Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DALAM PENCEGAHAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA Dicky Rizal Saputra; Arni Nur Rahmawati; Ita Apriliyani
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i2.5792

Abstract

Meningkatnya jumlah penderita gangguan jiwa dipengaruhi oleh kepatuhan penderita gangguan jiwa meminum obat. Ketidakpatuhan dalam pengobatan pada pasien skizofrenia dapat menyebabkan relaps atau kambuh. Kejadian kekambuhan pada pasien skizofrenia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah faktor keluarga. Pemahaman sebagian keluargayang masih belum tepat tentang perawatan pasien gangguan jiwa mengakibatkan perilaku yang kurang baik terhadap pasien. Keluarga perlu memiliki pengetahuan, sikap dan dukungan dalam meningkatkan kepedulian serta memberi respon yang baik untuk pasien skizofrenia sehingga dapat mengurangi angka kekambuhan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah semua keluarga pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Kemranjen I sebanyak 83 responden. Tehnik pengambilan sampelyang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan dn sikap keluarga dalam pencegahan kekambuhan pada pasien skizofrenia. Instrumen dalam penelitian menggunakan lembar kuisioner. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil analisis karakteristik keluarga pasien di Wilayah Kerja Puskesmas Kemranjen I sebagian besar responden memiliki usia kategori dewasa akhir (30.1%), memiliki jenis kelamin perempuan (60.2%), memiliki tingkat pendidikan dasar (51.8%), memiliki status tidak bekerja (54.2%) dan lama merawat pasien > 5 tahun (38.6%). Tingkat pengetahuan keluarga dalam pencegahan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Kemranjen I sebagian besar dalam kategori cukup (47%). Sikap keluarga dalam pencegahan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Kemranjen I sebagian besar dalam kategori positif (60.2%).
Gambaran Tingkat Stres Pada Keluarga Lansia Dengan Demensia April Lintina Winardinta Setyowati; Ririn Isma Sundari; Ita Apriliyani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini jumlah penduduk lansia semakin banyak akibat dari menurunnya angka kematian. Namun tidak serta merta terbebas dari berbagai macam penyakit, karena seiring bertambahnya usia semakin banyak masalah kesehatan yang dialami seperti demensia. Demensia menjadi salah satu penyebab lansia menjadi bergantung kepada anggota keluarga. Ketergantungan lansia seperti makan, mandi, dan aktivitas sehari-hari yang harus dibantu seringkali menjadi beban tersendiri sehingga membuat stress anggota keluarga. Stress yang dialami anggota keluarga seperti sering merasa pusing, jantung berdebar, dan merasa ingin marah karena tidak mampu mengatasi masalah lansia dengan demensia. Anggota keluarga yang tidak dapat beradaptasi dengan tugas barunya cenderung memilih untuk melakukan perawatan di rumah sakit dengan tujuan mempercepat penyembuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat stress keluarga yang merawat lansia dengan demensia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan desain literature review. Metode strategi pencarian untuk mendapatkan jurnal menggunakan kata kunci. Hasil tinjauan literature dari 10 jurnal didapatkan sebanyak 50% menunjukan keluarga yang merawat lansia dengan demensia memiliki tingkat stres sedang, dan factor penyebabnya sebanyak 30% karena ketergantungan lansia.
Hubungan Pengetahuan Pengetahuan Tentang Operasi dengan Tingkat Kecemasan Pre Operasi pada Pasien Sectio Caesarea di RSUD Dr. Soedirman Kebumen anggini dwi pangestu; Danang Tri Yudono; Ita Apriliyani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1681

Abstract

Beberapa prosedur pembedahan, seperti Sectio Caesarea, dapat membuat pasien cemas sebelum operasi. Kemampuan pasien untuk mengatasi kecemasan sebelum operasi secara signifikan dipengaruhi oleh tingkat kesadaran mereka tentang operasi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat kecemasan pra operasi pasien sectio caesarea dengan tingkat pengetahuan pasien tentang operasi di RSUD Dr. Penelitian ini menggunakan strategi penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan analisis korelasional. Metode pengambilan sampel dengan cara memilih purposive sampling sebanyak 37 orang. Kuesioner pengetahuan dan kecemasan operasi versi APAIS dibagikan untuk mengumpulkan data. Nilai korelasi spearman rho sebesar 0,781 dan nilai p sebesar 0,001 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara keahlian bedah dan tingkat kecemasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan pra operasi pasien menurun dalam korelasi dengan tingkat kompetensi bedah mereka.
Gambaran Pengetahuan Tentang Rokok Elektrik Pada Siswa SMP Negeri 1 Kembaran Banyumas Maya Sulistiawati Sri Mulyani; Ita Apriliyani; Arni Nur Rahmawati
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v3i2.528

Abstract

Rokok elektrik adalah alat yang berfungsi mengubah zat kimia menjadi uap dialirkan keparu-paru menggunakan tenaga listrik. Rokok elektrik menjadi pilihan alternatif untuk beralih dari rokok konvensional. Rokok elektrik memberikan efek merugikan bagi kesehatan seperti dampak yang ditimbulkan karena cairan vapor, adanya nikotin dapat menimbulkan rasa adiksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang rokok elektrik pada siswa SMP Negeri 1 Kembaran Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analisis deskriptif menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan rumus slovin dengan jumlah sampel 217 responden, pengambilan sampel penelitian dengan rumus proportionate stratifed random sampling. Hasil penelitian menunjukan responden dengan kategori tingkat pengetahuan cukup/baik sebanyak 130 responden (59.9%), sedangkan kategori tingkat pengetahuan kurang sebanyak 87 responden (40.1%). Analisis univariat menunjukkan responden memiliki pengetahuan cukup/baik terhadap pengetahuan rokok elektrik. Saran penelitian ini diperlukan adanya penelitian selanjutnya dan edukasi penyuluhan kesehatan terhadap pengguna rokok elektrik.
Edukasi Relaksasi Tarik Napas Dalam pada Penderita Hipertensi di Poli Dalam RSU Siaga Medika Purbalingga Guntur Susanto; Ita Apriliyani; Mariah Ulfah
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v5i3.5543

Abstract

Hypertension is a condition in which systolic blood pressure exceeds 140 mmHg and diastolic pressure exceeds 90 mmHg persistently. Uncontrolled high blood pressure can cause disorders in the circulatory system and vital organs such as the heart and brain. One non-pharmacological effort to lower blood pressure in hypertensive patients is through deep breathing relaxation exercises, performed twice a day for ten minutes. RSU Siaga Medika Purbalingga, located in Padamara District, has recorded the highest number of hypertension cases in the area, totaling 4,470 patients. Based on a preliminary survey, many hypertensive patients were unaware of the benefits of deep breathing relaxation therapy; therefore, a Community Service (PkM) activity was conducted in the hospital’s Internal Medicine Clinic. The method involved educational sessions using lectures and demonstrations, supported by leaflets and videos. Participants’ knowledge was evaluated using pretest and posttest questionnaires. The results showed that most respondents were female (60%) and aged between 46–55 years (40%). Knowledge levels significantly improved, from the “low” category (40%) before education to the “good” category (90%) after education. Thus, deep breathing relaxation therapy has the potential to be an effective alternative method to help reduce blood pressure in patients with hypertension.
Edukasi hypnopregnancy untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil Zahra Ramdania, Safira; Ema Wahyu Ningrum; Ita Apriliyani
Link Jurnal Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): June : Jurnal Masyarakat
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljm.v1i2.98

Abstract

Latar belakang: Kecemasan pada ibu hamil dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu maupun janin. Salah satu metode non-farmakologis untuk mengurangi kecemasan adalah hypnopregnancy, yaitu teknik relaksasi dengan sugesti positif. Tujuan: Kegiatan ini dilaksanakan di Kelas Ibu Hamil Desa Panusupan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, dengan tujuan memberikan edukasi hypnopregnancy serta mengevaluasi efektivitasnya. Metode: Sasaran kegiatan 13 ibu hamil yang tergabung dalam Kelas Ibu Hamil Desa Panusupan. Pelaksanaan tanggal 23 April 2025 dan pre-post test pada 20 Juli 2025. Kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi, dan pelatihan hypnopregnancy. Tingkat kecemasan ibu hamil diukur dengan instrument Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif berupa persentase. Hasil: Adanya penurunan tingkat kecemasan pada sebagian besar peserta. Sebelum edukasi, mayoritas ibu hamil berada pada kategori kecemasan sedang. Sedangkan setelah edukasi dan pelatihan banyak yang mengalami penurunan menjadi kategori tidak cemas. Kesimpulan: Edukasi hynopregnancy terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk mendukung kesehatan mental ibu hamil serta mempersiapkan proses persalinan dengan tenang.
Penerapan Terapi Psikoreligius Zikir Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Sofia Putri Romadhoni; Arni Nur Rahmawati; Ita Apriliyani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.267

Abstract

Halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia merupakan gangguan persepsi sensori yang dapat mengancam keselamatan diri atau orang lain. Penatalaksanaan non-farmakologi yang dapat membantu pasien mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup yaitu terapi spiritual atau psikoreligius (zikir). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan terapi psikoreligius zikir pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Metode penelitian berbentuk studi kasus deskriptif dengan sasaran pasien skizofrenia beragama Islam dengan halusinasi pendengaran. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi perilaku, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil penelitian selama tiga hari menunjukkan pasien Sdr. A mampu mengenali dan mengontrol halusinasi melalui manajemen halusinasi dan terapi zikir dengan hasil pada fase halusinasi membaik, skor AHRS turun 26 (berat) menjadi 10 (ringan), disertai penurunan gejala (bisikan, menarik diri, melamun) dan peningkatan konsentrasi. Oleh karena itu, terapi zikir dapat memanfaatkan sumber daya spiritual pasien, meningkatkan penerimaan, kepatuhan, serta membantu pasien mengurangi gangguan halusinasi, sehingga asuhan keperawatan menjadi lebih efektif.
Pengabdian Kepada Masyarakat Edukasi Pencegahan Bullying Pada Siswa SMP Negeri 2 Kembaran Kabupaten Banyumas: Pengabdian Mukhamad Miftah Izul Amik; Ita Apriliyani; Ririn Isma Sundari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.436

Abstract

Populasi remaja di Indonesia merupakan komponen signifikan dalam demografi nasional, mencapai sekitar 25% dari total penduduk Indonesia berdasarkan Sensus Penduduk 2020, khususnya dalam rentang usia 15-19 tahun. Menurut Rahayuningrum et al. (2022), perundungan menimbulkan dampak luas bagi korban, dari gangguan fisik hingga isolasi sosial. Penulisan ini bertujuan Mengidentifikasi tingkat pengetahuan sebelum dilakukan Edukasi Pencegahan Bullying Pada Siswa SMP Negeri 2 Kembaran. Dengan menggunakan metode teknik ceramah merupakan pendekatan pelaksanaan yang digunakan untuk mengatasi kesulitan mitra. Untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta, kami meminta mereka untuk mengidentifikasi pengetahuan mereka sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian. Persiapan, penyaringan peserta, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi merupakan tiga tahap yang membentuk Program Pengabdian Masyarakat. Bahwa tingkat pengetahuan sebelum dilakukan edukasi pencegahan bullying pada siswa SMP Negeri 2 kembaran Kabupaten Banyumas dengan nilai rata-rata, mean 69, median 60.
Gambaran peran perawat penanggung jawab kesehatan jiwa masyarakat di puskesmas kabupaten banyumas Silvi Yuanita; Ita Apriliyani; Ririn Isma Sundari
Link Journal of Mental Health Vol 1 No 2 (2025): April : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v1i2.42

Abstract

Pendahuluan : Perawat penanggung jawab kesehatan jiwa masyarakat (Keswamas) di Puskesmas memiliki peran strategis dalam upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Namun, optimalisasi peran tersebut masih terkendala oleh kurangnya pelatihan khusus, keterbatasan fasilitas, serta stigma terhadap gangguan jiwa. Tujuan : mendeskripsikan peran perawat Keswamas di Puskesmas Kabupaten Banyumas dalam aspek asuhan keperawatan, edukasi, advokasi, koordinasi, dan penelitian. Metode : Desain deskriptif kuantitatif dan pendekatan cross- sectional, penelitian ini melibatkan 40 perawat dari 40 Puskesmas yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, analisis data univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil :  Sebanyak 70% perawat memiliki peran yang baik dalam pelayanan kesehatan jiwa masyarakat, sementara 30% berada dalam kategori cukup. Peran dominan adalah sebagai pemberi asuhan keperawatan dan edukator, sedangkan peran sebagai advokat, peneliti, dan konselor masih kurang optimal. Kesimpulan: Perawat telah berperan cukup baik terutama sebagai pemberi asuhan keperawatan, edukator, dan promotor kesehatan. Kebijakan yang mendukung optimalisasi peran perawat dalam advokasi pasien dan penelitian perlu diperkuat guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas.
Gambaran Quality of Life Peserta Prolanis di Puskesmas Kutawis Purbalingga Mu'thiya Hasymah; Madyo Maryoto; Ita Apriliyani
JURNAL KEPERAWATAN MERSI Vol. 14 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Prodi Keperawatan Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkm.v14i2.13925

Abstract

Background: The increasing number of elderly in Indonesia has an impact on the increasing  prevalence of chronic diseases, especially hypertension and diabetes mellitus, which has implications for reducing Quality of Life. The Chronic Disease Management Program (Prolanis) organized by BPJS Kesehatan aims to maintain the health condition of participants to avoid complications and improve Quality of Life. Objective: This study aims to determine the description of Quality of Life of Prolanis participants at the Kutawis Community Health Center, Purbalingga. Method: This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The research sample was 49 respondents from 93 Prolanis participants selected using an accidental sampling technique. The research instrument used the WHOQOL-BREF questionnaire that assesses quality of life in four domains, namely physical, psychological, social, and environmental. Results: The results showed that the quality of life of Prolanis participants was generally in the moderate category (49%). Based on the domain, most respondents had a moderate quality of life category, namely physical (75.5%), psychological (85.7%), social (71.4%), and environmental (83.7%). Conclusion: It can be concluded that the quality of life of Prolanis participants at the Kutawis Community Health Center in Purbalingga is mostly in the moderate category across all four domains. Therefore, although Prolanis plays a role in maintaining quality of life, further intervention and evaluation are needed to improve participants' quality of life to the high category.