Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Tani Kampoeng Ce’de melalui Edukasi Pemanfaatan Vertical Garden sebagai Sistem Pertanian Terpadu di Kabupaten Maros Musda, Gusti Hardyanti; Faharuddin, Ansarullah; Apriliansi, Fika; Yusuf, Muhammad Djalalullah Karimu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4785

Abstract

Kegiatan pengabdian ini diselenggarakan dengan dasar permasalahan dan potensi yang di miliki oleh kelompok tani di Galeri Kampoeng Ce’de di Kabupaten Maros, yaitu permasalahan pemanfaatan lahan sebagai suatu sistem pertanian terpadu dan tingkat produktvitas yang tidak tetap. Tujuan kegiatan adalah ini untuk memberikan edukasi dan membagikan modul terkait pemanfaatan vertical garden agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani Kampoeng Ce’de dalam mengoptimalisasikan lahan sebagai suatu sistem pertanian terpadu dan menambah produktvitas hasil tani. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD), yaitu metode pemberdayaan berkelanjutan yang dilandaskan pada aset, kekuatan, dan potensi pada suatu kelompok masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan kelompok tani kelompok ce’de terkait pemanfaatan vertical garden memanfaatkan lahan pertanian sebagai sistem pertanian terpadu dan produktivitas hasil tani. Hampir semua peserta memhami dengan tingkat presentase 100% terkait definisi dan penerapan vertical garden, manfaat vertical garden, pemeliharaan dan pemilihan, serta pemeliharaan irigasi. Sedangkan hanya 83.3 % yang memahami tentang struktur pada vertcal garden. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mempunyai dampak yang signifikan kepada kelompok tani. Diharapkan kegiatan ini menjadi sinergi antara dunia akademik dan kebutuhan nyata di lapangan, yang dapat memberikan solusi atas permasalahan lokal dan mempersiapkan para tim PkM yang berkompeten, adaptif, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
RUMAH SEHAT DAN KENYAMANAN TERMAL PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Mustamin, Tayeb; Quraisy, Sayyid; Nasrullah, Nasrullah; Faharuddin, Ansarullah; nasrun, ardi
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v6i2.5769

Abstract

Abstract According to Winslow and APHA, a healthy home is defined as a place to live permanently. Serves as a place to live, rest, recreation (relax) and as a shelter from environmental influences that meet physiological, psychological requirements and are free from disease transmission. Too many occupants can increase the risk of transmission of infectious diseases. The house is a physical structure consisting of rooms, courtyards and the surrounding area which is used as a place to live and a means of fostering a family (RI Law No. 4 of 1992). According to WHO, a house is a physical structure or building for shelter, where the environment is useful for physical and spiritual health and social conditions for both the health of families and individuals. (WHO Commission on Health and the Environment, 2001).Objective: Increase the understanding of the people of Tadenas Village regarding the importance of healthy homes and thermal comfort as well as the health effects arising from housing conditions that do not meet predetermined standards. Methods: Conduct situation analysis, problem prioritization, instrument development, and determinant surveys related to healthy homes. The intervention was carried out for the community in the Tadenas Village by measuring temperature, humidity and wind speed. Then an assessment is carried out through the results of measurements and standards that should be so that it becomes a healthy home.Results: The low implementation of healthy housing in Tadenas Village is caused by a lack of knowledge and attitudes of the community towards the importance of meeting housing conditions standards.Conclusion: Based on measurements with lower middle class housing conditions, the knowledge and attitude of the community towards the importance of fulfilling standard housing conditions to achieve a healthy home is still very low
Pemanfaatan Limbah Bulu Ayam Sebagai Material Panel Dinding Ramah Lingkungan Sebagai Bentuk Penerapan MBKM Ansarullah Faharuddin; Sriwijanaka Hartono; Mukhtar Thahir Sarkawi
Window of Community Dedication Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v2i2.1768

Abstract

Keberadaan Bulu Ayam yang merupakan limbah dari rumah potong ayam yang setiap haridiproduksi dan masih belum banyak dimanfaatkan. Jumlah akan limbah bulu ayam saat ini cukupbesar karena daya beli dan minat masyarakat dalam menkomsumsi daging ayam sangat tinggi,mulai dari kalangan menengah sampai kalangan atas. Terlihat dari restoran sampai kepadawarung pinggir jalan menunya tidak lepas dari daging ayam, sehingga akan menimbulkan limbahyang cukup besar dan apabila tidak dimanfaatkan atau diolah akan berakibat pada pencemaranlingkungan, bau yang tidak sedap, sehinga peneliti dan tim yang melibatkan mahasiswamelakukan pengabdian kepada masyrakat dengan mitra memberikan sosialisasi kepada wargadan para pelaku usaha rumah potong ayam, bahwa limbah bulu ayam tersebut dapatdimanfaankan sebagai material bahan bangunan berupa material dinding panel yang ekonomisdan ramah lingkungan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memsosialisasikan manfaat limbahbulu ayam sebagai bahan panel dinding kepada warga dengan perogram implementasi MerdekaBelajar Kampus Merdeka (MBKM) dan pemberdayaan sumber daya masyarakat danpengembangannya.
Microstructure Characteristics of Chicken Feather Panels As An Alternative Wall Material Ansarullah Faharuddin; Mukhthar Thahir syarkawi; Juhana Said; Muhammad Zainal Altim; Zulkarnain Hamson; Siti Aisah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.6317

Abstract

Chicken feather waste, after being finely chopped, is converted into feather panels which can be an alternative material in architecture. Chicken slaughter waste produces 4-9% of live weight in the form of feathers, requiring technology to make it a renewable alternative material. This research aims to process chicken feather waste into alternative materials for room dividers and building walls, reducing environmental impacts. Scanning is carried out to analyze the surface characteristics of the panels before they are applied as environmentally friendly materials. Previous research recorded a chicken feather panel density of 0.38-0.4, categorizing it as a soft stiff fiberboard material. Experimental engineering methods and material scanning in the microstructure laboratory using SEM reveal surface topography and material composition. The test results show that chicken feather panels can be recommended as a new alternative material in architecture. This discovery has the potential to use chicken feather waste in a sustainable manner, providing an environmentally friendly alternative and reducing the burden on the environment. The integration of these materials can enrich innovation in sustainable construction.
Panel Komposit Berbasis Limbah Bulu Ayam sebagai Material Insulasi Termal dan Akustik Pada Bangunan Ansarullah Ansarullah
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Januari- Juni
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya limbah bulu ayam dari industri peternakan unggas yang belum dimanfaatkan secara optimal serta kebutuhan material bangunan ramah lingkungan dengan kemampuan insulasi yang baik. Penelitian bertujuan menganalisis karakteristik fisik. mekanis, dan termal panel komposit berbasis limbah bulu ayam menggunakan perekat Polyvinyl Acetate (PVAc) sebagai material alternatif untuk aplikasi arsitektur. Metode penelitian menggunakan eksperimen laboratorium melalui tahapan pencucian, sterilisasi, pengeringan, pencacahan serat, pencampuran material, proses compression moulding, dan pengujian karakteristik material. Variasi komposisi panel terdiri atas 80:20, 70:30, dan 60:40 antara bulu ayam dan PVAc. Pengujian meliputi densitas, daya serap air, kuat tekan, kuat lentur, dan konduktivitas termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel memiliki densitas rendah sebesar 0,31–0,38 g/cm³ dan konduktivitas termal sebesar 0,035–0,042 W/mK yang menunjukkan kemampuan insulasi panas yang baik. Peningkatan kadar PVAc meningkatkan kuat tekan dari 0,42 MPa menjadi 0,74 MPa serta meningkatkan kuat lentur dari 0,89 MPa menjadi 1,48 MPa. Struktur mikro serat bulu ayam yang berongga berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan insulasi termal dan akustik material. Penelitian ini menunjukkan bahwa panel berbasis limbah bulu ayam berpotensi dikembangkan sebagai material bangunan ringan, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk aplikasi panel insulasi dan akustik bangunan.
Pusat Penelitian Kelapa Sawit Berbasis Arsitektur Berkelanjutan di Kabupaten Mamuju Tengah Alfina Lusiana; Ansarullah Ansarullah; Muhammad Zaki
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 10 No. 1 (2026): Oktober (INPRESS)
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v10i1.15932

Abstract

Central Mamuju Regency has significant potential as one of the leading palm oil production centers in West Sulawesi. However, there is currently no integrated research facility capable of supporting improvements in production quality, processing efficiency, and technological innovation. This study aims to design a Palm Oil Research Center concept that integrates research, education, and publication functions based on sustainable architectural principles. The methods used include literature review, field surveys, and site analysis to determine design strategies suitable for a humid tropical climate. The results show that applying proper building orientation, maximizing natural lighting, cross ventilation, the use of local materials, and the integration of renewable energy can optimize energy efficiency by up to 30% compared to conventional designs. The research center design is divided into three main zones: research, education, and public areas. This concept is expected to serve as a model for developing environmentally friendly agricultural research
HILIRISASI INOVASI PANEL BULU AYAM DAN PENGUATAN PRODUKTIVITAS PETANI SAWAH TADAH HUJAN DESA BORISALLO Ansarullah Ansarullah; Abdullah; Muhammad Arif; Irma Nur Afiah; Gito Lawani
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.9760

Abstract

Kegiatan pengabdian ini merupakan hilirisasi riset yang mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan dan energi terbarukan untuk mendukung transformasi sosial-ekonomi masyarakat Desa Borisallo. Tujuannya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan limbah bulu ayam sebagai material alternatif bangunan serta optimalisasi energi surya untuk irigasi sawah tadah hujan. Permasalahan utama meliputi rendahnya pemanfaatan limbah unggas dan keterbatasan air saat musim kemarau. Inovasi mencakup panel bulu ayam berkarakteristik termal-akustik unggul dan sistem pompa irigasi tenaga surya. Metode meliputi pelatihan, transfer teknologi, implementasi, dan pendampingan partisipatif. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan (45%–85%), keterampilan (2–18 orang), dan partisipasi (60%–95%). Sistem irigasi pada 25 ha lahan meningkatkan efisiensi penyiraman (5 menjadi 2 jam/ha), menurunkan biaya hingga 40%, dan meningkatkan produktivitas panen dari 3,2 menjadi 4,1 ton/ha (28%). Kegiatan ini menghasilkan model pemberdayaan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan berbasis riset terapan.
Konsep Mitigasi Bencana pada Kawasan Wisata Kuliner Terapung Torangen di Kota Pare - Pare Agung Imam Kurniawan; Naidah Naing; Ansarullah Ansarullah
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 10 No. 1 (2026): Oktober (INPRESS)
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v10i1.16189

Abstract

This study develops a floating culinary tourism area in Tonrangeng Riverside, Parepare, as an innovative solution to overcome mainland land limitations and maximize tourism potential. A descriptive analytical qualitative method was applied, with the collection of primary data (observation, interviews) and secondary data (literature studies, regulations). The results formulated an integrated zoning system (Culinary, Entertainment, Relaxation, Transportation) that is efficient and responsive to the natural characteristics. The architectural design adopts biomimicry principles of butterfly morphology using corrosion-resistant composite materials, creating an aesthetic and functional visual identity. Crucially, this research integrates a comprehensive disaster mitigation system comprising adaptive floating structures, flexible mooring systems, dedicated evacuation routes, and real-time monitoring, thus creating a safe, comfortable, and sustainable destination. This model complies with national regulatory standards and can serve as a prototype for similar development in other coastal areas of Indonesia.