Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KOTA BANJARMASIN Kasman, Kasman; Ishak, Nuning Irnawulan
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2018): PROMOTIF - DESEMBER
Publisher : PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.956 KB) | DOI: 10.31934/promotif.v8i2.494

Abstract

Kebanyakan kematian balita di negara berkembang salah satunya disebabkan oleh diare. Penyakit diare merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko kejadian diare pada anak balita di Kota Banjarmasin. Target penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pemanfaatan jamban sehat, pentingnya pemberian ASI Eksklusif serta pentingnya pemberian imunisasi pada balita. Rancangan penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak balita yang ada di Kota Banjarmasin sebanyak 54.746 balita. Teknik penarikan sampel secara multistage sampling dengan jumlah sampel sebanyak 188 balita. Pengumpulan data dengan melakukan wawancara langsung pada responden menggunakan kuesioner. Instrumen dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban, pemberian ASI eksklusif, dan Imunisasi dengan kejadian Diare pada Balita di Kota Banjarmasin. 
EFEKTIFITAS PERASAN BUAH LIMAU KUIT (Citrus amblycarpa) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI TERHADAP KEMATIAN LARVA AEDES AEGYPTI Ishak, Nuning Irnawulan; Kasman, Kasman; Chandra, Chandra
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2020): PROMOTIF - JUNI
Publisher : PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.813 KB) | DOI: 10.31934/promotif.v10i1.882

Abstract

Salah satu alternatif dalam mengendalikan vektor penyakit DBD adalah dengan menggunakan larvasida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas perasan buah limau kuit (Citrus amblycarpa) sebagai larvasida alami dalam mematikan larva Aedes aegypti. Penelitian ini menggunakan desain true experiment dengan rancangan post test only control group. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Entomologi Balai Litbangkes P2B2 Tanah Bumbu. Objek penelitian adalah perasan buah limau kuit yang digunakan sebagai larvasida alami terhadap Aedes aegypti instar III. Pengambilan sampel larva Aedes aegypti dilakukan secara Simple Random Sampling. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 450 ekor dan diberi perlakuan dengan berbagai konsentrasi perasan buah limau kuit (2,0 ml/100 ml, 3,0 ml/100 ml, 4,0 ml/100 ml, dan 5,0 ml/100 ml) selama 10 jam. Kontrol positif menggunakan abate 0,01 gr/100ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kelompok intervensi dapat mematikan 100% larva. Hasil analisis probit menunjukkan bahwa nilai LT50 untuk mematikan 50% larva Aedes aegypti instar III dengan menggunakan ekstrak perasan buah dengan konsentrasi 5,0% adalah 2,26 jam dan nilai LT99 untuk mematikan 99% larva Aedes aegypti instar III dengan menggunakan ekstrak perasan buah dengan konsentrasi 5,0% adalah 3,99 jam. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan secara signifikan (>0,05) rerata kematian jentik antar kelompok perlakuan limau kuit dengan kelompok kontrol.
KEPEMILIKAN JAMBAN TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KOTA BANJARMASIN Kasman, Kasman; Ishak, Nuning Irnawulan
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v7i1.8790

Abstract

ABSTRAK Setiap anak mengalami episode serangan diare rata-rata 3,3 kali setiap tahun. Lebih kurang 80% kematian terjadi pada anak berusia kurang dari dua tahun. Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang banyak terjadi di Kota Banjarmasin. Penyebabnya diduga karena Kondisi sanitasi lingkungan yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan jamban terhadap kejadian diare pada anak balita di Kota Banjarmasin. Rancangan penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak balita yang ada di Kota Banjarmasin sebanyak 54.746 balita. Teknik penarikan sampel secara multistage sampling dengan jumlah sampel sebanyak 188 balita. Pengumpulan data dilakukan pada Bulan Juni sampai Agustus 2018 dengan wawancara langsung pada responden menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 22,9% anak balita yang menderita diare. Sebagian besar (97,9%) responden telah memiliki Jamban dengan jenis jamban menggunakan tangki septik 94,6%. Terdapat 19% jamban dengan kondisi yang tidak baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban (p-value=0,038) dan kondisi jamban (p-value=0,000) terhadap kejadian diare pada Balita di Kota Banjarmasin. Diharapkan kepada masyarakat untuk memperhatikan kebersihan jamban. Kata-kata kunci : Diare, anak,  Balita, Penyakit,  infeksi, Jamban.  ABSTRACT Each child experiences episodes of diarrhea attack an average of 3.3 times each year. Approximately 80% of deaths occur in children aged less than two years. Diarrhea is one of the many diseases that occur in Banjarmasin. The cause is thought to be due to poor environmental sanitation. This study aims to analyze the use of latrines on the incidence of diarrhea in under-five children in Banjarmasin. The design of this study used a cross-sectional design. The study population was all toddlers in Banjarmasin of 54,746 toddlers. The sampling technique was multistage sampling with a total sample of 188 toddlers. Data collection was conducted from June to August 2018 with an interview with the respondent directly using a questionnaire. Data analysis using Chi-Square statistical tests. The results of this study indicate that there were 22.9% of children under five suffering from diarrhea. Most (97.9%) of respondents have had latrines in the type of latrine using a 94.6% septic tank. There is a significant relationship between latrine ownership (p-value= 0.038) and latrine condition (p-value=0,000) to the incidence of diarrhea in children under five in Banjarmasin City. It is expected the public to pay attention to hygiene latrine. Keywords: Diarrhea, children, under-five children, infectious, diseases, latrines
Efeketivitas Mat Kulit Limau Kuit (Citrus amblycarpa) Sebagai Anti Nyamuk Elektrik Terhadap Nyamuk Aedes aegypti Ishak, Nuning Irnawulan; Kasman, Kasman; Hidayah, Noor
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 4 No 2 (April 2021 )
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/woh.v0i2.415

Abstract

One alternative mosquito control that can be done to control the dengue vector is to use natural insecticides. The purpose of this study was to test the effectiveness of lime peel powder (Citrus amblycarpa) as an anti-electric mosquito against Aedes aegypti mosquito mortality. This study uses a true experiment design conducted at the Central Research and Development Center for Vector and Disease Reservoir (B2P2VRP) Salatiga. The object of the research was the lime skin powder (Citrus amblycarpa) as a natural insecticide against the Aedes aegypti mosquito. A sampling of Aedes aegypti mosquitoes was done by a simple random sampling of 240 Aedes aegypti mosquitoes. Vulnerability test for 20 minutes of exposure and holding for 24 hours. The effectiveness of kale lime peel extract in killing Aedes Aegypti mosquitoes after 20 minutes of exposure was 25% (1 gram), 10.0% (1.5 gram), 0% (2 gram), 100% (control +) and after being held for 24 hours 35% mortality was obtained at a concentration of 1 gram, 11.67 at a concentration of 1.5 grams, 0% at a concentration of 2 grams, 100% at the control (+). Probit analysis results obtained values ​​of LT50 68.03 seconds at concentrations of 1 gram, 216.39 seconds at concentrations of 1.5 grams, and 2.09 seconds in the control group (+). Post-hoct LSD analysis with the Mann-Whitney test showed a significant difference between the extracts of lime skin powder (1 gram and 1.5 gram) and the control (+). Further research needs to be done using ethanol solvents to make anti-mosquito MAT.
Efektivitas Ekstrak Kulit Buah Limau Kuit (Citrus Amblycarpa) sebagai Larvasida Aedes Aegypti Instar III Nuning Irnawulan Ishak; Kasman Kasman; Chandra Chandra
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 15 No. 3: SEPTEMBER 2019
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.048 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v15i3.6533

Abstract

Various negative effects from the use of chemical larvacides encourage research about natural larvacides,one of which is extract of lime skin extract. This study aimed to determine the effectiveness of lime skin extractas a natural larvacide against the death of Aedes aegypti larvae. This study uses a true experiment design with apost test only control group design. The object of the research was the lime peel extract. The sample size in thisstudy was 450 instar III larvae with Simple Random Sampling technique and treated with various concentrationsof lime skin extract (2ml/100ml, 3ml/100 ml, 4ml/100ml, and 5ml/100 ml) for 10 hours. Positive controls use abate0.01 gr / 100ml. The results showed that all treatment groups could kill 100% of larvae. At a concentration of 4.0ml / 100ml and 5.0 ml / 100ml experienced 100% mortality after 6 hours of measurement and the positive controlgroup experienced 100% death after 4 hours of measurement. The results of the probit analysis show that the valueof LT50 concentration of 5.0% is 2.58 hours and the value of LT99 is 5.86 hours. The Kruskal Wallis test resultsshowed no significant differences (p>0.05) larvae mean mortality between treatment groups and the control group.Giving skin extracts of lime juice can be a natural larvicidal alternative that can be used by the community.
Pemanfaatan Limau Kuit sebagai Larvasida Pada Jumantik RT 24 Desa Berangas Timur Barito Kuala Kasman; Nuning Irnawulan Ishak; Yeni Riza
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.045 KB) | DOI: 10.31943/abdi.v4i1.38

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi DBD, seperti penggunaan larvasida. Hanya saja nyamuk DBD sudah mulai rentang dengan temephos yang selama ini sering digunakan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan memberikan pelatihan pembuatan larvasida alami dari limau kuit. Pelaksanaan akan diawali dengan pemberian edukasi dan proses pembuatan larvasida kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan larvasida kepada masyarakat. Pelaksanaan pengabdian akan dilakukan di Desa Berangas yang merupakan salah satu wilayah dengan kasus DBD yang banyak di Kabupaten Barito Kuala. Hasil pre dan post test rata-rata nilai peserta setelah mendapatkan materi sosialisasi mengalami peningkatan dari 63,3% menjadi 83,3%. Sebanyak 96,7% peserta mengalami peningkatan pengetahuan. Peserta diberikan pelatihan pembuatan larvasida dari Ekstrak Limau Kuit. Target luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan keterampilan masyarakat dalam membuat larvasida alami.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KOTA BANJARMASIN Kasman Kasman; Nuning Irnawulan Ishak
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2: DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.364 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v8i2.494

Abstract

Kebanyakan kematian balita di negara berkembang salah satunya disebabkan oleh diare. Penyakit diare merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko kejadian diare pada anak balita di Kota Banjarmasin. Target penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pemanfaatan jamban sehat, pentingnya pemberian ASI Eksklusif serta pentingnya pemberian imunisasi pada balita. Rancangan penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak balita yang ada di Kota Banjarmasin sebanyak 54.746 balita. Teknik penarikan sampel secara multistage sampling dengan jumlah sampel sebanyak 188 balita. Pengumpulan data dengan melakukan wawancara langsung pada responden menggunakan kuesioner. Instrumen dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban, pemberian ASI eksklusif, dan Imunisasi dengan kejadian Diare pada Balita di Kota Banjarmasin. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: MANFAATKAN SAMPAH DAPURMU SEBAGAI USAHA MENCINTAI BUMI Nuning Irnawulan Ishak; Ilhamiyah Ilhamiyah; Kasman Kasman; Erwin Ernadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v6i3.2884

Abstract

Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Berangas Timur.  Kelompok ibu-ibu PKK ArthaNia yang berlatar belakang ibu rumah tangga RT. 24 merupakan target sasaran atau mitra dari kegiatan ini.  Prioritas permasalahan yang dihadapi mitra antara lain kurangnya kesadaran warga setempat untuk melakukan pengelolaan sampah, khususnya sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas memasak di dapur dan pengetahuan yang kurang terkait daur ulang dan pemanfaatan sampah organik menjadi produk yang bernilai guna.  Prioritas solusi yang akan dilaksanakan dari alternatif solusi yang ditawarkan dalam program pemberdayaan masyarakat berupa penyuluhan/edukasi dan pelatihan daur ulang sampah dengan membuat Larutan Eco-enzym dan Pupuk Cangkang Telur. Kegiatan dilaksanakan dalam 2 tahap. Pertama, kegiatan non fisik melalui penyuluhan dan edukasi kepada kelompok ibu PKK yang melibatkan tokoh masyarakat. Kedua, kegiatan fisik melalui melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan larutan Eco-enzym dan Pupuk organik bubuk dengan pendekatan partisipatif. Melalui kegiatan ini, membuka wawasan dan cara berpikir kelompok ibu-ibu PKK untuk mampu memanfaatkan sampah organik yang dihasilkan dengan melakukan aktivitas daur ulang sampah organik menjadi sesuatu yang bernilai guna yang pada akhirnya menghasilkan ibu-ibu PKK ArthaNia yang terampil, kreatif, dan inovatif dalam mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Pemukiman Atas Rawa dengan Metode Eco-enzyme dan Eco-brick pada Kelompok Ibu PKK Nuning Irnawulan Ishak; Ilhamiyah Ilhamiyah; Satriadi Satriadi; Ermayanti Ishak
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.714 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i1.1529

Abstract

PKM partners are PKK women's group AthaNia RT.24 in Berangas Timur Village, Alalak District, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province. Waste management is still an environmental problem, one of which is in RT.24. Supported by the condition of partners with minimal knowledge, it adds to the problems related to waste management. The objectives of this community service activity are 1) Increase knowledge about waste management, 2) Assistance with equipment and materials to support the manufacture of waste innovation products 3) Training and assistance in the manufacture of waste innovation products, including eco-enzyme technology for organic waste and ecobricks for plastic waste. . PKM partners are a group of 13 women from PKK AthaNia RT.24 in Berangas Timur Village, Alalak District, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province. The approach method used is lectures, discussions, questions and answers and training in waste management (waste recycling). The evaluation was carried out twice with the results of the 72 pres test increasing to 97.5 at the post test. Partners' knowledge and skills are increasing in waste management, such as making eco-enzymes and ecobricks
THE EFFECT OF CLIMATE FACTORS FOR DENGUE HEMORRHAGIC FEVER IN BANJARMASIN CITY, SOUTH KALIMANTAN PROVINCE, INDONESIA, 2012-2016 Ishak, Nuning Irnawulan; Kasman, Kasman
Public Health of Indonesia Vol. 4 No. 3 (2018): July - September
Publisher : YCAB Publisher & IAKMI SULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.189 KB) | DOI: 10.36685/phi.v4i3.181

Abstract

Background: One of the factors that lead to high incidence of DHF is climate change.Objective: To analyze the effect of climate factors (temperature, humidity, wind speed, and rainfall) associated with DHF incidence in Banjarmasin City, 2012-2016.  Methods: We used the national data on annual reported incidence from Health Office of Banjarmasin City and climate variations from Meteorology Climatology and Geophysics Agency 2nd Class Climatology Station Syamsudin Noor Banjarmasin, January 2012-December 2016.  The analysis techniques using path analysis to explained the mechanism of causal relationships between variables.Results: The result showed the overall incidence of DHF in Banjarmasin City during 2012- 2016 was 243 cases, of DHF cases were fluctuates by the monthly trend, where the highest number of DHF cases in January to March, climate variation which occurred in Banjarmasin City period 2012-2016 included temperatures ranged from 25.8-28.7°C, humidity ranged from 65-88%, wind speed ranged from 4-6 knots and rainfall ranged from 0.0-546.7 mm, and the path analysis showed that rainfall variable (X4) was the only variable which positively effected to DHF incidence variable (Y) equal to 0.613 unit (Y = 0.613 X4) (p value = 0.002).Conclusion: Climate information can used as a precautionary signal through early warming of the readiness in facing the outbreaks of vector borne diseases so that further efforts in environmental management by manipulation method and environmental modification.