Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

POPULATION OF Ascaridia galli ACCORDING TO ITS PREDILECTION AFTER BEING TREATED WITH ARECA NUT INFUSION AND ITS ECONOMIC ANALYSIS Bambang Sudarmanto; muzizat akbarrizki; wida wahidah mubarokah
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 16, No 1 (2022): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.094 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v16i1.24968

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of Areca catechu Crude Aqueous Extract (ACCAE) as an anthelmintic, the number ofAscaridia galli worms in the duodenum, jejunum, and ileum after treatment, and an economic analysis. In this study, 50 female chickens wereused. The chickens were divided into 5 groups: Treatment 1, negative control (P1), which was given aquadestylates; treatment 2 (P2), which wasgiven infusion of ACCAE at a dose of 26 mg/mL; treatment 3 (P3), which was given infusion of ACCAE at a dose of 53 mg/mL; treatment 4(P4), which was given ACCAE with a dose of 79 mg/mL; and treatment 5 (P5) (positive control with pyrantel pamoat). Each group consisted of10 chickens. An examination was carried out that included weighing the population of adult worms according to their predilection 14 days aftertreatment. Weighing was carried out at the beginning before treatment, on the 7th day after treatment and on the 14th day after treatment. Thechickens were then euthenized, the intestinal worms were counted, and the economic analysis was calculated. Based on the results of the study, itcan be concluded that the best dose for removing A. galli worms is 79 mg/mL, and the location of the predilection of the intestine where the mostworms are found is the jejunum and the least is in the ileum. Economically, the highest income was obtained from treatment 4, namely the groupwith infusion of areca nut at a dose of 79 mg/mL.
Respons Wanita Tani Terhadap Pengobatan Penyakit Cacingan Pada Domba Menggunakan Serbuk Daun Nanas (Ananas comosus) Di Kwt Tani Mukti Desa Jambewangi Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang Bambang Sudarmanto; Destya Hapsari Prasetyowati; Yudiani Rina Kusuma
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v5i1.1005

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Jambewangi Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang. Pengkajian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui respons wanita tani serta pengaruh faktor umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, dan intensitas penyuluhan terhadap respon wanita tani dalam penyuluhan pengobatan cacing Haemonchus contortus pada domba menggunakan serbuk daun nanas (Ananas comosus) di KWT Tani Mukti Desa Jambewangi Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang. Responden yang yang digunakan dalam kegiatan ini adalah seluruh anggota kelompok wanita tani sejumlah 32 orang. Hasil kajian penyuluhan ini menggunakan desain penelitian one-shot case study. Dalam mengukur respons diambil data posttest setelah dilakukan penyuluhan dengan cara anjangsana, pengambilan data menggunakan metode wawancara dengan alat bantu kuesioner dengan jenjang setiap gejala diukur dengan menggunakan skala Likert. Hasil kajian menunjukkan pada perhitungan aspek pengetahuan diperoleh nilai 722 (tahu), aspek sikap diperoleh nilai 560 (sangat mau), aspek keterampilan diperoleh nilai 537 (terampil), sehingga respons wanita tani diperoleh nilai 1.819 (tinggi). Variabel umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, dan intensitas mengikuti penyuluhan secara bersamaan (simultan) berpengaruh signifikan (0,000<0,05) terhadap respons kelompok wanita tani. Secara parsial, hanya variabel pendidikan kelompok wanita tani yang berpengaruh signifikan (0,000<0,05) terhadap pengobatan penyakit cacingan pada domba menggunakan serbuk daun nanas (Ananas comosus). Sedangkan, variabel umur(0,053>0,5), pengalaman beternak (0,997>0,05), dan intensitas penyuluhan (0,985>0,05), secara parsial tidak berpengaruh signifikan.
Tingkat Adopsi Peternak terhadap Teknologi Purifikasi Biogas di Desa Slamparejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Muhammad Roby Iswanto; Hananik Prasetyo; Bambang Sudarmanto
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.2092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi terhadap alat purifikasi biogas di peternak Desa Slamparejo. Penelitian dilaksanakan di Desa Slamparejo Kecamatan Jabung pada 27 April 2020 – 18 Juni 2020. Metode penelitian mengunakan deskriptif kuantitatif, dengan variabel penelitian tingkat adopsi (Y), karakteristik peternak (X1) dan sifat inovasi (X2). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan pembagian kuisioner. Populasi penelitian sebanyak 86 peternak pemilik biogas dengan penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan ditetapkan 25 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dengan uji regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi. Hasil penelitian menunjukkan jika tingkat adopsi peternak terhadap alat purifikasi biogas tergolong sedang dengan nilai sebesar 67 % pada tingkatan sadar dan minat akan adanya teknologi purifiksi biogas. Sifat inovasi secara simultan berpengaruh terhadap tingkat adopsi khusunya keuntungan relatif yang berpengaruh signifikan, sedangkan karakteristik tidak berpengaruh terhadap tingkat adopsi.
Pemberian Daun Pepaya Dalam Ransum terhadap Performa Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Zakariya, Abu Zaenal; Wardi; Bambang Sudarmanto
JAS Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - April 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v10i2.9165

Abstract

Kualitas puyuh pada fase layer sangat dipengaruhi oleh fase grower sehingga optimalisasi pertumbuhan pada fase ini menjadi faktor krusial dalam produksi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun pepaya dalam ransum terhadap umur pertama bertelur, konversi ransum, pertambahan bobot badan (PBB), dan konsumsi ransum pada puyuh fase grower. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari penambahan tepung daun pepaya dalam ransum sebanyak 0% (T0), 5% (T1), 10% (T2), 15% (T3), dan 20% (T4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun pepaya dalam ransum berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap konsumsi ransum, PBB, konversi ransum, dan umur pertama bertelur. Perlakuan terbaik diperoleh pada penggunaan tepung daun pepaya sebanyak 15% (T3), yang menghasilkan umur pertama bertelur sebesar 43,35 hari, konsumsi ransum 195,86 g/ekor/minggu, PBB 31,02 g/ekor/5 minggu, dan konversi ransum 6,29.
Analisis Kompetensi Petani Millennial dalam Mendukung Keberlanjutan Usaha (Studi Kemampuan Teknis, Manajerial dan Sosial Petani Millennial di Jawa Tengah) Sudarmanto, Bambang Sudarmanto; Nurdayati, Nurdayati; Mubarokah, Wida Wahidah; Purwono, Edi; Akbarrizki, Muzizat; Makmun, Lutfan
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1199

Abstract

Kompetensi petani millennial meliputi kompetensi teknis, manajerial dan sosial memiliki peran strategis dalam keberlanjutan usaha. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran umum wilayah penelitian dan karakteristik responden penelitian; 2) menganalisis dan menyusun rekomendasi peningkatan kompetensi petani millennial dalam mendukung keberlanjutan usaha dari aspek kemampuan teknis, manajerial dan sosial. Penelitian mengunakan metode/ prosedur survei dengan pendekatan kuantitatif, didukung data kualitatif explanatory. Penelitian dilakukan 6 bulan (Maret - Agustus 2023). Sampel penelitian adalah petani millennial usia 17-39 tahun dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah berjumlah 216, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software IBM AMOS. Pengujian model keseluruhan (overal/fit) dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, outlier dan analisis pengaruh. Hasil analisis pengaruh model akhir, rata-rata signifikan 0,02 (nilai signifikansi <0,05). Hasil analisis penelitian, kompetensi petani millennial (X1) mencakup: kompetensi teknis, manajerial, sosial dalam kategori sedang (2.77). Keberlanjutan usaha (Z) meliputi keberlanjutan ekonomi (profit), sosial (people), lingkungan (planet) masuk kategori sedang sebesar (2.91) atau quite sustainable. Rekomendasi untuk meningkatkan keberlanjutan usaha dapat dengan menerapkan prinsip sinergitas kompetensi yang baik untuk keberlanjutan usaha berbasis people, profit, dan plane dalam perencanaan hingga pelaksanaan usaha tani. Peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui peningkatan kompetensi teknis berupa: peningkatan kemampuan pemilihan komoditas berorientasi jangka panjang, kemampuan inovasi usaha/ budidaya dengan penerapan smart farming, peningkatan kemampuan pasca panen dan pemasaran. Peningkatan kompetensi manajerial berupa: kemampuan merencanakan usaha, mengelola sumberdaya dan usaha, mengelola jejaring kemitraan, mengelola konflik, mengelola modal usaha. Kemampuan sosial berupa: kemampuan mengembangkan pendidikan dan latihan, mengembangkan organisasi, mengembangkan kelompok, mengembangkan kerjasama sosial/ corporate social responsibility (CSR).