Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Upaya Mengembangkan Usaha Produktif Rumah Tangga di Masa Pandemi Covid 19 Novliza Eka Patrisia; Linda Safitra
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.08 KB) | DOI: 10.36085/jams.v1i1.4550

Abstract

Artikel ini dirangkum dari hasil kegiatan pengabdian yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana proses UKM yang ada saat ini dalam melanjutkan kegiatan usaha nya ditengah keadaan covid 19 ini, UKM dalam hal ini adalah UKM yang berada di lingkungan rumah yang berlokasi di betungan kota Bengkulu.UKM Pelita merupakan salah satu jenis UKM rumah tangga yang telah menjalankan kegiatan nya sejak tahun 2007. UKM ini bergerak di penyediaan hasil produksi makanan tradisional yakni sanjai dan beberapa olahan lainnya yang berasal dari singkong/ketela. Dalam kegiatannya UKM sanjai telah memiliki 8 orang tenaga kerja, yang berasal dari lingkungan setempat. Masa pandemi covid 19 ini tentu sangat berdampak secara langsung pada UKM pelita, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal inilah yang mendorong dilaksanakan nya pengabdian ini. Untuk dapat memberikan motivasi dan pengetahuan teknologi guna mengembangkan UKM Pelita dimasa yang akan datang
A Sosialisasi Aman Bermedia Sosial: - Eceh Trisna Trisna Ayuh; Titi Darmi; Faizal Anwar; Linda Safitra; Hafri Yuliani; Rekho Adriadi
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.861 KB)

Abstract

Social media has such a big impact on social life. Web-based media that can turn communication into interactive dialogue and support social interaction. Social media is generally used to share and participate. Some of the most popular social media sites today include Youtube, Facebook, Instagram, What'sapp and others. Apart from being popular among young people, social media is also popular among millennial mothers. The popularity and ease of access to social media has had various impacts, for example when many social media users are always updating information about various kinds of confidential information that does not deserve to be shared with the public but this appears every day. The information distributed also varies, there are users who spread information related to hoax news, important information and hate speech. It can be exploited by certain persons for personal gain. There will be certain individuals who spread issues of conflict, hostility and disappointment towards the government because they are seen as not paying attention to their people. There are also those who distribute videos depicting how bad the government is so that the message is swallowed whole. Meanwhile, the general public will immediately absorb the information presented on social media without finding out the truth. Therefore, the role of social media in managing issues and being safe in social media is really needed as a guide and measure for us to be smart in social media (smartphone people). So that the information contained on social media can make people think positively and take recommended actions to maintain their health. This service research aims to increase the selectivity of the community in receiving information in the era of the rapid flow of information. In the Community Service Research that has been carried out, in essence not all information on social media is in accordance with the facts, so users need to filter it before sharing. As a smart user and who also acts as citizen journalism, he should provide information that is positive, useful, does not contain suggestions, does not trigger conflict and can build unity and unity. Whether or not the use of social media is appropriate depends on its users, whether they can be smart or not. Being a savvy social media user can make social media safety possible.
Strategi Dalam Mewujudkan Sapta Pesona Wisata Pantai di Bengkulu Linda Safitra
Journal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan Vol. 12 No. 2 (2023): JISPAR
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jispar.v12i2.9911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah dalam mewujudkan sapta pesona wisata pantai di Kota Bengkulu melalui teori Fungsionalisme Struktural khususnya konsep AGIL yang dikemukakan oleh Talcot Parsons. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan memilih salah satu pendekatan dalam metode penelitian kualitatif yang sesusi yaitu pendekan studi kasus. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui tiga teknik yang meliputi teknik observasi, wawancara tidak berstruktur serta pengumpulan dokumen. Informan penelitian ditentukan melalui teknik snowball. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 2 strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bengkulu yaitu melalui membangun perilaku hidup sehat dan bersih, serta meningkatkan nilai estetika wilayah pantai yang diciptakan melalui penyediaan akomodasi yang nyaman. Kedua strategi itu mempunyai tujuan akhir untuk mewujudkan unsur-unsur dalam sapta pesona pariwisata yaitu aman, tertib, bersih, ramah tamah, sejuk, indah dan kenanagn baik. Selanjutnya jika dianalisis mealui skema AGIL Talcot Parsons terlihat bahwa proses adaptasi, penetapan tujuan, integrasi, dan pemeliharaan pola sudah memiliki sistem awal namun sudah menuju ke arah pengutamaan perbaikan secara berkala dan penyesuaian terhadap perubahan dan kebutuhan pariwisata masyarakat saat ini.
Pemanfaatan Keanekaragaman Kearifan Lokal Masyarakat Pedesaan untuk Penanggulangan Stunting Linda Safitra; Rifa’i Rifa’i; Betti Zuyina Mardiya
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 4 No. 2 (2023): (DESEMBER 2023) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v4i2.8039

Abstract

Penelitian dengan judul pemanfaatan kearifan lokal masyarakat pedesaan untuk penanggulangan stunting bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis tentang pemanfaatan kearifan lokal masyarakat pedesaan untuk penanggulangan stunting khususnya di Desa Talang Berantai Kabupaten Bengkulu Utara. Dalam mencapai tujuan penelitian dipilih metode penelitian kualitatif, dengan alasan fokus utama penelitian adalah melihat makna subyektif dari subjek penelitian. Purposive sampling merupakan teknik penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini. Sementara untuk mengumpulkan data dan informasi penelitian digunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada tiga kearifan lokal  masyarakat Desa Talang Berantai yang relevan dimanfaatkan salam penanggulangan stunting yaitu Pertama, Kearifan lokal masyarakat yang mengutamakan pemanfaatan sumber makanan lokal di desa Talang Berangin untuk dikonsumsi ibu hamil dan balita, kedua Kearifan lokal tentang cara-cara tradisional dalam mengelola makanan untuk ibu hamil dan balita, dan yang ketiga kearifan lokal terkait waktu pemberian makanan bagi balita. Tiga kearifan lokal ini selalu dipertahankan dalam interaksi keseharian dalam kehidupan masyarakatnya sehingga masih terjaga kelestariannya sampai saat ini.
Pemanfaatan Keanekaragaman Kearifan Lokal Masyarakat Pedesaan untuk Penanggulangan Stunting Linda Safitra; Rifa’i Rifa’i; Betti Zuyina Mardiya
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 4 No. 2 (2023): (DESEMBER 2023) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v4i2.8039

Abstract

Penelitian dengan judul pemanfaatan kearifan lokal masyarakat pedesaan untuk penanggulangan stunting bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis tentang pemanfaatan kearifan lokal masyarakat pedesaan untuk penanggulangan stunting khususnya di Desa Talang Berantai Kabupaten Bengkulu Utara. Dalam mencapai tujuan penelitian dipilih metode penelitian kualitatif, dengan alasan fokus utama penelitian adalah melihat makna subyektif dari subjek penelitian. Purposive sampling merupakan teknik penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini. Sementara untuk mengumpulkan data dan informasi penelitian digunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada tiga kearifan lokal  masyarakat Desa Talang Berantai yang relevan dimanfaatkan salam penanggulangan stunting yaitu Pertama, Kearifan lokal masyarakat yang mengutamakan pemanfaatan sumber makanan lokal di desa Talang Berangin untuk dikonsumsi ibu hamil dan balita, kedua Kearifan lokal tentang cara-cara tradisional dalam mengelola makanan untuk ibu hamil dan balita, dan yang ketiga kearifan lokal terkait waktu pemberian makanan bagi balita. Tiga kearifan lokal ini selalu dipertahankan dalam interaksi keseharian dalam kehidupan masyarakatnya sehingga masih terjaga kelestariannya sampai saat ini.
Pemberdayaan Ibu Muda dalam Pemenuhan ASI Eksklusif sebagai Upaya Pencegahan Stunting Linda Safitra; Melly Eka Karina; Susiyanto Susiyanto; Mukhlizar Mukhlizar; Hafri Yuliani
Collaborative: Journal of Community Service Vol 1 No 3 (2025): (JULY) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/4dd2nk36

Abstract

Sebagai respon atas meningkatnya angka stunting yang mencapai 14% pada tahun 2024, pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Pagar Dewa, Kecamatan Kelam Tengah, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Salah satu strategi pencegahannya adalah dengan memberdayakan para ibu muda untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, mengingat ASI mengandung nutrisi lengkap yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Namun, praktik ini belum sepenuhnya terlaksana karena masih banyak ibu muda yang belum memahami manfaatnya, terpengaruh oleh mitos, menghadapi tekanan sosial, serta kurangnya ruang laktasi dan fasilitas pendukung lainnya. Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kemampuan para ibu muda melalui pendidikan partisipatif, pelatihan, diskusi kelompok, dan pengembangan kelompok pendukung menyusui. Pengajar dan mahasiswa dari Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Bengkulu melaksanakan kegiatan ini dengan bantuan dari pemerintah desa dan tenaga medis. Analisis SWOT menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif dan ilmiah dari program ini merupakan poin terkuatnya, namun juga menghadapi hambatan dari batas-batas budaya dan sumber daya yang langka. Sinergi lintas sektoral dan penggunaan media digital untuk penyebaran pengetahuan memberikan prospek pengembangan. Meningkatnya kebiasaan pemberian ASI eksklusif, pengembangan jaringan dukungan sosial yang kuat untuk ibu menyusui, dan pencapaian tujuan menurunkan angka stunting di Kabupaten Kaur menjadi 9% adalah hasil yang diharapkan. Selain itu, sebagai paradigma pemberdayaan berbasis masyarakat yang berhasil dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak, inisiatif ini dapat direproduksi di daerah lain.
The Aisyiyah Child Protection Model: A Retrospective Life-Course Analysis of Maqâshid al-Syarî‘ah in Adolescent Pregnancy Betra Sarianti; Linda Safitra
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 30, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v30i1.11037

Abstract

This article examines the Aisyiyah Child Protection Model as a transformative framework for addressing teenage pregnancy within Islamic family law in Indonesia, moving beyond formal legal marriage. Driven by the high number of requests for marriage dispensations, this study aims to evaluate the effectiveness of this non-marital support ecosystem against the legalistic enforcement of the Religious Court. Employing a qualitative-empirical approach within a retrospective life-course analysis, data were collected from a qualitative content analysis of 408 marriage dispensation case files at the Class 1A Religious Court of Bengkulu (2020-2024), alongside in-depth, open-ended interviews with key institutional and community informants. These informants included executives of Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Aisyiyah, professional social workers (Peksos), religious court judges, biological/adoptive parents, and the Head of Neighborhood Unit 16 in Rawa Makmur, Bengkulu City, who served as a 25-year community historical witness for past retrospective cases. The findings reveal a judicial paradox where judges granted 100% of dispensation petitions due to emergency pregnancies and intense parental pressure to conceal social stigma, which conversely triggered high school dropout rates and long-term socio-economic vulnerability. Conversely, the Aisyiyah Protection Model has proven highly successful in the long term. By enforcing strict conditionality for absolute educational continuity, utilizing structured family economic empowerment, and leveraging community-backed foster care systems, the model successfully secures the dimensions of hifz al-nafs (protection of life) and hifz al-nasl (protection of lineage). Longitudinal evidence demonstrates that by bypassing forced marriage, teenage mothers successfully achieved university degrees while their children transitioned into adulthood (16-20 years old) with a stable, multidimensional quality of life (hayat tayyibah). Artikel ini mengkaji Model Perlindungan Anak Aisyiyah sebagai kerangka kerja transformatif dalam menangani kehamilan remaja dalam ranah hukum keluarga Islam di Indonesia, dengan melangkah melampaui formalitas pernikahan legal. Dipicu oleh tingginya permohonan dispensasi kawin, studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekosistem pendampingan non-marital ini terhadap penegakan legalistik di Pengadilan Agama. Menggunakan pendekatan kualitatif-empiris dengan analisis alur-hidup retrospektif (retrospective life-course analysis), data dikumpulkan melalui analisis isi kualitatif terhadap 408 berkas perkara dispensasi kawin di Pengadilan Agama Kelas 1A Bengkulu (2020-2024), serta wawancara mendalam dan terbuka dengan informan kunci institusional dan komunitas. Informan tersebut meliputi pengurus Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Aisyiyah, pekerja sosial profesional (Peksos), hakim pengadilan agama, orang tua kandung/angkat, dan Ketua RT 16 Rawa Makmur, Kota Bengkulu yang bertindak sebagai saksi sejarah komunitas selama 25 tahun untuk kasus-kasus retrospektif masa lalu. Temuan penelitian mengungkap adanya paradoks yudisial di mana hakim mengabulkan 100% permohonan dispensasi akibat kehamilan darurat dan tekanan kuat orang tua untuk menutupi aib sosial, yang sebaliknya justru memicu tingginya angka putus sekolah dan kerentanan sosio-ekonomi jangka panjang. Sebaliknya, Model Perlindungan Anak Aisyiyah terbukti sangat sukses dalam jangka panjang. Dengan menerapkan syarat ketat untuk keberlanjutan pendidikan mutlak, memanfaatkan pemberdayaan ekonomi keluarga yang terstruktur, dan menggerakkan sistem orang tua asuh berbasis komunitas, model ini berhasil mengamankan dimensi hifz al-nafs (perlindungan jiwa) dan hifz al-nasl (perlindungan keturunan). Bukti longitudinal menunjukkan bahwa dengan menghindari pernikahan paksa, ibu remaja sukses meraih gelar sarjana sementara anak-anak mereka tumbuh dewasa (usia 16-20 tahun) dengan kualitas hidup multidimensi yang stabil (hayat tayyibah).
Perubahan Perilaku pada Pelaku Pernikahan Usia Dini (di Desa Padang Capo Kab. Seluma Prov. Bengkulu) Ririn Shepta Deanty; Linda Safitra; Ayu Wijayanti
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i3.5947

Abstract

This study aims to analyze the behavioral changes experienced by perpetrators of early marriage in Padang Capo Village, Seluma Regency, Bengkulu Province. Early marriage is still a pressing problem, especially in rural areas, despite various counseling efforts and government policies. This practice is generally influenced by low socioeconomic conditions, local cultural norms, limited education, and pregnancy before marriage. This study used a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation. To understand the behavioral changes that occur, this study uses behavioral theory in sociology, which emphasizes that individual behavior is formed through the process of social learning, reinforcement from the environment, and adaptation to new social norms and roles.The main subjects in this study are four individuals who married under the age of 18. The results showed that early marriage resulted in complex and multidimensional behavioral changes, including emotional, psychological, social, and family aspects. Some informants experienced high emotional stress, limited access to education, and loss of personal freedom, especially after giving birth. However, some also showed signs of adaptation and emotional growth in their marital relationships. Changes in the social environment and new responsibilities contributed to.
SOCIAL CONSTRUCTION OF THE HEDONIST LIFESTYLE OF FISIP STUDENTS IN THE DIGITAL ERA: A COMPARATIVE STUDY OF UMB AND KKU THAILAND Aulia Ardha Putri; Lesti Heriyanti; Linda Safitra; Alim Bubu Swarga
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v14i3.101925

Abstract

Hedonism has become a collective phenomenon among students, especially at the Faculty of Social and Political Sciences (FISIP), Universitas Muhammadiyah Bengkulu, influenced by social interaction, academic pressure, and consumerist culture through social media. This study aims to reveal the dynamics of hedonic lifestyle, the driving factors, manifestations, and their impact on students' academic and financial behaviour. A qualitative method with a phenomenological approach was used to explore the subjective meaning of the practice of hedonism. Data were collected through in-depth interviews with five informants, participatory observation, and documentation. The results showed that peer pressure, social media influence, and emotional escape are the main drivers of hedonism. Students tend to spend money on branded goods, hang out in cafes, and use financial facilities such as e-wallets and paylater. This behaviour often leads to poor financial management and negligence in studies. From the perspective of social construction theory, hedonism reflects the process of identity formation and social acceptance shaped by the campus environment and the digital world. This study concludes that hedonic tendencies are not only an individual choice but also a social reality that requires institutional attention, particularly through financial literacy education and the creation of a supportive campus environment.
LITERASI FINANSIAL DAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN MELALUI PEMBUATAN CELENGAN BOTOL PLASTIK BAGI SISWA SDN 48 BENGKULU Mukhlizar Mukhlizar; Linda Safitra; Mely Eka Karina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v8i3.9651

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SDN 48 Bengkulu selama dua minggu dengan puncak kegiatan pada 6 Agustus 2025, sebagai respons atas rendahnya kebiasaan menabung siswa sekolah dasar serta perlunya penguatan kepedulian lingkungan melalui praktik sederhana di sekolah. Kegiatan bertujuan meningkatkan literasi finansial siswa melalui pembiasaan menabung sekaligus menanamkan perilaku peduli lingkungan melalui pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media celengan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif tentang pentingnya menabung dan pengelolaan uang saku, diskusi dan tanya jawab, praktik pembuatan celengan dari botol plastik, serta pendampingan lanjutan untuk mendorong konsistensi penggunaan celengan dalam aktivitas menabung harian. Pendekatan partisipatif diterapkan dengan melibatkan siswa secara aktif dan didukung pendampingan guru agar praktik menabung dapat berlanjut di sekolah maupun di rumah. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan minat dan pemahaman siswa terhadap kebiasaan menabung hingga 85% setelah program, ditunjukkan oleh antusiasme mengikuti kegiatan, kemampuan menjelaskan manfaat menabung, dan kesediaan menggunakan celengan botol plastik sebagai sarana menabung. Disimpulkan bahwa integrasi literasi finansial dan edukasi lingkungan melalui celengan botol plastik efektif membentuk kebiasaan menabung sekaligus menumbuhkan nilai guna ulang dan kepedulian lingkungan pada siswa sekolah dasar.