Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Kandungan Logam Berat Pada Air Sungai Martapura, Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2022 Nuning Irnawulan Ishak; Mahmudah; Kasman; Ermayanti Ishak; Irwan Junaidi Effendy; Latifa Fekri
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 1 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) mengakibatkan logam berat yang masuk ke aliran air jauh lebih tinggi dari jumlah normal melalui limbah cair dan padat dari industri dan rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan logam berat pada air sungai Martapura. Pengambilan sampel air sungai menggunakan alat water sampler sebanyak 4 titik menggunakan GPS (Global Positioning System). Penentuan titik lokasi berdasarkan letak hulu dan hilir sungai Martapura serta potensi sumber pencemaran. Sampel air dianalisa di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri Banjarbaru. Data uji laboratorium dianalisis dengan membandingkan baku mutu dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Republik Indonesia. Terdapat tiga parameter logam berat yang melebihi baku mutu yaitu logam Besi (Fe) di stasiun I, II, III, IV masing-masing 1,261 mg/L, 2,096 mg/L, 0,865 mg/L, 1,998 mg/L melebihi standar kualitas yang ditetapkan yaitu 0,3 mg/L, logam Mangan (Mn) di stasiun II yaitu 0,127 mg/L melebihi standar kualitas yang ditetapkan yaitu 0,1 mg/L, dan logam Tembaga (Cu) di stasiun I, II, III, IV masing-masing 0,039 mg/L, 0,042 mg/L, 0,039 mg/L, 0,042 mg/L melebihi standar kualitas yang ditetapkan yaitu 0,02 mg/L. Pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat perlu menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah langsung ke sungai.
Efikasi Larvasida Ekstrak Kulit Limau Kuit pada Jentik Aedes albopictus Kasman, Kasman; Ishak, Nuning Irnawulan; Octaviana, Elsi Setiandari Lely; Ridha, Muhammad Rasyid
Diversity: Disease Preventive of Research Integrity Volume 2, Issue 2, February 2022
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/diversity.v2i2.26283

Abstract

Various ways to control dengue vector One of them is by using natural insecticides. The purpose of this study was to test the effectiveness of lime peel powder (Citrus amblycarpa) as an electric mosquito repellent against the death of Aedes albopictus mosquitoes in the field larvae. This study uses a true experimental design conducted at the Tanah Bumbu Health Research and Development Center. The object of this research was lime peel powder (Citrus amblycarpa) which was used as a natural insecticide against the Aedes albopictus mosquito. The larvae used were Aedes aegypti larvae instar III which were hatched at the Research and Development Center of P2B2 Tanah Bumbu and the results of larval collection using ovitrap in the Martapura Health Center Area 1. Susceptibility test for larval mortality and data collection by counting the number of dead Aedes albopictus larvae after being exhibited with skin extract lime for 24 hours at concentrations of 2%, 3%, 4%, and 5%. The LT50 mortality of larvae with lime extract was 2.78 hours (5%), faster than the mortality of larvae in the control group using abate. The results showed the potential of Limau Kuit peel extract as a larvicide in controlling the dengue vector.
EFEKTIFITAS PERASAN BUAH LIMAU KUIT (Citrus amblycarpa) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI TERHADAP KEMATIAN LARVA AEDES AEGYPTI Ishak, Nuning Irnawulan; Kasman, Kasman; Chandra, Chandra
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1: JUNE 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.813 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i1.882

Abstract

Salah satu alternatif dalam mengendalikan vektor penyakit DBD adalah dengan menggunakan larvasida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas perasan buah limau kuit (Citrus amblycarpa) sebagai larvasida alami dalam mematikan larva Aedes aegypti. Penelitian ini menggunakan desain true experiment dengan rancangan post test only control group. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Entomologi Balai Litbangkes P2B2 Tanah Bumbu. Objek penelitian adalah perasan buah limau kuit yang digunakan sebagai larvasida alami terhadap Aedes aegypti instar III. Pengambilan sampel larva Aedes aegypti dilakukan secara Simple Random Sampling. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 450 ekor dan diberi perlakuan dengan berbagai konsentrasi perasan buah limau kuit (2,0 ml/100 ml, 3,0 ml/100 ml, 4,0 ml/100 ml, dan 5,0 ml/100 ml) selama 10 jam. Kontrol positif menggunakan abate 0,01 gr/100ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kelompok intervensi dapat mematikan 100% larva. Hasil analisis probit menunjukkan bahwa nilai LT50 untuk mematikan 50% larva Aedes aegypti instar III dengan menggunakan ekstrak perasan buah dengan konsentrasi 5,0% adalah 2,26 jam dan nilai LT99 untuk mematikan 99% larva Aedes aegypti instar III dengan menggunakan ekstrak perasan buah dengan konsentrasi 5,0% adalah 3,99 jam. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan secara signifikan (>0,05) rerata kematian jentik antar kelompok perlakuan limau kuit dengan kelompok kontrol.
ANALISIS PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA BANJARMASIN TAHUN 2012-2016 Kasman, Kasman; Ishak, Nuning Irnawulan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1434.224 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v1i2.176

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menyebar luas ke seluruh wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dan terjadi di 13 (tiga belas) kota/kabupaten. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sebaran kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Banjarmasin tahun 2012-2016. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi deskriptif dengan unit pengamatan populasi melalui rancangan studi korelasi populasi dan rangkaian berkala atau time series. Penelitian ini akan dilaksanakan di Kota Banjarmasin yang dimulai pada bulan Agustus 2017 sampai bulan Desember 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data agregat penyakit DBD di Kota Banjarmasin selama tahun 2012-2016. Instrumen atau alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan pedoman khusus berupa daftar check list untuk mengecek dan melengkapi kebutuhan data angka kejadian demam berdarah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Untuk melihat kekuatan hubungan antara variabel dependen dan variabel independen, maka dilakukan uji korelasi Pearson. Jika data tidak terdistribusi normal maka digunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepadatan penduduk Kota Banjarmasin lebih banyak berpusat di Kecamatan Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Tengah. Kejadian DBD terjadi secara fluktuatif dengan kejadian yang lebih banyak terjadi di Kecamatan Banjarmasin Timur. Secara umum tidak ada hubungan yang bermakna antara kepadatan penduduk di Kota Banjarmasin (p=0,726). Secara spesifik Kecamatan anjarmasin Utara memiliki korelasi kepadatan penduduk dengan kejadian DBD (p=0,042; r= 0,892). Sementara 4 kecamatan lainnya tidak memiliki hubungan yang bermakna