Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tingkat Kapasitas Pelaku Usaha Pembuatan Tepung Sagu di Desa Langkiddi: Capacity Levels of Sago Flour Manufacturing Business Actors in Langkiddi Village Sumantri, Sumantri; Dewi Marwati Nuryanti; Hamja Abdul Halik
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3552

Abstract

Tana Luwu sejak dahulu sudah dikenal sebagai daerah penghasil sagu di Sulawesi Selatan. Industri pembuatan tepung sagu berpotensi meningkatkan pemanfaatan dan pendapatan sagu, maka kapasitas pelaku usaha berperan dalam meningkatkan pemanfaatan sagu dan daya saing sagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kapasitas pelaku usaha pembuatan tepung sagu di Desa Langkiddi Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu. Waktu penelitian dilaksanakan bulan Januari s/d Februari 2024, dengan analisis data yang digunakan Skala Likert dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapasitas diri pelaku usaha pembuatan tepung sagu di Desa Langkiddi dikategorikan tinggi, sedangkan kapasitas usaha pelaku usaha sagu dikategorikan tinggi. Kapasitas pelaku usaha tepung sagu berdasarkan kapasitas diri dan kapasitas usaha menunjukkan bahwa pelaku usaha pembuatan tepung sagu memiliki kemampuan untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha, sehingga nilai tambah sagu dapat meningkat dan lebih kompetitif. Tana Luwu has long been known as a sago producing area in South Sulawesi. The sago flour manufacturing industry has the potential to increase sago utilization and income, so the capacity of business actors plays a role in increasing sago utilization and sago competitiveness. This research aims to determine the level of capacity of sago flour manufacturing business actors in Langkiddi Village, Bajo District, Luwu Regency. The research was carried out from January to February 2024, with data analysis using a Likert scale and descriptive analysis. The results of the research show that the level of personal capacity of sago flour manufacturing business actors in Langkiddi Village is categorized as high, while the business capacity of sago business actors is categorized as high. The capacity of sago flour business actors based on personal capacity and business capacity shows that sago starch manufacturing business actors have the ability to improve and develop their business, so that the added value of sago can increase and be more competitive.
Analisis Sektor Pertanian Dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah Pasca Pandemi di Kabupaten Luwu Rosnina, Rosnina; Sumantri, Sumantri; Suryanto, Suryanto
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor basis ekonomi atau unggulan di Kabupaten Luwu periode tahun 2018-2022 dan menganalisis potensi sektor pertanian dalam pertumbuhan ekonomi pasca pandemi di Kabupaten Luwu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis LQ, Shift Share, Typologi Klassen, CR4 dan IHH. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) menurut lapangan usaha atas dasar harga konstan 2010 periode tahun 2018–2022 dari BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor basis atau unggulan merupakan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan; pengadaan listrik dan gas; real estat; administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib; jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Potensi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dalam pertumbuhan ekonomi berdasarkan hasil analisis shift share mengalami laju pertumbuhan yang pesat dibanding sektor lainnya dan memiliki keunggulan kompetitif, selain itu hasil analisis typologi klassen sektor pertanian termasuk dalam sektor maju dan tumbuh pesat dalam Kuadran I. Hasil analisis struktur pasar, sektor pertanian menguasai 48,38 market share karena tidak terlepas dari peran Pemerintah yang memfokuskan pembangunan pada sektor pertanian. This research aims to analyze the economic base or leading sectors in Luwu Regency for the 2018-2022 period and analyze the potential of the agricultural sector in post-pandemic economic growth in Luwu Regency. This type of research is quantitative descriptive using LQ, Shift Share, Klassen Typology, CR4 and IHH analysis. The data used in this research is secondary data; The data comes from GRDP (Gross Regional Domestic Product) according to business fields based on 2010 constant prices for the 2018–2022 period from BPS. The research results show that the basic or leading sectors are the agriculture, forestry and fisheries sectors; procurement of electricity and gas; real estate; government administration, defense and mandatory social security; health services and social activities. The potential of the agricultural, forestry and fisheries sectors in economic growth based on the results of the shift share analysis is experiencing a rapid growth rate compared to other sectors and has a competitive advantage. Apart from that, the results of the Klassen typology analysis of the agricultural sector are included in the advanced sector and are growing rapidly in Quadrant I. Results of the structural analysis market, the agricultural sector controls 48.38 market share because it cannot be separated from the role of the Government which focuses development on the agricultural sector.
Resiliensi Usaha Pengolahan Sagu Berbasis Adaptive Capacity di Kabupaten Luwu Utara: Sago Processing Business Resilience Based on Adaptive Capacity in North Luwu Regency Sumantri Sumantri; Aqsyah Anggraini; Ratna Rahim; Rosnina Rosnina; Dewi Marwati Nuryanti
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 2 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/p709wd90

Abstract

Usaha pengolahan sagu sebagai agroindustri skala kecil memiliki peran strategis dalam perekonomian lokal di Kabupaten Luwu Utara, baik sebagai sumber pangan alternatif maupun penyedia lapangan kerja. Namun, karakteristik usaha yang berbasis sumber daya alam dan sistem kerja yang masih informal menyebabkan tingginya kerentanan terhadap gangguan produksi, keterbatasan modal, serta tekanan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas adaptif (adaptive capacity) pelaku usaha dalam mempertahankan keberlanjutan produksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi tematik, serta interpretasi berbasis kerangka resiliensi dan kapasitas adaptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan usaha bersifat struktural dan multidimensional, dengan dominasi risiko pada aspek manusia dan proses. Ketahanan usaha lebih banyak ditopang oleh strategi coping jangka pendek, seperti penyesuaian jadwal produksi, pemanfaatan tenaga kerja keluarga, serta ketergantungan pada jaringan sosial dalam pembiayaan. Namun, kapasitas adaptif yang dimiliki masih bersifat reaktif dan belum terinstitusionalisasi dalam sistem manajemen yang terstruktur. Penelitian ini menegaskan bahwa resiliensi usaha pengolahan sagu masih berada pada tahap adaptif awal, sehingga diperlukan transformasi menuju strategi adaptif yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Sago processing businesses, as small-scale agro-industries, play a strategic role in the local economy in North Luwu Regency, both as an alternative food source and a provider of employment. However, the natural resource-based nature of these businesses and their informal work systems make them highly vulnerable to production disruptions, limited capital, and environmental pressures. This study aims to analyze the adaptive capacity of these businesses in maintaining production sustainability. This research employed an exploratory qualitative approach through in-depth interviews with 15 purposively selected informants. Data analysis was conducted through data reduction, thematic categorization, and interpretation based on a resilience and adaptive capacity framework. The results indicate that business vulnerability is structural and multidimensional, with risks predominating in human and process aspects. Business resilience is largely supported by short-term coping strategies, such as adjusting production schedules, utilizing family labor, and relying on social networks for financing. However, this adaptive capacity remains reactive and has not yet been institutionalized in a structured management system. This study confirms that sago processing business resilience is still in its early adaptive stage, necessitating a transformation toward a more systematic and sustainable adaptive strategy.
IDENTIFIKASI RISIKO PRODUKSI SAGU BASAH PADA UMKM BERBASIS KOMODITAS LOKAL DI KABUPATEN LUWU UTARA: PENDEKATAN KUALITATIF EKSPLORATIF Sumantri Sumantri; Hamja Abdul Halik
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 3 (2025): Jurnal Agrimansion Desember 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i3.1915

Abstract

Sagu merupakan komoditas pangan strategis, namun pengolahannya masih menghadapi kendala yang berdampak pada keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengeksplorasi risiko produksi sagu basah pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan pemilihan informan secara purposive sampling yang melibatkan 15 orang terdiri dari petani, pelaku usaha, pekerja, akademisi, praktisi, dan pemerintah daerah. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan diskusi kelompok terfokus (FGD), sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen pendukung. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik dan Grounded Theory melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding, serta keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menegaskan bahwa tahap pengolahan merupakan titik kritis karena melibatkan interaksi manusia, mesin, dan lingkungan yang berdampak pada mutu pati, rendemen, serta keselamatan kerja. Risiko lain muncul pada ketidakstabilan pasokan bahan baku, kontaminasi produk, keterbatasan daya simpan, serta hambatan distribusi yang menurunkan daya saing UMKM sagu. Temuan ini menunjukkan bahwa risiko saling berhubungan dan memperkuat satu sama lain, sehingga mitigasi perlu dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi. Implikasi penelitian ini mencakup penguatan kapasitas teknis dan diversifikasi pasokan, kontribusi teoretis pada literatur manajemen risiko agribisnis, serta rekomendasi kebijakan terkait infrastruktur, pembiayaan, dan kolaborasi untuk mendukung keberlanjutan dan ketahanan pangan lokal.