Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Nilai Kearifan Lokal: Projek Paradigma Baru Program Sekolah Penggerak untuk Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila Nurasiah, Iis; Marini, Arita; Nafiah, Maratun; Rachmawati, Nugraheni
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2727

Abstract

Tujuan penelitiannya untuk menganalisa nilai kearifan lokal dalam paradigma baru pendidikan yang merupakan bagian dari  kurikulum merdeka belajar mengarahkan peserta didik untuk menghargai dan mencintai budaya bangsa. Kegiatan pembelajran sepanjang hayat untuk mengembangkan potensi peserta didik melalui nilai kearifan local sangat mendukung terwujudnya profil pelajar Pancasila. Pembangunan karakter merupakan sebuah kebutuhan dalam proses berbangsa, karena hanya bangsa yang memiliki karakter dan jati diri yang kuat akan menjadi bangsa yang besar dan bermartabat. Oleh sebab itu implementasi di sekolah dalam bentuk pendidikan karakter merupakan upaya untuk membantu peserta didik mengenal, menyadari dan menghayati aspek-aspek sosial, moral, etika, yang dapat dijadikan acuan dalam bersikap dan berperilaku sebagai salah satu dimensi dari kompetensi lulusan berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Metode penelitian ini adalah Libary research ( Penelitian pustaka) yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan cara membaca, menelaah dan mencatat berbagai literatur atau bahan bacaan yang sesuai dengan pokok bahasan. Hasil penelitian menemukan bahwa nilai kearifan local merupakan atrategi  yang dapat mewujudkan Paradigma baru  dalam kompetensi global untuk mewujudkan kompetensi global menuju profil pelopor Pancasila melalui pendidikan karakter dalam sekolah penggerak.
Budidaya Maggot Untuk Pengelolaan Sampah Organik Dan Pakan Ternak Sebagai Upaya Kelestarian Lingkungan Di Dukuh Randu Kuning A'yun, Sekar Isnanda Qurrota; Rafidah, Claritha Nasywa Nur; Kurniawan, Galih Sakti; Nafiah, Maratun; Lukmana, Dhefi Intan
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i1.2099

Abstract

The maggot farming program implemented in Dukuh Randu Kuning aims to address the issue of organic waste, which has long burdened the environment, while simultaneously enhancing the community's economic welfare. This initiative is designed to shift the community's perception of organic waste from a problem to a valuable resource. The approach includes intensive socialization about the impacts of organic waste, the introduction of maggot farming using Black Soldier Fly (BSF) larvae, live demonstrations of the farming process, and interactive discussions to address public inquiries. The program emphasizes sustainable waste management benefits, including significant waste volume reduction, the provision of affordable and high-protein animal feed, the production of eco-friendly compost, and the creation of new business opportunities. Implementation strategies involve initial facilitation, the formation of maggot farmer groups, regular monitoring and evaluation, and sustainability campaigns to expand the program's positive impact. Expected outcomes of this program include a reduction in organic waste volume, increased community income, and the creation of a cleaner and healthier environment. The program also supports organic farming by reducing dependence on chemical fertilizers. With a holistic approach, maggot farming serves not only as a technical solution for waste management but also as a strategic step toward economic empowerment and environmental preservation. This initiative could inspire similar regions facing comparable challenges.
Socialization of Literacies Assessment in the Covid-19 Pandemic Era for Elementary School Teachers in Jakarta MS, Zulela; Marini, Arita; Safitri, Desy; Lestari, Ika; Zahari, Musril; Iskandar, Rossi; Sudrajat, Ajat; Nuraini, Sri; Rihatno, Taufik; Suntari, Yustia; Nafiah, Maratun; Rosinar, Rosinar
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.825 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v6i1.39566

Abstract

Saat ini kompetensi guru SD di Jakarta terkait penilaian keaksaraan efektif selama ini belum dikelola dengan baik. Masalah ini juga dihadapi oleh guru sekolah dasar di provinsi Jakarta di Indonesia. Mereka memiliki masalah untuk menghadapi penilaian literasi yang efektif di era pandemi covid-19. Solusinya adalah sosialisasi penilaian literasi yang efektif di era pandemi covid-19 kepada mereka. Metode yang digunakan dalam melakukan kerjasama internasional pengabdian masyarakat ini adalah pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis masalah, dan pemberian tugas. Sosialisasi ini dilakukan melalui video conference dalam bentuk kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi penilaian literasi yang efektif di era pandemi covid-19 untuk mencapai kualitas pembelajaran yang optimal bagi guru sekolah dasar di provinsi Jakarta di Indonesia. Kerjasama internasional pengabdian masyarakat ini dilakukan di sekolah-sekolah dasar di Provinsi Jakarta di Indonesia karena sekolah dasar tersebut secara rutin dibina oleh Universitas Negeri Jakarta. Kerja sama pengabdian masyarakat internasional ini diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test setelah sosialisasi selesai untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini. Implikasi dari pengabdian masyarakat ini, para guru dapat menerapkan berbagai macam teknik penilaian literasi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Desain Pembelajaran Mobile Learning untuk Memperkenalkan Sikap Tanggung Jawab di Sekolah Dasar Lestari, Ika; Nafiah, Maratun; Yesi, Yesi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3313

Abstract

AbstrakSikap tanggung jawab adalah bentuk kepemilikan dan kepedulian dalam melaksanakan tindakan. Pengembangan bertujuan mengembangkan sebuah desain pembelajaran untuk memperkenalkan sikap tanggung jawab sebagai penunjang materi pembelajaran. Metode yang digunakan Research & Development, model yang dikembangkan dengan menggunakan; Analyze, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation (ADDIE). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 02 Toboali. Langkah-Langkah dalam penelitian ini, 1) menganalisis kebutuhan penelitian, 2) perancangan produk, 3) mengembangkan produk, 4) uji coba peserta didik, dan 5) evaluasi. Teknik analisis data menggunakan wawancara dan kuesioner. Hasil uji coba pengembangan di evaluasi oleh ahli media 93,33% ahli bahasa 94.23% dan ahli materi 87,5% dalam kategori sangat baik serta hasil uji coba pengguna one-to-one 87,5% dan small group 89,5% dalam kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa desain mobile learning untuk memperkenalkan sikap tanggung jawab dapat dikatakan layak digunakan di kelas tiga sekolah dasar.  Kata Kunci: Mobile Learning, Tanggung Jawab, PPKn AbstractThe attitude of responsibility is the form of ownership and concern in carrying out action. Development aims to develop a learning design to introduce attitude responsibility as a supporting of learning materials. The method used Research & Development, the model developed using; Analyze, Design, Develop, Implementation, and Evaluation (Addie). This research was conducted in the country's school of 02 Toboali. The steps in this study, 1) analyzed the needs of the study, 2) product design, 3) developed the product, 4) trials learners, and 5) evaluation. Data analysis techniques use interviews and questionnaires. The results of development tests in evaluation by media experts 93.33% linguist 94.23% and material experts 87.5% in excellent category and the results of one-to-one user testing 87.5% and Small Group 89.5% in excellent category. This shows that mobile design learning to introduce the attitude of responsibility can be said to be worth using in the first three elementary school.Keywords: Mobile Learning, Responsibility, Civic Education