Articles
Pendidikan Kesehatan Tentang Manfaat Terapi Murottal Al-Quran
Wa Ode Sri Asnaniar;
Rahmat Hidayat;
Akbar Asfar;
Safruddin Safruddin;
Wan Sulastri Emin;
Putri Regita Tirana Ishak;
Dwi Nurul Hijrayanti Wijaya;
Hastri Arifin Kasan;
Andi Senny Novita Agusnitar;
Anggi Anggi
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/jagri.v4i1.652
Gejala-gejala penyakit yang dirasakan pasien dapat menimbulkan rasa cemas pada pasien. Penyakit apapun yang diderita, pasien akan cenderung memberikan reaksi tertentu terhadap pengalaman rawat inap di rumah sakit, sehingga mempengaruhi kualitas hidup dan kesembuhan pasien. Perawat sebagai bagian dari tenaga kesehatan di rumah sakit memiliki peranan dalam membantu pasien mengatasi kecemasan. Salah satu terapi non farmakologis yaitu terapi murottal Al-Qur’an. Terapi ini merupakan jenis terapi yang efektif digunakan untuk mengurangi kecemasan pasien. Target utama dari pemberian pendidikan kesehatan ini yaitu pasien yang memiliki kecemasan akibat penyakitnya. Pendidikan Kesehatan berupa penyuluhan tentang terapi murottal Al-Qur’an untuk mengurangi kecemasan pasien rawat inap dilakukan dengan metode ceramah dan simulasi. Hasil Pendidikan Kesehatan didapatkan peningkatan pengetahuan peserta sebanyak 100% dan mengalami penurunan kecemasan setelah melakukan terapi murottal Al-Qur’an. Dapat disimpulkan pendidikan kesehatan berupa penyuluhan tentang terapi murottal Al-Qur’an dapat digunakan sebagai terapi non farmakologi untuk mengurangi kecemasan pasien.
TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI UNTUK MENURUNKAN NYERI POST OPERASI
Wa Ode Sri Asnaniar;
Wan Sulastri Emin;
Akbar Asfar;
Samsualam Samsualam;
Sudarman Sudarman;
Yusrah Taqiyah;
Novitri Cahyani Marinda;
Muslimah Kurniawati;
Tisna HS Sianu;
Armelia Sri Diah Safitri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2816-2822
Rasa nyeri pasca operasi paling sering dialami oleh sebagian besar pasien yang menjalani prosedur pembedahan. Kontrol nyeri pasca operasi memainkan peran penting dalam memfasilitasi pemulihan pasien ke fungsi normal dan mengurangi kejadian efek fisiologis dan psikologis yang merugikan terkait dengan nyeri akut yang tidak terkontrol. Manajemen nyeri yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko menjadi nyeri lanjut atau nyeri kronis. Penatalaksanaan nyeri meliputi dua metode yaitu secara farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu terapi non farmakologis yaitu Teknik relaksasi genggam jari atau finger hold dimana merupakan salah satu terapi non farmakologis yaitu relaksasi dengan menggenggam jari. Target utama dari pemberian Pendidikan Kesehatan ini berupa pasien di ruang bedah anyelir RS TK II Pelamonia Makassar terdapat banyak pasien pre op maupun pasien post op, yang tentunya harus dilakukan tindakan maupun edukasi mengenai nyeri pasca operasi dimana pada tahap ini Perawat memiliki peran penting dalam pengelolaan pasien yang menghadapi nyeri pasca operasi. Berdasarkan ini kami melakukan salah satu kegiatan Pendidikan Kesehatan berupa penyuluhan tentang terapi relaksasi genggam jari untuk meredakan nyeri post op. Hasil pelaksanaan tersampaikannya tujuan dari penyuluhan, Tersampaikan materi dengan baik dan sesuai dengan perencanaan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil dilaksanakan.
Edukasi Tanda dan Bahaya pada Kehamilan di Klinik Hj. Titiek Kota Makassa
taqiyah, yusrah;
Fatma Jama;
Rahmawati Ramli;
Wan Sulastri Emin;
Suhermi
Window of Community Dedication Journal Vol. 4 No. 1 (Juni, 2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/wocd.v4i1.1650
Maternal mortality rate (MMR) is an important indicator to see the importance of a nation's health status and is one of the components of the development index and quality of life index. Pregnancy danger signs are signs or symptoms that indicate the mother is in danger, based on the initial survey of the service team, getting data on the lack of knowledge of mothers about signs in pregnancy at the titiek Makassar field clinic. The purpose of this service is to provide education about danger signs in pregnant women. The method of service is by lecture / counseling, discussion and question and answer. The target respondents of the service were pregnant women who were in trimesters I, II, and III totaling 15 respondents. The results obtained after being given the material of the danger signs of pregnancy obtained the number of pregnant women who have good knowledge as many as 14 people (93.5%), and sufficient knowledge 1 person (6.5%). The conclusion of this service is that there is a good effect of counseling on pregnancy danger signs on pregnant women.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Dismenore pada Remaja
Kasan, Hastri Arifin;
Yusrah Taqiyah;
Suhermi;
Wan Sulastri Emin
Window of Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (Juni, 2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/won.v4i1.635
Dismenore merupakan salah satu gangguan mestruasi yang sering di alami oleh remaja putri. Untuk penanganan dismenore bisa dilakukan dengan terapi non-farmakologi salah satunya adalah teknik relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan dismenore pada remaja di Ma Al-Ishlah Gale-gale Kabupaten Maluku Tengah. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre experiment dengan rancangan one group pretest posttest. Penelitian ini di laksanakan di Ma Al-Ishlah gale-gale sejak 14 Mei/14 Juli 2022 dengan jumlah populasi 60 remaja. Penelitian ini menggunakan metode total sampling. Pengolahan data menggunakan uji statistic Wilcoxon dengan tingkat signifikn α < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan, sebelum diberi perlakuan teknik relaksasi otot progresif tingkat dismenore pada remaja berada pada nyeri ringan 58,8% hingga nyeri sedang 40% dan nyeri berat 1,7%. Tetapi setelah di beri perlakukan teknik relaksasi otot progresif tingkat dismenore pada remaja berada pada tidak nyeri 55% hingga nyeri ringan 43,3% dan nyeri sedang 1,7%. Uji Wilcoxon menunjukkan p Value = 0,000. Sehingga Ha diterima artinya terdapat pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan dismenore. Kesimpulan dari penelitian bahwa relaksasi otot progresif dapat menurunkan dismenorea pada Remaja di Ma al-Ishlah Gale-gale Kabupaten Maluku Tengah. Oleh karena itu teknik relaksasi otot progresif dapat di jadikan sebagai terapi non-farmakologi yang bisa dilakukan secara mandiri dalam mengatasi tingkat dismenore.
Penerapan Upaya Pencegahan dan Penanganan Awal Aspirasi terhadap Kejang Demam pada Anak Pre Hospital di Rs Ibnu Sina YW UMI
Taqiyah, Yusrah;
Jama, Fatma;
Emin, Wan Sulastri
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/psnpkm.v4i1.3808
Proses terjadinya kejang dimulai dengan suhu yang tinggi sehingga timbulnya bangkitan kejang. Terjadinya bangkitan kejang demam bergantung pada umur, serta cepatnya suhu meningkat. Salah satu komplikasi pada kejang demam adalah masalah kegawatan aspirasi benda asing atau tersedak yang paling sering terjadi pada anak usia Toddler dan merupakan kondisi kegawatan serius serta mengancam nyawa bila tidak ditangani segera. Observasi oleh pengasuh khususnya pada orangtua sangat penting dilakukan pada periode ini. Penanganan aspirasi benda asing dan kejang demam pada anak pre hospital dengan cepat dan tepat dapat mencegah peningkatan insiden morbiditas dan mortalitas anak. Tujuan dalam PkM ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan pada orang tua anak tentang penanganan awal saat di rumah pada anak dengan kejang demam untuk menghindari terjadinya aspirasi. Metode yang dilakukan berupa ceramah, diskusi dan demonstrasi, sebelum dilakukan penyuluhan terlebih dahulu menilai tingkat pengetahuan dengan pre test dan post test, dan hasil yang didapatkan setelah dilakukan edukasi. Saran mendorong seluruh terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 86,5%, begitupun dengan keterampilan ibu hamil meningkat menjadi 78%. orang tua agar menangani anak dengan kejang demam sesuai dengan SOP sehingga mengurangi terjadi nya angka morbiditas dan mortalitas pada anak.
Husband's Support for the Childbirth Process: Concept Analysis
K, Heidi;
Emin, Wan Sulastri;
Taqiyah, Yusrah;
Asnaniar, Waode Sri
An Idea Nursing Journal Vol. 2 No. 02 (2023)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53690/inj.v2i02.189
It is hoped that the husband's support will make the mother feel calm so that the mother can face the delivery process smoothly. Lack of social support from the husband is a significant determinant of depression in childbirth. The purpose of conducting a conceptual analysis of a husband's help, in the beginning, is to find out how much the benefits or effects of a husband's support during childbirth are. The method used in this concept analysis refers to the technique developed by Walker & Avant using the PubMed and Scopus databases both domestically and abroad. The process of conceptual analysis goes through the stages of choosing a concept, determining goals, identifying the use of the idea, determining attributes, creating a case model, making borderline and contrary cases, identifying antecedents and consequences and determining empirical references. Husband's physical and psychological support, as well as support in undergoing childbirth, has a positive impact in reducing anxiety and labour pain to complications of labour and postpart
Optimalisasi Self Efficacy Pasien Chronic Kidney Disease (CKD)melalui Edukasi Pembatasan Caira
Akbar, Akbar Asfar;
sudarman;
Wan Sulastri Emin;
Brajakson Siokal;
Wa Ode Sri Asnaniar;
Yusrah Taqyiah;
Fatma Jama;
Suhermi;
Samsualam
Window of Community Dedication Journal Vol. 3 No. 2 (Desember, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/wocd.v3i2.1076
Chronic kidney disease is a clinical condition characterized by a progressive and irreversible decline in kidney function, requiring appropriate renal replacement therapy in the form of kidney transplantation or dialysis. The prevalence of chronic kidney disease (CKD) is increasing, as is the case with chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy. Self-efficacy is a belief that determines how a person thinks, motivates himself and decides to perform a behavior to achieve the desired goal. Self efficacy affects the quality of life of CKD patients undergoing hemodialysis. Regulation of fluid intake is very important and can affect the increase in Interdialytic Waight Gain (IDWG). Weight gain is a major problem in patients undergoing hemodialysis therapy of more than 4 kg. During interviews with patients undergoing therapy, it turned out that there were still many who had not done fluid restriction as recommended. The method used in community service activities is by lectures/counseling, discussion and question and answer. The results of the dedication showed that the education participants listened well and understood the importance of fluid restriction in patients with CKD. The results of this activity increase the patient's understanding or self-efficacy based on the results of pre-test and post-test evaluations regarding fluid restriction. Keywords: Chronic Kidney Disease, Hemodialysis, Self Efficacy
Optimalisasi Kader Kesehatan melalui Metode Cepat (Cek, Pantau dan Antisipasi) dalam Menurunkan Kejadian Hipertensi
Asfar, Akbar;
Sudarman, Sudarman;
Asnaniar, Wa Ode Sri;
Emin, Wan Sulastri;
Selpin, Selpin
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v6i4.5333
Hipertensi merupakan penyakit akibat meningkatnya tekanan darah diatas 120/80 mmHg. Penyakit hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dikenal dengan istilah silent killer. Kurangnya pengetahuan masyarakat menjadi masalah utama dalam menekan angka kejadian hipertensi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kader. Metode yang akan digunakan dalam program PkM Unggulan ini untuk mencapai target luaran tersebut adalah dengan ceramah, diskusi, praktik dan demonstrasi. Persiapan alat dan bahan meliputi leaflet, materi metode CEPAT (Cek, Pantau dan Antisipasi) dan spygmomanometer. Ceramah dan diskusi dilakukan saat kegiatan pembelajaran dan edukasi tentang metode CEPAT (Cek, Pantau dan Antisipasi) menurunkan kejadian hipertensi. Peserta pada kegiatan ini adalah kader kesehatan sebanyak 30 orang. Selanjutnya, dilakukan pelatihan kepada kader kesehatan guna memberikan keterampilan dasar dalam melakukan metode CEPAT. Hasil pelatihan kader kesehatan meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi serta keterampilan dalam melakukan pengukuran tekanan darah menggunakan tensi meter digital degan menerapkan metode CEPAT.
Peningkatan Adaptasi Fisiologis dan Psikologis Ibu Hamil melalui Edukasi Manajemen Nyeri Persalinan Non-Farmakologis
Taqiyah, Yusrah;
Jama, Fatma;
Emin, Wan Sulastri;
Suhermi, Suhermi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Janua
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/psnpkm.v5i1.7071
Nyeri persalinan merupakan tantangan besar bagi ibu melahirkan, yang berdampak pada kondisi fisiologis seperti peningkatan nadi dan tekanan darah serta psikologis seperti kecemasan dan ketakutan. Banyak ibu hamil belum mendapatkan edukasi yang cukup mengenai metode non-farmakologis untuk mengelola nyeri secara mandiri dan efektif. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini, dilakukan edukasi dan pelatihan kepada ibu hamil trimester III, mengenai berbagai teknik manajemen nyeri non-farmakologis seperti breathing exercise dan counterpressure. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, simulasi praktik, pembuatan media edukasi, dan evaluasi pre-post test. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan ibu hamil secara fisiologis dan psikologis menghadapi proses persalinan. PKM ini mendorong kemandirian ibu dalam mengelola nyeri dan memperkuat dukungan dari lingkungan terdekat, sehingga berpotensi menurunkan risiko intervensi medis dan meningkatkan pengalaman melahirkan yang positif.
PENERAPAN MANAJEMEN HIPERTERMI TERHADAP PERBAIKAN TERMOREGULASI PADA ANAK DENGAN KEJANG DEMAM DI IGD RSOJ PERTAMINA MAKASSAR
Syamsuddin Syamsuddin;
Sudarman Sudarman;
Wan Sulastri
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kejang demam merupakan kondisi neurologis yang umum terjadi pada anak usia 6 bulan–5 tahun, ditandai oleh peningkatan suhu tubuh ≥38°C tanpa infeksi sistem saraf pusat. Manajemen hipertermia melalui kompres hangat merupakan intervensi non-farmakologis efektif untuk membantu perbaikan termoregulasi. Penelitian ini bertujuan untuk penerapan manajemen hipertermia dalam memperbaiki termoregulasi pada anak dengan kejang demam di IGD RSOJ Pertamina Makassar. Hasil yang diperoleh menunjukkan Setelah 30 menit intervensi, suhu tubuh menurun dari 39,9°C menjadi 37,2°C dan tidak ada kejang berulang selama observasi. Kesimpulannya, intervensi sederhana seperti kompres hangat dapat menjadi bagian penting dalam tata laksana awal di IGD untuk mencegah komplikasi.