Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

REVIEW METODE DEODORISASI PADA MINYAK IKAN Rhinard Valery Goethe Randang; Pande Made Nova Armita Sari
JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) Vol. 4 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ jsm.v4i2.1309

Abstract

Fish oil has a lot of potential for humans. However, this potential is obstructed by the fishy smell. Therefore, deodorization is carried out to overcome this problem. This article is a literature review that aims to review several methods that are commonly used in fish oil deodorization. The method in preparing this article was carried out by searching the Google Scholar and PubChem databases. The search results show that in general there are three types of methods in fish oil deodorization namely physical methods, chemical methods, and biological methods. The three methods have their own advantages and disadvantages, so before deodorizing it is necessary to know the purpose of the deodorization being carried out. Optimization of the combination method is needed to increase the value of fish oil and its processed products.
Potensi Rimpang Temu Kunci (Boesenbergia pandurata Roxb.) sebagai Bahan Aktif Produk Kecantikan Alami yang Ramah Lingkungan Ni Putu Indah Widyantari; Pande Made Nova Armita Sari
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p07

Abstract

Antusiasme masyarakat menggunakan produk kecantikan semakin meningkat dengan penggunaan produk lokal yang berbahan dasar alam atau back to nature. Hal ini dikarenakan, penggunaan produk kecantikan alami yang ramah lingkungan mampu menghasilkan produk yang memiliki harga lebih terjangkau, efek samping yang kecil, serta memberikan manfaat yang setara dengan produk berbahan kimia. Rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata Roxb.) menjadi salah satu tanaman berlandaskan kearifan lokal Usada Bali yang mengandung berbagai senyawa bioaktif golongan minyak atsiri dan flavonoid, seperti cardamonin, pinoscembrin, pinostrobin, alpinetin, kuersetin, kaempferol, dan naringin. Sehingga, rimpang ini diduga memiliki beberapa aktivitas biologis seperti antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, serta antifotoaging. Review artikel ini bertujuan memberikan informasi mengenai potensi rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata Roxb.) sebagai bahan aktif dalam beberapa produk kecantikan alami dan ramah lingkungan dari berbagai jurnal ilmiah. Review artikel ini dibuat dengan metode studi literatur menggunakan artikel penelitian yang dipublikasikan lima tahun terakhir baik artikel nasional maupun internasional terakreditasi yang diperoleh melalui database online serta memenuhi kriteria inklusi. Hasil yang diperoleh yaitu rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata Roxb.) memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, fotoprotektor, serta anti-aging. Sehingga, rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata Roxb.) memiliki potensi sebagai bahan aktif produk kecantikan alami yang ramah lingkungan seperti lotion, krim, sabun cair, lipstik, body butter, pasta gigi, dan suplemen oral. Penelitian lebih lanjut terkait formulasi sediaan produk kecantikan alami lainnya menggunakan rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata Roxb.) perlu lebih dikembangkan untuk mendapatkan hasil produk kecantikan yang lebih beragam.
Review Artikel: Aktivitas Antioksidan Formulasi Sediaan Krim dari Berbagai Tanaman Komang Tri Wahyu Widiantari; Pande Made Nova Armita Sari
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p34

Abstract

Sediaan krim adalah salah satu sediaan farmasi yang memiliki tekstur setengah padat yang dialamnya mengandung bahan obat yang terdispersi serta terlarut pada bahan pelarut yang sesuai. Paparan sinar UV pada kulit mampu menyebabkan hiperpigmentasi, dehidrasi, peradangan, kerusakan kolagen, munculnya garis-garis halus, bitnik-bintik coklat dan kerutan yang mampu memicu timbulnya tanda-tanda penuaan dini. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan senyawa antioksidan yang mampu mencegah efek negatif yang ditimbulkan radikal bebas pada kulit. Literatur review ini dilakukan dengan tujuan untuk merangkum serta memberikan informasi kepada pembaca mengenai potensi bahan alami dari berbagai tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan dalam sediaan formula krim. Metode yang digunakan dalam penelitian literature review article berupa pencarian data base melalui Google Scholar (2017-2022). Berdasarkan hasil pencarian melalui Google Scholar didapatkan 30 buah jurnal, dengan lebih dari 30 tanaman yang mempunyai aktivitas antioksidan dengan membandingkan nilai IC50 yang diperoleh. Dari berbagai jenis tanaman pada berbagai formulasi sediaan krim yang mempunyai aktivitas antioksidan yang tergolong sangat kuat (memiliki nilai IC50 < 50 ppm) pada sediaan krim yaitu daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang mempunyai nilai IC50 sebesar 0,118 ppm dengan konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh yang digunakan pada sediaan krim sebesar 7%.
Potensi Limbah Kulit Kopi (Coffea sp.) sebagai Bahan Baku pada Produk Kosmetik Anti-Aging I Gusti Ayu Rosa Mirah Firdayeni; Pande Made Nova Armita Sari
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p47

Abstract

Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia, sehingga limbah yang dihasilkan dari proses produksi kopi juga akan banyak. Salah satu limbah hasil produksi kopi adalah kulit kopi. Review ini bertujuan untuk menemukan potensi limbah kulit kopi (Coffee sp.) sebagai produk kosmetik anti-aging dengan cara melihat aktivitas antioksidan yang dimilikinya. Dalam penyusunan artikel ini, metode yang digunakan adalah literatur review. Penyusunan dilakukan dengan mengumpulkan artikel-artikel yang terkait, kemudian diseleksi. Setelah didapatkan artikel yang memenuhi kriteria inklusi, kemudian artikel- artikel tersebut dipelajari dan data-data yang menggambarkan aktivitas antioksidan dari kulit kopi dapat dikombinasikan sehingga dapat diketahui potensi kulit kopi sebagai produk kosmetik anti-aging. Berdasarkan hasil yang didapatkan, kulit kopi memiliki kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan sangat kuat (nilai IC50 < 50 ppm). Untuk meningkatkan aktivitas antioksidannya, kulit kopi dapat disangrai terlebih dahulu pada suhu optimum 150OC selama 25 menit. Kemudian, sampel diekstraksi dengan metode water bath selama 1 jam pada suhu 60oC menggunakan pelarut etanol:air (1:1), selanjutnya sampel dapat difraksinasi dengan pelarut polar. Untuk meningkatkan %inhibisi sampel, maka konsentrasi ekstrak atau fraksinasi yang digunakan harus ditingkatkan. Berdasarkan hasil yang didapatkan, limbah kulit kopi berpotensi sebagai bahan baku pada produk kosmetik anti-aging dengan optimasi pada proses preparasi sampelnya untuk mengoptimalkan aktivitas antioksidannya. Dengan ditemukannya potensi pada limbah kulit kopi sebagai bahan baku pada produk kosmetik anti-aging, maka selanjutnya dapat dibuatkan penelitian mengenai formulasi serta evaluasinya pada produk kosmetik anti-aging dengan bahan baku limbah kulit kopi.
REVIEW: AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK HERBA SURUHAN (Peperomia Pellucida (L.) Kunth) Ni Putu Indah Widyantari; Pande Made Nova Armita Sari
JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jfki.v3i1.384

Abstract

Reaksi oksidasi yang berlebihan pada tubuh dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas yang sangat aktif, sehingga merusak struktur dan fungsi sel tubuh. Antioksidan dapat menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron yang dimiliki radikal bebas serta dapat menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas. Herba suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid, fenol, serta tanin yang berpotensi sebagai antioksidan. Review artikel ini bertujuan untuk mengetahui nilai total fenol dan flavonoid ekstrak herba suruhan serta mengetahui nilai aktivitas antioksidan ekstrak herba suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) berdasarkan pelarut, metode ekstraksi, serta metode pengujian aktivitas antioksidan. Review artikel ini dibuat dengan metode studi literatur dengan menggunakan artikel penelitian terdahulu yang diperoleh melalui database online yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak herba suruhan memiliki perbedaan hasil berdasarkan perbedaan jenis pelarut, metode ekstraksi, serta metode pengujian aktivitas antioksidan yang digunakan.
Penumbuh Rambut Hair Tonic Aloe vera secara in vivo pada Kelinci Warditiani, Ni Kadek; Armita Sari, Pande Made Nova; Maha Dewi, Ni Kadek Santi; Natalia Kote, Jessica Christy
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 13, No. 1, Tahun 2024
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hair loss is an event of hair loss from the scalp that occurs regularly. However, hair loss becomes a problem if the amount of loose hair exceeds the normal limit. A hair tonic serves as a base for taking care of the hair and scalp. Aloe vera is often used as a hair care ingredient. In addition, this natural ingredient has the function of accelerating hair growth and reducing hair loss. Another natural ingredient used in making hair tonic is patchouli oil, which of course has a distinctive smell. The intention of this examine became to assess the effectiveness of a mixture of aloe vera and patchouli oil as a hair tonic for hair growth. In this study using a rabbit ridge which will be divided into 5 treatment groups with each different treatment. The treatment group that was given consisted of normal control, negative control (basic hair tonic), comparison control (hair tonic on the market), treatment control 1 (hair tonic given every 2 days) and treatment control 2 (hair tonic given 3 times). once a day). The test results were carried out by measuring the length of the rabbit's hair every 7 days for 21 days. One Way ANOVA and the LSD test were then used to statistically test the collected data. The study's findings demonstrated that a hair tonic consisting of aloe vera and patchouli oil, administered once every three days, significantly (p<0.05) accelerated the development of hair in rabbits.
Aktivitas Antiosteoarthritis Obat Bahan Alam Melalui Aktivitas Antiinflamasi Desak Nyoman Desy Irayanti; Pande Made Nova Armita Sari
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p07

Abstract

Osteoarthritis adalah bentuk artritis yang paling umum, ditandai dengan kerusakan dan degradasi tulang rawan di dalam sendi. Kondisi ini menyebabkan nyeri, kekakuan, dan penurunan fungsi sendi. Osteoarthritis sering terjadi pada sendi yang menahan beban, seperti lutut, pinggul, dan tulang belakang, serta sendi tangan. Penyakit ini biasanya berkembang perlahan seiring bertambahnya usia dan dapat diperburuk oleh faktor-faktor seperti obesitas, cedera sendi, dan genetika. Obat herbal diartikan sebagai bahan atau sediaan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau ekstrak tumbuhan untuk tujuan pengobatan atau kesehatan. Obat herbal melibatkan pemanfaatan berbagai bagian tanaman, seperti akar, daun, bunga, atau biji, yang memiliki sifat-sifat terapeutik. Untuk itu review ini bertujuan untuk mencari herbal medicine mana yang paling potensial untuk antiinflamasi dalam menangani osteoarthritis. Metode dalam penelitian in melalui pencarian data bersumber dari Science Direct dan dengan kata kunci Herbal Remedies AND (Osteoarthritis OR Antiosteoarthritis) AND Anti Inflammation dari tahun 2020-2024 dan didapat 104 Research Article dan diperoleh jurnal yang memenuhi syarat yaitu 10 jurnal. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil literature review ini yaitu diperoleh tanaman yang berpotensi mengobati nyeri ringan hingga sedang dan membantu meringankan gejala artritis termasuk osteoarthritis yaitu Quercus floribunda Lindl. Ex A. Camus, Rebusan ErXian, Daun dari Ocimum, Berberidaceae. Kandungan dari semua tanaman tersebut diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan. Kesimpulan dari penelusuran yang dilakukan dalam intervensi produk herbal ditemukan sebagai alternatif yang efektif untuk mengobati nyeri dan membantu meringankan gejala artritis. Implikasi dari literature review ini adalah dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya mengenai tanaman herbal yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai aktivitas antiinflamasi.
Efficacy and Safety of Cannabidiol for Anxiety: A Bibliometric Analysis and Systematic Review Fajaryani, Putu Ayu Putri; I Made Agus Gelgel Wirasuta; Pande Made Nova Armita Sari; Dyah Kanya Wati; Putu Indah Budi Apsari; Made Ary Sarasmita
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 5 No. 3: NOVEMBER 2025
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v5i3.6807

Abstract

Introduction: A non-psychoactive substance present in the cannabis plant, cannabidiol (CBD), seems to have potential as an anxiolytic agent. This study systematically reviews the efficacy, safety, dosage, mechanisms, and adverse effects of CBD in treating anxiety. Methods: The PRISMA guideline was used to conduct the review. Results: A total of 64 articles were included in the study. It showed that CBD works at the endocannabinoid receptors CB1 and 5-HT1A, which regulate mood and reduce anxiety. In animal models, a range dosage of 5 – 10 mg/kg showed a significant anxiolytic effect in behavioral tests, while in humans, 300 mg/day was proven to be effective in treating various types of anxiety disorders. However, individual responses to CBD showed varying results, and demographic characteristics affect the efficacy of animal and human studies. CBD was also considered safer to be used in the short term compared to diazepam, although the long-term effect remains lacking evidence Conclusion: This study concludes that CBD has potential as an alternative choice for anxiety. Further research is needed in larger populations with rigorous study design and longer study durations to evaluate its effectiveness and ensure its safety. Recommendations for Future Research: It is hoped that future research can examine the effects of fly resistance and killing on non-target organisms and control environmental conditions.
Limonene Extraction From Citrus Waste As An Eco-Friendly Solvent: Conventional And Non Conventional Techniques - A Review Waskito, Andreas Gangsar Bayu; Armita Sari, Pande Made Nova
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.21143

Abstract

Limonene is a tepenoid compound found abundantly in orange peel waste that can be used as a green solvent due to its hydrophobic or nonpolar nature to reduce the use of chemical solvents that are harmful to the environment. This study aims to review factors that support the limonene extraction process such as extraction method, temperature, power, extraction time and also solvent ratio. This article is compiled based on literature obtained from Google Scholar and Pubmed using the keywords "limonene extraction" and "citrus peel essential oil". The articles used are articles with a time span of 10 years, namely from 2015 to 2025 with inclusion criteria in the form of articles in Indonesian or English that explain the limonene extraction method in full. The extraction methods used include steam distillation, hydrodistillation, Microwave Assisted Extraction (MAE), Ultrasound Assisted Extraction (UAE), and Microwave Assisted Hydro Distillation (MAHD). The MAHD method yielded the highest limonene content of 98.416% with a sample-to-solvent ratio of 1:3 and a microwave power of 300 W for 45 minutes. The MAHD method was the most effective extraction method due to its time and process efficiency, the use of environmentally friendly solvents, and high yields.