Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pelatihan Manajemen Keuangan Kelompok UPPKA Sebagai Upaya Menurunkan Angka Stunting Desa Wonoroto Salsabilla Aidi, Auralia Admyrals; Atika, Atika; Oktaviani, Nabila Triska; Puspitasari, Selly Ishnawati; Kurniawan, Egi; Kusnita, Arisma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i3.7223

Abstract

Kelompok UPPKA Desa Wonoroto didirikan untuk meningkatkan ekonomi keluarga akseptor sehingga mampu mengurangi dan mencegah kenaikan stunting. Sementara, kelompok ini baru dibentuk pada Bulan Juli 2024. Tinjauan menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat dalam manajemen keuangan masih rendah. Banyak keluarga dengan pendapatan menengah ke bawah belum menyadari pentingnya merencanakan keuangan untuk mengatur pendidikan dan kesehatan anak-anak. Akibatnya, anak-anak sering mengalami masalah gizi dan tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok UPPKA Desa Wonoroto dalam melakukan manajemen keuangan. Program dilaksanakan dengan skema pelatihan menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan narasumber Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Magelang. Post-test dilakukan untuk mengukur keberhasilan program dalam meningkatkan kemampuan manajemen keuangan. Program pelatihan diikuti oleh 21 anggota Kelompok UPPKA. Hasil pasca pengabdian menunjukkan bahwa tingkat kehadiran peserta adalah 100% dan peserta berpartisipasi aktif selama program pengabdian berlangsung. Hasil evaluasi program menunjukkan bahwa program pengabdian yang dilaksanakan mampu meningkatkan kapasitas (pengetahuan dan pemahaman) anggota UPPKA dalam melakukan manajemen keuangan. Kapasitas ini dapat menurunkan potensi tidak terpenuhinya asupan gizi akibat kesulitan keuangan yang dialami masyarakat.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK UPPKA MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA MICROGREEN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DESA WONOROTO Aidi, Auralia Admyralls Salsabilla; Atika, Atika; Oktaviani, Nabila Triska; Amirotussholikhah, Azfa; Wafiya, Alfi Zuhrotul; Nurhalimah, Elly
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v8i2.7801

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok UPPKA melalui pelatihan budidaya microgreen dalam rangka mencegah stunting di Desa Wonoroto. Per Maret 2024, Desa Wonoroto memiliki 24 kasus stunting yang membutuhkan intervensi gizi yang lebih lanjut dalam rangka mencapai target pemerintah dalam percepatan penurunan stunting. Microgreen memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan sayuran biasa. Konsumsi microgreen diharapkan dapat meningkatkan asupan gizi dan kesehatan masyarakat. Metode pelaksanaan program yang digunakan menggunakan skema pelatihan yang terdiri dari dua tahapan yakni sosialisasi dan praktik budidaya microgreen. Evaluasi program dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kapasitas peserta. Hasil evaluasi program menunjukkan terjadinya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kemampuan peserta yaitu anggota kelompok UPPKA dalam budidaya microgreen. Hasil ini diharapkan dapat meningkatkan budaya konsumsi makanan bergizi tinggi dalam rangka mengurangi angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Wonoroto.
Pengelolaan Green Financing dalam Usaha Ekonomi Kreatif untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata di Desa Pringombo Kabupaten Magelang Kharisma Kurniasari, Kenyo; Yudhanto, Wildan; Atika; Putra, Rayhan Alfiano Sukaca; Kurnia, Fransiska
Journal of Servite Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of SERVITE
Publisher : Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/102006220244

Abstract

Kabupaten Magelang merupakan kabupaten yang ditunjuk oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai salah satu destinasi Superprioritas. Kabupaten ini memiliki potensi untuk meningkatkan ekonomi daerah karena banyak wisata dan hal ini perlu dimanfaatkan. Kolaborasi dan integrasi yang apik antara sektor pertanian dengan pariwisata dan ekonomi kreatif akan menjadikan souvenir yang unik untuk wisatawan, Desa Pringombo merupakan desa yang mendukung pemenuhan hal tersebut. Sangat disayangkan, potensi Desa Pringombo sebagai produsen kopi robusta memiliki permasalahan dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran. Tim pengabdian berusaha untuk membantu para petani kopi agar mereka memahami cara memasarkan produk dan pengelolaan keuangan. Melalui tahap observasi, pelatihan dan pendampingan, kemudian mentoring dan evaluasi, tim pengabdian memberikan gambaran ilmu mengenai budidaya kopi, pengelolaan sumber daya manusia untuk mendukung pemasaran dan pengelolaan keuangan, kemudian memberikan bekal mengenai penerapan green financing agar para petani menghasilkan keuangan yang sehat.
Optimalisasi pengelolaan wisata Nepal Van Java untuk mewujudkan destinasi wisata yang berkelanjutan Atika, Atika; Widanti, Eki Melina; Sasana, Hadi; Kurniasari, Kenyo Kharisma; Manurung, Herlina; Muqorobin, Masculine Muhammad; Wulandari, Eva; Panggiarti, Endang Kartini; Nurcahya, Yulida Army; Rahmawati, Shintya Novita; Ramdani, Deni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.28942

Abstract

AbstrakWisata Nepal Van Java hingga saat ini masih tergolong dalam kategori wisata berkembang. Kondisi saat ini menunjukkan bahwa pengelolaan Nepal Van Java masih mengalami sejumlah kendala dalam hal sumber daya manusia dan pertanggungjawaban keuangan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan wisata Nepal Van Java dengan memberikan pelatihan Bahasa Inggris dasar dan pelatihan pengelolaan keuangan berbasis digital menggunakan aplikasi SI APIK. Metode yang digunakan mencakup observasi dan wawancara, ceramah/penyuluhan/sosialisasi, serta unjuk kerja/demonstrasi/praktik. Program pengabdian diikuti oleh 30 orang yang berasal dari kalangan pengelola wisata dan pemilik UMKM di kawasan Wisata Nepal Van Java. Hasil program pengabdian menunjukkan adanya perubahan positif dalam kapasitas sumber daya manusia. Kapasitas pengelola Nepal Van Java dan pelaku UMKM dalam hal berbahasa Inggris mengalami kenaikan. Peserta program menjadi lebih mampu dalam melayani pengunjung, terutama wisatawan mancanegara. Peserta berhasil menerapkan materi yang dipaparkan narasumber dengan mencoba berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Dalam hal pengelolaan keuangan, pengelola dan pemilik UMKM di wilayah Nepal Van Java mengalami peningkatan pengetahuan dan kapabilitas terkait aplikasi keuangan SI APIK. Peserta program mampu melakukan pemasangan aplikasi SI APIK pada gawai peserta dan menggunakannya untuk usaha yang dimiliki.   Kata kunci: pelatihan; komunikasi; Nepal Van Java; pencatatan keuangan digital; wisata berkelanjutan. AbstractNepal Van Java Tourism is still categorized as a developing tourism. Current conditions show that the management of Nepal Van Java is still experiencing several obstacles in terms of human resources and financial accountability. This community service program aims to improve the management capacity of Nepal Van Java tourism by providing basic English training and digital-based financial management training using the SI APIK application. The methods include observation and interviews, lectures/counseling/socialization, and work demonstrations/practices. The community service program was attended by 30 people, including tourism managers and MSME owners in the Nepal Van Java Tourism area. The results of the community service program showed positive changes in human resource capacity. The capacity of Nepal Van Java managers and MSME actors in terms of English has increased. Program participants became more capable of serving visitors, especially foreign tourists. Participants succeeded in implementing the material presented by the resource person by trying to communicate using English. In terms of financial management, MSME managers and owners in the Nepal Van Java area experienced increased knowledge and capabilities related to the SI APIK. The participants were able to install the SI APIK application on their gadgets and use it for their businesses. Keywords: training; communication; Nepal Van Java; digital financial records; sustainable tourism.
Analisis Pertumbuhan Penerimaan PAD Dalam Upaya Meningkatkan Kemandirian Keuangan Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Magelang Yudia, Riska Nur; Nurcahya, Yulida Army; Atika, Atika
Journal of Economics, Assets, and Evaluation Vol. 2 No. 1 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jeae.v2i1.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan penerimaan PAD dalam upaya meningkatkan kemandirian keuangan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kota Magelang pada periode 2017-2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan PAD Kota Magelang dari tahun 2017-2021 terjadi secara fluktuatif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 7,72%. Elemen PAD sebagai kontributor terbesar terhadap total penerimaan PAD di Kota Magelang bersumber dari sektor lain-lain PAD yang sah sebesar 81,33% yang diikuti sektor pajak daerah sebesar 13,23%, sektor hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar 3,19%, dan sektor retribusi daerah sebesar 2,25%. Rasio kemandirian tergolong rendah atau menunjukkan pola hubungan konsultatif dengan rata-rata sebesar 41,97%. Sementara nilai IPM tergolong tinggi dengan rata-rata nilai sebesar 78,67%, tetapi dari tahun ke tahun mengalami perlambatan kenaikan.
Human resource quality, technology, welfare, and corruption: Empirical evidence in middle-income countries Sasana, Hadi; Dwi Ratnasari, Emma; Atika; Hidayah, Atika
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 28 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/jeb.v28i1.13599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kualitas sumber daya manusia, teknologi, keterbukaan dan kebebasan ekonomi, kesejahteraan, serta penanaman modal asing terhadap korupsi di negara-negara ASEAN berpendapatan menengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel dari 7 negara ASEAN berpendapatan menengah dari tahun 2012 hingga 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia, teknologi, dan penanaman modal asing tidak berdampak signifikan terhadap korupsi. Kesejahteraan (diukur dengan PDB per kapita), kebebasan ekonomi, dan keterbukaan ekonomi (diukur dengan keterbukaan perdagangan yaitu ekspor-impor), secara signifikan mengurangi korupsi di negara-negara ASEAN berpendapatan menengah. Peningkatan keterbukaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat mendorong negara-negara ASEAN berpendapatan menengah untuk bergerak menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.
Collaboration-Oriented Culture Towards Sustainability Report Quality: The Role of Competitive Pressure Atika, Atika; Prihastiwi, Diah Agustina; Aosiliana, Putri; Puspitasari, Fenny
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Vol. 14 No. 1 (2025): Nominal April 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/nominal.v14i1.82106

Abstract

This research examines the impact of a collaboration-oriented culture on the quality of sustainability reports and the role of competitive pressure on this relationship. This quantitative research applies multiple regression analysis and moderated regression analysis to a sample of companies listed on the Indonesia Stock Exchange and the Sri Kehati index for the 2020-2022 period. Research data was obtained from the company's annual report and sustainability report. Research findings show that collaboration-oriented culture has a negative effect on the quality of sustainability reports. Competitive pressure was not found to weaken the negative effect of collaboration-oriented culture on the quality of sustainability reports. These findings indicate that the high and low competitive pressures faced by companies in their industry are unable to encourage companies to produce better-quality sustainability reports. This research has implications for companies to loosen collaboration-oriented culture to improve the quality of sustainability reports. This research also contributes to regulators (Indonesian Institute of Accountants and Financial Services Authority) to prepare sustainability report standards to improve the quality and comparability of reports. Keywords: Collaboration-Oriented Culture, Sustainability Report Quality, Competitive Pressure ABSTRAK Riset ini mengkaji dampak collaboration-oriented culture terhadap kualitas sustainability report serta peran tekanan kompetisi terhadap hubungan tersebut. Riset kuantitatif ini menerapkan analisis regresi berganda dan moderated regression analysis untuk sampel perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan indeks Sri Kehati periode 2020-2022. Data riset diperoleh dari annual report dan sustainability report perusahaan. Temuan riset menunjukkan collaboration-oriented culture berpengaruh negatif terhadap kualitas sustainability report. Tekanan kompetisi tidak ditemukan memperlemah pengaruh negatif collaboration-oriented culture terhadap kualitas sustainability report. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tinggi rendahnya tekanan kompetisi yang dihadapi perusahaan pada industrinya tidak mampu mendorong perusahaan untuk menghasilkan sustainability report yang lebih berkualitas. Penelitian ini berimplikasi pada perusahaan untuk melonggarkan collaboration-oriented culture dalam rangka meningkatkan kualitas sustainability report. Penelitian ini juga memberikan kontribusi kepada regulator (Ikatan Akuntan Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan) untuk menyusun standar sustainability report dalam rangka meningkatkan kualitas maupun komparabilitas laporan. Kata Kunci: Budaya Berorientasi Kolaborasi, Kualitas Laporan Keberlanjutan, Tekanan Kompetisi
Accountability of SDGs in Local Governments: Case Study of Central Java and Yogyakarta Wulandari, Eva; Sitoresmi, Mumpuni Wahyudiarti; Atika, Atika; Manurung, Herlina; Sunaningsih, Suci Nasehati; Arifah, Siti
Accounting Analysis Journal Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/aaj.v13i3.16748

Abstract

Purpose: The study explores the work program preparation, budgeting, implementation, and accountability of SDGs targets and achievements by Central Java and Yogyakarta. Method: The research used a qualitative approach and included case studies of the governments of Central Java and Yogyakarta. Data was collected through interviews with the SDGs Implementation Team and study of SDGs documentation, then reduced, presented, and concluded. Findings: The results showed three main themes that reveal accountability SDGs in Central Java and Yogyakarta: preparation and budgeting, implementation and accountability, and strengthening the implementation of SDGs. Those themes explained that the implementation of SDGs by Central Java and Yogyakarta governments are not carried out separately but are attached to programs and activities prepared about the Regional Medium-Term Development Plan. This study is expected to improve integration between central and regional governments so that SDGs can be reported according to actual conditions. Novelty: The research provides an overview of the accountability mechanisms for SDG programs and activities, starting from the planning process, budgeting, and implementation to strengthening. This also reveals the facts SDGs accountability in the field, which demonstrate the legitimacy of local governments towards the commitment of implementation of SDGs.
The Effect Of Corporate Culture On Sustainability Report Quality Atika, Atika; Simamora, Alex Johanes
Jurnal Akuntansi Vol. 28 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ja.v28i1.1761

Abstract

This research aims to examine the effect of corporate culture on sustainability report quality. The total research samples are 68 observations on the index of Sri Kehati. Corporate culture includes cultures of clan, adhocracy, hierarchy, and market. Sustainability report quality is measured by the scoring method. Data analysis uses regression tests. Based on data analysis, low clan culture, high hierarchy culture, and high market culture lead to high sustainability report quality. However, there is no effect of adhocracy culture on sustainability report quality. This research contributes to investigating how far the implementation of POJK no. 51/POJK.03/2017 can lead firms to have high-quality sustainability reports. This research also contributes to providing evidence in emerging countries such as Indonesia.