Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Profiling kandungan senyawa hasil fermentasi kombucha langsat dengan GC-MS Isdar, Isdaryanti; SY, Nursyamsi; Nur Amaliah
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 5 No 2 (2023): BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v5i2.3088

Abstract

Kombucha saat ini telah menjadi minuman kesehatan yang diminati oleh masyarakat karena kandungan senyawa bioaktifnya yang beragam. Selain itu, terdapat tren inovasi dalam menambahkan buah pada kombucha, meningkatkan citarasa dan nilai gizi. Penggunaan buah langsat dalam kombucha merupakan hal yang belum pernah tercatat sebelumnya. Langsat, sebagai buah lokal, terbukti kaya akan senyawa-senyawa bermanfaat bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, tujuan utama penelitian ini adalah membuat inovasi minuman kombucha kemudian menganalisis kandungan senyawa yang terkandung dalam kombucha langsat. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksprimental melalui fermentasi terkontrol serta penggunaan alat GC-MS untuk menganalisis kandungan senyawa secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 jenis metabolit yang dapat diidentifikasi dalam kombucha langsat, termasuk 4H-Pyran-4-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl; 5-hydroxymethylfurfural; Dodecanoic acid, 3-hydroxy; melezitose; lactose; methacrylic acid, tetradecyl ester; dan olecic acid.
Manajemen Rantai Pasok pada Komoditi Cabai Merah (Capsicum annum L.) di Desa Galung Lombok, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar Ahmad, Ahmad; Muhammad Arhim; Achmad Nur Syawal Alwi; Trinoviyani, Trinoviyani; Hasniar, Hasniar; Isdaryanti, Isdaryanti; Farizah Dhaifina Amran
Wanatani Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i2.304

Abstract

Pemasaran memainkan peran penting dalam memaksimalkan pendapatan, sehingga distribusi yang efisien menjadi kebutuhan bagi komoditas cabai merah di Desa Galung Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis aliran produk, informasi, dan uang dalam rantai pasok cabai merah; (2) menghitung margin pemasaran; serta (3) mengukur efisiensi pemasaran. Penelitian dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2022 menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga saluran utama dalam rantai pasok: Saluran I (petani langsung ke konsumen), Saluran II (petani ke pengecer), dan Saluran III (pengepul ke pengecer dan konsumen). Aliran informasi bergerak lancar dari produsen ke konsumen dan sebaliknya, sementara aliran uang dihitung berdasarkan biaya yang dikeluarkan pembeli hingga diterima oleh petani. Margin pemasaran pada Saluran I sebesar Rp 0/kg karena cabai dijual langsung dari produsen ke konsumen tanpa perantara, sehingga tidak ada biaya tambahan. Saluran II memiliki margin Rp 9.481/kg yang sepenuhnya diperoleh pengecer untuk menutupi biaya operasional seperti transportasi, penyimpanan, dan kerugian akibat kerusakan cabai. Pada Saluran III, margin total mencapai Rp 9.481/kg, terdiri dari Rp 4.481/kg untuk pedagang pengumpul dan Rp 5.000/kg untuk pengecer, mencerminkan tambahan biaya dan keuntungan akibat rantai distribusi yang lebih panjang. Tingkat efisiensi pemasaran pada Saluran I, II, dan III masing-masing adalah 4,3%, 6,3%, dan 7,2%.
Desain dan Uji Efektivitas Nanoemulsi Ektrak Kombucha Pohon Barru sebagai Agen Anti-Maag Melalui Mekanisme Perusakan Struktur Sel Bakteri Isdaryanti, Isdaryanti; Nasir, Yusrianto; Nur, Syamsiara; Yunus, Muh. Rizal Kurniawan; Jirana; Damayanti, Mesra; Rahmah, Mufti Hatur
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 6 No 2 (2024): BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v6i2.4059

Abstract

Kombucha merupakan produk fermentasi yang diketahui banyak mengandung senyawa anti-inflamasi dan anti-bakteri. Pada penelitian ini ekstrak senyawa hasil fermentasi dikemas dalam bentuk nanoemulsi untuk meningkatkan stabilitas senyawa dan efektivitasnya sebagai anti-maag. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki potensi nanoemulsi ekstrak kombucha dari pohon barru dalam meningkatkan aktivitas perusakan sel bakteri Helicobacter pylori. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL Factorial). Hasil pengukuran pH dari setiap yaitu berada pada kisaran 1,9. Pada peak yang diperoleh senyawa yang terkandung dalam kombucha tersebut adalah kafein, hasil uji antimikroba memiliki zona hambat dengan kategori kuat dengan kisaran luas zona 11-15 nm. Uji in silico menunjukkan kafein mampu menghambat penghancuran struktur sel, kedua protein uji yang digunakan menunjukkan nilai binding afinity yaitu -4,31 dan -4,8. Berdasarkan pada seluruh data yang diuraikan dapat disimpulkan kombucha pohon barru memiliki aktivitas antimikroba yang dapat digunakan untuk mengobati maag. Akan tetapi, untuk membutikkan lebih lanjut maka diperlukan analisis in vivo serta analisis lainnya.
PENGOLAHAN KEMIRI MENJADI PRODUK SERBAGUNA SERTA PENDAMPINGAN TATA KELOLA KEUANGAN DAN PEMASARAN BERBASIS DIGITAL PADA KELOMPOK TANI MAKKARESO DESA ONANG Ilyas, Herlina; Asnidar, Asnidar; Isdaryanti, Isdaryanti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.4943-4952

Abstract

Hasil komoditi di Desa Onang salah satunya yang menjadi fokus pengembangan yaitu Kemiri yang berhasil dibudidayakan oleh Kelompok Tani Makkareso. Hanya saja, Kelompok Tani Makkareso hanya mengetahui tentang bagaimana membudidayakan tanaman kemiri kemudian hasil mentahan dari kemiri dijual kepada tengkulak dengan harga relatif murah. Dan juga kendala utama yang dihadapi kurangnya pemahaman pencatatan laporan keuangan, dan pemasaran produk masih dilakukan dari mulut ke mulut sehingga produksi masih bersifat Pre Order. Kegiatan Pengabdian bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan tata kelola keuangan dan pemasaran berbasis digital. Pelatihan dan pendampingannya berupa penyusunan laporan keuangan sederhana dan pemasaran melalui digital (media social dan e-commerce). Metode pelaksanaan pengabdian yaitu pelatihan dan pendampingan dengan strategi kronologis/fenomena. Tahapan Metode pelaksanan pengabdian ini yaitu identifikasi masalah, analisis kebutuhan dan solusi, pelatihan/pengenalan, pendampingan/implementasi yang melibatkan semua anggota kelompok tani, dan monitoring evaluasi untuk memantau dan membantu kelompok tani. Pelaksanaan pengabdian pada kelompok Tani Makkareso telah berjalan dengan baik dan mendapatkan respon yang positif dari seluruh anggota kelompok. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan yang baik diharapkan akan mendorong kelompok Tani Makkareso untuk penyusunan laporan keuangan dan pemasaran produk dengan memanfaatkan platform media digital. Adapun hasil yang diharapkan dapat diperoleh dari pengabdian ini adalah kemampuan anggota kelompok tani dalam menghasilkan produk berbahan dasar kemiri, dan meningkatnya penjualan produk Kelompok Tani Makkareso, meningkatnya pemahaman dalam tata kelola keuangan yang baik. Oleh karena itu hasil tersebut diharapkan berdampak pada kesejahteraan ekonomi Kelompok Tani Makkareso. Pelaksanaan pengabdian telah berjalan dengan baik mendapatkan respon positif dan juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mitra.
Edukasi Pemanfaatan Lingkungan Rumah melalui Program Tanaman Buah dalam Pot (Tabulampot) kepada Masyarakat desa Balombong Ayu Indayanti Ismail; Meili Yanti; M Irfan; Isdaryanti; Alexander Kurniawan Sariyanto Putera; Nursyamsi SY; Musrifah Tahar
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i2.1728

Abstract

An indicator of a good village is having a clean environment and local residents free from all diseases. In addition, local residents have commodities to be more independent in terms of economic development. This is of course not only the responsibility of village officials, but requires the support and cooperation of local residents as well. Therefore it is necessary to make use of the village environment which can realize the indicators previously mentioned. The first step that can be taken is to start with your own yard. Because based on observations, the service team found that in the partner village, namely Balombong village, it had not been used properly and there were empty lands in the residents' yards. So that the purpose of implementing this service is to provide education for residents to be able to take advantage of the yard by planting fruit in pots. This can make the environment more beautiful, healthy and the results can help the local economy