Articles
ARENA OLAHRAGA REKREATIF DI MANADO. Analogi Mekanik
Wailan K. Lempoy;
Frits O. P. Siregar;
Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20841
Kota Manado sebagai salah satu kota yang mulai berkembang di provensi Sulawesi Utara. Seiring dengan perkembangannya masyrakat kota Manado yang semakin hari semakin sibuk dengan pekerjaan meraka pun hanya memiliki waktu yang relatif sedikit untuk berolahraga maupun untuk berrekeasi, dan dilihat dari segi lainnya perkembangan dari masyarakat yang hobi akan olahraga pun semakin hari semakin bertambah. Di kota Manado sendiri sudah terdapat beberapa tempat olahraga namun dalam segi fasilitas yang belum memadai.           Melihat kurangnya fasilitas akomodasi di kota Manado maka penulis tertarik untuk merencanakan pembangunan Arena Olahraga Rekreatif di Manado. Perancangan Arena Olahraga Rekreatif ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyrakat kota Manado.           Dalam perancangan Arena Olahraga Rekreatif ini menggunakan konsep “Analogi Mekanik†dimana bentuk bangunan ini menganalogikan bentuk dari mesin motor sebagai bentukan dasarnya dan mengalami beberapa transformasi  Kata Kunci: Arena Olahraga Rekreatif, Kota Manado, Analogi Mekanik Â
MANADO MAKERSPACE. Transformasi Wale sebagai Strategi Desain
Gratia G. Mangusuhe;
Herry Kapugu;
Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20843
Dalam proses kehidupan masyrakat Minahasa, konsep Wale memiliki hubungan erat dengan manusia dalam sebuah ruang hidup yang berbentuk “pendidikan†sehingga menciptakan manusia yang mengenal dirinya, budayannya dan kemampuannya, alamnya dan tanah tempat dia berpijak. Industri kreatif tidak lepas dari inovasi, di mana inovasi adalah sebuah proses menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada atau mengembangkan sesuatu yang telah ada menjadi produk terbarukan seperti proses hidup manusia yakni “hidup, bertumbuh dan menemukan jalannya“ di mulai dari sebuah rumah yang dalam Bahasa Minahasa disebut Wale. Presiden RI Joko Widodo pernah berkata “ Saya meyakini bahwa masa depan Indonesia akan ada di Industri Kreatif, Ini saya yakiniâ€. Kota Manado dengan beragam industri kreatif yang berkembang secara pesat serta banyak pelaku industri kreatif yang berada didalamnya, tidak hanya disektor kuliner saja perkembangan industri kreatif dikota manado juga berkembang pada sektor kriya dimana hal ini didukung pula oleh ketersedian bahan baku yang melimpah. Akan tetapi dibalik perkembangan industri kreatif yang sangat pesat, masih banyak para pelaku industri kreatif yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan tempat pelatihan atau workshop sebagai sarana pengembangan ide dan produk yang dibuat. Manado Makerspace hadir sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Dengan konsep wale sebagai dasar pemikiran di mana Manado Makerspace ini diharapakan dapat menjadi wadah tumbuh dan berkembangnya produk-produk kreatif dimanado dengan pendekatan transformasi wale sebagai konsep tematik dapat menampilkan konsep wale itu sendiri secara nyata melalui bentuk bangunan secara arsitektural. Kata Kunci : Idustri Kreatif, Manado, Makerspace, Wale
PERANCANGAN RESORT HOTEL DI LIKUPANG. Floating Architecture
Muhammad W. E. Sondakh;
Herry Kapugu;
Fela Warouw
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21266
Resort Hotel di Likupang adalah sebuah wadah arsitektural dalam bentuk hunian penginapan terapung yang dibangun untuk memfasilitasi para wisatawan mancanaegara atau wisatawan lokal yang datang berkunjung ke kecamatan Likupang Barat, lebih tepatnya pulau Lihaga.Keindahan alam pulau Lihaga, berupa pantai dan kondisi bawah lautnya adalah alasan mengapa pulau yang dijadikan tujuan liburan wisatawan ini perlu difasilitasi dengan bangunan penginapan. Yang dimana dengan kondisi alam, seperti keadaan laut, baik dari segi kedalaman dan ketinggian gelombang, serta angin dan curah hujan merupakan indikator perancangan sebuah Floating Resort di Lihaga yang akan menghasilkan desain baru di wilayah Sulawesi Utara, khususnya wilayah pariwisata pantai dalam menarik perhatian para wisatawan mancanegara agar deposit ekonomi negara dapat mengalami peningkatan dalam sektor pariwisata, terutama daerah Sulawesi Utara sendiri.Kata kunci : Floating Resort, Resort Hotel, Floating Architecture
SEKOLAH SENI MUSIK DI AMBON. Arsitektur Metafora
Jolefry Hukom;
Jefrey I. Kindangen;
Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23668
Kota Ambon merupakan Ibukota dari Provinsi Maluku dengan penduduk Kota Ambon memiliki jumlah penduduk sekitar 331.254 jiwa yang tidak bisa jauh dari musik lagu-lagu daerah mereka yang dinyanyikan di Indonesia sebutlah manise-manise. notabene anak-anak mudanya memiliki bakat dalam bidang musik. Baik dalam bidang musik vocal atau suara, bermain gitar, keyboard/piano, drum, Trumpet/Suling, serta seni musik daerah seperti totobuang, tifa, dan rebana. Banyaknya musisi asal ambon yang membawa nama harum Indonesia, baik dalam negri maupun luar negeri, Mendorong Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan kementrian pariwisata mencanangkan ambon menjadi kota musik dunia tahun 2019. Peracangan Sekolah Seni Musik di Ambon ini dibuat agar dapat mendukung Ambon sebagai kota musik dunia dengan  Perancangan meliputi konsep fisik desain bangunan Sekolah Seni musik digabungkan dengan pameran seni bertemakan Arsitektur Metafora yang dapat menjadi daya tarik dan juga sebagai tempat/wadah pembelajaran yang memberikan zona diantaranya keadaan outdor, indoor dengan penggunaan material yang ramah lingkungan.  Kata Kunci : Sekolah Seni Musik, Arsitektur Metafora
PUSAT KEBUDAYAAN MINAHASA DI TONDANO. Arsitektur Organik
Adrian T. Manoppo;
Herry Kapugu;
Amanda S. Sembel
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23672
Kebudayaan merupakan warisan dari cara hidup, pola pikir serta hasil pekerjaan tangan secara turun temurun dari masyarakat suatu daerah. Maka dari itu Kebudayaan adalah hal yang harus dijaga dan dilestarikan serta dijunjung tinggi daerahnya masing-masing. Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional. Peranan pariwisata di Indonesia sangat dirasakan manfaatnya, karena pembangunan dalam sektor pariwisata serta pendayagunaan sumber potensi kepariwisataan menjadi kegiatan ekonomi yang dapat diandalkan. Minahasa merupakan suatu suku yang terletak di Sulawesi Utara yang telah ada dari zaman purbakala. Tondano merupakan Ibukota dari Kab.Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia.. Pusat Kebudayaan adalah sebuah wadah khusus dengan memadukan fungsi komersil dan kebudayaan secara terintegrasi untuk wisatawan yang bertujuan untuk berwisata serta mengenal lebih dalam tentang kebudayaan. Arsitektur Organik merupakan sebuah konsep arsitektur yang diilhami dari alam. Arsitektur Organik adalah sebuah istilah yang diaplikasikan pada bangunan atau bagian dari bangunan yang terorganisir berdasarkan analogi biologi atau yang dapat mengingatkan pada bentuk natural, baik itu meniru bentukan suatu organisme ataupun suatu bentukan yang menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Kata Kunci :, Kebudayaan, , Pusat Kebudayaan, Minahasa, Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Organik Arsitektur.
SEKOLAH LUAR BIASA DI MANADO DENGAN TEMA ARSITEKTUR PERILAKU
Pebry S. Budiman;
Herry Kapugu;
Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23684
Pendidikan merupakan salah satu kunci penting dalam menentukan masa depan suatu bangsa. Pengertian pendidikan sendiri ialah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Khusus bagi para penyandang cacat disebutkan bahwa warga Negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual dan atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Pendidikan luar biasa adalah pendidikan yang khusus diselenggarakan bagi peserta didik yang menyandang kelainan fisik ataupun kelainan mental. Pertumbuhan penduduk, khususnya bagi penyandang disabilitas di Kota Manado mengalami pertumbuhan yang meningkat dari data tahun 2011 hingga tahun 2016, dengan adanya Sekolah Luar Biasa (SLB) ini kiranya dapat mewadahi seluruh klasifikasi disabilitas yang ada di Indonesia, (khususnya di Kota Manado). Penerapan Arsitektur Perilaku juga diharapkan mampu memberikan lingkungan yang nyaman dana aman, dan dari lingkungan sekolah dapat membentuk kepribadian serta karakter bagi para murid penyandang disabilitas. Kata Kunci : Sekolah Luar Biasa, Disabilitas, Manado
MUSEUM SAM RATULANGI . Extending Tradition
Tiatira B. F. Pomantow;
Herry Kapugu;
Amanda S. Sembel
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24617
Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang yang telah di wariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur, termasuk sistem agama dan politik, adat-istiadat, perkakas, pakaian, bangunan, peristiwa penting, transportasi, karya seni, dan bahasa sebagaimana juga budaya yang telah menjadi sejarah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari diri manusia. Sehingga banyak orang cenderung menganggapnya sebagai warisan genetis Museum merupakan lembaga yang diperuntukkan bagi masyarakat umum. Museum juga berfungsi mengumpulkan, merawat, dan menyajikan serta melestarikan warisan budaya untuk tujuan pembelajaran, penelitian ataupun dapat diartikan sebagai hiburan. Museum harus aktif dalam pembangunan moral. Dalam perancangan ini akan dirancangkan sebuah museum yang mana dilengkapi dengan aktifitas edukasi agar masyarakat dapat mempelajari budaya lokal dari Sulawesi Utara mulai dari aspek kesenian, budaya dan nilai lokalitas yang berhubungan erat antara agama dan kebudayaan juga sejarah. Perancangan Museum Sam Ratulangi ini mengusung tema Extending Tradition sebagai titik dasar landasan perancangan, sehingga keutuhan dan kebersamaan merupakan tujuan akhir dalam pencapaian nilai-nilai yang terdapat pada museum ini, pola tatanan ruang museum yang terpusat melambangkan interaksi antar sesama makhluk. Pola tatanan seperti ini diharapkan museum Sam Ratulangi ini akan menumbuhkan nilai-nilai tradisi lokal yang dapat mengedukasi para pengunjung. Kata kunci: Museum Sam Ratulangi di Manado, Extending Tradition.
RUMAH SAKIT JIWA DI MANADO. Healing Environment
Fabiola G. Wuner;
Julianus A. R. Sondakh;
Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24624
            Rumah sakit jiwa merupakan salah satu pelayanan kesehatan jiwa yang berfungsi memberikan perawatan dan  pengobatan  medis  kepada  masyarakat yang memiliki gangguan kejiwaan.  Sekarang  ini,  sudah  banyak  rumah  sakit  yang menerapkan healing  environment dalam  perencanaan  rumah  sakit. Healing  environment merupakan suatu desain lingkungan terapi yang memadukan antara unsur alam, indra dan psikologis. Unsur alam dapat dirasakan melalui indra. Dengan indra dapat membantu melihat, mendengar dan merasakan keindahan alam yang didesain. Hal tersebut secara tidak langsung mempengaruhi psikologis pasien. Secara psikologis, pasien akan merasakan kenyamanan dan keamanan dalam diri mereka. Ketiga aspek tersebut saling berhubungandan mempengaruhi lingkungan terapi yang dirancang. Contoh aplikasi dari konsep ini yaitu penerapan elemen air seperti  air  mancur,  kolam,  akuarium  ataupun  gambar-gambar  latar  yang  menggambarkan pemandangan alam, serta perpaduan warna pada interior rumah sakit dan perpaduan warna pada tanaman yang digunakan  untuk membuat taman pada eksterior rumah sakit. Desain healing environment diterapkan dalam interior dan eksterior rumah sakit. Desainnya di maksimalkan pada bagian rehabilitasi juga pad ataman disekitar rumah sakit. Kata kunci : rumah sakit jiwa, healing environment, kesehatan jiwa, gangguan jiwa
SPORT CENTER DI MINAHASA TENGGARA. Arsitektur Metafora
Agrendi A. C. Wojongan;
Dwight M. Rondonuwu;
Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25585
Sport Center merupakan Fasilitas olahraga terpadu yang memadukan fungsi Olahraga Prestasi dan Olahraga Rekreasi yang didalamnya menawarkan area yang cukup untuk mengakomodasi banyak pengunjung. Di Kabupaten Minahasa Tenggara, fasilitas untuk menampung kegiatan olahraga belum terfasilitasi dengan baik dan representatif. Menurunnya tingkat kenyaman dalam beberapa fasilitas olahraga menjadi alasan utama pengadaan fasilitas olahraga terpadu di Kabupaten Minahasa Tenggara. Tujuan Perancangan objek ini adalah untuk menyediakan wadah yang representatif untuk menunjang kegiatan olahraga bagi masyarakat umum dan atlit baik untuk berlatih maupun untuk penyelenggaraan event – event olahraga dalam skala kabupaten.Proses perancangan  menggunakan metode perancangan menurut teori John Zeizel, dengan 3 aspek pendekatan yaitu Pendekatan Tematik, Pendekatan Tipologi Objek serta   pendekatan terhadap analisa tapak dan lingkungan dilakukan dengan metode deskriptif dengan tahapan pengumpulan data, analisis data, dan transformasi konsep. hasil dari proses perancangan terdiri dari layout, siteplan, denah, tampak, potongan, perspektif, dan gambar tambahan lainnya.. Bangunan disampaikan dengan tampilan Arsitektur Metafora untuk memberikan kesan menonjol pada bentuk bangunan. Metafora diterapkan pada dua massa bangunan yaitu pada massa utama (sport hall) yang menggunakan bentukan kepala burung manguni sebagai simbol budaya di kabupaten Minahasa Tenggara dan menggunakan penggunaan metafora konkrit atau tangible metaphor dan aquatic center menggunakan bentukan sifat air yaitu gelombang yang diterapkan pada atap bangunan sebagai visualisasi metafora abstrak atau intangible metaphor.Kata Kunci :   Sport Center, Arsitektur Metafora, Kabupaten Minahasa Tenggara
PUSAT REKREASI EDUKASI PROFESI UNTUK ANAK DI MANADO. Arsitektur Perilaku dengan Pendekatan Emotional
Rachel F. Massie;
Judy O. Waani;
Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30145
Proses belajar semakin berkembang sejalan dengan perkembangan zaman. Proses belajar sudah tidak lagi terbatas pada rutinitas belajar formal di sekolah, tetapi juga melalui cara informal salah satunya adalah dengan bermain. Melalui bermain, anak-anak tidak hanya bisa belajar tanpa rasa tekanan dan paksaan, tetapi juga anak bisa mengekspresikan dirinya dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Salah satu penerapan metode belajar sambil bermain dapat ditemukan pada edukasi profesi untuk anak-anak. Edukasi profesi ditujukan untuk mengenalkan berbagai profesi yang ada kepada anak-anak. Sarana edukasi dengan menggunakan metode ini sudah ada di beberapa negara, sedangkan di Indonesia sendiri sarana ini hanya ada di Kota Jakarta dan dikenal dengan nama Kidzania. Kota Manado, sebagai ibukota provinsi Sulawesi Utara, merupakan salah satu kota di Indonesia yang sedang berkembang dan memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup pesat. Namun peningkatan jumlah penduduk ini tidak sejalan dengan jumlah tempat rekreasi yang ada. Sehingga pemilihan objek Pusat Rekreasi Edukasi Profesi Untuk Anak, diharapkan dapat menjadi alternatif tempat untuk berekreasi yang edukatif, serta membuka peluang investasi di Kota Manado, mengingat tempat wisata dengan konsep serupa belum ditemui di Kota Manado. Penerapan tema Arsitektur Perilaku dalam perancangan diharapkan dapat memberikan wadah untuk berekreasi dan belajar yang disesuaikan dengan perilaku anak. Dalam hubungannya dengan pengembangan kecerdasan emosional, sebuah objek sebagai sarana edukasi yang berkualitas diharapkan dapat memberikan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Dimana suasana belajar yang berkualitas dianggap mampu menstimulasi psikologis dan emosi anak untuk lebih semangat dalam proses edukasi melalui bentuk-bentuk dalam perancangan objek. Objek dan ruang di dalamnya harus bisa memberikan efek positif, baik dari bentuk, ukuran, sampai pada penataannya. Hal ini agar anak-anak menjadi termotivasi dan memberikan emosi positif yang dapat membantu proses pembelajaran. Kata kunci: Rekreasi Edukasi, Profesi, Arsitektur Perilaku, Kecerdasan Emosional