Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Performance of Stunting Reduction Acceleration Team: An Explorative-Qualitative Study in Indonesia-Timor Leste Border Area Nahak, Maria Paula Marla; Nitsae, Veronika
Kesmas Vol. 19, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a complex issue influenced by multiple factors, including specific factors within and outside the health sector. Achieving a significant reduction in stunting needs the involvement of relevant local government offices in the Stunting Reduction Acceleration Team (SRAT). This study aimed to investigate SRAT performance in a specific context of accelerating stunting reduction in Malaka District. This qualitative study, with a phenomenological approach, was conducted in Malaka District, Indonesia, and Timor Leste Border Area from July to September 2023. This study revealed four major themes of SRAT performance to accelerate stunting reduction in Malaka District: activities to accelerate stunting reduction, challenges faced in implementing the programs, supporting factors for program implementation, and alternative activities initiated by the local government. This study showed that the many local government agencies responsible for specific and sensitive interventions have effectively fulfilled their mandatories and roles in accelerating the elimination of stunting in Malaka District. However, inadequate internal coordination within SRAT has led to a dearth of harmonization in its execution.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA KABUNA Nitsae, Veronika; Tes Mau, Djulianus
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 3 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/ajp.v3i1.61

Abstract

Survey menunjukkan masih banyak kader yang belum berperan aktif dalam melakukan perannya dalam deteksi dini rumbuh kembang balita dan sebanyak 77% kader dalam praktik pengukuran antropometri dan pengisian grafik pada KMS belum dilakukan sesuai prosedur yang benar. Kegiatan yang dilakukan oleh kader posyandu meliputi penimbangan balita, pengukuran tinggi badan atau panjang badan dan pengisian grafik pada KMS. Selain itu pengetahuan kader terkait stunting, deteksi dini tumbuh kembang, peran, tugas dan tanggungjawab kader posyandu sebagian besar dalam kategori cukup yaitu sebanyak 72,7%. Kegiatan dilakukan dengan mitra yaitu kader posyandu balita sebanyak 13 orang di Desa Kabuna. Kegiatan dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman serta keterampilan kader posyandu terkait pencegahan stunting dan deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Kader posyandu mampu untuk mentranferkan ilmu kepada keluarga dengan balita stunting serta kader posyandu mampu melakukan pemantauan tumbuh kembang pada anak balita melalui program pendampingan melalui kunjungan rumah. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan kader posyandu kategori baik 8 orang ( 61,53 %), dan kategori cukup 5 orang (38,46%). Hasil pendampingan menunjukkan peran kader dalam melakukan pemantauan balita secara benar sebanyak 11 orang dengan prosentase 84,46 % dan salah sebanyak 2 orang dengan prosentase 15,38 %. Pendampingan kader perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam mendampingi keluarga balita berupa pemberian makanan tambahan (PMT) sehingga keluarga dapat memahami cara pengolahan makanan lokal dengan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki oleh keluarga sebagai upaya mencapai gizi seimbang balita dalam pencegahan stunting.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI UPTD PUSKESMAS HALIWEN Agrila Mone; Maria Julieta Esperanca Naibili; Veronika Nitsae
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i1.10803

Abstract

Pendahulan : Pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan merupakan faktor penting dalam pencegahan keterlambatan deteksi komplikasi. Keterlambatan mengenali tanda bahaya dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas  maternal,  sehingga  pemetaan  tingkat  pengetahuan  ibu  hamil  sangat diperlukan sebagai dasar intervensi kesehatan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan di UPTD Puskesmas Haliwen tahun 2025. Metode: Penelitian ini  menggunakan  desain  deskriptif  dengan  populasi  seluruh  ibu  hamil  yang tercatat di UPTD Puskesmas Haliwen sebanyak 157 orang. Sampel berjumlah 30 orang yang dipilih menggunakan teknik  convenience sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang tanda bahaya kehamilan yaitu 19  orang  (63,3%),  pengetahuan  cukup  sebanyak  9  orang  (30,0%),  dan pengetahuan kurang sebanyak 2 orang (6,7%). Kesimpulan: Mayoritas ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Haliwen memiliki pengetahuan baik, namun masih terdapat ibu hamil dengan pengetahuan cukup dan kurang yang berisiko mengalami keterlambatan mengenali komplikasi. Tenaga kesehatan, khususnya perawat dan bidan, diharapkan lebih mengoptimalkan edukasi melalui kelas ibu hamil,  konseling,  serta  keterlibatan  keluarga  untuk  meningkatkan  literasi kesehatan maternal. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel lebih besar dan desain analitik untuk mengidentifikasi faktor determinan pengetahuan secara lebih mendalam.