Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

HUBUNGAN PERSEPSI ORANG TUA TENTANG KENAKALAN REMAJA DENGAN PENATALAKSANAAN TUMBUH KEMBANG REMAJA DI DESA ADIKARTO KECAMATAN ADIMULYO KABUPATEN KEBUMEN Retnowati, Eko; -, Marsito; Yuwono, Podo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.882 KB)

Abstract

Adolescence is a period of life that is full of dynamics, which occurs during development and change very rapidly and lasts between 11 to 20 years of age. This period of transition from childhood to adulthood. Growth and development in adolescents can not be separated from a parents attention. Parents are responsible and important role in the management of adolescent growth and development better. The purpose of this study was to determine the relationship between perception parents about the treatment of juvenile delinquency with adolescent growth and development in the Village Adikarto, District Adimulyo, Kebumen. This research uses descriptive method with approach of cross sectional correlation. Data analysis using the Kendall Tau correlation test to determine the relationship between variables. Sample of 33 respondents in the study inclusion and exclusion criteria.There is a significant relationship between parents perception about the management of juvenile delinquency with adolescent growth and development in the Village Adikarto, District Adimulyo, Kebumen indicated by the value of t calculated 0.284 (p = 0.028). There is a significant relationship between parents perception about the management of juvenile delinquency with adolescent growth and development in the Village Adikarto, District Adimulyo, Kebumen.   Keywords: Parents, Juvenile Delinquency, Growth and Development
Hubungan penggunaan obat double anti nyeri pada swamedikasi gout artrhitis terhadap skala nyeri Sholihah, Sitta Hasanatin; Retnowati, Eko; Darto, Darto
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i1.9566

Abstract

Swamedikasi harus dilakukan sesuai dengan penyakit yang dialami. Pelaksanaannya harus memenuhi kriteria penggunaan obat yang rasional antara lain tepat obat, tepat dosis, tidak ada efek samping, tidak ada kontraindikasi, tidak ada interaksi obat, dan tidak ada polifarmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan obat double anti nyeri pada swamedikasi gout arthritis terhadap skala nyeri. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian prospektif dengan teknik wawancara kepada responden untuk menggali data/informasi tentang masalah swamedikasi obat double anti nyeri pada penderita gout arthritis. Populasi yang digunakan adalah sebanyak 60 responden dengan jenis kelamin laki-laki maupun perempuan yang melakukan swamedikasi dengan tujuan untuk pengobatan gout arthritis. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian yang dilakukan, data analisis menggunakan uji Chi Square untuk nilai P value dari hubungan penggunaan obat double anti nyeri pada swamedikasi gout arthritis terhadap skala nyeri adalah 0,399 > 0,05 sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan.
Formulasi salep ekstrak etanol daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata Lamk.) dengan basis cera dan vaselin album Retnowati, Eko; Hasanatin, Sitta; Setyaningsih, Dewi
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 7 No. 2 (2023): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v7i2.9567

Abstract

ABSTRACT The ethanol extract of the leaves of cocor bebek (Kalanchoe pinnata Lamk.) with a concentration of 20% have antibacterial activity. This study aims to determine the physical characteristics of the ethanol extract of cocor duck leaf ointment based on a combination of Cera alba and Vaseline album. The method used in this research is the maceration method using 70% ethanol and the extract concentration used in each formula is 20%. The ointment was made in 5 formulas with a combination of Cera alba and Vaseline album of Fl (5.95), FII (10 90), FIII (15 85), FIV (20 80), FV (25 75). The ointment was tested for physical characteristics including: organoleptic, homogeneity, viscosity, spreadability, adhesion, and pH. The results of the organoleptic and homogeneity tests were analyzed descriptively, while data on dispersion and adhesion were analyzed statistically by one-way ANOVA parametric with a 95% confidence level followed by the Tuckey test, while the viscosity and pH values ​​were analyzed non-parametric statistics using Kruskal Wallis followed by Mann Whitney test. Based on the results showed that the combination of cera alba-vaceline album base produced a homogeneous ointment with different characteristics in viscosity, adhesion, spreadability and pH. Keywords: Ethanol extract, Kalanchoe pinnata, ointment, cera alba, vaseline album   ABSTRAK Ekstrak etanol daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata Lamk.) dengan kadar 20% telah terbukti memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik salep ekstrak etanol daun cocor bebek dengan basis kombinasi cera alba dan vaselin album. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maserasi menggunakan etanol 70% dan konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam tiap formula sebesar 20%. Salep dibuat sebanyak 5 formula dengan kombinasi cera alba:vaselin album yaitu Fl (5:95), FII (10:90), FIII (15:85), FIV (20:80), FV (25:75). Salep diuji karakteristik fisiknya meliputi: organoleptis, homogenitas, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pH. Hasil uji organoleptis dan homogenitas dianalisis secara deskriptif, sedangkan data pada daya sebar dan daya lekat dianalisis secara statistik parametrik Anova satu jalan dengan taraf kepercayaan 95% dilanjutkan uji Tuckey, sedangkan viskositas dan nilai pH dianalisis secara statistik non parametrik menggunakan Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi basis cera alba-vaselin album menghasilkan salep yang homogen dengan karakteristik yang berbeda pada viskositas, daya lekat, daya sebar dan pH. Kata Kunci: Ekstrak etanol, Kalanchoe pinnata, salep, cera alba, vaselin album
Uji Aktivitas Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) Pada Bakteri (Salmonella Typhi, Escherichia Coli, Staphylococus Aureus, Pseudomonas Aerogenosa, dan Stapylococus Epidermidis) Sukoharjanti, Bintari Tri; Retnowati, Eko
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i2.104984

Abstract

Meningkatnya resistensi bakteri patogen terhadap antibiotik menjadi salah satu kendala utama dalam pengobatan infeksi, khususnya terhadap bakteri seperti Salmonella typhi, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus epidermidis. Salah satu alternatif yang dikembangkan adalah penggunaan ekstrak alami, seperti dari cacing tanah (Lumbricus rubellus), yang diketahui mengandung senyawa antibakteri seperti lumbrokinase, peptida, dan enzim proteolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol Lumbricus rubellus terhadap lima bakteri patogen menggunakan metode difusi cakram pada media Nutrient Agar (NA). Uji dilakukan dalam tiga konsentrasi (F1, F2, dan F3). Hasil menunjukkan zona hambat terbesar pada Staphylococcus aureus (16,07 mm, F2) dan Staphylococcus epidermidis (16,72 mm, F3), dikategorikan sebagai respon “kuat” dan “sedang”. Zona hambat pada Salmonella typhi berkisar antara 11,89–13,05 mm (kuat), sedangkan Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli masing-masing menunjukkan respon “sedang”. Kontrol positif cefixime terhadap Salmonella typhi menunjukkan aktivitas sangat kuat (22,80 mm). Hasil ekstrak Lumbricus rubellus memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif, meskipun aktivitasnya bervariasi. Kesimpulan F3 merupakan sediaan paling potensial, dengan aktivitas sedang hingga kuat terhadap hampir semua bakteri uji, khususnya Pseudomonas aeruginosa dan S. epidermidis. Ekstrak cacing tanah memperlihatkan aktivitas kuat terhadap bakteri Gram-positif, dan aktivitas sedang terhadap Gram-negatif.
Upskilling and Reskilling Non-Communicable Disease Cadres for Increasing Chronic Disease Management Lestari, Diana Tri; Retnowati, Eko; Aman, Syahrial
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v6i1.2336

Abstract

Purpose: Non-communicable diseases (NCDs) are often chronic diseases, with the incidence rate increasing every year. All elements are involved in the prevention and management of NCDs. Likewise, NCDs posbindu cadres are the spearhead in the community. This community service aims to improve the knowledge and skills of NCDs posbindu cadres in efforts to prevent, early detect, manage and report NCDs. Method: The method used in community service uses a knowledge transfer approach, science and technology diffusion, asset-based community development and participatory action programs. All cadres of NCDs and Puskesmas were involved in this activity. The program implementation procedure is preceded by socialization, implementation, monitoring and evaluation. Practical Application: The implementation of upskilling and reskilling cadre activities is carried out in 2 stages. There are improving cognitive knowledge with structured education, then the next stage is skill improvement with early detection demonstrations using medical devices. Conclusion: This Upskilling and rekskilling activity for posbindu cadres can improve the knowledge and skills of NCDs posbindu cadres.
Hubungan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Kombinasi Paket 4 Terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Di Instalasi Rawat Jalan Puskesmas Jiken Kabupaten Blora Retnowati, Eko; Dikdayani, Latifah; Asrroyo, Teguh; Mundriyastutik, Yayuk
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycrobacterium Tuberculosis). Sabagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainya. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk Menemukan Hubungan Efek Samping Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Kombinasi Paket 4 Terhadap Tingkat Kepatuhan Pada Pasien Tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan waktu retrosepektif. Populasi dalam penelitian ini yaitu 43 responden, jumlah sampel yang diambil sebanyak 38 responden dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Instrumen menggunakan lembar kuesioner dan lembar checklist dengan menggunakan analisis bivariat yaitu uji statistic Chi Square. Penelitian yang dilakukan pada 38 responden menunjukan terjadinya efek samping yang tidak patuh minum obat sebanyak 19 responden (10.0%), usia yang terjadi efek samping sebanyak 10 responden (5.3%), dan usia yang tidak patuh sebanyak 10 (6.3%). Hasil uji statistik menggunakan chi square diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (kurang dari 0,05) maka Ho ditolak yang berarti terdapat Hubungan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Kombinasi Paket 4 Terhadap Tingkat Kepatuhan. Terdapat hubungan anatara efek samping obat anti tuberkulosis terhadap tingkat kepatuhan minum obat dengan nilai p value = 0,000 ? 0,05.
Effectiveness Test Of Red Spain (Amaranthus Tricolor L.) Ethanol Extract On Healing Incision In White Male Rats Retnowati, Eko; Setyani, Nisa Indah; Trinovita, Yulis
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) merupakan tanaman yang daunnya biasa dikonsumsi oleh masyarakat sebagai sayuran. Daun bayam merah mempunyai kandungan senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang diketahui dapat digunakan untuk proses penyembuhan luka sayat. Luka sayat merupakan jenis luka yang terjadi karena tersayat akibat benda tajam dipermukaan tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih wistar. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental dengan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel adalah 36 tikus jantan putih wistar yang dibagi kedalam 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok normal, kelompok negatif, kelompok positif, ekstrak daun bayam merah 25%, 50% dan 75%. Hasil: Ekstrak etanol daun bayam merah konsentrasi 75% paling efektif terhadap penurunan panjang luka sayat dengan rata-rata presentase tertinggi 100% dibandingkan dengan konsentrasi 25%, 50%. Hasil uji one way anova menunjukkan terdapat perbedaan efektivitas ekstrak daun bayam merah terhadap penyembuhan luka sayat pada semua kelompok perlakuan (p = 0,000). Kesimpulan: Konsentrasi efektif ekstrak etanol daun bayam merah yaitu pada konsentrasi 75% dapat menyembuhkan luka sayat pada tikus jantan putih wistar.
Uji Efektivitas Sediaan Krim Ekstrak Etanol Herba Patah Tulang (Euphorbia Tirucalli L.) terhadap Penyembuhan Luka Sayat Tikus (Wistar) Sukoharjanti, Bintari Tri; Retnowati, Eko; Huda, Nurul; Alami, Devi Ayu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getah Euphorbia tirucalli L. mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, steroid, terpenoid, glikosida, inganen, euphol, sterol, ?-euphorbol, taraxasterol, tirucallol. Flavonoid dan tanin, bermanfaat untuk penanganan luka terbuka. Penelitian ini menggunakan design eksperimental laboratorium dengan tujuan untuk meneliti pengaruh dari sediaan krim ekstrak etanol Batang Patah Tulang terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus jantan putih (wistar), menggunakan pendekatan pretest postest one group design. Populasi dalam penelitian ini menggunakan 30 tikus, jumlah sampel yang diambil sebanyak 25 tikus dibagi dalam 5 kelompok. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Federer. Metode uji yang digunakan yaitu uji Shapiro Wilk, uji Test of Homogeneity of Variances dan uji One Way Anova. Pada penelitian ini menggunakan ekstrak etanol 10% waktu penyembuhan 11 hari, ekstrak 20% selama 9 hari, ekstrak 30% dan kontrol positif selama 7 hari dan pada kontrol negative paling lama yaitu 12 hari. Dari hasil uji yang diperoleh krim ekstrak etanol Herba Patah Tulang mempengaruhi waktu penyembuhan luka sayat pada tikus jantan putih.
Hubungan Kombinasi Oral Diabetes dan Hipertensi terhadap Interaksi Obat pada Pasien Rawat Jalan Puskesmas Kedung-1 Retnowati, Eko; Nirmala, N; Lestari, Devi Renha
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) menjadi penyakit tren saat ini, kejadiannya meningkat 55%. WHO menyatakan angka penderita DM diperkirakan mencapai 366 juta (2030) di dunia, yang menjadikan Indonesia peringkat ke-4 setelah India, China, Amerika Serikat dengan prevalensi 8,6%. Riskesdes menyatakan prevalensi DM meningkat 6,9% ke 10,9%. DM menempati urutan kedua setelah hipertensi di kabupaten Jepara (14,97%). Dan kenaikan 7,8% juga terjadi pada jumlah penyakit diagnosa DM di Puskesmas Kedung I Jepara Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan obat DM tipe 2 komplikasi hipertensi dengan interaksi obat pada pasien rawat jalan di Puskemas Kedung I Jepara Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan jenis observasional. Pendekatan waktu cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif terhadap data rekam medis pasien (Juli 2020 – Juni 2021). Metode pengumpulan data menggunakan data kuantitatif, dianalisis menggunakan analisa univariat dan bivariat. Populasi penelitian ini sebanyak 47 pasien. Teknik sampling menggunakan total sampling didapatkan 43 sampel (4 sampel drop out). Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara oral diabetes dan hipertensi dengan interaksi obat dengan p-value 0,000 < 0,05, dan ada hubungan antara oral diabetes dan hipertensi dengn tingkat keparahan interaksi obat dengan p-value 0,000 < 0,05
Rasionalitas Penggunaan Parasetamol Pasien Anak 1-12 Tahun Dengue Hemorrhagic Fever di Instalasi Rawat Inap RS Sholihah, Sitta Hasanatin; Retnowati, Eko; Fitria, Noor Elvina Lailatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue Hemorhagic Fever (DHF) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini lebih mudah menyerang anak-anak. Fase DHF yang pertama adalah demam, sehingga perlu diberikan parasetamol sebagai antipiretik atau penurun demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas dari kategori tepat indikasi, dosis, cara pemberian, lama pemberian, dan interval waktu penggunaan parasetamol pada pasien anak usia 1-12 tahun Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Jenis penelitian analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang bersifat retrospektif. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan mengambil sampel 71 responden. Instrumen yang digunakan adalah data rekam medis dan lembar cheklist. Data terkumpul kemudian dianalisa menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 69 pasien (97,2%) dikategorikan tepat indikasi, 12 pasien (97,2%) dikategorikan tepat dosis, 63 pasien (88,7%) dikategorikan tepat cara pemberian, 17 pasien (23,9%) dikategorikan tepat lama pemberian, 56 pasien (78,9%) dikategorikan tepat interval waktu pemberian. Sementara sebanyak 2 pasien (2,8%) dikategorikan tidak tepat indikasi, 59 pasien (83,1%) dikategorikan tidak tepat dosis, 8 pasien (11,3%) dikategorikan tidak tepat cara pemberian, 54 pasien (76,1%) dikategorikan tidak tepat lama pemberian, 15 pasien (21,1%) dikategorikan tidak tepat interval waktu pemberian. Rasionalitas penggunaan parasetamol di instalasi rawat inap Rumah Sakit Islam Sunan Kudus lebih banyak daripada yang tidak rasional.