Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tingkat Kapasitas Pelaku Usaha Pembuatan Tepung Sagu di Desa Langkiddi: Capacity Levels of Sago Flour Manufacturing Business Actors in Langkiddi Village Sumantri, Sumantri; Dewi Marwati Nuryanti; Hamja Abdul Halik
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3552

Abstract

Tana Luwu sejak dahulu sudah dikenal sebagai daerah penghasil sagu di Sulawesi Selatan. Industri pembuatan tepung sagu berpotensi meningkatkan pemanfaatan dan pendapatan sagu, maka kapasitas pelaku usaha berperan dalam meningkatkan pemanfaatan sagu dan daya saing sagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kapasitas pelaku usaha pembuatan tepung sagu di Desa Langkiddi Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu. Waktu penelitian dilaksanakan bulan Januari s/d Februari 2024, dengan analisis data yang digunakan Skala Likert dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapasitas diri pelaku usaha pembuatan tepung sagu di Desa Langkiddi dikategorikan tinggi, sedangkan kapasitas usaha pelaku usaha sagu dikategorikan tinggi. Kapasitas pelaku usaha tepung sagu berdasarkan kapasitas diri dan kapasitas usaha menunjukkan bahwa pelaku usaha pembuatan tepung sagu memiliki kemampuan untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha, sehingga nilai tambah sagu dapat meningkat dan lebih kompetitif. Tana Luwu has long been known as a sago producing area in South Sulawesi. The sago flour manufacturing industry has the potential to increase sago utilization and income, so the capacity of business actors plays a role in increasing sago utilization and sago competitiveness. This research aims to determine the level of capacity of sago flour manufacturing business actors in Langkiddi Village, Bajo District, Luwu Regency. The research was carried out from January to February 2024, with data analysis using a Likert scale and descriptive analysis. The results of the research show that the level of personal capacity of sago flour manufacturing business actors in Langkiddi Village is categorized as high, while the business capacity of sago business actors is categorized as high. The capacity of sago flour business actors based on personal capacity and business capacity shows that sago starch manufacturing business actors have the ability to improve and develop their business, so that the added value of sago can increase and be more competitive.
Analisis Sektor Pertanian Dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah Pasca Pandemi di Kabupaten Luwu Rosnina, Rosnina; Sumantri, Sumantri; Suryanto, Suryanto
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor basis ekonomi atau unggulan di Kabupaten Luwu periode tahun 2018-2022 dan menganalisis potensi sektor pertanian dalam pertumbuhan ekonomi pasca pandemi di Kabupaten Luwu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis LQ, Shift Share, Typologi Klassen, CR4 dan IHH. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) menurut lapangan usaha atas dasar harga konstan 2010 periode tahun 2018–2022 dari BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor basis atau unggulan merupakan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan; pengadaan listrik dan gas; real estat; administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib; jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Potensi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dalam pertumbuhan ekonomi berdasarkan hasil analisis shift share mengalami laju pertumbuhan yang pesat dibanding sektor lainnya dan memiliki keunggulan kompetitif, selain itu hasil analisis typologi klassen sektor pertanian termasuk dalam sektor maju dan tumbuh pesat dalam Kuadran I. Hasil analisis struktur pasar, sektor pertanian menguasai 48,38 market share karena tidak terlepas dari peran Pemerintah yang memfokuskan pembangunan pada sektor pertanian. This research aims to analyze the economic base or leading sectors in Luwu Regency for the 2018-2022 period and analyze the potential of the agricultural sector in post-pandemic economic growth in Luwu Regency. This type of research is quantitative descriptive using LQ, Shift Share, Klassen Typology, CR4 and IHH analysis. The data used in this research is secondary data; The data comes from GRDP (Gross Regional Domestic Product) according to business fields based on 2010 constant prices for the 2018–2022 period from BPS. The research results show that the basic or leading sectors are the agriculture, forestry and fisheries sectors; procurement of electricity and gas; real estate; government administration, defense and mandatory social security; health services and social activities. The potential of the agricultural, forestry and fisheries sectors in economic growth based on the results of the shift share analysis is experiencing a rapid growth rate compared to other sectors and has a competitive advantage. Apart from that, the results of the Klassen typology analysis of the agricultural sector are included in the advanced sector and are growing rapidly in Quadrant I. Results of the structural analysis market, the agricultural sector controls 48.38 market share because it cannot be separated from the role of the Government which focuses development on the agricultural sector.