p-Index From 2021 - 2026
3.959
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Hendra Riogilang
Universitas Sam Ratulangi

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Evaluasi Penerapan Green Building Pada Bangunan Gereja GKST Sion Sangele Di Kota Tentena Abdi H. Kogege; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green Building merupakan teknologi yang sangat penting bagi pembangunan. Maraknya pembangunan di masa sekarang tidak memperhitungkan dampak yang akan terjadi dikedepannya contohnya seperti global warming (pemanasan global) yang disebabkan oleh efek rumah kaca dan material tidak ramah lingkungan, tindakan untuk meminimalisir dampak global warming maka pemerintah menggerakan penerapan teknologi Green Building pada bangunan infastruktur di indonesia. evaluasi pada penelitian ini yaitu bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan bangunan hijau pada gedung Gereja Gkst Sion Sangele sesuai 6 aspek yaitu tepat guna lahan, efisiensi dan konservasi energi, konservasi air, sumber dan siklus material, kesehatan dan kenyamanan ruang dan manajemen lingkungan bangunan dan setelah itu akan dilakukan rating kelayakan bangunan sesuai dengan tahap penilaian Greenship dan hasil yang diperoleh mencapai standar kriteria Green dengan total nilai keseluruhan per kategori sebanyak 68 atau total nilai persentase keseluruhan sebanyak 67,3%. Kata kunci: green building, bangunan baru, Tentena
Strategi Implementasi Konsep Green Building Pada Bangunan Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana Kabupaten Mimika Gabriela Mor Mor Naa; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan Global dan Perubahan Iklim merupakan permasalahan lingkungan yang menjadi perbincangan dunia termasuk juga Indonesia. Masalah – masalah lingkungan tersebut disebabkan oleh adanya aktifitas seperti penebangan hutan, konsumsi energi yang cukup besar, penumpukan dan pembakaran sampah serta polusi transportasi. Namun disamping factor – factor tersebut ternyata bangunan juga merupakan factor yang menyumbang efek pemanasan global dengan porsi yang lebih besar. Melihat kondisi yang ada maka munculah konsep Green Building ini. Konsep Green Building merupakan konsep bangunan ramah lingkungan yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana bangunan Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana sudah menerapkan konsep Green Building serta untuk memberikan usulan implementasi Green Building pada Bangunan Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana. Penilaian pada penelitian ini berdasarkan pada tolok ukur perangkat penilaian greenship existing building versi 1.1. Penelitian ini mengkaji seluruh kategori pada perangkat penilaian greenship existing building versi 1.1 yaitu kategori tepat guna lahan, kategori konservasi dan efisiensi energi, kategori konservasi air, kategori sumber dan siklus material, kategori kesehatan dan kenyamanan dalam ruang, serta kategori manajemen lingkungan bangunan. Berdasarkan hasil penilaian pada bangunan Masjid Baitur Rahim, maka diperoleh total poin keseluruhan sebesar 81 poin dengan persentase sebesar 69,23% serta berhasil mendapatkan peringkat Platinum. Strategi implementasi yang diberikan pada bangunan Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana pada Kategori Tepat Guna Lahan yaitu penyediaan wallgarden, penggunaan atap green roof, penyediaan akses pejalan kaki untuk menghubungkan bangunan masjid dengan bangunan lain tanpa melalui public serta melakukan kampanye pengurangan penggunaan kendaraan bermotor. Pada Kategori Konservasi dan Efisiensi Energi yaitu perlu dilakukan komisioning secara berkala, penyediaan kWh meter untuk system tata udara dan system tata cahaya dan system beban lainnya, penyediaan display energi serta merencanakan penggunaan energi terbarukan sebagai sumber energi. Pada Kategori Konservasi Air yaitu mengganti penggunaan keran dengan menggunakan keran auto-stop. Pada Kategori Sumber dan Siklus Material yaitu menyediakan tempat sampah berdasarkan jenis dan warna. Pada kategori Kesehatan dan Kenyamanan Dalam Ruang yaitu memasang sensor gas CO2. Pada Kategori Manajemen Lingkungan Bangunan yaitu mempekerjakan seorang greenship professional. Strategi implementasi ini diharapkan mampu menjadi usulan yang baik dalam rangka peningkatan penerapan bangunan hijau pada Bangunan Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana. Kata kunci: bangunan hijau, masjid, green existing building
Evaluasi Kapasitas Pengolahan Air Lindi TPA Tobelo Marahai Di Desa Gosoma Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara Chatrin A. Toreh; Hendra Riogilang; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air lindi merupakan air dengan konsentrasi kandungan organik yang tinggi, terbentuk dalam landfil akibat adanya air hujan yang masuk. Setiap hari volume sampah yang dihasilkan di Kabupaten Halmahera Utara mencapai sekitar 82,345 L/orang perhari atau sampah mencapai 50 ton/hari. Bak penampungan Air Lindi semakin banyak dan berlimpah apabila hujan terjadi terus menerus. Semakin bertambah timbunan sampah setiap hari dan mempengaruhi kinerja instalasi pengolahan Air lindi di TPAS Tobelo Marahai Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi kapasitas pengolahan Air Lindi di TPAS Tobelo Marahai. Pengolahan dan analisis data yang dilakukan adalah menghitung besarnya debit lindi yang dihasilkan dari TPAS Tobelo Marahai dengan melakukan pengukuran secara langsung. Metodologi yang dilakukan adalah mengambil data di lapangan berupa TSS, TDS, COD, BOD kemudian sampel lindi yang diambil dilakukan pemeriksaan kadar kontaminan di Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Utara dan diperoleh hasil TSS 38 mg/L, TDS 829 mg/L, BOD 141mg/L, dan nilai COD 304 mg/L, nilai ini sedikit melebihi baku mutu yang diperbolehkan yaitu 300 mg/L serta melakukan perhitungan debit lindi dengan metode Thornweite-Matter. Hasil perhitungan perkolasi air tertinggi bulanan pada Februari dengan nilai perkolasi air 420m³ sehingga memperoleh debit lindi rencana 430m³. Mengevaluasi kondisi instalasi pengolahan lindi eksisting sehingga kolam lindi yang direncanakan menggunakan metode pengolahan kombinasi antara lain kolam anaerobik, kolam stabilisasi, maturasi, dan biofilter. Penyelenggaraan prasarana dan sarana sampah sejenis rumah tangga dan kinerja dari instalasi pengolahan lindi. Mengoptimalisasi instalasi pengolahan lindi TPAS Tobelo Marahai Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Kata kunci: air lindi, instalasi pengolahan, Tempat Pembuangan Akhir
Analisis Aplikasi Eco-Enzyme Terhadap Kandungan Logam Berat Pada Air Lindi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo Moh. Risky Sondang; Herawaty Riogilang; Hendra Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah di TPA Sumompo menggunakan cara open dumping dimana sampah dibuang begitu saja di tempat pembuangan akhir dan dibiarkan terbuka. Salah satu masalah yang ditimbulkan dari penumpukan sampah di TPA adalah timbulnya pencemar berupa lindi. Semakin banyak tumpukan sampah di TPA maka lindi yang dihasilkan akan semakin banyak. Pengelolaan air lindi di TPA Sumompo sendiri tidak adanya pengolahan khusus dan dibiarkan begitu saja. TPA Sumompo secara rutin menyemprotkan Eco-Enzyme setiap dua minggu sekali yang menyebabkan berkurangnya bau busuk pada TPA dan juga pada air lindi. Logam Berat yang akan di analisis dalam sampel air lindi yaitu Arsen (As) dan Cadmium (Cd), tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa efektifitas pemakaian Eco-Enzyme terhadap penurunan kandungan Logam Berat (As dan Cd) pada air lindi, Berdasarkan analisis kandungan logam berat pada air lindi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo kandungan Arsen (As) dan Cadmium (Cd) masih berada di bawah ambang batas atau baku mutu yang berlaku, kemudian sesudah diberi perlakuan dengan Eco-Enzyme air lindi mengalami penurunan kandungan logam berat. Hasil analisis penambahan Eco-Enzyme pada kandungan logam berat arsen mengalami penurunan paling efektif pada pemberian Eco-Enzyme sebanyak 10% dengan presentase penurunan rata-rata yaitu 59%. Sedangkan pada Cadmium air lindi mengalami penurunan paling efektif pada pemberian Eco-Enzyme 10% dengan presentase penurunan rata-rata yaitu 67%. Kata kunci: Eco-Enzyme, logam berat As, logam berat Cd, air lindi, TPA
Studi Penyebaran Kontaminan Pada Air Tanah TPA Airmadidi Terhadap Pemukiman Wulandarry D. Harundja; Hendra Riogilang; Liany A. Hendratta
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TPA Airmadidi merupakan TPA yang mencakup wilayah pemukiman Airmadidi, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara. TPA Airmadidi beroperasi dengan sistem Controlled Landfill tetapi TPA ini belum memiliki Instalasi khusus untuk pengolahan lindi yang dihasilkan. Oleh karena itu berpotensi untuk mencemari air sumur di sekitarnya. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan riset mengenai kualitas, status mutu dan pergerakan penyebaran kontaminan pada air tanah dengan parameter Biological Oxygen Demand (BOD) dan Total Dissolved Solid (TDS) di area sekitar TPA Airmadidi yaitu Saluran Inlet (SI), Saluran Outlet (SO), Sumur Warga (SW). Pengujian air lindi di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas 1 Manado menunjukan hasil bahwa pada parameter yang diuji berdasarkan standar baku mutu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.82 Tahun 2001 yaitu parameter Biological Oxygen Demand (BOD) ada yang telah melebihi nilai baku mutu. Status mutu air yang dianalisis menggunakan metode indeks pencemaran menunjukan hasil pada rentang 0,433 – 4,78 dengan kategori cemar ringan. Berdasarkan hasil pemodelan dari software modflow yang diproyeksikan pada saat umur TPA 19 Tahun menunjukan bahwa plume kontaminan Biological Oxygen Demand (BOD) bergerak sejauh ± 160m dengan nilai konsentrasi maksimum sebesar 171 mg/l yang terdapat di (bak pengolahan lindi) menuju pemukiman. Kata kunci: TPA, air lindi, pencemaran, BOD, TDS
Perencanaan Pengelolaan Air Buangan Di Kota Manado Dengan Teknologi Biocleaner (Studi Kasus Kecamatan Wenang) Masita Sakina; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya jumlah penduduk khususnya di Kecamatan Wenang akan sebanding dengan tingginya jumlah air limbah buangan domestik yang kehadirannya dapat mencemari lingkungan apabila tidak diolah dan dikelola dengan baik. Agar dapat menurunkan kadar bahan pencemar yang terkandung di dalamnya sebelum dibuang ke badan sungai, diperlukan fasilitas khusus untuk mengolah air limbah buangan yaitu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Penelitian ini bertujuan untuk mendesain ulang IPAL Boulevard dengan menggunakan alternatif baru yaitu teknologi biocleaner. Tahapan perencanaan penelitian dimulai dengan identifikasi masalah, landasan teori penelitian, pengumpulan data, pengolahan data dan perhitungan desain IPAL. Perencanaan IPAL Kawasan Boulevard Manado diperoleh debit air limbah rata-rata sebesar 0,058 m3/detik dan debit puncak air limbah sebesar 0,076 m3/detik. Hasil perhitungan DED IPAL diperoleh dimensi unit barscreen memiliki lebar saluran 1,5 meter dan ketinggian saluran dengan jumlah bar atau batang dibutuhkan sebanyak 38 batang, bak pengumpul memiliki panjang 6,75 meter dengan lebar 3,38 meter dan ketinggian 4,5 meter, bak sedimentasi I dengan dimensi panjang 10,8 meter dengan lebar 5,4 meter dan ketinggian 4,5 meter, Rotating Biological Contactor (RBC) direncanakan terdapat 5 unit dan memiliki panjang 5,85 meter dengan lebar 2,53 meter dan ketinggian 1,32 meter perunitnya, bak aerasi dengan biocleaner dengan dimensi panjang 8 meter dengan lebar 4 meter dan ketinggian 5 meter, clarifier dengan dimensi diameter 24,7 meter dengan ketinggian 3,1 meter, dan Sludge Drying Bed dengan dimensi panjang 8,15 meter dengan lebar 2,72 meter dan ketinggian 1,22 meter. Rencana kualitas air limbah akhir setelah melalui pengolahan pada IPAL telah memenuhi persyaratan sesuai dengan baku mutu air limbah PERMEN LHK No,. 68 Tahun 2016. Kata kunci: Kecamatan Wenang, IPAL, RBC, Biocleaner
Implementasi Eco-Green Dan Green Building Pada Bangunan Masjid Ulil Albab Kampus Unsrat Muh. Fauzi Lakuto; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan sangat berpengaruh terhadap kelestarian dan kualitas lingkungan karena menggunakan berbagai jenis sumber daya alam. Eksploitasi sumber daya alam yang sangat tidak memperhatikan kemampuan dan daya dukung lingkungan dapat mengakibatkan merosotnya kualitas lingkungan. Kaitannya dengan masalah kualitas lingkungan ini adalah adanya isu pemanasan global di mana bangunan menjadi salah satu penyebab pemanasan global karena bangunan berpotensi memproduksi emisi gas karbon lebih dari 40% Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi terkait penerapan Green Building dan hambatan – hambatan lainnya dalam penerapat Eco-Green dan Green Building di Masjid Ulil Albab Kampus Unsrat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Masjid Ulil Albab Kampus Unsrat terkait penerapan Eco-Green dan Green Building adalah; Pertama, Masjid Ulil Albab Kampus Unsrat belum menerapkan konsep Green Building pada bangunan tersebut. Kedua, melalui penelitian ini, peneliti merekomendasikan desain dan lain sebagainya tentang pererapan Green Building pada bangunan tersebut. Kata kunci: Green Building, Masjid Ulil Albab Kampus Unsrat, eksisting
Analisis Temperatur Reservoir Panas Bumi Dengan Menggunakan Metode Silika Geotermometer Di PIT Araren Desa Pinenek Kabupaten Minahasa Utara Jeremy Rompis; Hendra Riogilang; Oktovian B. A. Sompie
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan panas bumi dilakukan dalam upaya mencari sumber daya panas bumi, membuktikan keberadaan sumber daya tersebut serta menghasilkan dan memanfaatkan fluida yang dimilikinya. Panas bumi adalah sumber daya alam berupa air panas atau uap yang terbentuk di reservoir bumi melalui pemanasan air bawah permukaan oleh batuan panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui temperature reservoir di Desa Pinenek Kabupaten Minahasa Utara. Daerah yang memiliki potensi panas bumi ditandai dengan ditemukannya beberapa manifestasi panas bumi berupa mata air panas. Dengan menggunakan metode silika geotermometer di wilayah Desa Pinenek Kabupaten Minahasa Utara diketahui temperatur reservoir agar bias digunakan menjadi energi listrik. Memiliki nilai temperature 143.29 °C sehingga bisa digunakan menjadi pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan teknlogi binary cycle. Kata kunci: reservoir panas bumi, silika geotermoeter, binary cycle
Penanganan Emisi CO2 Dari Berbagai Jenis Kendaraan Bermotor Di Desa Tumpaan Andreas Ch. Kaparang; Isri R. Mangangka; Hendra Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emisi CO2 adalah pelepasan gas karbon dioksida ke atmosfer sebagai hasil dari berbagai aktivitas manusia dan alami yang menjadi salah satu penyebab utama dari pencemaran udara dan pemanasan global. Kendaraan bermotor menjadi kontributor utama dalam menghasilkan emisi CO2 karena adanya peningkatan jumlah kendaraan bermotor tiap tahunnya. Desa Tumpaan terletak di Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, dimana terjadi pertumbuhan aktivitas kendaraan bermotor yang menghasilkan emisi CO2 karena topografi Desa Tumpaan yang dilintasi Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Kota Manado dengan Kabupaten Minahasa Selatan sampai dengan Kabupaten Bolaang Mongondow sehingga jumlah kendaraan yang melintasi ruas jalan area penelitian didapat sebanyak 1206 unit kendaraan dan menghasilkan sebesar 25,29 kg emisi CO2 setiap jamnya. Hal ini membuat emisi CO2 pada ruas jalan di Desa Tumpaan sebanding dengan dengan ruas jalan di kota-kota besar di Indonesia seperti Surabaya dan Manado. Upaya untuk menangani emisi CO2 di Desa Tumpaan adalah dengan mengimplementasikan Ruang Terbuka Hijau tumbuhan bakau dengan memanfaatkan topografi Desa Tumpaan yang berada di area pesisir pantai, juga mulai beralih pada kendaraan bebas emisi (Zero-emissions Vehicles) yang sudah dipraktekkan sebagian kecil pengendara yang melintasi ruas Jalan Trans Sulawesi di Desa Tumpaan. Kata kunci: penanganan emisi CO2, emisi CO2, kendaraan bermotor, Desa Tumpaan
Studi Penerapan 8 Atribut Green City Di Kota Manado Aldhia S. D. Putri; Hendra Riogilang; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) merupakan program Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian PUPR yang bekerja saman dengan Pemerintah Kabupaten atau Kota. Terdapat 8 Atribut Kota Hijau yang harus diterapkan agar suatu kota bisa disebut Kota Hijau yaitu green planning and design, green open space, green waste, green water, green building, green energy, green transportation, dan green community. Kota Manado belum sepenuhnya menerapkan 8 Atribut Kota Hijau dilihat dari hasil penelitian menggunakan metode Kualitatif-Deskriptif dan Metode Matriks Cross-Tabs dengan variable 8 Atribut Kota Hijau dan dilakukan pengamatan kondisi eksisting terlebih dahulu. Untuk itu perlu adanya perhatian khusus dan kerja sama dari Pemerintah maupun masyarakat Kota Manado agar bisa mewujudkan Kota Manado menjadi Kota Hijau dan berkelanjutan. Kata kunci: implementasi konsep kota hijau, Green City, Kota Manado