Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Healthy Journal

GAMBARAN MUTU PELAYANAN PENERIMAAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT LIDYA MARYANI
Healthy Journal Vol. 1 No. 1 (2013): HEALTHY JOURNAL | Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.67 KB)

Abstract

Sebagai penyedia jasa kesehatan, rumah sakit harus dapat memenuhi kebutuhan pelayanan bagi pasien. Salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit adalah kepuasan pasien. Tempat penerimaan pasien rawat jalan menjadi ujung tombak dari pelayanan rumah sakit, karena di bagian inilah pasien pertama kali mendapatkan pelayanan dari rumah sakit. Dengan pelayanan terbaik, pasien akan merasa senang dan nyaman dilayani di rumah sakit tersebut, tetapi sebaliknya apabila pelayanan yang diberikan kepadanya tidak sesuai harapan dan tidak memuaskan, pasien tersebut mungkin tidak akan berobat lagi ke rumah sakit tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran mutu pelayanan penerimaan pasien rawat jalan di rumah sakit. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilakukan terhadap pasien rawat jalan di rumah sakit dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden dan pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Hasil: Penelitian ini menunjukkan nilai variabel mutu pelayanan penerimaan pasien rawat jalan di rumah sakit menurut persepsi responden adalah sebesar 59,8%. Untuk nilai dimensi yaitu tangible, empaty, realibility, responsiveness, dan assurance, hasilnya secara berurutan adalah 65,31%, 61,25%, 62,9%, 51,25%, dan 46,25%. Kesimpulan: Mutu pelayanan penerimaan pasien rawat jalan di rumah sakit bernilai baik. Saran: Melakukan perubahan ke sistem komputerisasi dalam proses penerimaan pasien, menerapkan Sapa, Senyum, Salam, Sopan dan Santun dalam memberikan pelayanan kesehatan, perluasan ruangan TPPRJ, penyediaan alat-alat kebersihan yang lengkap dan pelatihan bagi petugas pelayanan penerimaan pasien agar pelaksanaannya lebih terarah. Kata Kunci: Pelayanan Rumah Sakit, Mutu, Kepuasan Pasien
PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER POSYANDU TERHADAP PENATALAKSANAAN ISPA PADA BALITA (1-4 TAHUN) Lidya Maryani
Healthy Journal Vol. 2 No. 1 (2014): HEALTHY JOURNAL | Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.668 KB)

Abstract

Penyakit ISPA masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama, karena dapat mengakibatkan kematian pada golongan usia rawan, salah satunya pada balita. Partisipasi dan peran aktif dari kader sangat dibutuhkan untuk keberhasilan program P2 ISPA, namun di Posyandu masih terdapat kader yang tidak aktif dalam kegiatan posyandu, yaitu 17,8% dari keseluruhan kader. Pengetahuan dan sikap kader posyandu yang adekuat merupakan hal yang mendasari kader untuk membentuk suatu tindakan, yaitu berpartisipasi aktif dalam kegiatan posyandu yang diharapkan dapat meningkatkan cakupan dan rujukan penumonia. Metode: Penelitian ini merupkan penelitian deskriptif kuantitatif. Tujuan: untuk mendapatkan gambaran tentang pengetahuan dan sikap kader posyandu terhadap upaya penatalaksanaan ISPA. Responden dalam penelitian ini adalah kader yang telah mengikuti pelatihan dan penyuluhan tentang P2 ISPA dan tercatat aktif sebagai kader posyandu yang berjumlah 78 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa data aspek pengetahuan dengan menggunakan persentase dan aspek sikap menggunakan skala likert dengan menghitung terlebih dahulu skor-T. Hasil: aspek pengetahuan kader, baik (26,92%), cukup (25,64%) dan kurang (47,44%. Aspek sikap 48,72% memliki sikap favourable (mendukung) dan 51,28% memiliki sikap unfavourable (tidak mendukung). Kesimpulan: Pengetahuan kader posyandu tentang penatalaksanaan ISPA diperoleh hampir setengahnya dari responden yang memiliki pengetahuan baik, sebagian kecil dari responden yang memiliki pengetahuan cukup dan hampir setengahnya dari responden yang memiliki pengetahuan kurang. Sikap kader posyandu dalam penatalaksanaan ISPA diperoleh hampir setengahnya dari responden memiliki sikap favourable (mendukung) dan sebagian besar dari responden memiliki sikap unfavourable (tidak mendukung). Penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan bagi puskesmas untuk dilakukannya penyegaran kader dengan ruitin setiap enam bulan sekali serta pemantauan kader melalui program P2 ISPA dengan menggunakan peran aktif perawat sebagai heatlh educator dan dapat dijadikan landasan penelitian selanjutnya.
PENGARUH TERAPI PSIKORELIGIUS TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN OPERASI SECTIO CAESAREA Ayu Octavia Ningrum; Lidya Maryani
Healthy Journal Vol. 3 No. 1 (2015): HEALTHY JOURNAL | Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.425 KB)

Abstract

Kelahiran sectio caesarea ialah kelahiran janin melalui insisi transabdomen uterus.Sectio caesarea dapat menimbulkan kecemasan pada pasien berupa emosi dan pengalaman subjektif yang berbeda-beda pada setiap pasien. Salah satu upaya menurunkan kecemasan tersebut yaitu dengan terapi psikoreligius. Diperlukan peran perawat dalam mengurangi kecemasan pasien ketika menghadapi operasi sectio caesarea dengan mengunakan terapi psikoreligius. Permasalahan yang biasa terjadi di Rumah Sakit adalah terdapatnya kecemasan ketika akan menghadapi operasi sectio caesarea dan belum dilaksanakannya terapi psikoreligius oleh perawat dengan maksimal karena belum ada SOP. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Terapi Psikoreligius Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Operasi Section Caesarea. Metode penelitian: Quasi eksperimen dengan desain Two-group Pre-Post test design. Sampel sebanyak 26 responden dengan teknik pengambilan sempel Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah baku. Uji statistic yang digunakan menggunakan uji t-test. Hasil penelitian: Dari 26 responden yang diteliti diketahui bahwa responden kelompok kontrol yang mengalami kecemasan sebelum dioperasi adalah 72,77% dan setelah tindakan operasi menjadi 71,77%, sedangkan kelompok intervensi yang mengalami kecemasan sebelum operasi adalah 68,46% dan setelah dioperasi menjadi 48,54%. Terdapat pengaruh terapi psikoreligius terhadap tingkat kecemasan pada pasien operasi sectio caesarea dengan nilai p value = 0,000 < ? = 0,05 . Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi psikoreligius terhadap tingkat kecemasan pada pasien operasi sectio caesarea. Diperlukan perbaikan Standar Operasional prosedur (SOP) dalam penerapan terapi psikoreligius oleh perawat untuk mengurangi tingkat kecemasan pasien. Kata Kunci: Terapi Psikoreligius, Kecemasan, Operasi Sectio Caesarea
PENGARUH MOTIVASI DAN MUTU PELAYANAN PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Lidya Maryani
Healthy Journal Vol. 3 No. 1 (2015): HEALTHY JOURNAL | Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.464 KB)

Abstract

Peranan rumah sakit dapat diukur keberhasilannya dalam memberikan pelayanan yang bermutu sehingga pasien merasa puas. Data dari Rumah Sakit menunjukkan tingkat hunian tempat tidur (Bed Occupancy Rate) masih berada dibawah angka standar Depkes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi dan mutu pelayanan perawat terhadap kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit. Data yang diperlukan didapat melalui kuesioner. Populasi penelitian adalah semua pasien rawat inap. Sampel dipilih dari populasi dengan kriteria inklusi sebagai berikut: pasien telah dirawat inap selama lebih dari dua hari pada waktu penelitian, penyakit yang diderita pasien dengan kategori ringan atau sedang, pasien sadar dan dapat berkomunikasi dengan baik. Metode analisis data menggunakan tes validitas dan realibilitas kuesioner, tes normalitas, tes linieritas, tes multikolinieritas, tes autokorelasi, analisis korelasi multipel dan analisis regresi linier ganda. Hasil penelitian di atas menyimpulkan bahwa motivasi dan mutu pelayanan perawat memliki pengaruh positif baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit (p < 0,05). Kata kunci: motivasi, mutu pelayanan perawat, kepuasan pasien rawat inap.
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP PERCEPATAN PROSES PEMULIHAN SECTIO CAESAREA PADA IBU POST PARTUM Wina Sri Utami; Lidya Maryani
Healthy Journal Vol. 3 No. 2 (2015): HEALTHY JOURNAL | Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.596 KB)

Abstract

Post partum atau masa nifas merupakan masa yang dapat meningkatkan resiko Thromboembolisme vena dua puluh kali lipat dibandingkan dengan masa kehamilan dan tetap menjadi penyebab mortalitas pada ibu post partum, Operasi Sectio Caesarea merupakan upaya melahirkan bayi melalui insisi pada abdomen sampai uterus. Mobilisasi dini atau bergerak kembali adalah pergerakan segera yang dilakukan ibu setelah post operasi sectio sesarea yang memiliki manfaat untuk mencegah thromboembolisme vena, karena mampu meningkatkan vaskularisasi yang baik, dimana vaskularisasi yang baik mampu menyuplai darah membawa nutrisi dan oksigen yang di perlukan oleh tubuh sehingga mobilisasi dini mampu meningkatkan pemulihan post operasi Sectio Caesarea. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap percepatan proses pemulihan Sectio Caesarea pada ibu post partum, dengan jumlah sampel 24 responden, dengan usia paling banyak 2035 Tahun. Metode jenis penelitian ini pre-eksperimental dengan desain One Shot Case Study menggunakan teknik pengambilan sampling purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi pemulihan Sectio Caesarea dan lembar observasi Standar Prosedur Operasional mobilisasi dini. Analisa data yang di gunakan menggunakan chi square dengan hasil Fisher's Exact . Hasil analisa penelitian, terdapat pengaruh mobilisasi dini terhadap percepatan pross pemulihan Sectio Caesarea dengan p-value = 0.000, dengan hasil pada sub variabel proses penyembuhan luka nilai p-value = 0.008, proses involusi uteri nilai p-value = 0.002 dan proses pengeluaran lochea nilai P-value sebesar 0.688. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh mobilisasi dini terhadap percepatan proses pemulihan Sectio Caesarea. Khususnya pada proses penyembuhan luka dan involusi uteri. Saran bagi ibu post operasi Sectio Caesarea dianjurkan untuk melakukan mobilisasi dini secara bertahap. Kata kunci:Sectio Caesarea, Post Partum, Percepatan Pemulihan Sectio Caesarea, Mobilisasi Dini.