Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Tingkat Harga Diri pada Remaja di RW 05 Kelurahan Pelindung Hewan Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung Qodariyah, Sri Dewi Tirta; Maryani, Lidya; Sujana, Treesia
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 5 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v5i2.36906

Abstract

Adolescents' use of social media allows them to communicate and share information or content to gain validation and recognition from peers through likes, comments, and number of followers. Social praise and support can boost their self-esteem. Teens also often compare themselves to peers or famous figures on social media. Seeing seemingly better or more successful lifestyles can lead to discomfort, dissatisfaction, and decreased self-esteem. This study aims to determine the relationship between social media use and self-esteem in adolescents in RW 05 Pelindung Hewan Village, Astana Anyar District, Bandung City. This type of research is quantitative and has a cross-sectional design. The sample in this study was 116 respondents using a total sampling technique with the criteria of adolescents aged 16-22. Research instruments used the Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) and the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). The results showed that most respondents used warning social media (60%), and most had low self-esteem (55%). The Chi-Square test results showed a p-value of=0.011. Because the Asymptotic Significance (2-sided) value of 0.011 <0.05, it can be concluded that there is a relationship between the use of social media and the level of self-esteem in adolescents in RW 05 Animal Protector Village, Astana Anyar District, Bandung City. Urban health cadres are expected to organize digital literacy training for adolescents, including using social media wisely, recognizing fake news, and understanding its impact on self-esteem. Abstrak Penggunaan media sosial oleh remaja memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dan berbagi informasi atau konten untuk mendapatkan validasi dan pengakuan dari teman sebaya melalui likes, komentar, dan jumlah pengikut. Pujian dan dukungan sosial dapat meningkatkan harga diri mereka. Remaja juga sering membandingkan diri mereka dengan teman sebaya atau tokoh-tokoh terkenal di media sosial. Melihat gaya hidup yang tampaknya lebih baik atau lebih sukses dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman, ketidakpuasan, dan penurunan harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan tingkat harga diri pada remaja di RW 05 Kelurahan Pelindung Hewan Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 116 responden menggunakan teknik total sampling dengan kriteria remaja berusia 16-22 tahun. Instrumen Penelitian menggunakan Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam penggunaan media sosial peringatan (60%) dan sebagian besar responden termasuk dalam tingkat harga diri rendah (55%).  Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value=0,011. Karena nilai Asymptotiv Significance (2-sided) 0,011 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan penggunaan media sosial dengan tingkat harga diri pada remaja di RW 05 Kelurahan Pelindung Hewan Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung. Diharapkan kader kesehatan kelurahan agar dapat menyelenggarakan pelatihan literasi digital untuk remaja yang mencakup penggunaan media sosial secara bijaksana, mengenali berita palsu, dan memahami dampaknya pada harga diri. Kata Kunci:  Penggunaan Media Sosial, Remaja, Tingkat Harga Diri  
Penyuluhan Pengelolaan Sampah sebagai Upaya Mewujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat di Kelurahan Babakan Asih Bandung Maryani, Lidya; Sianipar, Imelda MG; Sinaga, Anni; Siagian, Ira Ocktavia; Widawati, Widawati; Utari, Ardini Dwi; Uhnana, Iren Sany; Nassa, Natasia joan
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.413

Abstract

Pengelolaan sampah perkotaan merupakan isu lingkungan dan kesehatan yang semakin mendesak, terutama di kota-kota besar seperti Bandung. Sampah organik, terutama sisa makanan, menyumbang lebih dari 65% dari total limbah perkotaan, apabila tidak ditangani dengan baik akan terjadi pencemaran lingkungan dan berisiko membahayakan kesehatan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan peran penyuluhan pengelolaan sampah sebagai strategi edukatif sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat perkotaan. Metode penyuluhan yang diterapkan meliputi sesi ceramah, diskusi interaktif, serta tanya jawab yang didukung oleh media PowerPoint dan leaflet sebagai alat bantu edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan di RW 02, Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler Bandung, yang melibatkan 28 peserta dari masyarakat setempat. Untuk mengukur efektivitas program penyuluhan, dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test guna mengetahui sejauh mana pemahaman peserta tentang pengelolaan sampah. Hasil analisis didapatkan peningkatan yang signifikan dari pengetahuan peserta, dibuktikan dengan nilai rata-rata post-test yang lebih tinggi dibandingkan pre-test, serta adanya perubahan positif dalam pemahaman tentang jenis sampah dan cara pengelolaannya. Program pengabdian Masyarakat ini membuktikan bahwa edukasi yang efektif dapat mendorong perubahan pengetahuan yang berkontribusi pada terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan sehat. Diperlukan program edukasi berkelanjutan dengan metode yang lebih interaktif dan memperkuat kerja sama pemerintah dan institusi pendidikan untuk meningkatkan kesadaran dan perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah.
Pelatihan Skrining Kasus TB Bagi Kader di Desa Babakan Ciparay Kabupaten Bandung Sinaga, Herwinda; Widawati, Widawati; Hotmaida, Linda; Fuadah, Fahmi; Maryani, Lidya; Yogisutanti, Gurdani
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.991 KB) | DOI: 10.26874/jakw.v1i1.9

Abstract

Kasus Tuberculosis (TB) di Indonesia terdeteksi terjadi peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Keterlibatan masyarakat dalam menanggulangi penyakit TB sangat diperlukan. Kader kesehatan sebagai perwakilan dari masyarakat di tingkat yang paling rendah. Kader di Desa Babakan Ciparay Kabupaten Bandung merupakan salah satu wilayah yang terdapat kasus TB, akan tetapi kader kesehatan di wilayah tersebut belum pernah mendapatkan pelatihan berkaitan dengan penyakit TB. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang TB dan peningkatan keterampilan kader dalam penemuan suspek TB. Pelatihan diikuti oleh kader posyandu di Desa Babakan yang terdiri dari 19 RW, masing-masing diwakili 2 orang (38 kader). Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari terdiri dari pengetahuan tentang penyakit TB, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) serta praktik penemuan kasus TB, cara pengambilan dahak dan simulasi KIE. Peserta yang hadir pada hari pertama sebanyak 28 orang, dan hari kedua sebanyak 36 orang, beberapa kader berhalangan hadir. Pelatihan yang telah dilakukan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan kader, berdasarkan data pretest dan posttest, terdapat peningkatan skor pengetahuan kader. Keterampilan dalam melakukan pengambilan dahak, penemuan kasus dan KIE menjadi meningkat pula. Saran yang dapat diberikan pada Puskesmas Pakuntadang agar memberikan pelatihan serupa pada kader kesehatan di wilayah kerjanya untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus/suspek TB.
Keep Healthy With Zumba Exercise Saragi, Sontina; Frutasari, M. Kustiriani; Marbun, Ria Angelina; Maryani, Lidya; Ginting, Kalvin; Herawaty, Ziska; Agustin, Yuana Dwi; Ochoa, Mark
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit kardiovaskular, dan gangguan pernapasan menunjukkan perlunya pendekatan preventif yang menyeluruh terhadap kesehatan masyarakat. Zumba, sebagai bentuk olahraga yang energik dan menyenangkan, menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan sosial. Kegiatan ini tidak hanya membantu dalam pembakaran kalori dan peningkatan kebugaran jantung, tetapi juga mendorong pelepasan endorfin yang berperan dalam peningkatan suasana hati dan penurunan stres. Sebagai aktivitas kelompok, Zumba menciptakan ruang rekreatif yang mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan, sehingga memperkuat dukungan emosional dan kebersamaan. Dengan memadukan manfaat olahraga dan interaksi sosial dalam suasana yang menyenangkan, Zumba menjadi alternatif efektif dalam mendorong gaya hidup sehat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara holistik.
Development of Primary Nursing Practice Model in Elisabet's Roomimmanuel Hospital Bandung Liana Ginting; Mona Rentauli; Herwinda Sinaga; Lidya Maryani; Dalia Novitasari
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 7 No. 3 (2025): : All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indone
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v7i3.7934

Abstract

The Professional Nursing Practice Model (MPKP) is a model of providing nursing care that provides professional nurses with the opportunity to determine their autonomy in planning, implementing and evaluating nursing care to clients. This study was conducted to see the development of the primary nursing practice model in the inpatient Elizabeth Room of Immanuel Hospital. Pre-experimental research with one group control design, through the application of pre-test post-test in one group. The results of this study indicate an increase in knowledge after the implementation of the primary nursing practice model. Before the implementation of the model, most nurses obtained scores that tended to be in the middle category, with only a few achieving the highest scores with 4 primary nurses getting a minimum score of 7 (70%). After the implementation of the model, the increase in scores appeared more evenly distributed, with more nurses achieving optimal scores with 2 nurses getting a maximum score of 10 (100%) and the average evaluation after the primary nursing practice model was 92.43%. This increase can be assumed to be the result of the primary nursing practice model approach that emphasizes holistic care and individual responsibility in providing health services. Based on these results, we recommend the implementation of the primary nursing practice model in patient care, because it has an impact on improving the quality and safety of patients in nursing services in hospitals, so that continuous clinical leadership training is needed for primary nurses in addition to increasing the level of formal education for nurses who are still diploma holders.
Early Detection to Determine the Health Status of RW 09 Community in Margahayu Utara Village, Bandung City Fuadah, Fahmi; Sianipar, Imelda; Siagian, Ira Ocktavia; Irawan, Galuh Chandra; Maryani, Lidya; Sinaga, Anni; Tresnajaya, Reynaldi
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v1i2.21

Abstract

The pandemic of the Covid-19 Virus in the past few years has become a major global problem, because everyone can be infected with the virus. is a major problem in the world, because everyone can be infected with the Corona Virus. covid also affects Non-Early Diseases. This community service aims to provide early detection training to determine the health status of the RW 09 community of North Margahayu Village, Bandung City. The materials provided include health related to pulmonary TB, stress management in women, handling stunting in children, and detecting and preventing breast cancer. This community service activity is carried out through a planning, implementation and evaluation process. With direct implementation in the field in the form of knowledge improvement education activities on September 14 and September 29. Data collection techniques using documentation. The community service carried out went well. It can be seen from the enthusiasm of cadres, mothers and children during the activity.
Complementary Therapy for Hypertension Control: Family Medicine Therapy and Tai Chi Gymnastics in the Community of Nengkelan Village, Bandung Regency Sinaga, Herwinda; Natalia, Lidya; Maryani, Lidya; Melia, Stephanie
Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat September 2024
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/aktual.v2i3.245

Abstract

The purpose of community service is to provide new insights into a holistic approach to hypertension control and improve the quality of life of village communities through complementary therapy that combines Tai Chi gymnastics and family medicine therapy. This community service activity was implemented in Nengkelan Village, Bandung Regency. The activity lasted for 1 week. The stages of this activity consist of preparation, implementation, and evaluation. The results of a study in Nengkelan Village, Bandung Regency, showed that combining family medicine therapy with Tai Chi gymnastics can be an effective method to control hypertension. The use of complementary strategies that combine medical and non-medical therapies can have a positive impact on hypertension control in the community. Complementary therapy, which consists of family medicine therapy and Tai Chi gymnastics, is effective in controlling hypertension in the people of Nengkelan Village, Bandung Regency. The implementation of this therapy in the community can be one of the solutions to overcoming the problem of hypertension holistically and improving the quality of life of hypertension patients.
Smoking Therapy: Effective Ways to Stop Smoking in RW 13 Jayagiri, Lembang, Bandung Regency Kristin, Kristin; Triana, Hani; Fauziah, Liliek; Siagian, Ira Octavia; Maryani, Lidya; Sundariningsih, Sundariningsih
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT  VOL 3 NO 1 APRIL 2024
Publisher : Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/dikdimas.v3i1.239

Abstract

One of the healthy living behavior programs is to prevent good smoking behavior in the community. This service aims to increase knowledge about smoking behavior and improve clean and healthy living behavior in RW 13 Jayagiri, Lembang, Bandung Regency. The method used in this service is to use the pre-test method and the delivery of material in the form of counseling, as well as carrying out evaluations. Data collection using questionnaire sheets as evaluation material. The results obtained in this service were obtained distribution based on high school education as many as 16 people (64%), S1 4 people (16%), junior high school 3 people (12%), elementary school 2 people (8%) with ages 10-15 years 2 people (8%), ages 16-20 years 13 people (52%), ages 21-25 years 5 people (20%), ages > 25 years 5 people (20%) The pre-test results on knowledge about smoking behavior are as follows whose knowledge is lacking as many as 13 people (52%),  Enough knowledge 9 people (36%), good knowledge 3 people (12%) after counseling the knowledge obtained increased with the results of less knowledge as many as 7 people (28%), enough knowledge 9 people (9%), good knowledge 9 people (36%). So, it can be concluded that there is an influence of knowledge before being given and after counseling on smoking behavior. Therefore, it is necessary to continue socializing about the dangers and risks of smoking behavior to improve clean and healthy living behavior.