Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Permukiman

Sifat Fisis dan Mekanis Bambu Laminasi Bahan Berbentuk Pelupuh (Zephyr) dengan Penambahan Metanol sebagai Pengencer Perekat Cahyadi, Dany; Firmanti, Anita; Subiyanto, Bambang
Jurnal Permukiman Vol 7 No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2012.7.1-4

Abstract

Penelitian bambu laminasi dengan menggunakan bahan berbentuk pelupuh (zephyr) dengan menggunakan perekat thermosetting yang artinya menggunakan kempa panas telah banyak dilakukan. Tetapi teknologi pembuatan bambu laminasi dengan menggunakan kempa dingin belum banyak dilakukan terutama berbahan baku bambu berbentuk pelupuh dengan menggunakan perekat poly urethane. Salah satu masalah penggunaan perekat ini adalah kekentalannya yang cukup tinggi sehingga menyulitkan pada proses pelaburan perekat pada bambu. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penelitian pembuatan bambu laminasi berbahan bambu berbentuk pelupuh yang dalam proses pembuatannya menggunakan perekat water based polymer-isocyanate (Koyobond) yang diencerkan dengan metanol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan metanol terhadap sifat fisis dan mekanis bambu laminasi berbahan bambu berbentuk pelupuh. Dalam pembuatan panel bambu komposit dengan ukuran 85 cm x 40 cm x 5 cm dengan variasi berat labur 150 g/m2, 200 g/m2, dan 250 g/m2, serta variasi kadar metanol 1%, 3%, dan 5% dari berat perekat. Kemudian dilakukan pengujian sifat fisis dan mekanis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan metanol dapat menurunkan penyerapan air dan pengembangan tebal, dan dapat meningkatkan sifat mekanisnya.
Analisis Pengembangan Unit Produksi Conblock dan Paving Block Berbasis Limbah Batubara dalam Rangka Mendukung Pembangunan Rumah Murah Firmanti, Anita; Aventi, Aventi; Cahyadi, Dany; Sugiarto, Aan; Sugiharto, Bambang; Subiyanto, Bambang
Jurnal Permukiman Vol 7 No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2012.7.5-12

Abstract

Fly-ash dan bottom ash yang merupakan hasil samping (by-product) pada pembakaran batubara untuk energi dapat dimanfaatkan untuk conblock maupun paving block yang memenuhi SNI. Selain dilakukan validasi terhadap kualitas produk yang dihasilkan, untuk mengetahui kelayakan juga dilakukan analisis pasar, analisis keekonomian dan finansial serta dilakukan analisis lingkungan pengembangan conblock dan paving block yang diproduksi dengan peralatan semi masinal maupun full-machinal. Hasil analisis pasar menunjukkan bahwa unit produksi bahan bangunan yang dikembangkan sangat prospektif terutama bila dikaitkan dengan kebutuhan pembangunan rumah dan jalan lingkungan. Berdasarkan analisis NPV, IRR, BEP dan PI diketahui bahwa unit produksi bahan bangunan yang dikembangkan terutama yang dengan full - machinal sangat menguntungkan. Hasil analisis lingkungan menunjukkan bahwa beton/ bata fly-ash atau bottom ash tidak berbahaya yang didukung pula dari nilai uji TCLP yang menunjukkan nilai terlarut di bawah baku mutu yang disyaratkan
Sifat Fisis dan Mekanis Papan Semen Partikel Kayu Akasia (Acasia mangium) dan Sengon (Paraserienthes falcataria) Cahyadi, Dany; Sugiarto, Aan; Firmanti, Anita; Subiyanto, Bambang
Jurnal Permukiman Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2012.7.95-100

Abstract

Kayu yang dapat diperoleh saat ini sebagian besar adalah kayu cepat tumbuh yang mempunyai sifat -sifat dasar yang berbeda dengan jenis kayu komersial. Informasi dasar pemanfaatan kayu cepat tumbuh sebagai bahan baku dalam pembuatan papan partikel dengan perekat semen masih minim, sehingga untuk memperkaya informasi perlu dilakukan penelitian pemanfaatan kayu cepat tumbuh sebagai bahan bangunan alternatif seperti kayu akasia (Acasia mangium) dan sengon (Paraserienthes falcataria). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan seoptimal mungkin kayu cepat tumbuh sebagai komponen bahan bangunan alternatif pengganti kayu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental berupa pembuatan papan semen skala penuh berukuran 60 cm x 120 cm x 0,9 cm di kempa dingin dengan tekanan 30 kg/cm2 menggunakan mesin kempa dingin selama 1 menit untuk mencapai target kerapatan 1,15 gr/cm 3 kemudian di klem selama 24 jam. Komposisi semen dan bahan kayu yang digunakan adalah 1 : 2,75 dengan faktor air-semen sebesar 0,5;dan CaCl2 sebagai katalisator sebesar 2,5% dari berat semen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa papan semen kayu cepat tumbuh dapat digunakan sebagai bahan bangunan alternatif, tetapi harus dikembangkan lebih lanjut dengan variasi komposisi yang lebih banyak dan adanya perlakuan pendahuluan terhadap partikel kayu yang akan digunakan.
Pemanfaatan Abu Terbang dan Sebuk Gergaji untuk Pembuatan Mortar Ringan Geopolimer Cahyadi, Dany; Triastuti, Triastuti; Firmanti, Anita; Subiyanto, Bambang
Jurnal Permukiman Vol 7 No 3 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2012.7.170-175

Abstract

Pemanasan global telah menjadi permasalahan hampir di semua negara saat ini. Salah satu penyebabnya adalah emisi karbondioksida yang dihasilkan dari pembuatan semen. Pengurangan emisi karbondioksida dapat dilakukan dengan cara mengurangi penggunaan semen dalam pembuatan beton dan memanfaatkan material tambahan yang mempunyai sifat seperti semen sebagai bahan penggantinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan abu terbang dan serbuk gergaji terhadap sifat fisik dan mekanik mortar ringan geopolimer. Dalam penelitian ini, bahan-bahan yang digunakan meliputi abu terbang, serbuk gergaji akasia mangium, pasir, agregat ringan, larutan Natrium hidroksida (NaOH) dan larutan Natrium Silikat. Perbandingan semen – pasir dan abu terbang – pasir yaitu 1 : 2 (berdasarkan berat) dengan rasio air-semen sebesar 0,25; 0,3 dan 0, 35, dengan variasi kadar serbuk gergaji yang dipakai adalah 10%; 20%, 30% dan 40%. Komposisi antara larutan Natrium hidroksida dan larutan Natrium Silikat adalah 1 : 2 (berdasarkan volume). Pengujian dilakukan setelah benda uji berumur 7 hari dan 28 hari untuk mortar geopolimer dan mortar kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian semen Portland dengan abu terbang serta penambahan larutan Natrium hidroksida dan larutan Natrium Silikat ke dalam campuran dapat meningkatkan kuat tekannya sampai 19,7 Mpa dibandingkan dengan kuat tekan mortar kontrol sebesar 15,3 MPa. Sedangkan penambahan kadar serbuk gergaji ternyata menurunkan kuat tekan menjadi 8,1 MPa.