Adolescents' use of social media allows them to communicate and share information or content to gain validation and recognition from peers through likes, comments, and number of followers. Social praise and support can boost their self-esteem. Teens also often compare themselves to peers or famous figures on social media. Seeing seemingly better or more successful lifestyles can lead to discomfort, dissatisfaction, and decreased self-esteem. This study aims to determine the relationship between social media use and self-esteem in adolescents in RW 05 Pelindung Hewan Village, Astana Anyar District, Bandung City. This type of research is quantitative and has a cross-sectional design. The sample in this study was 116 respondents using a total sampling technique with the criteria of adolescents aged 16-22. Research instruments used the Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) and the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). The results showed that most respondents used warning social media (60%), and most had low self-esteem (55%). The Chi-Square test results showed a p-value of=0.011. Because the Asymptotic Significance (2-sided) value of 0.011 <0.05, it can be concluded that there is a relationship between the use of social media and the level of self-esteem in adolescents in RW 05 Animal Protector Village, Astana Anyar District, Bandung City. Urban health cadres are expected to organize digital literacy training for adolescents, including using social media wisely, recognizing fake news, and understanding its impact on self-esteem. Abstrak Penggunaan media sosial oleh remaja memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dan berbagi informasi atau konten untuk mendapatkan validasi dan pengakuan dari teman sebaya melalui likes, komentar, dan jumlah pengikut. Pujian dan dukungan sosial dapat meningkatkan harga diri mereka. Remaja juga sering membandingkan diri mereka dengan teman sebaya atau tokoh-tokoh terkenal di media sosial. Melihat gaya hidup yang tampaknya lebih baik atau lebih sukses dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman, ketidakpuasan, dan penurunan harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan tingkat harga diri pada remaja di RW 05 Kelurahan Pelindung Hewan Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 116 responden menggunakan teknik total sampling dengan kriteria remaja berusia 16-22 tahun. Instrumen Penelitian menggunakan Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam penggunaan media sosial peringatan (60%) dan sebagian besar responden termasuk dalam tingkat harga diri rendah (55%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value=0,011. Karena nilai Asymptotiv Significance (2-sided) 0,011 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan penggunaan media sosial dengan tingkat harga diri pada remaja di RW 05 Kelurahan Pelindung Hewan Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung. Diharapkan kader kesehatan kelurahan agar dapat menyelenggarakan pelatihan literasi digital untuk remaja yang mencakup penggunaan media sosial secara bijaksana, mengenali berita palsu, dan memahami dampaknya pada harga diri. Kata Kunci: Penggunaan Media Sosial, Remaja, Tingkat Harga Diri