Kusnandar
Program Studi Perpustakaan Dan Sains Informasi, Departemen Komunikasi Dan Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran.

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Implementasi Manajemen Aset Digital di Perpustakaan Nasional: Perspektif DCC Lifecycle Model dan OAIS Reference Model Saffana Rashifa; Nuning Kurniasih; Kusnandar Kusnandar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7354

Abstract

Pengelolaan aset digital merupakan aspek strategis dalam menjamin keberlanjutan akses, keutuhan, dan keautentikan koleksi digital di lembaga pelestari memori, khususnya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Perpusnas RI sebagai lembaga deposit nasional menghadapi tantangan dalam mengelola aset digital yang berasal dari proses alih media maupun koleksi born-digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen aset digital yang diterapkan di Perpusnas RI dengan menggunakan dua kerangka teoretis utama, yaitu Digital Curation Centre (DCC) Lifecycle Model dan Open Archival Information System (OAIS) Reference Model. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumen terhadap laporan pengelolaan koleksi digital, serta dokumen pendukung lain yang relevan. Analisis dilakukan dengan memetakan praktik pengelolaan aset digital ke dalam tahapan siklus hidup DCC dan fungsi-fungsi utama dalam model OAIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan aset digital di Perpusnas RI telah mencerminkan sebagian besar tahapan dalam model DCC, khususnya pada tahap penciptaan, ingest, penyimpanan, dan penyediaan akses. Selain itu, fungsi inti OAIS seperti ingest, archival storage, data management, dan access telah diimplementasikan secara operasional. Namun, dalam penelitian ini ditemukan bahwa aspek preservation planning, baik dalam perspektif DCC maupun OAIS, masih memerlukan penguatan agar mampu menjamin keberlanjutan preservasi digital jangka panjang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan manajemen aset digital di perpustakaan, khususnya dalam mengintegrasikan prinsip kurasi dan preservasi digital secara berkelanjutan.
Digital Preservation Strategy For Research Data At The Center For International Forestry Research (CIFOR) With The Dataverse Repository Rafa Aqilah; Nurmaya Prahatmaja; Kusnandar Kusnandar
IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/iqra.v20i1.29000

Abstract

<span id="mce_marker" data-mce-type="bookmark"></span><span id="__caret">_</span>The forestry research data produced by the Center for International Forestry Research (CIFOR) consists of long-term observational data that is difficult to replicate. Therefore, if not managed with an appropriate digital preservation strategy, this data is at risk of being lost or becoming inaccessible. This study aims to examine the digital preservation strategy for research data through the Dataverse repository implemented by CIFOR. The research method used is a qualitative approach with a case study design. Data collection techniques include observation, interviews, documentation, and literature review. The results of this study indicate that CIFOR implements three of the six digital preservation strategies outlined by Deegan and Tanner (2006): software and hardware maintenance, refresh and backup, and migration. Technology maintenance is conducted selectively through evaluation prior to updating the Dataverse version. Refresh and backup activities enforce strict policies regarding preservation-friendly file formats, daily backups on the frontend server, and a disaster recovery strategy integrated with cloud servers and the headquarters in Nairobi. Meanwhile, migration is carried out from local (on-premise) servers to cloud-based services using containerization technology with Docker. As for the other three strategies emulation, digital archaeology, and conversion to analog formats, they were not implemented due to strict preventive policies in place from the very beginning of data deposit. The challenges faced by CIFOR include limited storage capacity due to the accumulation of log files, researchers’ perception that Dataverse procedures are too rigid, and limited human resources in the field of research data curation. TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//  
MENJAGA MEMORI, MERAWAT BUDAYA, MENUJU SDGs: PERAN TRANSFORMASIONAL PERPUSTAKAAN DI ERA MODERN: Peran Transformasional Perpustakaan di Era Modern Kusnandar; Samon CMS; Evi Nursanti Rukmana
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i1.297

Abstract

Libraries as institutions of cultural memory and preservation have a crucial role in preserving the nation's cultural heritage and supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). This article examines the transformational role of libraries in the modern era, focusing on three main aspects: (1) the library's role as a repository and manager of collective memory, (2) its contribution to cultural preservation, and (3) its support for the SDGs, particularly in education, social inclusion, and access to information. Through a literature review and case studies, this article concludes that libraries are not only centers of knowledge, but also agents of change that promote sustainable development. Through preservation and digitization, libraries ensure that collective memory is preserved and accessible to future generations. In addition, libraries also play a role as cultural preservers, by preserving and promoting local cultures to raise public awareness about the importance of maintaining cultural diversity. Furthermore, libraries actively contribute to supporting the achievement of the SDGs, particularly in quality education, reducing inequality, and building inclusive institutions. By providing equitable access to information, supporting digital literacy, and serving as safe spaces for social dialog, libraries help communities address global challenges such as poverty, inequality, and climate change. Government and community support is essential to strengthen the strategic role of libraries in preserving collective memory, nurturing culture and creating a sustainable future. By continuing to innovate and adapt, libraries are expected to remain relevant and become an important pillar in global development.
PENGEMBANGAN FIKOM KNOWLEDGE HERITAGE SEBAGAI PUSAT WARISAN ORGANISASIONAL DAN PENGETAHUAN FIKOM UNPAD: PENGEMBANGAN FIKOM KNOWLEDGE HERITAGE SEBAGAI PUSAT WARISAN ORGANISASIONAL DAN PENGETAHUAN FIKOM UNPAD Kusnandar Kusnandar; Samson CMS; Evi Nursanti Rukmana
KABUYUTAN Vol 3 No 2 (2024): Kabuyutan, Juli 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i2.256

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan atas dasar adanya fenomena terkait dengan kebutuhan pihak manajemen Fikom Unpad untuk mengembangkan konsep pengelolaan koleksi hibah Dr. Ronny Adhikarya yang diberikan melalui Perpustakaan Fikom Unpad. Hibah tersebut berkaitan dengan koleksi pribadi Dr. Ronny Adhikarya dapat dikategorikan sebagai Documentary Heritage yang memiliki nilai penting bagi perkembangan ilmu komunikasi. Sebagai Documentary Heritage koleksi hibah Dr. Ronny Adhikarya perlu dikelola dengan baik guna mendukung program Memory of the World dari UNESCO. Adapun fokus dari penelitian ini meliputi: (1) konsep pengelolaan koleksi khusus di Perpustakaan Fikom Unpad; (2) kriteria koleksi khusus di Perpustakaan Fikom Unpad; serta (3) skema pengelolaan koleksi khusus di Perpustakaan Fikom Unpad. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Participatory Action Research (PAR) dengan teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara informal, diskusi, observasi, serta studi dokumen. Partisipan penelitian ini adalah pada Pimpinan Fakultas, Pustakawan, Arsiparis, Dosen, Mahasiswa, dan Alumni Fikom Unpad. Penelitian ini telah mengembangkan beberapa rumusan terkait dengan Pengelolaan Koleksi Khusus Perpustakaan Fikom Unpad sebagai berikut: (1) “Fikom Knowledge Heritage” sebagai istilah yang digunakan untuk Koleksi Khusus Perpustakaan Fikom Unpad; (2) Kriteria koleksi "Fikom Knowledge Heritage" adalah karya intelektual individual dan organisasional Fikom Unpad yang memilki nilai-nilai sejarah dan keilmuan pada bidang Ilmu Komunikasi; serta (3) Pengelolaan "Fikom Knowledge Heritage" dirumuskan sebagai bentuk pengelolaan kolaboratif yang melibatkan para pemangku kepentingan dan pihak-pihak lain sebagai mitra pengelola.
ANALISIS KEBIJAKAN MANAJEMEN MEDATA KOLEKSI DIGITAL MAJALAH MANGLE DI PUSAT BUDAYA SUNDA UNVERSITAS PADJADJARAN Aliffatin Nisa Nur Faidza; Elnovani Lusiana; Kusnandar Kusnandar
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 2 (2026): April : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/97yp5318

Abstract

This study aims to analyse the metadata management policy of the Mangle Magazine digital collection at the Sunda Cultural Center of Padjadjaran University. Metadata management involves managing a structured digital object to describe, identify, and facilitate information retrieval so that it can be used in the long term. The method used is qualitative descriptive using a qualitative approach. Data collection techniques were conducted through primary and secondary data. Primary data was obtained through participatory observation and interviews, while secondary data was obtained through documentation studies from existing metadata reports, journals, and legal sources that can be used as references. Data analysis refers to information management theory, digital information systems, and metadata theory. The results of this study indicate that the management of the Mangle Magazine digital collection is not yet carried out systematically and in a standardised manner. The main issues include inconsistent metadata entry, particularly in the rubrication elements, and the absence of policies related to the management of metadata for the digital collection of Mangle magazine. The existing metadata cannot yet represent the information sources, thus hindering the information retrieval process. Therefore, metadata management policies need to be developed based on the uniqueness of Mangle magazine as the oldest local Sundanese cultural magazine, so that the digital Mangle magazine can serve as a cultural information source for future use.
Analisis Pemasaran Informasi Instagram @Glintsid Melalui 7P Marketing Mix Panji Purnama Jati; Kusnandar Kusnandar; Tine Silvana
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/4r5b2d81

Abstract

Information as a service product has intangible characteristics, so it requires a more complex marketing strategy than physical products. This study aims to analyze digital information marketing strategies based on the 7P Marketing Mix theory (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence) on the Instagram account @glintsid. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach and data collection is carried out through observations of @glintsid's digital content, documentation of audience engagement, and literature studies. The results show that @glintsid implements the seven elements of the marketing mix in an integrated manner. The product element is realized through the provision of varied career and work skills education content; price is represented by non-financial sacrifices in the form of user time and attention; place is optimized through the use of Instagram distribution features; promotion focuses on increasing audience interaction and engagement; people include the role of the management team and management of two-way interactions with followers; process is reflected in the consistency of production flow and regular content distribution; and physical evidence is shown through the consistency of visual design and brand identity that builds account credibility. This study concludes that the implementation of the 7P Marketing Mix strategy through Instagram social media has proven effective in increasing information accessibility, expanding the reach of user engagement, and supporting job seekers' career literacy interactively.
TRANSFORMASI DIGITAL PERPUSTAKAAN DALAM MENDUKUNG LITERASI BUDAYA DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Kusnandar Kusnandar; Samson CMS; Evi Nursanti Rukmana
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.62364

Abstract

Kajian ini bertujuan memetakan dan mensintesis bukti empiris serta konseptual mengenai kontribusi transformasi digital perpustakaan sekolah dan kampus terhadap penguatan literasi budaya di lingkungan pendidikan, sekaligus mengidentifikasi kesenjangan riset pada persimpangan kedua topik tersebut. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti kerangka pelaporan PRISMA 2020 yang diadaptasi untuk kajian konseptual dalam bidang Perpustakaan dan Sains Informasi. Kerangka pertanyaan penelitian disusun secara tematik karena fokus kajian bersifat konseptual dan kebijakan. Penelusuran literatur dilakukan melalui mesin pencari akademik berbasis web pada Agustus 2026 menggunakan beberapa klaster kata kunci terkait transformasi digital, perpustakaan sekolah dan kampus, literasi digital, literasi budaya dan kewargaan, serta digitalisasi warisan budaya, yang dilengkapi dengan penelusuran sitasi mundur. Dari 52 rekaman yang teridentifikasi, 34 rekaman unik disaring berdasarkan judul dan abstrak, 15 studi dinilai melalui teks penuh, dan 7 studi memenuhi kriteria inklusi. Sintesis tematik menghasilkan tiga tema utama, yaitu transformasi digital infrastruktur dan manajemen perpustakaan sebagai prasyarat program literasi, literasi informasi/digital sebagai penghubung menuju literasi budaya, serta dominasi praktik literasi budaya berbasis cetak/luring. Kajian menunjukkan bahwa penelitian yang secara eksplisit mengintegrasikan transformasi digital perpustakaan dan penguatan literasi budaya masih sangat terbatas, sehingga kesenjangan tersebut menjadi kontribusi utama kajian ini.
Layanan Bisnis Perpustakaan di Forum Taman Bacaan Masyarakat Provinsi Jawa Barat Evi Rukmana; Kusnandar; Samson CMS
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13852

Abstract

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Jawa Barat menghadapi tantangan keterbatasan dana operasional, fasilitas, dan sumber daya manusia yang memicu penurunan jumlah TBM aktif. Ketergantungan pada dana pribadi dan donasi yang tidak tetap menuntut pengelola untuk mengembangkan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dan alasan adanya layanan bisnis perpustakaan di Forum Taman Bacaan Masyarakat Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap pengurus forum serta perwakilan TBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Forum TBM Jawa Barat memfasilitasi kemandirian ekonomi TBM anggota melalui program "TBM Punya Usaha" dan promosi katalog produk. TBM Rumah Baca Jatmika mengolah limbah dan minyak jelantah menjadi sabun ecoenzyme serta kerajinan tangan guna mengedukasi masyarakat. TBM Bina Kreasi Muda menghadirkan jasa percetakan digital dan produksi sinematografi media untuk membina keterampilan literasi digital pemuda desa. TBM Panti Baca Ceria mendirikan unit bisnis Ceria Space Project yang menyediakan rantai jasa penerbitan buku resmi bagi penulis lokal. Penerapan unit usaha ini terbukti mampu mengatasi kerentanan finansial operasional sekaligus memperkuat inklusi sosial masyarakat. Layanan bisnis perpustakaan menjadi strategi kunci dalam mewujudkan kemandirian finansial lembaga serta menjamin keberlanjutan gerakan literasi di Jawa Barat.
Implementasi Layanan Sinematografi di TBM Bina Kreasi Muda sebagai Media Belajar dan Penguatan Literasi Anak Usia Evi Rukmana; Kusnandar; Samson CMS
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13890

Abstract

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dituntut bertransformasi sebagai tempat penyedia bahan pustaka cetak dan pusat rekreasi edukatif yang responsif terhadap kebutuhan pemustaka anak-anak melalui pemanfaatan teknologi digital. TBM Bina Kreasi Muda berinovasi menyediakan layanan sebagai ruang ekspresi dan penyaluran minat bakat anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi layanan sinematografi di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bina Kreasi Muda melalui analisis implementasi layanan sinematografi, proses produksi sinematografi, integrasi literasi, dan sinergi TBM Bina Kreasi Muda dengan sekolah. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan sinematografi di TBM Bina Kreasi Muda berfungsi efektif sebagai media belajar yang mengintegrasikan tiga dimensi literasi, yaitu literasi baca-tulis, literasi digital, dan literasi budaya lokal. Proses produksi film meliputi tahapan pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi memberikan ruang belajar berbasis proyek yang mengasah keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan olah tubuh/seni peran. Selain itu, penggunaan film sebagai media belajar mampu menjembatani pemahaman tata krama bahasa Sunda (undak-usuk basa) serta melestarikan kearifan lokal di tengah penurunan minat baca konvensional dan pergeseran karakter anak sekolah akibat penggunaan gawai.