Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Transformasi Perilaku Kelompok Radikal ke Moderat di Era Digital Sabiq, Muhammad; Iskandar, Iskandar; Burhanuddin, Andi; Arisnawawi, Arisnawawi
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i1.17188

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses transformasi perilaku kelompok radikal menjadi lebih moderat di era digital. Penelitian ini tidak menganggap teknologi digital dan media sosial sebagai satu-satunya faktor yang mempengaruhi seseorang untuk mengambil keputusan dan bergabung dalam kelompok radikalisme. Jenis penelitian ini adalah penelitian sosiologi digital, dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik kepustakaan. Teori yang digunakan untuk menganalisa data adalah teori tranfsormasi sosial masyarakat modern. Temuan penelitian ini adalah: pertama, jumlah warga Indonesia yang terpapar radikalisme sangat besar namun terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Kedua, kelompok radikal ini mulai menerima sekularisme, seperti undang-undang, konsep NKRI, serta Pancasila, dan juga menggunakan produk modernitas seperti teknologi digital dan media sosial. Ketiga, penggunaan teknologi digital dan media sosial menyebabkan fenomena psikologis, yang disebut sebagai depersonalisasi. Pengalaman depersonal ini menguat karena kekecewaan individu dalam ruang fisiknya, baik karena ketidakharmonisan keluarga, kekecewaan kondisis sosial politik, dan lainnya. Temuan penelitian ini berkontribusi pada pengayaan khazanah sosiologi digital dan khususnya kajian depersonalisasi paham radikal dan kelompok teroris.
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN SOSIOLOGI TERHADAP URGENSI LITERASI SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESADARAN KRITIS MAHASISWA SEBAGAI GENERASI MUDA [STUDENTS’ PERCEPTIONS OF THE URGENCY OF SOCIAL LITERACY IN ENHANCING CRITICAL AWARENESS AMONG SOCIOLOGY EDUCATION STUDENTS AS YOUNG ADULTS] Alam, Andi Samsul; Nur, Muhammad; Arisnawawi, Arisnawawi; Akhmad, Muhammad Alkhahfi
Al-Ihtiram: Multidisciplinary Journal of Counseling and Social Research Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/al-ihtiram.v4i2.1119

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan memperjelas pentingnya penguatan literasi sosial dalam membentuk kesadaran kritis mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Makassar. Melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang literasi sosial, penelitian ini bertujuan mendorong mahasiswa agar mampu mengaitkan teori sosiologi dengan realitas sosial, menilai fenomena masyarakat secara objektif, serta meningkatkan kemampuan analitis mereka terhadap isu-isu kontemporer seperti intoleransi, ketimpangan, dan misinformasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan menggambarkan secara mendalam persepsi mahasiswa mengenai urgensi literasi sosial dalam membentuk kesadaran kritis. Pendekatan fenomenologis diterapkan untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa dalam memaknai literasi sosial dan perannya dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis, yang tidak dapat diukur secara numerik tetapi dipahami melalui eksplorasi makna dari pengalaman belajar, interaksi sosial, dan pemahaman terhadap fenomena sosial di lingkungan sekitar. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Makassar, yang menyediakan konteks akademik yang relevan untuk mengeksplorasi hubungan antara teori sosiologi, dinamika sosial, dan literasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran komprehensif mengenai persepsi mahasiswa terhadap literasi sosial sebagai fondasi penting dalam membentuk kesadaran kritis mereka sebagai generasi muda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Makassar memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya literasi sosial sebagai kemampuan untuk membaca, menafsirkan, dan mengevaluasi fenomena sosial secara kritis, termasuk kesadaran terhadap keberagaman, bias, dan ketidakadilan sosial. Namun, terdapat kesenjangan antara pemahaman konseptual dan praktik literasi sosial, karena penerapan dalam kehidupan akademik maupun sehari-hari belum konsisten. Faktor-faktor seperti keterbatasan model pembelajaran yang aplikatif, minimnya motivasi pribadi, dan kurangnya pengalaman sosial langsung menjadi penghambat internalisasi literasi sosial. Oleh karena itu, penguatan literasi sosial perlu diwujudkan melalui pembelajaran berbasis pengalaman, analisis kasus nyata, diskusi kritis, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan analitis sekaligus membentuk komitmen moral sebagai agen perubahan sosial.
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Petani Dalam Pengolahan Rumput Laut Menjadi Produk Penganan Di Desa Punaga Kabupaten Takalar Kaseng, Ernawati S.; Suhaeb, Firdaus W.; Amsal, Bahrul; Hamda, Hamda; Arisnawawi, Arisnawawi
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pelatihan PKM ini untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu rumah tangga petani rumput laut dalam pengolahan rumput laut menjadi aneka ragam produk penganan olahan rumput laut dalam skala industri rumah. Pendekatan pembelajaran Learning by Doing digunakan agar mitra (ibu rumah tangga petani) sebagai peserta pelatihan ikut berpartisipasi secara aktif terhadap semua tahapan kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan PKM. Pendekatan ini dipilih sehingga dalam demontrasi penerapan IPTEK maka pendampingan dimungkinkan  kepada peserta pelatihan. Pelaknaan pelatihan menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan pelatihan PKM menunjukkan bahwa Program pemberdayaan PKM ini berhasil meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga petani dalam mengolah rumput laut menjadi produk penganan seperti Kaki Naga Rumput Laut. Kemudian selama pelatihan peserta memiliki nilai tambah pemahaman ekonomi untuk mengembangkan usaha rintisan olahan rumput laut yang lebih produktif dan berkelanjutan berbasis rumah tangga. Kata kunci: Pemberdayaan, rumput laut, pengolahan, produk penganan.
Dari Kampung ke Kota: Mengurai Benang Kusut Mobilitas Sosial Migran Urban Alwi Usra Usman; Ferdhiyadi; Reni Alfiyah; A. Hardiyanti; Muhammad Al-khahfi Akhmad; Arisnawawi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13345

Abstract

Urbanisasi dari daerah pedesaan ke kota merupakan fenomena sosial yang kompleks dan terus berkembang, dipengaruhi oleh dinamika ekonomi, sosial, dan struktural. Studi ini bertujuan untuk menganalisis motivasi migrasi, strategi bertahan hidup, hambatan mobilitas sosial, dan perubahan status sosial yang dialami oleh migran perkotaan. Dengan menggunakan tinjauan pustaka dan pendekatan kualitatif deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan untuk bermigrasi tidak hanya didorong oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh pertimbangan pribadi, kondisi struktural di daerah asal, daya tarik daerah tujuan, dan hambatan geografis. Setelah bermigrasi, keberhasilan migran dalam membangun kehidupan baru di kota sangat dipengaruhi oleh pemanfaatan modal sosial dan ekonomi sebagai strategi bertahan hidup. Namun, mobilitas sosial mereka sering terhambat oleh hambatan struktural, ekonomi, sosial budaya, spasial, dan psikologis yang membatasi peluang peningkatan status sosial. Studi ini menegaskan bahwa mobilitas sosial migran bersifat multidimensional dan tidak sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi sangat dipengaruhi oleh kebijakan dan struktur sosial perkotaan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk perumusan kebijakan pembangunan perkotaan yang lebih inklusif dan menguntungkan kelompok migran.
Pemberdayaan Kelompok Nelayan: Optimalisasi Modal Sosial dan Penerapan Teknologi Penangkapan Ikan di Pulau Barrang Lompo Idham Irwansyah Idrus; Ulfa Utami Mappe; Muhammad Alkhahfi Akhmad; Arisnawawi Arisnawawi; Sunaniah Sunaniah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26292

Abstract

ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan nelayan di Pulau Barrang Lompo, utamanya pada Kelompok Nelayan Sipakainga, melalui optimalisasi modal sosial dan integrasi kearifan lokal dengan teknologi penangkapan ikan modern, khususnya penggunaan alat fish finder. Topik ini dipilih karena modal sosial yang dimiliki belum dikembangkan sebagai kekuatan untuk peningkatan kesejahteraan, juga pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan dengan pendekatan yang berkelanjutan. Metode pengabdian meliputi sosialisasi berupa penyuluhan mengenai modal sosial, penangkapan ikan berbasis kearifan lokal dan pelatihan langsung penggunaan teknologi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 55% dan keterampilan berupa implementasi strategi mengoptimalkan modal sosial menjadi modal ekonomi, serta kemampuan mengintegrasikan kearifan lokal dengan penggunaan teknologi fish finder dalam upaya penangkapan ikan.  Temuan ini menegaskan bahwa penggabungan pendekatan tradisional dan modern dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan secara signifikan dan mendukung pengelolaan sumber daya laut yang lestari. Kata Kunci: Modal Sosial, Modal Ekonomi, Kearifan Lokal, Teknologi, Fish Finder.  ABSTRACT This community service focuses on empowering fishermen on Barrang Lompo Island, particularly the Sipakainga Fishermen Group, through the optimization of social capital and the integration of local wisdom with modern fishing technology, especially the use of fish finder devices. This topic was chosen because the existing social capital has not been fully developed as a strength for improving welfare, as well as the importance of preserving marine resources while increasing fishermen's productivity through a sustainable approach. The methodology includes outreach in the form of socialization about social capital, fishing based on local wisdom, and hands-on training in using the technology. The results show a 55% increase in knowledge and skills, including the implementation of strategies to optimize social capital into economic capital and the ability to integrate local wisdom with the use of fish finder technology in fishing efforts. These findings confirm that combining traditional and modern approaches can significantly improve fishermen's welfare and support sustainable marine resource management. Keywords: Social Capital, Economic Capital, Local Wisdom, Technology, Fish Finder.
P5 HAM sebagai Instrumen Transformasi Sosial: Strategi Membangun Kesadaran HAM di Masyarakat Randiawan Randiawan; Winda Nurul Annisa; Zulaikha Tri Astuti; Arisnawawi Arisnawawi
Humanis Vol 25, No. 1, (2026) : Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v25i1.82667

Abstract

Penguatan kesadaran Hak Asasi Manusia (HAM) di tingkat masyarakat merupakan prasyarat penting dalam mewujudkan kehidupan sosial yang adil, demokratis, dan berkeadaban. Namun, dalam praktiknya, nilai-nilai HAM masih kerap dipahami secara normatif dan belum terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Artikel pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis strategi membangun budaya sadar HAM di masyarakat melalui implementasi P5 HAM sebagai instrumen transformasi sosial. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Takkalasi, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru dengan menggunakan metode partisipatif-edukatif yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pembelajaran, dialog, dan refleksi sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, kesadaran kritis, dan partisipasi masyarakat terhadap nilai-nilai HAM, khususnya dalam aspek penghormatan, perlindungan, pemenuhan, pemajuan, dan penegakan HAM. Implementasi P5 HAM terbukti mampu menjembatani nilai universal HAM dengan konteks sosial-budaya lokal melalui pendekatan dialogis dan kolaboratif. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa pembangunan budaya sadar HAM merupakan proses jangka panjang yang memerlukan strategi edukatif, partisipatif, serta integrasi nilai HAM dengan kearifan lokal dan nilai Pancasila agar tercipta praktik HAM yang berkelanjutan di masyarakat.
Integration of Local Wisdom in Sociology Learning to Strengthen Cultural Identity Muhammad Nur; Muhammad Alkhafi Akhmad; Arisnawawi Arisnawawi; Andi Samsul Alam; Indriani Indriani
Journal of Indonesian Progressive Education Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Early Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63617/jipe.v3i1.162

Abstract

This study examines the integration of local wisdom into sociology learning and its contribution to strengthening students’ cultural identity at SMA Negeri 2 Sinjai. The research was motivated by the growing influence of globalization, which has led to shifts in cultural values among younger generations, highlighting the need for educational strategies that preserve and reinforce cultural identity. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observations, interviews, and documentation. The participants consisted of sociology teachers, students, the school principal, and community leaders selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through triangulation techniques. The findings reveal that the integration of local wisdom in sociology learning is implemented by connecting learning materials with local cultural values, such as mutual cooperation, Bugis traditions, and the social norms of the Sinjai community. These values are incorporated through discussion-based learning, case studies, and environment-oriented assignments. Teachers facilitate this process by utilizing students’ experiences, real-life social situations, and local social phenomena, making the learning process more contextual and meaningful. The integration of local wisdom positively influences students by enhancing their understanding of local culture, fostering appreciation for social values, and strengthening pride in their regional cultural identity. Therefore, local wisdom-based sociology learning not only improves students’ academic comprehension but also contributes to character development and the reinforcement of cultural identity in the contemporary era.
Adoption and Resistance: A Qualitative Study of Lecturers' Digital Literacy in The Use of Interactive Learning Platforms Sofia Sofia; Liza Dwi Eftiza Khairunniza; Arisnawawi Arisnawawi
DISCOURSE: Indonesian Journal of Social Studies and Education Vol. 3 No. 3 (2026): July
Publisher : Citra Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69875/djosse.v3i3.565

Abstract

Digital transformation in higher education requires lecturers to adopt interactive learning platforms to support participatory teaching and learning. However, technology adoption remains uneven, particularly within the Sociology Education Study Program at Universitas Negeri Makassar (UNM). This study explores lecturers' digital literacy patterns in utilizing interactive learning platforms and identifies the factors driving adoption and resistance toward such technology. The study employed a qualitative approach with a case study design, using in-depth interviews and observations involving lecturers from the Sociology Education Study Program at UNM as informants. Data were analyzed through data reduction, thematic categorization, and interpretation grounded in digital literacy frameworks and technology adoption theories. The findings reveal that only around 36,4% of lecturers demonstrated adequate understanding and actively implemented commonly used interactive learning platforms, while around 63,6% continued to rely on conventional teaching methods. Lecturers who had adopted technology tended to remain confined to a single popular platform, with limited exploration of alternatives better suited to their teaching needs. The resistance found was influenced by limited training, comfort with conventional methods, academic workload, and concern over technical failure in front of students. The study concludes that the digital literacy gap among lecturers is multidimensional, encompassing technical, psychological, and structural aspects. This study recommends sustained, contextualized technology mentoring programs for lecturers in higher education.