Zwista Yulia Dewi, Zwista Yulia
Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Acute toxicity test of freeze dry super red dragon fruit (Hylocereus costaricensis) disclosing solutions: Study experimental Yuslianti, Euis Reni; Dewi, Zwista Yulia; Al-wasi, Dimas Mohamad
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 8, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v8i1.53195

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Super red dragon fruit contains iron, vitamin C, Vitamin B1, B2, B12, and the color pigments betasianin and carotene. Betasianin and carotene have potential as natural plaque coloring agents (disclosing solution). The safety of the disclosing solutions made of super red dragon fruit has not been proven yet. The purpose of this study was to determine the safety of disclosing solutions agents made of freeze dried super red dragon fruit, through acute toxicity tests. Methods: This research method is an experimental laboratory using animals, with 48 male and female mice each. There are four treatment groups, namely the negative group, the group giving doses of 1250 mg/kgBW, 2500 mg/kgBW, and 5000 mg/kgBW. This acute toxicity test observed mortality, weight change, behavior change, and relative organ weight in mice. Data were analyzed using one way ANOVA test if (p>0.05) and Kruskal Wallis test for data (p<0.05). Results: The disclosing solution of super red dragon fruit did not cause death and toxic effects on mice, there were no significant differences in changes in body weight and behavior of mice, and there were significant differences in male organ indices including heart, lung, kidney and lymph organs. Conclusion: The administration of the disclosing solutions made of super red dragon fruit freeze dried in mice is safe and non-toxic based on acute toxicity tests.KEY WORDS: Disclosing solutions, super red dragon fruit, acute toxicity test.Uji toksisitas akut disclosing solutions buah naga super merah (Hylocereus costaricensis) freeze dry: Studi eksperimentalABSTRAKPendahuluan: Buah naga super merah memiliki kandungan zat besi, vitamin C, Vitamin B1, B2, B12, dan pigmen warna betasianin serta karoten. Betasianin dan karoten berpotensi untuk digunakan sebagai zat pewarna plak alami (disclosing solution), namun penggunaan disclosing solution buah naga super merah belum terbukti aman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keamanan disclosing solution alami buah naga super merah freeze dry  melalui uji toksisitas akut. Metode: Metode penelitian ini adalah laboratorium eksperimental dengan menggunakan subjek penelitian hewan coba 48 ekor mencit jantan dan betina. Terdapat empat kelompok perlakuan yaitu kelompok negatif, kelompok pemberian dosis 1250 mg/kgBB, 2500 mg/kgBB, dan 5000 mg/kgBB. Uji toksisitas akut ini mengamati kematian, perubahan berat badan, perubahan perilaku, dan berat organ relatif pada mencit. Data dianalisis dengan menggunakan uji one way ANOVA apabila (p>0,05) dan uji Kruskal Wallis untuk data (p<0,05). Hasil: Disclosing solution buah naga super merah tidak menyebabkan kematian dan efek toksik pada mencit, tidak terdapat perbedaan bermakna pada perubahan berat badan dan perilaku mencit, serta terdapat perbedaan yang bermakna pada indeks organ jantan meliputi organ jantung, paru, ginjal dan limfa. Simpulan: Penggunaan bahan disclosing solution buah naga super merah freeze dry pada mencit aman dan tidak toksik berdasarkan hasil uji toksisitas akut.KATA KUNCI Disclosing solutions, buah naga super merah, uji toksisitas akut.
Peran Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam Pengembangan Desa Binaan Melalui Edukasi Potensi Bahan Alam Bumbu Dapur Sebagai Terapi Alternatif pada Penyakit Gigi Sidiqa, Atia Nurul; Rahaju, Asih; Dewi, Zwista Yulia; Widyasari, Ratih; Endrowahyudi, Hartanto; Soerachman, Badi
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v3i1.170

Abstract

Mayoritas penduduk Desa Mekarsaluyu memiliki mata pencaharian sebagai petani dan buruh tani. Selain petani, mata pencaharian penduduk Desa Mekarsaluyu adalah pedagang dan tenaga pertukangan. Secara geografis, Desa Mekarsaluyu berada pada jalur wisata. Pandemi global virus Covid-19 telah berlangsung selama 2 tahun, kondisi tersebut menyebabkan masyarakat perlu melakukan beberapa adaptasi dan perubahan perilaku. Kesehatan gigi pun menjadi bagian penting yang harus dijaga kebersihan dan kesehatannya agar sistem kekebalan tubuh kita secara menyeluruh tetap optimal. Gigi dan mulut merupakan pintu gerbang masuknya kuman penyakit. Kehadiran alam sekitar sangat membantu masyarakat yang hidup dari alam. Kesehatan akan terjaga apabila masyarakat tahu bahwa alam sekitar memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa. Salah satu contohnya dari mengkonsumsi bahan-bahan yang sering digunakan sebagai bumbu dapur. Pendekatan yang dilakukan pada pendayagunaan peran mahasiswa sebagai implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat. Program ini dilaksanakan dengan efektif dan efisien karena dilakukan secara berkesinambungan dari hulu ke hilir. Edukasi dengan tema bumbu dapur yang berasal dari alam sekitar sebagai alternatif penanganan masalah kesehatan gigi di Desa Binaan Wilayah Desa Mekarsaluyu Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Edukasi mengenai potensi bahan alam terutama bumbu dapur sebagai alternatif terapi kesehatan gigi dengan pendekatan melalui metode audio visual pada Ibu-ibu PKK di di Desa Binaan telah berhasil dilakukan dengan antusias dengan minat yang tinggi.
Pemeriksaan, Penyuluhan Kesehatan Gigi, Sikat Gigi Bersama, dan Pemberian Flourida Topikal pada Siswa SD Binaan Puskesmas Saguling Bandung Barat Hartman, Henri; Yuslianti, Euis Reni; Arifianti, Isti; Dewi, Zwista Yulia; Nasroen, Saskia L.; Rahaju, Asih; Trisusanti, Ratna; Djohan, Frita FS.; el Fitriyah, Rhabiah; Suntana, Mutiara S.; Maskoen, Ani Melanie; Isnaeni, Rheni S.; Khaerunnisa, Rahmadaniah; Isryad, Widya; Adinugraha, Irham M.; Fathonah, Dea Isny
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.631

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik kesehatan gigi serta mulut pada siswa dan guru binaan Puskesmas Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di SD Cikande dan SD Cibodas, dengan target sasaran sebanyak 435 siswa dan 40 guru. Tim pelaksana terdiri dari 15 dosen Fakultas Kedokteran Gigi, mahasiswa sarjana, koas, serta 15 dokter gigi Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Bandung Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan mencakup pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan berat badan, tinggi badan, dan indeks massa tubuh, serta aplikasi fluorida topikal. Penyuluhan kesehatan diberikan melalui media edukasi berupa alat peraga boneka, flipchart, PowerPoint, dan video. Kegiatan ini diakhiri dengan kegiatan sikat gigi bersama untuk memperkuat pemahaman siswa tentang teknik menyikat gigi yang benar. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta keterlibatan dalam kegiatan aplikatif seperti sikat gigi bersama dan penggunaan fluorida topikal.
Pengaruh Penyuluhan Metode Visual dan Audiovisual Terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN Melong Asih Mandiri 7 Kota Cimahi Sidiqa, Atia Nurul; Dewi, Zwista Yulia; Artilia, Ira
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1147

Abstract

Karies gigi berhubungan dengan pengetahuan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan menjaga kesehatan gigi dan mulut yaitu dengan cara penyuluhan. Pengetahuan akan meningkat setelah dilakukan penyuluhan. Media penyuluhan terdiri dari media audio, media visual, dan media audiovisual. Media audio antara lain radio, tape recorder, dan compact disc (CD). Media visual yaitu poster, leaflet, dan spanduk sedangkan media audio visual adalah film, televisi, dan video. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan rancangan post comparative design. Pengambilan data dilakukan untuk mengetahui perbandingan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sebelum dan sesudah penyuluhan dengan menggunakan metode visual dan audiovisual di SDN Melong Asih Mandiri 7 kelas VI. Tingkat pengetahuan sesudah penyuluhan pada siswa kelas VI SDN Melong Asih Mandiri 7 dengan kategori baik sebanyak 86,7%, kategori cukup 5,0%, dan kategori kurang sebanyak 8,3%. Media atau alat peraga dalam promosi kesehatan dapat diartikan sebagai alat bantu untuk promosi kesehatan yang dapat dilihat, didengar, diraba, dirasa atau dicium, untuk memperlancar komunikasi dan penyebarluasan informasi.
The effect of clove flower extract immersion on the surface roughness of heat-cured and cold-cured acrylic: an experimental study Dewi, Zwista Yulia; Artilia, Ira; Yuslianti, Euis Reni; Lathiifa, Thara
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 38, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v38i1.61906

Abstract

Introduction: Heat-cured and cold-cured acrylic resins are commonly used as denture base materials in dentistry. Denture cleansers are essential for maintaining denture hygiene, and clove flower extract has been identified as a natural alternative due to its antifungal properties against Candida albicans. However, its high phenol content may increase the surface roughness of acrylic resins. Clinically, the acceptable roughness limit for acrylic resin is less than 0.2 µm. Increased surface roughness can lead to denture stomatitis, papillary hyperplasia, and chronic candidiasis. This study aimed to analyze changes in the surface roughness of heat-cured and cold-cured acrylic resins after immersion in clove flower extract. Methods: This true experimental study involved 32 samples divided into eight treatment groups. The samples were immersed in clove flower extract at concentrations of 1.6%, 1.8%, and 2% in distilled water, with distilled water serving as the control, for 23 days. Surface roughness was measured using a surface roughness tester. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk test, paired sample t-test, ANOVA, Kruskal-Wallis test, and Mann-Whitney test. Results: The results showed a significant difference (P < 0.05) in surface roughness changes between heat-cured and cold-cured acrylic resins after immersion in clove flower extract at all concentrations. Cold-cured acrylic resin exhibited greater changes in surface roughness than heat-cured acrylic resin. Conclusion: The increased surface roughness in cold-cured acrylic resin is attributed to its higher residual monomer content, which allows greater absorption of clove flower extract. These findings suggest that clove flower extract may affect the durability of acrylic resin materials used in dentures.Efek perendaman ekstrak bunga cengkeh terhadap kerataan permukaan akrilik yang dipanaskan dan didinginkan: penelitian eksperimental Pendahuluan: Resin akrilik heat-cured dan cold-cured merupakan bahan yang umum digunakan sebagai basis gigi tiruan dalam kedokteran gigi. Pembersih gigi tiruan berperan penting dalam menjaga kebersihan gigi tiruan, dan ekstrak bunga cengkeh telah diidentifikasi sebagai alternatif alami karena sifat antifungalnya terhadap Candida albicans. Namun, kandungan fenol yang tinggi dalam ekstrak bunga cengkeh dapat meningkatkan kekasaran permukaan resin akrilik. Secara klinis, batas kekasaran permukaan resin akrilik yang dapat diterima adalah kurang dari 0,2 µm. Peningkatan kekasaran permukaan dapat menyebabkan stomatitis gigi tiruan, hiperplasia papilar, dan kandidiasis kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan nilai kekasaran permukaan antara resin akrilik heat-cured dan cold-cured setelah perendaman dalam ekstrak bunga cengkeh. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental murni dengan 32 sampel yang dibagi menjadi delapan kelompok perlakuan. Sampel direndam dalam ekstrak bunga cengkeh dengan konsentrasi 1,6%, 1,8%, dan 2%, serta air suling sebagai kontrol, selama 23 hari. Pengukuran kekasaran permukaan dilakukan menggunakan surface roughness tester. Analisis data dilakukan dengan uji Shapiro-Wilk, paired sample t-test, ANOVA, Kruskal-Wallis, dan Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan (P< 0,05) dalam perubahan kekasaran permukaan antara resin akrilik heat-cured dan cold-cured setelah perendaman dalam ekstrak bunga cengkeh pada semua konsentrasi. Resin akrilik cold-cured mengalami peningkatan kekasaran permukaan yang lebih besar dibandingkan dengan resin akrilik heat-cured. Simpulan: Peningkatan kekasaran permukaan pada resin akrilik cold-cured disebabkan oleh kandungan monomer sisa yang lebih tinggi, sehingga mampu menyerap lebih banyak ekstrak bunga cengkeh. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga cengkeh dapat memengaruhi ketahanan bahan resin akrilik yang digunakan dalam gigi tiruan.
Effect of apatite cement on osteoblast cell numbers in alveolar sockets after tooth extraction in rabbits: an experimental study Supriatna, Andi; Noer Fadilah, Rina Putri; Dewi, Zwista Yulia; Yuniar, Nindya; Fitri, Dinda Kurnia
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 38, No 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjd.vol38no2.70901

Abstract

Introduction: Tooth extraction damages soft and hard tissues, followed by alveolar bone resorption, which can interfere with the healing process and prosthetic rehabilitation. One effort to minimize alveolar bone resorption is the use of graft materials such as apatite cement, which is biocompatible and osteoconductive. This study aimed to analyze the effect of apatite cement on osteoblast cell numbers during alveolar socket healing following tooth extraction in rabbits. Methods: This study used a true experimental design with a post-test-only control group design. The study objects were biological materials placed in the alveolar sockets of New Zealand White rabbits, which were divided into a control group, a tooth extraction group without apatite cement administration, and a tooth extraction group with apatite cement administration. Histological observations were conducted on days 3, 7, and 14, representing the inflammatory, proliferative, and early remodeling phases of rabbit socket healing, respectively.  The data were analyzed statistically using normality and homogeneity tests, followed by the one-way ANOVA statistical test. Results: The mean osteoblast cell counts in the apatite cement group were significantly higher than those in the control group on days 3, 7, and 14. The highest osteoblast count was observed on day 14, with mean values of 28.93 ± 3.57 cells/field in the apatite cement group compared with 0.80 ± 0.35 cells/field in the control group (p < 0.05). One-way ANOVA demonstrated significant differences among the experimental groups. Conclusion: Apatite cement administration increased osteoblast cell numbers in the alveolar socket after tooth extraction in rabbits, suggesting its potential to promote early osteogenic activity during the initial stages of socket healing.