p-Index From 2021 - 2026
3.959
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Hendra Riogilang
Universitas Sam Ratulangi

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Kapasitas Air Lindi Dan Rancangan Instalasi Pengolahan Lindi Pada TPA Kulo William Mawuntu; Hendra Riogilang; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Lindi merupakan lelehan hasil degradasi sampah yang berasal dari limpasan air hujan yang dapat menimbulkan pencemaran apabila tidak dilakukan pengelolaan terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Toksisitas air lindi berasal dari kandungan senyawa kimia organik maupun anorganik serta sejumlah bakteri patogen yang terkandung di dalamnya. Penanganan air lindi di TPA Kulo belum memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku maka, harus dilakukan perencanaan desain instalasi pengolahan air lindi yang sesuai di TPA Kulo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah air lindi yang dihasilkan dari TPA Kulo dan merekomendasikan desain pengolahan air lindi yang dapat mengolah dan menampung lindi secara maksimal di TPA Kulo. Metode pengumpulan dan analisis data pada penelitian ini diperoleh dengan cara meninjau langsung ke lokasi penelitian dan pengambilan sampel air lindi pada hasil pengolahan lindi dan mengumpulkan data dari instansi terkait dalam hal ini adalah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Kulo. Hasil pengujian laboratorium pada kualitas air lindi TPA Kulo Tondano untuk kolam inlet parameter pH sebesar 8,20, parameter BOD 3260 mg/L, dan parameter COD 6140 mg/L. untuk kolam outlet parameter pH sebesar 8,10 menunjukan bahwa sudah memenuhi standar menurut PERMEN LHK-RI No.59 Tahun 2016 Tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah. Sedangkan untuk parameter BOD didapat nilai 1600 mg/L, dan parameter COD 2900 mg/L dapat dikatakan jauh melebihi baku mutu yang ditetapkan. Berdasarkan hasil perhitungan debit lindi menggunakan neraca air Thornwaite Matter didapatkan perkolasi tertinggi sebesar 133,08 mm pada bulan Januari dan diketahui luas area Landfill 33.000 m2 maka diperoleh debit lindi sebesar 141 m3/hari. Perencanaan pengolahan air lindi menggunakan standar PerMen PU No.3 Tahun 2013. Kata kunci: air lindi, TPA Kulo, instalasi pengolahan
Revitalisasi Mangrove Pesisir Desa Sapa Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan Marcellino J. Wakari; Hendra Riogilang; Oktovian B. A. Sompie
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Hutan Mangrove pesisir Desa Sapa masih tergolong baik, adanya abrasi yang terjadi di Amurang, Minahasa Selatan pada tanggal 15 Juni 2022 menjadikan kekhawatiran bagi penduduk yang tinggal atau yang melintasi area pesisir Desa Sapa, abrasi yang di sebabkan ombak yang tinggi yang menyebabkan terjadinya banyak kerusakan didaerah pesisir pantai dimana daerah daratan harus adanya kehidupan mangrove. Banyaknya kebutuhan kayu bakar dan kurangnya kelestarian mangrove bisa menyebabkan bertambahnya resiko adanya abrasi didaratan sekitar pesisir Desa Sapa Kecamatan Tenga. Identifikasi kerusakan mangrove serta adanya perancangan penanaman mangrove adalah jawaban untuk masalah revitalisasi mangrove pada pesisir Desa Sapa. Kata kunci: mangrove, kerusakan mangrove, Soonerita Alba, Rhizopora Stylosa
Desain IPAL Peternakan Babi Di Desa Leilem Kabupaten Minahasa Timoty J. Palapa; Hendra Riogilang; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Leilem adalah desa yang penduduknya memiliki usaha peternakan babi. Air limbah yang dihasilkan dari usaha peternakan yang ada di desa tersebut dibuang/ dialirkan ke sungai yang terdapat di dekat setiap peternakan babi tanpa melalui suatu proses pengolahan terlebih dahulu. Suangi Leilem yang melintas di desa Leilem adalah sungai yang berpotensi terkena dampak langsung dari air limbah peternakan babi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain pengelolaan limbah Peternakan Babi sehingga menghasilkan limbah yang memenuhi baku mutu. Metode yang digunakan adalah pemantauan lapangan dan wawancara untuk mendapatkan data jumlah dan berat ternak babi, kemudian melakukan desain pengolahan limbah peternakan babi. Jenis pengolahan yang digunakan adalah Anaerobic Baffled Reactor (ABR), cocok untuk mengolah limbah cair yang memiliki beban organik yang tinggi. Kelebihan dari unit ini antara lain yaitu menghasilkan metana yang dapat dibuat sebagai biogas, desainnya sederhana, biaya konstruksi relatif murah dan lumpur yang dihasilkan rendah. Perencanaan ABR ini menggunakan data yang diperoleh dari usaha peternakan babi yang lokasinya terdekat dengan sungai Maruasey. Konstruksi ABR tersebut menghasilkan konsentrasi BOD5 effluent, COD5 effluent dan TSS effluent yang rendah, masing-masing 0,02 mg/L, 0,04 mg/L dan 0,01 mg/L. Konsentrasi ini memenuhi standar baku mutu menurut PerMen Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2014 yaitu sebesar 100 mg/L untuk BOD, 200 mg/L untuk COD, dan 100 mg/L untuk TSS. Kata kunci: limbah peternakan babi, Desa Leilem, ABR
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Gloria Palar; Hendra Riogilang; Revo L. Inkiriwang
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit menjadi salah satu sarana penyembuhan penyakit bagi masyarakat namun juga menjadi salah satu penyumbang limbah yang dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan makhluk hidup beserta lingkungan yang ada jika tidak diolah dengan benar. Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi merupakan salah satu rumah sakit yang telah menggunakan instalasi pengolahan air limbah dengan sistem biofilter anaerob dan aerob. Meskipun demikian pengolahan yang dilakukan masih dipertanyakan apakah efisien dalam menurunkan kadar pencemar atau tidak. Untuk itu maka dilakukan evaluasi kinerja sistem IPAL rumah sakit agar dapat mengetahui efisiensi kinerja IPAL yang digunakan. Dari hasil penelitian yang dilakukan di inlet dan outlet IPAL dapat dilihat kinerja IPAL rumah sakit sudah efisien dalam menurunkan kadar pencemar dalam air limbah. Dilihat dari parameter yang diuji telah mengalami penurunan sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 tahun 2016, pH dari 7,31 menjadi 7,05, BOD dari 9,7 mg/l menjadi 3,12 mg/l, COD dari 10 mg/l menjadi 4 mg/l, TSS dari 7 mg/l menjadi 1,2 mg/l, Minyak & Lemak dari 2 mg/l menjadi 0,5 mg/l. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi pihak Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi dan kiranya dapat membantu meningkatkan kinerja IPAL rumah sakit sehingga dapat selalu bekerja secara optimal. Kata kunci: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Amoniak, pH, BOD, COD
Studi Sistem Hidrogeologi Daerah Tompaso Dengan Menggunakan Metode Kimia Air Nadhia D. G. Hotman; Hendra Riogilang; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Tompaso yang terletak di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara banyak menyimpan potensi alam seperti kondisi tanah dan iklim yang cocok untuk potensi hortikultura dan panas bumi. Potensi panas bumi/ geothermal di daerah Tompaso, sebagian diantaranya berupa sumber air panas, dimanfaatkan sebagai sumber air untuk mandi, mencuci, dan rekreasi, serta dimanfaatkan juga sebagai sumber energi PLTP PT. PGE produksi listrik di Sulawesi Utara ,penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal asli sumber air panas di daerah Tompaso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kimia air, pada lokasi penelitian sampel yang berasal dari sumber mata air kemudian sampel tersebut di periksa dan di analisis di Laboratorium WLN Manado, kemudian sampel tersebut diklasifikasikan tipe jenis airnya berdasarkan metode kimia air menggunakan diagram piper kemudian dibuat model sistem hidrogeologi yang menjelaskan mengenai sistem hidrogeologi dan asal dari mata air yang ada. 15 sampel air yang ada merupakan jenis tipe air Mg-SO4, H-SO4, Na-Cl dan Na-SO4, dimana: Sampel S-1, berjenis Mg-SO4, Sampel S-11A dan S-11B berjenis H-SO4, Sampel S-2A, S-2B, S-2C, S-3, S-4, S-5, S-6, S-7, S-9, dan S-10 berjenis Na-Cl serta Sampel S-8A dan S-8B sampel dengan jenis air Na-SO4. Dan untuk pola aliran yang ada: sampel S-1 sampai S-10 merupakan sampel yang berasal dari air permukaan yang mengalami pemanasan dan keluar sebagai mata air panas, untuk sampel S-11A dan S-11B air berasal dari reservoir bawah tanah yang keluar sebagai air yang bercampur dengan uap yang berasal dari panas bumi. Kata kunci: panas bumi, kimia air, sistem hidrogeologi, mata air panas
Analisis Risiko Dan Optimasi Pengelolaan Limbah B3 Dengan Metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, And Risk Control) Di RSUD Anugerah Tomohon Elsandy P. Lumansik; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54722

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Anugerah Tomohon merupakan rumah sakit umum milik pemerintah Kota Tomohon yang dalam kegiatan pelayanannya, RSUD Anugerah menghasilkan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Medis Padat yang berpotensi menyebabkan timbulnya penyakit dan mencemari lingkungan sekitar jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi-potensi risiko, memberikan upaya pengendalian risiko, mengevaluasi serta menentukan tindakan optimasi untuk mengoptimalkan kinerja pengelolaan Limbah B3 di RSUD Anugerah Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode HIRARC. Hasil penelitian menunjukan pada pengelolaan Limbah B3, risiko yang teridentifikasi sebanyak 25 risiko. Presentase level risiko terdiri dari 48% kategori level risiko sedang (moderate) dan 52% kategori level risiko rendah (low) yang artinya risiko masuk dalam kategori diterima/ditoleransi. Pengendalian risiko yang dapat diterapkan berdasarkan hierarki pengendalian risiko, dipilih empat macam metode yaitu metode Subtitusi, Rekayasa Teknik, Kontrol Administratif, dan Alat Pelindung Diri. Hasil evaluasi pengelolaan Limbah B3 pengelolaan Limbah B3 di RSUD Anugerah Tomohon secara garis besar belum sesuai dengan peraturan Permenlhk No P.56 Tahun 2015 dan Permenkes No. 7 Tahun 2019. Tindakan optimasi prioritas yang perlu dilakukan yaitu penambahan petugas pengelolaan limbah B3, melakukan pencatatan/rekapitulasi jumlah limbah medis B3 dari berbagai ruangan/instalasi penghasil, merenovasi dan melengkapi fasilitas di TPS Limbah B3. Kata kunci: limbah B3, HIRARC, pengelolaan, optimasi, RSUD Anugerah Tomohon
Analisis Potensi Likuifaksi Pada Ruas Jalan Tol Manado-Bitung (Sta. 9+745) Vladimir Polii; Hendra Riogilang; Lanny D. K. Manaroinsong
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57262

Abstract

Likuifaksi adalah salah satu fenomena yang terjadi ketika daya dukung tanah yang menopang bangunan seketika hilang secara tiba-tiba akibat getaran yang muncul ketika gempa bumi. Peristiwa Likuifaksi akan menyebabkan kerugian yang sangat besar pada pekerjaan-pekerjaan infrastruktur, sehingga diperlukan analisa lebih lanjut untuk mengetahui bahaya likuifaksi dalam pekerjaan konstruksi dalam hal ini Jalan Tol Manado-Bitung menjadi lokasi penelitian potensi Likuifaksi dengan menggunakan nilai uji Standart Penetrasi (SPT). Analisis potensi likuifaksi bertujuan untuk mengetahui nilai faktor keamanan dterhadap Likuifaksi ditiap lapisan tanah di Ruas Jalan Tol Manado Bitung khususnya STA 9+745, dengan membandingkan nilai Cyclic Resistance Ratio (CRR) yang adalah nilai tahanan tanah untuk menahan Likuifaksi dengan nilai Cyclic Stress Ratio (CSR) yang merupakan ratio tegangan siklik yang terjadi pada tanah akibat gempa dan dapat menyebabkan Likuifaksi terjadi. Nilai faktor keamanan (FS) akan menjelaskan potensi terjadinya likuifaksi pada tiap lapisan tanah, jika nilai factor keamanan (FS) kurang dari satu maka tanah berpotensi terjadi likuifaksi, jika nilai faktor keamanan (FS) lebih besar dari satu maka tanah aman dari potensi likuifaksi. Analisa potensi Likuifaksi dilakukan dengan kontrol faktor keamanan (FS) terhadap gempa refrensi yaitu dengan Moment Magnitude (Mw) = 5, 5.5, 6, 6.5, 7, dan 7,5 Skala Richter. Kata kunci: likuifaksi, jalan tol Manado-Bitung, Standart Penetration Test (SPT)
Evaluasi Pengangkutan Sampah Di Kecamatan Malalayang Immanuel M. Salindeho; Hendra Riogilang; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57368

Abstract

Pengolahan sampah kota memiliki tantangan tersendiri, khususnya pada daerah padat penduduk dimana timbulan sampah tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang tercatat. Penelitian ini berfokus untuk meninjau dan mengevaluasi mengenai kinerja pengolahan sampah di Kecamatan Malalayang. Pada pengamatan langsung di lapangan, masih terdapat beberapa titik tumpukan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, diperlukan peninjauan kembali mengenai sistem pengolahan sampah di Kecamatan Malalayang Kota Manado. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengangkutan dan pengolahan sampah saat ini dan memberikan rekomendasi sistem pengolahan sampah yang dapat diterapkan di Kecamatan Malalayang Kota Manado. Rekomendasi pengembangan sistem pengelolaan sampah yang dirancang untuk Kecamatan Malalayang adalah dengan penambahan armada pengangkutan sampah untuk mengantisipasi pertambahan jumlah penduduk sesuai proyeksi pertumbuhan penduduk yang telah terdata saat ini. Kata Kunci: pengangkutan sampah, proyeksi penduduk, Malalayang
Identifikasi Kadar Merkuri (Hg) Dan Arsen (As) Di Sungai Desa Tobongon Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Nadda N. A. Manoppo; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57417

Abstract

Keberadaan sumber daya mineral emas di Desa Tobongon ditandai dengan tingkat kelimpahan yang tinggi, dengan mayoritas masyarakat melakukan aktivitas pertambangan. Masyarakat melakukan penambangan emas melalui teknik amalgamasi yaitu penggabungan emas dengan logam berat Merkuri (Hg). Teknik amalgamasi melibatkan pencampuran batuan yang mengandung emas dan merkuri menggunakan gelondong. Namun demikian, pemanfaatan merkuri (Hg) dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti pencemaran, kerusakan lingkungan, dan keracunan organisme lain. Untuk memastikan kadar Merkuri (Hg) dan Arsen (As) di sungai sekitar tambang emas masyarakat Desa Tobongon dan kolam limbah pengelolaan emas, peneliti mengumpulkan sampel air dan sedimen sungai dan Kolam limbah pengelolaan emas. Selanjutnya, Laboratorium Air Nusantara (WLN) di Manado melakukan analisis terhadap sampel tersebut. Analisis kadar merkuri (Hg) memberikan hasil sebagai berikut: titik I 0,0213 mg/L, titik II 0,0006 mg/L, dan titik III 0,0002 mg/L. Hasil arsen (As) sebagai berikut: titik I 0,029 mg/L, titik II 0,0042 mg/L, dan titik III 0,024 mg/L. Analisis sedimen mengungkapkan temuan selanjutnya mengenai kadar Merkuri (Hg): Pada titik I, konsentrasinya adalah 375 mg/kg. Pada titik II sebesar 1,94 mg/kg. Pada titik III adalah 12,5 mg/kg. Pada titik I konsentrasi Arsennya sebesar 610 mg/kg, pada titik II sebesar 598 mg/kg, dan pada titik III sebesar 850 mg/kg. Untuk menghindari kenaikan kadar Merkuri (Hg) dan Arsen (As), perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanganan seperti Fitoremediasi, kolam sedimentasi bertingkat (Settling Pond), Bioremediasi dengan menggunakan bakteri, IPAL Industri Kecil Pelapisan Logam. Kata kunci: Merkuri (Hg), Arsen (As), fitoremediasi, kolam pengendapan bertingkat, bioremediasi dengan bakteri, Desa Tobongon
Analisis Kontaminan Bakteri Escherichia Coli Di Sungai Maruasey Gery R. N. Lukas; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontaminan bakteri Escherichia coli (E.coli) di Sungai Maruasey dengan fokus pada kualitas air dan sumber pencemaran utama yaitu limbah dari peternakan babi. Metode pengambilan sampel dilakukan di beberapa lokasi strategis sepanjang Sungai kemudian dilakukan analisis terhadap konsentrasi E.coli dalam sampel air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Maruasey mengalami pencemaran bakteri E.coli yang signifikan, terutama di sekitar area peternakan babi. Konsentrasi E. coli yang melebihi batas aman ditemukan di semua titik pengambilan sampel, mengindikasikan adanya potensi risiko terhadap kesehatan masyarakat yang tinggi terkait dengan penggunaan air sungai ini. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini merekomendasikan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang efektif dan tepat guna di peternakan babi. IPAL diharapkan dapat mengurangi jumlah E. coli dan bahan pencemar lainnya sebelum air dibuang kembali ke Sungai Maruasey. Kata kunci: Escherichia Coli, pencemaran air sungai, instalasi pengolahan air limbah