Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STASIUN KERETA API DI KOTA MANADO: Arsitektur Neo Vernakular Xavaldo G. Pontoh; Aristotulus E. Tungka; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana program pemerintah pembangunan jalur rel kereta api di Sulawesi Utara akan segera dilaksanakan. Jalur yang menghubungkan Manado – Bitung memiliki jarak sekitar 42 Kilometer yang memiliki 5 stasiun pemberhentian yaitu di Manado, Airmadidi, Girian, Bitung kota dan Bitung Pelabuhan. Mega Proyek yang direncanakan akan segera dimulai pada Tahun 2020 ini bertujuan meningkatkan peluang di berbagai sektor di Sulawesi Utara, terutama sektor ekonomi akan terbuka luas. Pemerintah setempat menargetkan Sulawesi utara akan segera memiliki jalur kereta api, kurang lebih pada tiga hingga empat tahun yang akan datang. Sarana stasiun kereta api dibutuhkan sebagai penunjang program pemerintah yang berfunsi sebagai tempat naik dan turun nya pengguna kereta api di suatu titik tertentu. Menjadi salah satu lokasi / tempat pertama yang dicapai oleh pengguna stasiun dari luar kota Manado maka dibutuhkan perancangan stasiun kereta yang mampu memberikan kesan yang baik bagi pengunjung. Sebagai salah satu tempat kedatangan, maka stasiun dapat berperan menjadi wajah sebuah kota sehingga dapat berfungsi sebagai suatu objek pengenal sebuah kota. Penggunaan tema Arsitektur Neo Vernakular pada perancangan ini digunakan karena tema ini memiliki perpaduan unsur tradisional dimana dapat berperan sebagai penunjuk identitas kota Manado dan juga unsur modern yang menarik bagi pengunjung saat ini. Dengan implementasi tema ini, penulis bertujuan melakukan desain stasiun kereta api pertama di kota Manado dengan menjadikan objek stasiun menjadi wajah yang mampu mengoptimalkan segala aspek pada stasiun dan juga dapat menjadi salah satu objek yang mengedukasi dan memperkenalkan identitas kota Manado pada pengunjung stasiun. Kata Kunci: Stasiun, Kereta Api,, Neo Vernakular.
PUSAT WISATA KULINER DI TONDANO: Implementasi Waterfront Architecture Virgin M. N. Karwur; Frits O.P. Siregar; Aristotulus E. Tungka
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia, selain sebagai sumber energi yang membantu manusia untuk melakukan aktifitas sehari-hari, makanan juga memiliki peran yang besar dalam kesehatan manusia. Zaman sekarang, kuliner bukan hanya sebagai pemenuh kebutuhan jasmani namun juga sebagai pelengkap gaya hidup. Kuliner mencerminkan identitas budaya yang menciptakan perbedaan pada ciri khas kuliner di setiap daerah. Pusat Wisata Kuliner merupakan tempat berlangsungnya kegiatan jual beli produk kuliner yang di wadahi dalam suatu tempat. Jenis kuliner yang di tawarkan beragam mulai dari kuliner internasional, kuliner Indonesisa dan kuliner Minahasa, dengan banyaknya jenis kuliner yang tersedia dapat memfasilitasi pedagang kuliner yang ingin mengembangkan usaha mereka dengan memanfaatkan tempat yang disediakan. Kata Kunci: Wisata Kuliner, Waterfront
PUSAT KREATIVITAS ANAK & REMAJA DI KOTA SORONG. Arsitektur Perilaku Januar C. Patetu; Aristotulus E. Tungka; Raymond Ch. Tarore
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24634

Abstract

Kreativitas merupakan suatu cara mengekspresikan, aktualisasi diri seorang individu khususnya kaum muda anak dan remaja di Kota Sorong. Kreativitas bersifat kompleks dapat berupa kesenian, kebudayaan maupun teknologi yang mana jika tidak diwadahi serta diarahkan dengan tepat akan mengakibatkan tidak berkembangnya kreativitas tersebut dan malah akan bersifat merusak. Bercermin dari potret realita dimana tidak tersedianya suatu wadah atau ruang publik bagi kegiatan kreativitas yang ada dikalangan kaum muda anak dan remaja di Kota Sorong, Pusat Kreativitas Anak & Remaja di Kota Sorong didesain untuk mewadahi seluruh aktivitas kegiatan kreativitas yang ada. Pusat Kreativitas sebagai ruang publik didesain dengan penerapan tema Arsitektur Perilaku yang mana dalam penerapannya disesuaikan dengan citra dan fungsi dari objek serta pola perilaku yang ada dikalangan anak & remaja di Kota Sorong. Sebuah ruang publik yang didesain selain memanfaatkan ruang dalam juga menghadirkan ruang luar yang guna mewadahi aktivitas kreatif outdoor serta event-event yang bersifat idealis. Kata kunci : Pusat Kreativitas Anak & Remaja di Kota Sorong, Arsitektur Perilaku
PENDEKATAN ECO ARCHITECTURE PADA PERANCANGAN BOTANICAL GARDEN CENTER DI TOMOHON Inkan R. Manginsihi; Veronica A. Kumurur; Aristotulus E. Tungka
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25052

Abstract

Eco Architecture berbicara tentang ekosistem, tentang lingkungan yang artinya kehidupan mahkluk hidup. Kita harus memperhatikan prinsip prinsip alaminya seperti tidak membuat kegiatan yang dapat merusak lingkungan, membuat instalasi pengolahan air limbah agar sisa sisa air limbah tidak menyebar yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, dll. Eco Architecture menggabungkan unsur unsur alam alami yang dapat membuat kenyamanan, ketenangan secara langsung kepada para pengunjung.Eco Architecture menonjolkan arsitektur yang berkualitas tinggi meskipun kualitas di bidang arsitektur sulit diukur dan ditentukan. Tak ada garis batas yang jelas antara arsitektur yang bermutu tinggi dan arsitektur yang biasa saja. Fenomena yang ada adalah kualitas arsitektur yang hanya memperhatikan bentuk dan konstruksi gedung dan cenderung kurang memperhatikan kualitas hidup dan keinginan pemakainya, padahal mereka adalah tokoh utama yang jelas.Dalam pandangan Eco Architecture gedung dianggap sebagai makhluk atau organik. Yang berarti bahwa bidang batasan antara bagian luar dan dalam gedung tersebut, yaitu dinding, lantai, dan atap dapat dimengerti sebagai kulit ketiga manusia (kulit manusia sendiri dan pakaian sebagai kulit pertama dan ke dua). Dan harus melakukan fungsi pokok yaitu bernapas, menguap, menyerap, melindungi, menyekat, dan mengatur (udara, kelembaban, kepanasan, kebisingan, kecelakaan, dan sebagainya). Oleh karena itu sangat penting untuk mengatur sistem hubungan yang dinamis antara bagian dalam dan luar gedung. Dan Eco Architecture senantiasa menuntut agar arsitek (perencana) dan penguna gedung berada dalam satu landasan yang jelas. Kata Kunci : Eco Architecture
SPORT CENTER DI KOTA TOMOHON. High Tech Architecture Fernando Z. Runtuwene; Jefrey I. Kindangen; Aristotulus E. Tungka
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25554

Abstract

Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Di Indonesia olahraga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dapat dilihat dari pencapaian di tahun 2018 yakni Indonesia menduduki posisi keempat dalam Asian Games ke-18 sekaligus menjadi tuan rumah dalam gelaran akbar tersebut. Kota Tomohon dewasa ini menjadi salah satu kota di Sulawesi Utara yang berkembang cukup pesat di sektor olahraga, dengan berbagai event tahunan yang aktif diselenggarakan oleh permerintah kota Tomohon yakni Walikota Cup dan Liga Pelajar. Respon aktif masyarakat menjadi alasan utama event-event olahraga Kota Tomohon dapat terlaksana. Namun karena fasilitas olahraga yang masih kurang dan faktor kenyamanan yang belum terpenuhi berujung pada minat masyarakat terhadap olahraga mulai menurun.Sport Center ini menjadi jawaban yang tepat dimana objek arsitektural ini dapat mewadai berbagai jenis olahraga. Dilakukan pendalaman tentang bangunan Sport Center dan standarisasi perancangannya serta tinjauan mengenai kota Tomohon. Mengusung Tema High Tech Architecture diharapkan objek arsitektural ini bisa menambah ketertarikan masyarakat Kota Tomohon terhadap olahraga. Selain itu diharapkan dengan hadirnya Sport Center ini akan muncul pemahaman baru tentang suatu bangunan dengan penerapan tema High Tech Architecture. Kata Kunci : Olahraga, Kota Tomohon, Sport Center, High Tech Architecture
GALERI SENI LUKIS DI MANADO. Arsitektur Semiotik Natasya S. Oley; Aristotulus E. Tungka; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.29014

Abstract

Di kota Manado terdapat banyak sanggar-sanggar dan komunitas seni. Kenyataannya, banyak jenis karya seni yang ada di kota Manado,  belum tersedia wadah yang menampung seluruh aktifitas seni yang ada. Olehnya, perlu dihadirkan sebuah Galeri Seni di Manado dimana masyarakat dapat mempelajari, mempertunjukkan, mempertahankan, dan mengembangkan seni seiring dengan zaman yang terus berjalan. Desain Galeri Seni telah banyak dilakukan oleh para Arsitek. Namun, mendesain Galeri Seni Lukis dengan tema Arsitektur Semiotik belum banyak. Desain ini memadukan Semiotik atau tanda dalam konsep-konsep kearifan lokal yang menghasilkan desain yang berkarakter. Tujuan Galeri Seni Lukis ini didesain dengan Tema Arsitektur Semiotik yang menerapkan ciri memberi tanda ke dalam rancangan. Tema akan diterapkan pada bentuk, fasad, material, ruang dalam maupun ruang luar. Ekspresi objek adalah bentuk yang bebas serta tidak monoton dan kaku, cat yang menunjukkan pola-pola yang berbeda warna namun terlihat ekspresif dan menyatu. Kata Kunci : Kota Manado, Galeri Seni Lukis, Semiotik, Arsitektur
REDESAIN BANGUNAN PENDIDIKAN YPKM, DI KOTA MANADO. Arsitektur Ekologi Farry D. Rompas; Aristotulus E. Tungka; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30152

Abstract

Salah satu sarana dalam meningkatkan sumber daya manusia adalah melalui pendidikan. Karena pendidikan setiap individu dapat memiliki pengetahuan, berkarakter, kompeten, dan memiliki mental persaingan yang positif. Memberikan tempat yang layak juga membuat siswa lebih nyaman dan semangat untuk melakukan proses belajar dan mengajar. Sebaliknya, bangunan Yayasan Pendidikan Kriten Manado (YPKM) belum bisa memberikan kenyaman dalam proses belajar dan mengajar, baik itu di dalam kelas maupun di luar ruang kelasDikarenakan yayasan ini belum bisa memberikan tempat belajar dan mengajar, maka perlu adanya me-redesain bangunan untuk memberikan kenyamanan dalam proses belajar dan mengajar.Sebgai proses atau metode Pada perancangan Yayasan Pendidikan Kristen Manado (YPKM) akan berfukus pada pengunakan tema Arsitektur Ekologi. Hal ini di lakukan sebagai bentuk edukasi kepada siswa dan mengajak siswa akan peduli terhadap lingkungan.Kata kunci: Yayasan Pendidikan Kristen Mando (YPKM), Arsitektur Ekologi, Redesain
TERMINAL TIPE C DI TAHUNA. Arsitektur Neo Vernakular Eden K. Patombongi; Aristotulus E. Tungka; Ingerid L. Moniaga
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30161

Abstract

Terminal Angkutan Darat merupakan penyedia jasa angkutan umum yang berfungsi untuk dapat memberikan pelayanan kemudahan, kenyamanan dan rasa aman kepada pengguna jasa angkutan umum di dalam melakukan perjalanan.  Terminal Merupakan suatu elemen yang sangat penting dalam sebuah kota untuk mendukung keefektifan, kelancaran kegiatan mobilitas bagi masyarakat. Sehingga fungsi dari suatu terminal haruslah benar-benar memberikan suatu pelayanan penyedia jasa angkutan yang baik untuk pengguna jasa angkutan. Kota Tahuna merupakan ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara yang cukup berkembang dalam segi ekonomi dan pariwisata dengan aktifitas mobilitas penduduk yang cukup tinggi. Melihat kondisi ini, diperlukan Fasilitas Terminal penumpang berskala tipe C yang dapat melayani kebutuhan masyarakat di wilayah Kabupaten.  Untuk meningkatkan daya tarik masyarakat dalam menggunakan Terminal tipe C maka dibutuhkan desain Terminal yang aman, nyaman, dengan pengaturan frekuensi waktu tunggu kendaraan yang teratur. Perancangan Terminal tipe C Kota Tahuna ini bertujuan, pertama menghadirkan ikon baru melalui fasilitas transportasi yang representatif sesuai standarisasi yang ditetapkan pemerintah pada wilayah kabupaten.  Kedua, melayani kebutuhan aksesibilitas masyarakat di wilayah kepulauan dengan mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal  melalui  tema Arsitektur Neo Vernakular yang memunculkan unsur-unsur tradisional  kota Tahuna. Kata Kunci: Terminal tipe C, arsitektur neo vernakular,  kota tahuna
PERPUSTAKAAN UMUM DI TONDANO. High Tech Arsitektur Jonathan V. Pendong; Aristotulus E. Tungka; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30881

Abstract

Perpustakaan merupakan sarana pendidikan nonformal dan informal, artinya perpustakaan merupakan tempat belajar diluar bangku sekolah maupun juga tempat belajar dalam lingkungan pendidikan sekolah. Dimana perpustakaan sebagai sumber informasi yang menyimpan karya manusia, karya cetak seperti buku, majalah, dan sejenisnya serta karya rekaman seperti kaset, piringan hitam, dan sejenisnya. Perpustakaan juga menjadi sumber informasi yang menjadi acuan dalam mencari literatur.Dalam menarik minat pengunjung perpustakaan memerlukan sebuah desain ruang-ruang yang bisa menarik minta baca pengunjung perpustakaan karena tatanan fisik merupakan salah satu dasar dalam memenuhi kebutuhan dasar beraktivitas, mempengaruhi penampilan, perasaan, dan kepribadian setiap orang / pengunjung, dan dalam perancangan “Perpustakaan Umum di Tondano” ini penulis menggunakan penerapan tema “High Tech Arsitektur”.                      Kata kunci : Perpustakan Umum, Tondano, Informasi, High Tech Arsitektur
PUSAT SENI KRIYA DI KOTA TOMOHON, Arsitektur Eksotis Multikultural Dian C. H. Waleleng; Octavianus H. A. Rogi; Aristotulus E. Tungka
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34683

Abstract

Penyediaan sarana dalam bentuk bangunan sebagai wadah tempat berkumpul, beraktifitas, dan melakukan tindakan-tindakan yang berhubungan dengan seni khususnya seni kriya serta pengembangannya adalah salah satu usaha untuk melestarikan peradaban bangsa. Kegiatan yang berhubungan dengan seni kriya seperti pameran, workshop, perkumpulan komunitas dan aktivitas kriyawan yang menghidupkan kehadiran kriyawan dan karyanya sendiri didukung wadah yang efektif, efisien dan berkualitas masih belum terlihat di Sulawesi Utara. Begitu banyak kriyawan yang memiliki hasil karya dengan kualitas dan nilai seni yang tinggi di Sulawesi Utara, khususnya Suku Minahasa. Namun, menurut data statistik ekonomi kreatif, persentase kontribusi ekspor dari provinsi Sulawesi Utara masih belum terlihat. Daya dukung khususnya lokasi/wadah pemasaran yang kurang strategis dan maksimal yang ada namun tidak terekspose, menyebabkan perkembangan produksi menjadi menurun dan memudarkan semangat mempertahankan identitas suku Minahasa. Dengan menghadirkan rancangan objek Pusat Seni Kriya di Kota Tomohon, akan melengkapi kebutuhan dan membangkitkan semangat baru, kreatifitas, produktifitas, kualitas hidup, pengembangan pengetahuan, serta pengenalan kepada dunia luar (internasional) maupun lokal tentang keberagaman seni kriya yang berkualitas dan bernilai tinggi di Sulawesi Utara yang semakin meningkat bagi komunitas kriyawan / pengrajin di Sulawesi Utara yang pada awalnya belum pernah dimiliki. Didukung dengan tema Arsitektur Eksotis Multikultural yang secara tangible maupun intangible akan memberikan pengalaman interaksi yang baru baik bagi para kriyawan maupun wisatawan lewat objek, lokasi maupun tapak di Kota Tomohon yang eksotis/unik dibarengi dengan terbentuknya penerimaan keragaman seni dan budaya yang dimiliki suku Minahasa .Kata Kunci: Seni Kriya, Arsitektur, Eksotis, Tomohon