Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Effect of Problem Based Learning Worksheet on Critical Thinking Skills of Eight Grade Students: A Perspective from Gender Difference Ardiansyah, Angga; Mulyati*, Yayuk; Wicaksono, Azizul Ghofar Candra
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 12, No 2 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpsi.v12i2.36838

Abstract

Critical thinking skills (CTS) are essential in the 4.0 era. However, the attempts to enhance these skills during learning are still suboptimal, particularly in science education at the junior high school. Gender is believed as one affecting factor on students critical thinking. The research investigated the effects of problem based learning (PBL) student worksheets on students critical thinking from the perspective of gender differences. This quasy experimental research applied pretest-posttest nonequivalent multiple group design. The samples were chosen through purposive sampling, resulting in one male class having 24 students and one female class having 24 students. The research instruments included a lesson plan, a PBL-based student worksheet, and pretest-posttest questions that had been validated. Data analysis uses statistical tests in the form of paired and independent sample t-tests, and N-gain. The analysis indicated that using PBL-based student worksheets increases CTS more effectively in female students than in male students. These are proven by paired and independent sample t-tests showing a significant difference (Sig. 2-tailed = 0.000 0.050) with N-gain signifies a moderate increase of 0.6 for male students and a high increase of 0.7 for female students. These findings may serve as recommendations to enhance students critical thinking and as a reference for gender-segregated schools in designing learning programs that optimize the role of each gender
Implementasi Virtual Lab dalam Pembelajaran Mendalam untuk Meningkatkan Kompetensi Guru IPA SMP Kabupaten Batang Siswanto, Joko; Hayat, Muhammad Syaipul; Patonah, Siti; Wicaksono, Azizul Ghofar Candra
Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/se.v4i1.11934

Abstract

Pembelajaran IPA di SMP Kabupaten Batang masih menghadapi keterbatasan sarana laboratorium dan rendahnya frekuensi praktikum, sehingga berdampak pada kurang optimalnya penerapan pembelajaran mendalam. Kondisi ini diperkuat oleh temuan awal bahwa sebagian besar sekolah belum memanfaatkan teknologi digital secara efektif untuk mendukung pembelajaran mendalam. Virtual lab menjadi solusi strategis untuk menjembatani keterbatasan fasilitas sekaligus mendorong pembelajaran IPA yang lebih bermakna, interaktif, dan berpusat pada siswa. Namun demikian, pemanfaatan virtual lab oleh guru IPA masih terbatas akibat minimnya kompetensi pedagogik dan literasi digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru IPA SMP Kabupaten Batang dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran mendalam berbantuan virtual lab. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, workshop pemanfaatan virtual lab, pendampingan penyusunan dan implementasi perangkat pembelajaran, evaluasi, serta monitoring keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% guru mengalami peningkatan kemampuan dalam merancang pembelajaran IPA yang sistematis dan selaras dengan prinsip pembelajaran mendalam. Guru berhasil menghasilkan dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran berbasis virtual lab, serta menunjukkan peningkatan kualitas proses pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis inkuiri. Program ini juga memperkuat peran MGMP IPA sebagai wadah kolaborasi profesional.
The Characteristics of the Thinking Scale of Class X Students on the Water Cycle Material Devi Oktaviani Safitri; Azizul Ghofar Candra Wicaksono; Prasetiyo
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 14 No. 1 (2026): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v14i1.19698

Abstract

This study aims to describe the characteristics of the systems thinking abilities of Class X students in the water cycle material across the cognitive and affective domains. The research uses a quantitative descriptive approach with a survey method. The research  sample consis of 80 Class X students from SMA Negeri 10 Semarang, selected through purposive sampling. The research instruments included a multiple-choice test to measure systems thinking abilities in the cognitive domain and attitude questionnaires to measure the affective domain. The instruments were developed based on a hierarchical systems thinking framework and a systems thinking scale. The data were analyzed descriptively and tested using the Pearson Product Moment correlation. The results show that the cognitive domain systems thinking abilities are in the high category, particularly at the analysis level, where more than 70% of students reached the high category, while the synthesis and implementation levels are in the moderate category. The affective systems thinking abilities are generally in the moderate category, with percentages ranging from 52.50% to 81.25%. There is a very strong and significant relationship between the cognitive and affective domains at the same level is considered low to moderate.These findings highlight the need for more context-rich integrative learning to optimize students’ systems thinking abilities.
ASSOCIATION BETWEEN MOTIVATION AND PROBLEM-SOLVING ABILITY: A REVIEW OF LITERATURE AND CORRELATIONAL META-ANALYSIS Azizul Ghofar Candra Wicaksono; Ismi Nurul Qomariyah
JPPIPA (Jurnal Penelitian Pendidikan IPA) Vol. 11 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya in collaboration with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v11n1.p48-60

Abstract

This study was aimed at providing quantitative analysis of correlation between motivation and problem-solving ability. We conducted a systematic review from several published studies from 2000 to 2025. The studies collected in this review were selected from comprehensive search through databases including Google scholar, Science Direct, ERIC, and Research Gate. There are some inclusion criteria for literature selection including the using standardized problem-solving test and motivation questionnaire, and the availability of reported correlation coefficients. A total of 23 studies with 56 different samples were gathered in this review. The study showed that the average correlation from the studies showed low coefficient (r = .155, z = .157). The majority of studies used self-regulation, self-efficacy, intrinsic, and extrinsic motivation for measuring motivation level of students. Complex problem solving (CPS) was the most used test for assessing problem solving. A higher correlation between motivation and problem-solving ability was seen in the middle school level but shows similar trend over the educational level. Findings from the analysis imply that motivational factors will support problem solving in indirect ways. It gives challenge of instructional design to improve problem solving ability with integration of motivational factors.
Manajemen Kelas dalam Problem-Based Learning pada Materi Keanekaragaman Hayati: Perannya dalam Mendukung Keterampilan Berpikir Kritis dan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Aftakhul Rizkyana Meilani; Eny Hartadiyati Wasikin Haryanti; Azizul Ghofar Candra Wicaksono
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5081

Abstract

Keterampilan berpikir kritis dan sikap peduli lingkungan merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran biologi abad ke-21, terutama pada materi keanekaragaman hayati yang berkaitan erat dengan isu kerusakan lingkungan dan upaya pelestarian. Namun, keberhasilan pembelajaran berbasis masalah tidak hanya ditentukan oleh model pembelajaran yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas agar proses diskusi, pemecahan masalah, dan interaksi siswa berlangsung efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kelas dalam penerapan model Problem Based Learning pada materi keanekaragaman hayati serta pengaruhnya terhadap keterampilan berpikir kritis dan sikap peduli lingkungan siswa. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan embedded design dan pendekatan kuantitatif dominan. Subjek penelitian adalah 35 siswa kelas X SMA Negeri 11 Semarang. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis, angket sikap peduli lingkungan, dan lembar observasi manajemen kelas. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji normalitas, paired sample t-test, N-Gain, dan effect size, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pelaksanaan manajemen kelas dalam pembelajaran PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan manajemen kelas melalui manajemen kurikulum dan instruksional, perilaku siswa, lingkungan fisik, serta lingkungan sosial kelas yang didukung oleh penerapan prinsip dan pendekatan manajemen kelas. Penerapan tersebut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai dari 8,94 pada pretest menjadi 22,20 pada posttest, nilai N-Gain sebesar 0,88 (kategori tinggi), dan effect size sebesar 4,734 (kategori sangat tinggi). Hasil angket menunjukkan bahwa sikap peduli lingkungan siswa berada pada kategori mulai berkembang dengan rata-rata skor 3,33 dan persentase 83,45%. Oleh karena itu, penerapan model PBL yang didukung oleh manajemen kelas yang efektif mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis sekaligus menumbuhkan sikap peduli lingkungan siswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran manajemen kelas sebagai faktor pendukung keberhasilan pembelajaran berbasis masalah dalam mengembangkan kompetensi abad ke-21.
Pelatihan Pembuatan Terrarium untuk Mengembangkan Metakognisi dan Sikap Entrepreneurship Siswa di MA Roudlotul Mubtadiin, Jepara Azizul Ghofar Candra Wicaksono; Atip Nurwahyunani; Ipah Budi Minarti; Muhammad Amiruddin
Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51651/pjpm.v6i3.580

Abstract

This workshop program aimed to develop students' metacognition and entrepreneurial attitudes through terrarium-making activities integrated into biology learning at MA Roudlotul Mubtadiin, Jepara. The workshop was implemented in several sessions. First, students attended a lecture and discussion on the concepts of terrariums, metacognition, and entrepreneurship. Second, students worked in groups to create their own terrariums. Following the workshop, students' metacognition and entrepreneurial attitudes were assessed using questionnaires. The results showed that more than 60% of the students demonstrated positive entrepreneurial attitudes, reflecting their interest in participating in entrepreneurship learning and related programs. Furthermore, students exhibited high levels of metacognition (M = 75.55–77.72), indicating their ability to plan, monitor, regulate, and evaluate their work effectively. Therefore, the terrarium-making workshop program has the potential to enhance students' metacognition and entrepreneurial attitudes.