Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Kedokteran

DAYA GUNA PARASETAMOL DIBANDINGKAN PLASEBO DALAM MENGATASI NYERI Maulana, Akhada; Singodimedjo, Prawito
Jurnal Kedokteran Vol 3 No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian: Mengetahui daya guna parasetamol dalam mengatasi nyeri saat dilakukan penglepasan kateter uretra pada pasien yang terpasang kateter dibandingkan dengan plasebo. Bahan dan Cara: Penelitian ini adalah uji klinis secara acak terkontrol tersamar ganda pada 26 orang pasien pria terpasang kateter uretra, yang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok 1 terdiri dari 13 orang diberikan parasetamol tablet 500 mg dan kelompok 2 terdiri dari 13 orang diberikan plasebo. Pasien akan dinilai persepsi nyerinya dengan Visual Analog Scale saat dilepas kateternya, kemudian dianalisa statistik dengan menggunakan independent T-Test. Hasil Penelitian: Umur pasien pada kedua kelompok tidak berbeda bermakna. Persepsi nyeri pada kedua kelompok adalah ringan. Tidak terdapat perbedaan bermakna persepsi nyeri pada kedua kelompok saat dilakukan penglepasan kateter uretra (p = 0,759). Simpulan: Pemberian parasetamol tidak mengurangi nyeri secara bermakna diandingkan plasebo saat dilakukan penglepasan kateter uretra. Kata Kunci: Penglepasan kateter uretra, nyeri, visual analog scale, parasetamol, placebo.
Evaluasi Angka Bebas Batu pada Pasien Batu Ginjal yang Dilakukan ESWL Berdasarkan Letak dan Ukuran Batu di Rumah Sakit Harapan Keluarga Mataram Periode 2015-2016 Abdurrosid, Lalu Muhammad Kamal; Maulana, Akhada; Hapsari, Yunita; Nandana, Pandu Ishaq
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Batu saluran kemih adalah batu yang terdapat dalam saluran kemih atau traktus urinarius, dimana lokaisnya dapat berada di organ ginjal, saluran ureter dan uretra, serta kandung kemih atau buli-buli. Prevalensi batu ginjal diperkirakan antara 1%- 15%, dan memiliki variasi menurut usia, jenis kelamin, ras, dan lokasi geografis. Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) merupakan terapi non-invasif yang menjadi tatalaksana pada batu ginjal. Terdapat berbagai faktor yang diduga dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan ESWL, diantaranya lokasi batu dan ukuran batu ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara lokasi batu dan ukuran batu dengan tingkat keberhasilan ESWL pada pasien batu ginjal. Metode: Merupakan penelitian non eksperimental menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional yang diamati secara retrospektif. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Harapan Keluarga Mataram dengan mengambil 67 data rekam medis tahun 2015-2016 dengan batu ginjal yang sudah dilakukan ESWL. Data kemudian dikelompokkan sesuai dengan kategori ukuran batu (diameter <5 mm, 5-10 mm, 11-20 mm dan >20 mm) dan lokasi batu (kaliks superior, kaliks media, kaliks inferior, pyelum, dan uretero-pelvic-junction), lalu dihitung persentase keberhasilan ESWL dan dianalisis dengan uji koefisien kontingensi untuk melihat kemaknaannya. Hasil: Didapatkan bahwa sampel memiliki rentang usia 13-73 tahun (rerata 45,4 tahun). Persentase keberhasilan ESWL lebih tinggi pada batu ukuran <5 mm (100%), 5-10 mm (100%) dibanding batu ukuran ≥10 mm (94%). Didapatkan juga persentase keberhasilan ESWL lebih tinggi pada batu kaliks superior (100%), kaliks media (100%), pyelum (100%), dan UPJ (100%) dibandingkan kaliks inferior (93%). Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara lokasi dan ukuran batu ginjal dengan tingkat keberhasilan ESWL dengan nilai p berturut-turut 0,556 dan 0,326. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara lokasi dan ukuran batu ginjal dengan tingkat keberhasilan ESWL.
Tindakan Litotripsi Transuretra Pada Batu Kandung Kemih Ukuran Besar Di RS Harapan Keluarga Mataram Maulana, Akhada; Nandana, Pandu I.; Salatiah, Novita L.
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Angka kejadian batu buli cukup tinggi di negara berkembang, dengan banyak kejadian batu berukuran besar. Pada kasus ini ditemukan batu buli dengan ukuran >3 cm dan berhasil dilakukan pengambilan batu tanpa melalui prosedur bedah terbuka. Tujuan: Untuk melaporkan satu kasus tindakan litotripsi transuretra pada pasien batu kandung kemih dengan ukuran besar (> 3 cm). Tindakan litotripsi jarang dilakukan pada kasus ini, karena biasanya harus dilakukan pembedahan untuk mengangkat batu dengan ukuran besar. Metode: Suatu kasus, seorang laki-laki usia 58 tahun mengeluh kencing tidak lancar dan nyeri sejak 16 tahun yang lalu. Kencing terkadang berwana merah. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium, BNO, dan USG urologi. Kemudian dilakukan operasi pengangkatan batu dengan prosedur litotripsi transuretra. Hasil: Pada BNO didapatkan gambaran batu buli ukuran 3,9 x 2,71 cm. Kemudian dilakukan tindakan litotripsi transuretra selama 1 jam dan batu buli-buli berhasil dikeluarkan dalam bentuk pecahan kecil. Pasien pulang membawa kateter dan beberapa hari kemudian kateternya dilepas. Pasien bisa kencing spontan lancar. Kesimpulan: Tindakan litotripsi pada kasus batu buli ukuran besar jarang dilakukan, terutama di NTB. Pada kasus ini, dengan tindakan litotripsi alhamdulillaah batu berhasil dikeluarkan dalam pecahan-pecahan kecil. Tidak ditemukan komplikasi pada pasien ini.
PERSEPSI DOSEN DAN MAHASISWA TERHADAP STRUKTUR KEGIATAN PEMBELAJARAN MAHASISWA TAHAP PROFESI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM Dian Puspita; Rizki, Mohammad; Maulana, Akhada; Geriputri, Ni Nyoman Geriputri; Danianto, Ario
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i1.402

Abstract

Latar belakang: Pendidikan kedokteran tahap profesi berlangsung dalam konteks pelayanan pasien yang sering kali kurang terstruktur dan tidak sistematis. Hal ini menyulitkan fakultas memantau capaian kegiatan. Untuk mengatasinya, fakultas perlu menyusun struktur inti kegiatan dengan tetap memberikan ruang untuk penyesuaian, namun sebelumnya perlu diketahui persepsi dosen dan mahasiswa terhadap struktur kegiatan pembelajaran tahap profesi yang sudah ada saat ini. Metode: Studi ini bersifat deskriptif dan responden adalah dosen dan mahasiswa kedokteran tahap profesi. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang menilai persepsi mengenai kejelasan jadwal kegiatan pembelajaran, alokasi waktu dosen untuk kegiatan akademik dan pelayanan, alokasi waktu untuk berbagai kegiatan pembelajaran, metode penilaian yang digunakan dan fungsi penilaian, serta pemberian umpan balik. Hasil: Dosen (N=21) menilai kejelasan jadwal kegiatan dan pembagian waktu antara kegiatan akademik dan pelayanan lebih positif (masing-masing 4.33±0.58 dan 4.00±0.71) dibandingkan mahasiswa (3.71±0.85 dan 3.73±0.92, N=48). Terdapat variasi dalam alokasi waktu mingguan untuk setiap kegiatan pembelajaran namun alokasi waktu terbesar digunakan untuk bedside teaching. Metode penilaian yang telah digunakan di seluruh bagian adalah Mini-CEX dan MCQ. Lebih banyak mahasiswa yang mempersepsikan bahwa Mini-CEX sebagai penilaian sumatif dibandingkan formatif. Mahasiswa menilai pemberian umpan balik oleh dosen cukup baik (mean 3.71 – 3.94 pada skala 1-5) meskipun 52.4% dosen menyatakan waktu pemberian umpan balik tidak tentu. Kesimpulan: Struktur pembelajaran di banyak bagian klinik masih memerlukan perbaikan terutama terkait jadwal dan pembagian waktu dosen untuk akademik dan pelayanan. Penilaian di tahap profesi perlu lebih difokuskan pada fungsi formatif dibandingkan sumatif.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP PENELITIAN DAN HAMBATAN PENELITIAN DENGAN KETERLIBATAN DALAM PENELITIAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM Puspitasari, Susi; Susani, Yoga Pamungkas; Maulana, Akhada
Jurnal Kedokteran Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Kedokteran Juni 2021
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v10i2.490

Abstract

Background: conducting research is beneficial for the future of a medical doctor, but the medical students in Mataram University have unsatisfactory results in the course of research methodology. Research is also a determinant of the quality of a university. In a medical study, students are required to review or conducting relevant research as the proponent of their professionalism as long life learner. Regarding this study, it aims to measure the relationship of attitude and barriers towards research experiences of students in the medical faculty of Mataram University. Method: this study belonged to a quantitative study with a cross-sectional survey design. The subjects in this study were 129 medical students from a total of 140 of medical students in Mataram University in their 3-year and 4-year study. They have taken a research methodology course as the prerequisite to fill Revised Attitude Towards Research (R-ATR) questionnaire to measure attitude toward research, the questionnaire for both barriers and research experiences. Data from this study were analyzed using Spearman correlation. Results: Attitude toward research and research experience have small and positive correlation (r=0,322;p <0,001), while research barrier is small and negatively correlated towards research experience (r=-0,209;p <0,05). Conclusion: attitudes and barriers can be the factors that affected the frequency of student’s experiences in research.