Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETANI PENGGUNA PESTISIDA Hayati, Ridha; Kasman, Kasman; Jannah, Raudatul
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2018): PROMOTIF - JUNI
Publisher : PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.786 KB) | DOI: 10.31934/promotif.v8i1.225

Abstract

Alat pelindung diri merupakan salah satu cara yang dapat digunakan tenaga kerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi bahaya atau kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat pelindung diri pada petani pengguna pestisida di desa Candi Laras. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang ada di Desa Candi Laras yang berjumlah 378 orang dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang. Data dianalisis dengan uji chi square. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 85% pengetahuan petani baik, 96,25% sikap petani positif, 58,75% status ekonomi petani rendah, 77,5% masa kerja lama > 3 tahun dan 37,5% petani menggunakan alat pelindung diri. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan alat pelindung diri (p=0,194), tidak ada hubungan antara sikap dengan penggunaan alat pelindung diri (p=0,288), ada hubungan antara status ekonomi dengan penggunaan alat pelindung diri (p=0,002), dan tidak ada hubungan antara masa kerja dengan penggunaan alat pelindung diri (p=0,678). Petani hendaknya selalu menggunakan alat pelindung diri secara lengkap, perlu adanya penyuluhan/pelatihan kepada petani tentang manfaat dari penggunaan alat pelindung diri dan bahaya yang dapat ditimbulkan akibat tidak menggunakan alat pelindung diri. 
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KOTA BANJARMASIN Kasman, Kasman; Ishak, Nuning Irnawulan
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2018): PROMOTIF - DESEMBER
Publisher : PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.956 KB) | DOI: 10.31934/promotif.v8i2.494

Abstract

Kebanyakan kematian balita di negara berkembang salah satunya disebabkan oleh diare. Penyakit diare merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko kejadian diare pada anak balita di Kota Banjarmasin. Target penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pemanfaatan jamban sehat, pentingnya pemberian ASI Eksklusif serta pentingnya pemberian imunisasi pada balita. Rancangan penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak balita yang ada di Kota Banjarmasin sebanyak 54.746 balita. Teknik penarikan sampel secara multistage sampling dengan jumlah sampel sebanyak 188 balita. Pengumpulan data dengan melakukan wawancara langsung pada responden menggunakan kuesioner. Instrumen dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban, pemberian ASI eksklusif, dan Imunisasi dengan kejadian Diare pada Balita di Kota Banjarmasin. 
EFEKTIFITAS PERASAN BUAH LIMAU KUIT (Citrus amblycarpa) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI TERHADAP KEMATIAN LARVA AEDES AEGYPTI Ishak, Nuning Irnawulan; Kasman, Kasman; Chandra, Chandra
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2020): PROMOTIF - JUNI
Publisher : PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.813 KB) | DOI: 10.31934/promotif.v10i1.882

Abstract

Salah satu alternatif dalam mengendalikan vektor penyakit DBD adalah dengan menggunakan larvasida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas perasan buah limau kuit (Citrus amblycarpa) sebagai larvasida alami dalam mematikan larva Aedes aegypti. Penelitian ini menggunakan desain true experiment dengan rancangan post test only control group. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Entomologi Balai Litbangkes P2B2 Tanah Bumbu. Objek penelitian adalah perasan buah limau kuit yang digunakan sebagai larvasida alami terhadap Aedes aegypti instar III. Pengambilan sampel larva Aedes aegypti dilakukan secara Simple Random Sampling. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 450 ekor dan diberi perlakuan dengan berbagai konsentrasi perasan buah limau kuit (2,0 ml/100 ml, 3,0 ml/100 ml, 4,0 ml/100 ml, dan 5,0 ml/100 ml) selama 10 jam. Kontrol positif menggunakan abate 0,01 gr/100ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kelompok intervensi dapat mematikan 100% larva. Hasil analisis probit menunjukkan bahwa nilai LT50 untuk mematikan 50% larva Aedes aegypti instar III dengan menggunakan ekstrak perasan buah dengan konsentrasi 5,0% adalah 2,26 jam dan nilai LT99 untuk mematikan 99% larva Aedes aegypti instar III dengan menggunakan ekstrak perasan buah dengan konsentrasi 5,0% adalah 3,99 jam. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan secara signifikan (>0,05) rerata kematian jentik antar kelompok perlakuan limau kuit dengan kelompok kontrol.
STUDI EKSPERIMEN PENGGUNAAN MEDIA LEAFLET DAN VIDEO BAHAYA MEROKOK PADA REMAJA Kasman, Kasman; Noorhidayah, Noorhidayah; Persada, Kasuma Bakti
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i2.3842

Abstract

Abstrak Proses pendidikan kesehatan dalam mencapai tujuan melalui perubahan perilaku remaja yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu materi atau pesan yang disampaikan alat peraga, metode dari petugas atau pendidik yang melakukan promosi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara penggunaan media leaflet dan video terhadap pengetahuan bahaya merokok pada remaja. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen-Semu dengan rancangan penelitian Pretest and Posttest without Control Group Design dengan menggunakan media leaflet dan video sebagai bentuk edukasi pada 40 remaja. Pengukuran pengetahuan pre-test dan post-test menggunakan kuesioner kemudian dilakukan analisis degan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua penggunaan media leaflet dan video sama efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok. Ada perbedaan pengaruh antara kelompok video dan leaflet, dimana nilai p = 0.004 ≤ α = 0,05, diketahui rata-rata peningkatan sebelum dan sesudah diberi pendidikan kesehatan dari kelompok leaflet adalah 36,67 dan kelompok media video adalah 22,48. Media leaflet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok dibandingkan video, walaupun kelompok media video juga menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan. Kata-kata kunci: Leaflet, video, pengetahuan, bahaya merokok, remaja  Abstract The process of education health in achieving its objectives by the behavior teenager influenced by several factors including the matter or the message was props, methods of a clerk or educator who promote health. The purpose of this research to know the difference between the use of the influence of the media leaflets and video on knowledge about the dangers of smoking on teenage. The type of this research is a quasi-experiment with research design of Pretest and Posttest without Control Group by using leaflet and video media as a form of education on 40 adolescents. Measurement of pre-test knowledge and post-test using questionnaire then analyzed by t test. The results show that both the use of leaflets and video media is equally effective in enhancing adolescent knowledge about the dangers of smoking. There is a difference of influence between video groups and leaflets, where the value p = 0.004 ≤ α = 0.05, known that the average increase before and after being given health education from leaflet group is 36,67 and video media group is 22,48. leaflets are more effective in increasing adolescent knowledge about the dangers of smoking than video, although video media groups also show an average increase in knowledge. Keywords : Leaflets, videos, knowledge, dangers of smoking, youth
KEPEMILIKAN JAMBAN TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KOTA BANJARMASIN Kasman, Kasman; Ishak, Nuning Irnawulan
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v7i1.8790

Abstract

ABSTRAK Setiap anak mengalami episode serangan diare rata-rata 3,3 kali setiap tahun. Lebih kurang 80% kematian terjadi pada anak berusia kurang dari dua tahun. Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang banyak terjadi di Kota Banjarmasin. Penyebabnya diduga karena Kondisi sanitasi lingkungan yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan jamban terhadap kejadian diare pada anak balita di Kota Banjarmasin. Rancangan penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak balita yang ada di Kota Banjarmasin sebanyak 54.746 balita. Teknik penarikan sampel secara multistage sampling dengan jumlah sampel sebanyak 188 balita. Pengumpulan data dilakukan pada Bulan Juni sampai Agustus 2018 dengan wawancara langsung pada responden menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 22,9% anak balita yang menderita diare. Sebagian besar (97,9%) responden telah memiliki Jamban dengan jenis jamban menggunakan tangki septik 94,6%. Terdapat 19% jamban dengan kondisi yang tidak baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban (p-value=0,038) dan kondisi jamban (p-value=0,000) terhadap kejadian diare pada Balita di Kota Banjarmasin. Diharapkan kepada masyarakat untuk memperhatikan kebersihan jamban. Kata-kata kunci : Diare, anak,  Balita, Penyakit,  infeksi, Jamban.  ABSTRACT Each child experiences episodes of diarrhea attack an average of 3.3 times each year. Approximately 80% of deaths occur in children aged less than two years. Diarrhea is one of the many diseases that occur in Banjarmasin. The cause is thought to be due to poor environmental sanitation. This study aims to analyze the use of latrines on the incidence of diarrhea in under-five children in Banjarmasin. The design of this study used a cross-sectional design. The study population was all toddlers in Banjarmasin of 54,746 toddlers. The sampling technique was multistage sampling with a total sample of 188 toddlers. Data collection was conducted from June to August 2018 with an interview with the respondent directly using a questionnaire. Data analysis using Chi-Square statistical tests. The results of this study indicate that there were 22.9% of children under five suffering from diarrhea. Most (97.9%) of respondents have had latrines in the type of latrine using a 94.6% septic tank. There is a significant relationship between latrine ownership (p-value= 0.038) and latrine condition (p-value=0,000) to the incidence of diarrhea in children under five in Banjarmasin City. It is expected the public to pay attention to hygiene latrine. Keywords: Diarrhea, children, under-five children, infectious, diseases, latrines
Efeketivitas Mat Kulit Limau Kuit (Citrus amblycarpa) Sebagai Anti Nyamuk Elektrik Terhadap Nyamuk Aedes aegypti Ishak, Nuning Irnawulan; Kasman, Kasman; Hidayah, Noor
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 4 No 2 (April 2021 )
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/woh.v0i2.415

Abstract

One alternative mosquito control that can be done to control the dengue vector is to use natural insecticides. The purpose of this study was to test the effectiveness of lime peel powder (Citrus amblycarpa) as an anti-electric mosquito against Aedes aegypti mosquito mortality. This study uses a true experiment design conducted at the Central Research and Development Center for Vector and Disease Reservoir (B2P2VRP) Salatiga. The object of the research was the lime skin powder (Citrus amblycarpa) as a natural insecticide against the Aedes aegypti mosquito. A sampling of Aedes aegypti mosquitoes was done by a simple random sampling of 240 Aedes aegypti mosquitoes. Vulnerability test for 20 minutes of exposure and holding for 24 hours. The effectiveness of kale lime peel extract in killing Aedes Aegypti mosquitoes after 20 minutes of exposure was 25% (1 gram), 10.0% (1.5 gram), 0% (2 gram), 100% (control +) and after being held for 24 hours 35% mortality was obtained at a concentration of 1 gram, 11.67 at a concentration of 1.5 grams, 0% at a concentration of 2 grams, 100% at the control (+). Probit analysis results obtained values ​​of LT50 68.03 seconds at concentrations of 1 gram, 216.39 seconds at concentrations of 1.5 grams, and 2.09 seconds in the control group (+). Post-hoct LSD analysis with the Mann-Whitney test showed a significant difference between the extracts of lime skin powder (1 gram and 1.5 gram) and the control (+). Further research needs to be done using ethanol solvents to make anti-mosquito MAT.
Efektivitas Ekstrak Kulit Buah Limau Kuit (Citrus Amblycarpa) sebagai Larvasida Aedes Aegypti Instar III Nuning Irnawulan Ishak; Kasman Kasman; Chandra Chandra
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 15 No. 3: SEPTEMBER 2019
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.048 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v15i3.6533

Abstract

Various negative effects from the use of chemical larvacides encourage research about natural larvacides,one of which is extract of lime skin extract. This study aimed to determine the effectiveness of lime skin extractas a natural larvacide against the death of Aedes aegypti larvae. This study uses a true experiment design with apost test only control group design. The object of the research was the lime peel extract. The sample size in thisstudy was 450 instar III larvae with Simple Random Sampling technique and treated with various concentrationsof lime skin extract (2ml/100ml, 3ml/100 ml, 4ml/100ml, and 5ml/100 ml) for 10 hours. Positive controls use abate0.01 gr / 100ml. The results showed that all treatment groups could kill 100% of larvae. At a concentration of 4.0ml / 100ml and 5.0 ml / 100ml experienced 100% mortality after 6 hours of measurement and the positive controlgroup experienced 100% death after 4 hours of measurement. The results of the probit analysis show that the valueof LT50 concentration of 5.0% is 2.58 hours and the value of LT99 is 5.86 hours. The Kruskal Wallis test resultsshowed no significant differences (p>0.05) larvae mean mortality between treatment groups and the control group.Giving skin extracts of lime juice can be a natural larvicidal alternative that can be used by the community.
Malaria Situation in The South Kalimantan Province, 2010–2018 M Rasyid Ridha; Kasman Kasman; Evi Liani; Liestiana Indriati
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V9I22021.140-147

Abstract

Background: Malaria has caused high morbidity and mortality rates and has decreased the productivity of human resources and national development. Malaria is endemic in several districts in South Kalimantan. Purpose: This study aims to describe the malaria situation in South Kalimantan by examining the malaria cases, Case Fatality Rate (CFR), Annual Parasite Incidence (API), and Slide Parasite Rate (SPR) in the South Kalimantan Province during the period of 2010–2018. Method: This research was a descriptive study with the South Kalimantan population, who were at risk of getting malaria. This study adopted a total participation technique and included all the cases of malaria recorded in the electronic- Surveillance Information System of Malaria (e-SISMAL) data of South Kalimantan province in the period 2010–2018. The study used secondary data from the South Kalimantan Provincial Health Office during 2010–2018. The data included the number of malaria cases, morbidity, and the mortality rate of malaria. The data collected was analyzed using CFR, API, and the SPR formulae. Results: The number of malaria cases in South Kalimantan from 2010 to 2018 fluctuated. The highest number of malaria cases occurred in 2011, while a decreasing trend was observed up to 2018. At the same time, the number of deaths during 2012–2018 increased. The death rate from 2010–2018 decreased in South Kalimantan. Conclusion: The number of cases as well as deaths caused due to malaria in South Kalimantan continues to decrease. By 2025, all districts in South Kalimantan could be free from malaria.
PELATIHAN OPEN DATA KIT (ODK): SOLUSI PENGUMPULAN DATA PENELITIAN DI MASA PANDEMIK COVID-19 Kadar Ramadhan; Andi Mukramin Yusuf; Arjuman Asrun; Kasman Kasman; Fahrul Islam; Muhammad Syukri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.195 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5306

Abstract

Abstrak: Jumlah pengguna smartphone yang semakin meningkat, khususnya di kalangan mahasiswa memungkinkan untuk dimaksimalkan dalam melaksanakan pembelajaran, khususnya penelitian. Pandemik COVID-19 menyebabkan peralihan cara pengumpulan data penelitian dari paper based ke digital survey. Aplikasi yang paling sering digunakan adalah Google Form (GF). Penggunaan GF memiliki beberapa kekurangan seperti proses cleaning data yang memungkinkan adanya kesalahan dan tidak mengakomodir pertanyaan-pertanyaan loncatan (logic question). Aplikasi Open Data Kit (ODK) dapat menutup semua kekurangan yang dimiliki oleh GF. Pengabdian ini bertujuan untuk melatih dosen membuat kuesioner berbasis ODK. Metode pelaksanaan kegiatan ini berupa pelatihan melalui aplikasi Zoom. Tahapan kegiatan ini adalah mulai dari penyampaian materi teori, praktim, dan submit XLS form ke server. Peserta kegiatan ini adalah dosen yang berasal dari berbagai institusi Perguruan Tinggi di Indonesia, berjumlah 30 orang. Kegiatan dibagi menjadi 5 batch, dari tanggal 18 s.d 30 Juli 2021. Diakhir kegiatan, 100% peserta berhasil mengunggah XLS Form kuesioner ke server kobotoolbox.Abstract: Increasing number of smartphone users, especially among students, allows in maximizing the implementation of learning, especially research. The COVID-19 pandemic has caused a shift in the method of collecting research data from paper-based to digital surveys. The most frequently used application is Google Form (GF). The use of GF has several weaknesses, such as the errors in data cleaning process, and it does not accommodate logical questions. The Open Data Kit (ODK) application can cover all the shortcomings of GF. This activity aims to train lecturers to make ODK-based questionnaires. The method of implementing this activity is in the form of training through the Zoom application. The stages of this activity are starting from delivering theoretical material, practicum, and submitting XLS forms to the server. The participants of this activity are lecturers from various higher education institutions in Indonesia, totaling 30 people. The activity was divided into 5 batches, from 18 to 30 July 2021. At the end of the activity, 100% of participants succeeded in uploading the XLS Form questionnaire to the kobotoolbox server.
Pemanfaatan Limau Kuit sebagai Larvasida Pada Jumantik RT 24 Desa Berangas Timur Barito Kuala Kasman; Nuning Irnawulan Ishak; Yeni Riza
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.045 KB) | DOI: 10.31943/abdi.v4i1.38

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi DBD, seperti penggunaan larvasida. Hanya saja nyamuk DBD sudah mulai rentang dengan temephos yang selama ini sering digunakan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan memberikan pelatihan pembuatan larvasida alami dari limau kuit. Pelaksanaan akan diawali dengan pemberian edukasi dan proses pembuatan larvasida kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan larvasida kepada masyarakat. Pelaksanaan pengabdian akan dilakukan di Desa Berangas yang merupakan salah satu wilayah dengan kasus DBD yang banyak di Kabupaten Barito Kuala. Hasil pre dan post test rata-rata nilai peserta setelah mendapatkan materi sosialisasi mengalami peningkatan dari 63,3% menjadi 83,3%. Sebanyak 96,7% peserta mengalami peningkatan pengetahuan. Peserta diberikan pelatihan pembuatan larvasida dari Ekstrak Limau Kuit. Target luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan keterampilan masyarakat dalam membuat larvasida alami.