompok sasaran. Hasil dari kegiatan ini: (1) mitra mengetahui pentingnya penggunaan teknologi Trichoderma dalam pembuatan Trichokompos, (2) mitra mampu memperbanyak trichoderma sendiri, 3) Mitra mampu memproduksi sendiri Trichokompos, 4) mitra terampil menerapkan Trichokompos secara mandiri dalam bercocok tanam sesuai SOP.
Penerapan teknologi budidaya tanaman kopi secara berkelanjutan bagi petani di Kabupaten Gowa Thamrin, Syahruni; Ashan, Muh. Dzulkifly; Junaedi, Junaedi; Maslam, Maslam; Ilham, M. Nur Ilman
JatiRenov: Jurnal Aplikasi Teknologi Rekayasa dan Inovasi Vol 2 No 1 (2023): Edisi Mei
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jatirenov.v2i1.567

Abstract

Tanaman kopi (Coffea) adalah salah satu genus penting yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan dikembangkan secara komersial, terutama Coffea Arabika, Coffea Liberica, Coffea Kanephora diantaranya kopi Robusta. Kopi merupakan komoditas tropis utama yang diperdagangkan di seluruh dunia dengan kontribusi setengah dari total ekspor komoditas tropis. Kabupaten Gowa adalah salah satu daerah yang menghasilkan Kopi dengan kualitas dan cita rasa yang khas, dimana salah satu daerah penghasilnya adalah Dusun Ma’lenteng yang berada di Desa Erelembang. Dusun ini memiliki kendala produksi Kopi akibat kurangnya penerapan teknologi budidaya Kopi secara berkelanjutan oleh Petani. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah tentang standart operating procedur (SOP) terkait teknik budidaya tanaman Kopi. Salah satu teknik yang diunggulkan adalah teknik pemangkasan tanaman kopi. Selain itu dilakukan dengan metode demonstrasi pembuatan pupuk organik cair. Teknik tersebut dipilih dengan melihat kondisi perkebunan dan usia tanaman petani yang memasuki fase generatif untuk pembentukan buah. Fenomena harga pupuk yang semakin mahal membuat petani tidak melaksanakan pemupukan sesuai stadia pertumbuhannya. Melalui teknik pemupukan organik dengan sisa limbah rumah tangga diharapkan mampu memperkaya unsur hara tanah di pertanaman kopi dan meningkatkan produksinya. Hasil pengabdian ini adalah membentuk dan mengoptimalkan kelompok petani kopi berkelanjutan yang mampu menerapkan teknologi budidaya tanaman kopi.
Aplikasi biopestisida nabati ekstrak serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendl) pada tanaman kopi (Coffea sp) di Kabupaten Gowa Ashan, Muh. Dzulkifly; Junaedi, Junaedi; Thamrin, Syahruni; Ilham, Nur Ilman; Maslam, Maslam
JatiRenov: Jurnal Aplikasi Teknologi Rekayasa dan Inovasi Vol 2 No 2 (2023): Edisi November
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jatirenov.v2i2.734

Abstract

Pola perkebunan rakyat pada dasarnya dikelola secara sederhana dengan tingkat pemanfaatan teknologi yang cukup rendah. Seperti pohon pelindung dengan kondisi kurang terawat, program pemeliharaan seperti pemangkasan yang tidak dilaksanakan, khususnya pada tanaman kopi. Teknik budidaya tanaman kopi meliputi kegiatan penanaman, penaungan, pemangkasan, pemupukan pemberantasan hama dan penyakit. Pemberantasan hama dan penyakit umumnya masih mengandalkan pestisida kimia yang sintetik yang efeknya sangat cepat namun berdampak pada resistensi hama/penyakit pada tanaman kopi di waktu mendatang. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan alternatif penerapan biopestisida nabati ekstrak tanaman serai wangi untuk pertanaman kopi. Metode pengabdian dilakukan dengan ceramah dan demonstrasi pembuatan biopestisida nabati dari ekstrak tanaman serai wangi di Dusun Ma’lenteng, Desa Erelembang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Hasil yang didapatkan pada adalah peningkatan pemahaman dan pengetahuan kelompok Tani Perkebunan Kopi mengenai menfaat daun serai wangi dan cara pembuatan pestisida organik. Kegiatan ini juga memberi manfaat diantaranya memberikan solusi tehadap permasalahan hama dan penyakit yang menyerang tanaman kopi sehingga dapat meminimalisir penggunaan pestisida kimia, meningkatkan nilai manfaat dari daun serai wangi serta meningkatkan nilai ekonomi petani karena hemat membeli pestisida. Simpulan kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan minat dan antusias kelompok Tani Perkebunan Kopi terkait adopsi biopestisida nabati ekstrak serai wangi. Berdasarkan evaluasi, proses diskusi serta tanya jawab, diperoleh rata-rata petani memberikan respon positif terkait adanya rencana tindak lanjut kegiatan pengabdian. Kegiatan ini diharapkan kedepan untuk pendampingan secara berkala dalam bentuk mitra tani untuk meningkatkan pemahaman petani kopi baik dari aspek budidaya, pemanfaatan teknologi dan pemasaran kopi yang berkelanjutan.
PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN ROASTED KOPI TIPE ROTARY UNTUK MENGHASILKAN AROMA KOPI SPECIALTY DI KABUPATEN ENREKANG Reta, .; Tasir, .; Thamrin, Syahruni
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i1.8124

Abstract

ABSTRAKProgram diseminasi ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi UMKM binaan (UMKM MAQFIRAH KALOSI) di Kabupaten Enrekang dan Sulawesi Selatan pada umumnya tentang penerapatan teknik roasting biji kopi arabika untuk mendapatkan cita rasa dan aroma yang terbaik serta varian roasted. Diharapkan teknologi dengan penerapan sistem teknologi roasted atau mesin sangrai tipe rotary double jacket ini bisa memberikan solusi kualitas citarasa dan aroma kopi sehingga dapat bersaing dengan produk-produk kopi kemasan lainnya di pasaran. Diseminasi produk teknologi yang diterapkan adalah hasil kajian dan penelitian yang memang sudah terbukti (proven). Teknologi ini memiliki mekanisme kerja untuk dengan sistem pemanasan yang efektif dan merata. Untuk bahan green bean 7 sampai 10 kg rata rata  membutuhkan waktu hanya 11 menit untuk matang sempurna, dan produk yang dihasilkan terdiri dari 3 kualifikasi yakni ligth, medium dan dark dengan sistem peralatan pada mesin roasting dilengkapi oleh alat control suhu secara otomatis pada vanelnya, sehingga hasil produk akan sesuai dengan apa yang kita settingkan. Hasil proses penyangraian yang merata dan cepat sehingga terjadi peningkatan produksi UKM baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Sehingga akan memberi kontribusi kepada sektor lain: jasa penyedia bahan kemasan, jasa percetakan Printing digital untuk pembuatan stiker kemasan, dan jasa transportasi baik dari sentra bahan baku ke unit pengolahan UKM, maupun distribusi produk ke pasar tradisional maupun pasar modern.Kata Kunci: Kopi Arabika, Mesin Roasted, Aroma.  ABSTRACTThis dissemination program aims to provide solutions for the guided MSMEs (MSME MAQFIRAH KALOSI) in Enrekang Regency and South Sulawesi in general about the inclusion of Arabica coffee bean roasting techniques to get the best taste and aroma and roasted variants. It is expected that the technology with the application of the roasted technology sistem or the rotary double jacket type roaster machine can provide a quality solution of flavor and aroma of coffee so that it can compete with other packaged coffee products on the market. Dissemination of applied technology products is the result of studies and research that have been proven. This technology has a mechanism of action for an effective and equitable heating sistem. For green beans, 7 to 10 kg on average takes only 11 minutes to mature perfectly, and the product produced consists of 3 qualifications namely ligth, medium and dark with the equipment sistem on the roasting machine equipped with automatic temperature control devices on the vanel, so Product results will be in accordance with what we set. The results of the roasting process are evenly distributed and quickly resulting in an increase in production of SMEs both in quality and quantity. So that it will contribute to other sectors: packaging material provider services, digital printing services for packaging stickers, and transportation services from raw material centers to SME processing units, as well as product distribution to traditional and modern markets.Keywords: Arabica Coffee, Roasted Machines, Aroma.
PENGARUH POC YANG DIPERKAYA Trichoderma sp. DAN BIOCHAR PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Al- Mar’ah, Syifa; Nurmiaty, Nurmiaty; Thamrin, Syahruni
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 14 No 1 (2025): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v14i1.941

Abstract

Sampai saat ini masih sedikit dilakukan penelitian tentang efektivitas penggunaan pupuk organic cair yang diperkaya Trichoderma sp. dan biochar terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh POC yang diperkaya Trichoderma sp. pada pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.), untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar dari berbagai jenis bahan baku terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.) dan untuk melihat interaksi antara aplikasi POC yang diperkaya Trichoderma sp. dengan pemberian biochar dari berbagai jenis terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.) yang lebih baik dan sesuai yang diharapkan. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun dalam bentuk faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu POC yang diperkaya Trichoderma sp. dengan 2 taraf perlakuan yaitu ; tanpa perlakuan dan POC yang diperkaya Trichoderma sp. dan faktor kedua yaitu pemberian Biochar, dengan 3 taraf perlakuan, yaitu ; tanpa perlakuan, Biochar arang kayu, dan Biochar arang sekam. Kombinasi antara aplikasi POC yang diperkaya Trichoderma sp. dan biochar arang sekam menunjukkan hasil yang sangat tinggi terhadap semua parameter yang diukur dibandingkan dengan tanpa perlakuan.
A Response to the Use of Goat Manure and Swallow Manure Fertilize Planting Media on Cocoa Plant Growtha Thamrin, Syahruni; Syahid, Adi; Junaedi
Agric Vol. 37 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2025.v37.i1.p107-116

Abstract

Cocoa production is closely related to the implementation of cultivation techniques and seedling quality. Various efforts have been made to obtain the expected seedlings, including by providing nutrients in the planting media according to the needs of the seedlings. The study aimed to determine the best planting media for cocoa seedling growth by applying fertilizer from goat manure and swallow droppings. The research was conducted from January to April 2024 in Tarengge Village, Wotu Subdistrict, East Luwu Regency, South Sulawesi Province. The research was conducted using a Randomized Group Design (RAK), with planting media treatment (K) consisting of four treatments, namely K0= soil (control), K1= soil+ goat manure (1:1), K2 = soil+ swallow manure (1:1), and K3 = soil + goat manure + swallow manure (1:1:1). The four treatments were repeated three times and each replication contained two polybag units, making a total of 24 experimental units. The growth parameters observed were: plant height, number of leaves, and stem diameter. The results of the research obtained were then tabulated and processed using the STAR application, then the results of the analysis of variance that had a real or very real effect on the parameters observed would be subjected to further tests of the Least Significant Difference (BNT). The results showed that the planting media mixture of soil, goat manure, and swallow manure (1:1:1) had a significant effect on the observed parameters. The results showed that the mixed planting medium of soil, goat manure, and swallow manure (1:1:1) produced a plant height of 18.33 cm, 8.66 leaves, and a stem diameter of 1.40 cm.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PETERNAK TENTANG PRODUKSI DAN MANAJEMEN PAKAN KOMPLIT SERTA DIGITAL MARKETING MELALUI PENYULUHAN DENGAN METODE PRAKTIK LANGSUNG DAN PENDAMPINGAN: Increasing Farmers' Knowledge About Complete Feed Production and Management and Digital Marketing through Counseling with Direct Practice Methods and Mentoring Akhsan, Fitriana; Basri, Basri; Bando, Nurjannah; Thamrin, Syahruni; Kadir, Muhammad; Akhsan, Firdayana
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 1 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i1.443

Abstract

Pengetahuan tentang produksi pakan komplit, manajemen pakan sapi potong dan digital marketing penting untuk meningkatkan produksi dan produktifitas sapi potong.  Penyuluhan telah terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang produksi pakan komplit, manajemen pakan sapi potong dan digital marketing melalui penyuluhan dengan metode praktik langsung dan pendampingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat peternak Desa Paopao, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. Populasi yang dijadikan sampel yaitu masyarakat peternak yang tergabung dalam kelompok tani hutan Tompo Sekka Desa Paopao, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuisioner yang berisi daftar pertanyaan dengan skala likert.  Metode praktik langsung dan pendampingan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang produksi pakan komplit, manajemen pakan sapi potong dan digital marketing. Penerapan teknologi produksi pakan komplit, manajemen pakan sapi potong dan digital marketing dapat menggenjot produksi sapi potong yang akan meningkatkan minat peternak untuk memperbesar skala usahanya.
Pendampingan Manajemen Pakan Sapi Bagi Kelompok Peternak dan Petani Pengelola Hutan Kemasyarakatan di Desa Paopao Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan Akhsan, Fitriana; Bando, Nurjannah; Thamrin, Syahruni; Kadir, Muhammad; Nurbaeti, Nurbaeti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.879

Abstract

The existence and sustainability of the beef cattle business introduced to members of the Community Forest Management Farmer Community in Paopao Village, faces the problem of feed availability, while during the dry season is a challenge where natural feed is difficult to obtain.The farmers must be able to organize feeding, formulate and record healthy feeding for livestock. Animal feed management training activities aim to equip farmers and breeders with the ability to provide, organize and produce healthy feed for livestock using a variety of easily obtained ingredients, especially formulations from potential feed plants Indigofera sp and no longer depend on natural feed in the form of plants and pure forage. Service activities are carried out through counseling and discussion, training / practice of making complete feed formulations and assistance. The results of training and mentoring activities showed an increase in the ability to manage Indigofera sp. feed plants, and the ability to formulate complete feed for cattle, and management of feeding it to livestock. The success of this program is supported by the active participation of partners both in counseling, FGDs and training and mentoring processes carried out.ABSTRAKKeberadaan dan keberlangsungan usaha ternak sapi yang dilakukan pada  anggota masyarakat petani pengelola hutan kemasyarakatan di Desa Paopao, sering menghadapi masalah ketersediaan pakan, sementara pada musim kemarau pakan alami sulit didapatkan. Para peternak harus mampu mengatur pemberian pakan, memformulasi dan melakukan recording pemberian pakan sehat untuk ternak. Kegiatan pelatihan manajemen pakan ternak bertujuan membekali petani dan peternak kemampuan menyediakan, mengatur dan memproduksi pakan sehat bagi ternak dengan menggunakan berbagai bahan yang mudah diperoleh, utamanya formulasi dari tanaman pakan potensial Indigofera sp dan tidak lagi tergantung pada pakan alami berupa tanaman dan hijauan murni. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui penyuluhan dan diskusi, pelatihan / praktek pembuatan formulasi pakan komplit dan Pendampingan. Hasil kegiatan pelatihan dan pendampingan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam pengelolaan tanaman pakan Indigofera sp, dan kemampuan formulasi pakan komplit untuk ternak sapi, dan manajemen pemberiannya pada ternak. Keberhasilan program ini didukung oleh partisipasi aktif mitra baik dalam penyuluhan, FGD dan pelatihan serta pendampingan proses yang dilakukan.