Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Sosialisasi Pembuatan Pot Organik Dari Cocofiber Di SDN 2 Kampung Baru Bandar Lampung Indri Maheswari; Tifani Rosma Dewi; Nazwa Shihab; Novia Nazila Ramadhani; Ester Virginia Samosir; Zulfa Emalia
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7499

Abstract

The socialization activity of making organic pots from cocofiber at SDN 2 Kampung Baru, Bandar Lampung, aims to increase the awareness of students and the community about environmentally friendly waste management. In this activity, students were invited to understand how to process cocofiber waste into useful organic pots. The methods used include counseling, demonstrations, and hands-on practice, so that students not only gain knowledge, but also practical skills in organic potting. This activity successfully increased students' creativity and gave them new insights on the importance of utilizing natural materials to reduce the negative impact of plastic waste. Through this activity, it is hoped that it can encourage efforts towards sustainable education that provides benefits for the environment and the surrounding community.
Faktor Ekonomi Penentu Indeks Kualitas Udara di Pulau Jawa 2016–2022 Elvina Hakim; Zulfa Emalia
MARGIN ECO Vol. 10 No. 1 (2026): Margin Eco: Jurnal Ekonomi dan Perkembangan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas KH A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/margineco.v10i1.7193

Abstract

Air pollution has become an increasingly serious environmental problem in Indonesia, particularly on the island of Java, which has the highest levels of urbanization, population density, and economic activity. Pressure on air quality is driven by population growth, increasing energy consumption, and the intensification of economic activities. This study aims to analyze the influence of population size, electricity users, and Gross Regional Domestic Product (GRDP) on the Air Quality Index (AQI) on the island of Java during the period 2016–2022. This study employs a quantitative approach using panel data from six provinces on the island of Java. The analytical method used is panel data regression. The results indicate that population size and electricity users have a positive and significant effect on the AQI, while GRDP has a negative effect with relatively low elasticity. These findings suggest that air quality dynamics on the island of Java are more closely associated with demographic factors and energy consumption than with regional economic growth. Overall, the findings highlight the importance of strengthening emission control policies and accelerating the transition toward cleaner energy to support sustainable economic development.
Analisis Kapabilitas Manusia Sebagai Fondasi Pembangunan Ekonomi Inklusif Di Kawasan Timur Indonesia Firda Layla Anisyaban; Zulfa Emalia
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 4 (2025): IJEMA - April 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan ekonomi yang inklusif merupakan agenda penting dalam mengurangi ketimpangan antarwilayah di Indonesia, terutama antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aspek pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, dan sanitasi terhadap kapabilitas manusia di 17 provinsi yang termasuk dalam KTI selama periode 2017–2022. Indeks Pertumbuhan Ekonomi Inklusif (IPEI) digunakan sebagai kerangka dasar, dengan fokus pada pilar 3.1 yaitu Kapabilitas Manusia. Penelitian ini menggunakan metode regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak E-Views 10. Variabel independen yang diteliti meliputi Angka Partisipasi Murni, Tenaga Kerja Formal, Unmet Need Pelayanan Kesehatan, dan Sanitasi Layak, sementara variabel dependen adalah Kapabilitas Manusia.Hasil analisis menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Murni dan Sanitasi Layak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kapabilitas Manusia. Sebaliknya, variabel Tenaga Kerja Formal dan Unmet Need Pelayanan Kesehatan memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan. Secara simultan, keempat variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kapabilitas manusia dengan nilai adjusted R² sebesar 0,7947. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai prasyarat utama pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di KTI
Determinasi Emisi Karbon Negara High Income dan Upper Middle Income di Asia: Pendekatan EKC Aisah Atnia Zulaikha; Zulfa Emalia; Resha Moniyana Putri; Asih Murwiati; Prayudha Ananta
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 7 (2025): IJEMA - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim merupakan tantangan global yang dipicu oleh peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) menjadi tantangan utama bagi negara-negara di Asiaa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh GDP per kapita, GDP per kapita kuadrat, industrialisasi, dan konsumsi energi terhadap tingkat emisi CO₂ serta menguji keberlakuan hipotesis Environmental Kuznets Curve (EKC) di Asia. Menggunakan metode kuantitatif dengan data panel dari 17 negara Asia selama periode 2011-2022. Data diperoleh dari World Bank dan Our World in Data. Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda munggunakan Fixed Effect Model (FEM) untuk negara-negara high income dan upper middle income. Hasil Pengujian hipotesis EKC, mendukung keberlakuan teori EKC pada negara high income dan upper middle income. Sedangkan untuk GDP per kapita dan konsumsi energi berpengaruh signifikan pada dua klasifikasi negara, namun industrialisasi berpengaruh signifikan hanya pada negara high income. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi mendorong kesejahteraan, namun tanpa transisi energi dan kebijakan industri yang berkelanjutan, emisi karbon akan terus meningkat. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya inovasi teknologi bersih dan efisiensi energi sebagai bagian dari strategi pembangunan rendah karbon di Asia.
Kesediaan Membayar (Willingness To Pay) Dan Surplus Konsumen Wisatawan Di Taman Nasional Way Kambas M Firman Afdhallah; Zulfa Emalia; Nurbetty Herlina Sitorus; Emi Maimunah; Arivina Ratih
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 9 (2025): IJEMA - September 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Indonesia yang dikenal dengan keunikan satwa endemik, khususnya gajah Sumatera. Namun, keterbatasan pendanaan konservasi menjadi tantangan dalam pengelolaan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai rata-rata Willingness to Pay (WTP) wisatawan serta menghitung surplus konsumen yang mencerminkan manfaat ekonomi tambahan dari aktivitas ekowisata di TNWK. Penelitian menggunakan Contingent Valuation Method (CVM) dengan melibatkan 100 responden wisatawan domestik yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata WTP wisatawan lebih tinggi dibandingkan tarif tiket masuk resmi, sehingga terdapat surplus konsumen yang cukup besar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa nilai ekonomi ekowisata TNWK belum sepenuhnya tercermin dalam harga tiket yang berlaku. Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah perlunya evaluasi tarif tiket berbasis WTP serta peningkatan kualitas fasilitas wisata guna mendukung keberlanjutan konservasi
Analisis Pengaruh Belanja Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Pada Tiga Dob Di Provinsi Lampung (Studi Kasus : Kabupaten Pringsewu, Mesuji dan Tulang Bawang Barat) Anggi Adya Pratiwi; Marselina; Arivina Ratih Yanuar Taher; Zulfa Emalia
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 12 (2025): IJEMA - Desember 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Belanja Pemerintah Fungsi Pendidikan, Fungsi Kesehatan, Infrastruktur Konektivitas dan Perlindungan Sosial terhadap pertumbuhan ekonomi pada 3 Daerah Otonomi Baru di Provinsi Lampung tahun 2017-2023. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan Common Effect Model (CEM) yang dianalisis dengan bantuan software Eviews 12. Pengujian statistik yang digunakan dalam penelitian ini penelitian ini meliputi Uji Multikolinearitas dan Heteroskedastisitas, Uji t, Uji f dan Uji Koefisien Determinasi R2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Belanja Pemerintah Fungsi Pendidikan dan Infrastruktur Konektivitas secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada 3 DOB di Provinsi Lampung tahun 2017-2023, sedangkan Belanja Pemerintah Fungsi Kesehatan dan Perlindungan Sosial secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada 3 DOB di provinsi Lampung tahun 2017-2023. Namun, secara simultan (bersama-sama) Belanja Pemerintah Fungsi Pendidikan, Fungsi Kesehatan, Infrastruktur Konektivitas dan Perlindungan Sosial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada 5 DOB di Provinsi Lampung tahun 2017-2023.
Kualitas Lingkungan dan Struktur Ekonomi Pertambangan: Analisis Cluster 34 Provinsi di Indonesia Septiana Dwi Nurmala; Zulfa Emalia
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 2 (2026): IJEMA - Februari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan provinsi di Indonesia berdasarkan kondisi kualitas lingkungan dan karakteristik sosial ekonomi daerah. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang meliputi Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), yang terdiri dari Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Udara, Indeks Kualitas Tutupan Lahan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertambangan, PDRB per kapita, kepadatan penduduk, serta tingkat kemiskinan. Metode analisis yang digunakan adalah K-Means Clustering untuk mengidentifikasi kelompok provinsi yang memiliki karakteristik yang serupa. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya dua cluster dengan perbedaan kondisi lingkungan dan struktur ekonomi yang cukup jelas. Klaster pertama di dominasi oleh provinsi dengan kualitas lingkungan yang relatif lebih baik, tingkat kemiskinan yang lebih rendah, serta kontribusi sektor pertambangan yang tidak terlalu besar. Sebaliknya, cluster kedua terdiri dari provinsi dengan ketergantungan yang lebih tinggi terhadap sektor pertambangan, tingkat kemiskinan yang relatif lebih tinggi, dan kualitas lingkungan yang cenderung lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap sektor ekstraktif belum sepenuhnya diikuti oleh peningatan kesejahteraan dan berpotensi menimbukan tekanan terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengelolan lingkungan dan kebijakan diversifikasi ekonomi untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan
Analisis Ekonomi Isu Kualitas Lingkungan Di Pulau Jawa Grahito Satria Anggara; Zulfa Emalia
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 6 (2026): IJEMA - Juni 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, laju pertumbuhan penduduk, industri besar dan menengah, serta rumah tangga dengan akses sanitasi layak terhadap indeks kualitas air di Pulau Jawa menggunakan data panel tahun 2013–2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan software EViews melalui pemilihan model terbaik menggunakan uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk berpengaruh negatif terhadap Indeks Kualitas Air, sedangkan rumah tangga dengan akses sanitasi layak berpengaruh positif terhadap Indeks Kualitas Air. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap Indeks Kualitas Air. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan, pertumbuhan penduduk, dan kualitas lingkungan guna meningkatkan kualitas air di Indonesia