Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan Manajemen Halusinasi dengan Teknik Menghardik terhadap Pengendalian Halusinasi Pendengaran pada Pasien Skizofrenia di Ruang Anggrek RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hesti Lutifah Menanda; Ita Apriliyani
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 4 No. 2 (2026): April: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v4i2.8818

Abstract

The Application Of Hallucination Management Using The Shutting-Out Technique For The Control Of Auditory Hallucinations In Schizophrenia Patients In The Angruk Ward Of Prof. Dr. Margono Soekarjo General Hospital, Purwokerto. Schizophrenia is a severe mental disorder often accompanied by auditory hallucinations. Auditory hallucinations may cause patients to talk to themselves, appear restless, and experience difficulty in controlling responses to internal stimuli. One non-pharmacological nursing intervention that can be applied is the rebuking technique, a strategy used to firmly reject or dismiss hallucinatory voices. This study aimed to examine the application of the rebuking technique in controlling auditory hallucinations in patients with schizophrenia. This research employed a descriptive case study design using a nursing process approach and was conducted from February 17 to 19, 2026, on a patient diagnosed with schizophrenia experiencing auditory hallucinations. The intervention was implemented over three days, with one session per day lasting approximately 15–20 minutes. The results showed an improvement in the patient’s ability to recognize and control hallucinations, as indicated by a reduction in self-talking behavior, increased awareness of hallucination onset, and the ability to independently apply the rebuking technique. In conclusion, the rebuking technique is an effective nursing intervention to assist patients with schizophrenia in controlling auditory hallucinations.
Hubungan Intensitas Penggunaan Game Online dengan Tingkat Kecemasan pada Remaja SMAN 1 Wanadadi Rindhy Mei Adzelina; Ita Apriliyani; Tri Sumarni
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 4 No. 2 (2026): April: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v4i2.8819

Abstract

Online games are one of the digital entertainment activities widely favored by adolescents; however, high-intensity use can lead to psychological impacts, one of which is anxiety. Anxiety in adolescents is characterized by feelings of restlessness, irritability, difficulty concentrating, and sleep disturbances, especially when they are unable to play online games or when they experience defeat in the game. This study aimed to determine the relationship between the intensity of online game use and the level of anxiety among adolescents. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach, involving 113 respondents selected using a cluster sampling technique. The research instruments used were the DASS questionnaire and an online game usage intensity questionnaire, and the data were analyzed using univariate and bivariate analysis. The respondents in this study were adolescents from SMAN 1 Wanadadi, most of whom were 16 years old (49.6%) and predominantly female (61.9%). The intensity of online game use was mostly in the moderate category (55.8%), while the level of anxiety was mostly in the mild category (89.0%). The results showed that most respondents had a moderate level of online game usage intensity and a mild level of anxiety. Bivariate analysis indicated that there was no significant relationship between the intensity of online game use and the level of anxiety among adolescents, with a p-value of 0.425 and a contingency coefficient value of 0.076. Therefore, it can be concluded that there is no relationship between the intensity of online game use and the level of anxiety among adolescents.
EDUKASI HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA LEDUG, KECAMATAN KEMBARAN, KABUPATEN BANYUMAS Fahri Mufti Aziz; Tophan Heri Wibowo; Ita Apriliyani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran lansia menjadi salah satu faktor tingginya kejadian hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi melalui edukasi di Posyandu Lansia Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, skrining peserta, serta pelaksanaan edukasi dengan pre-test dan post-test menggunakan kuesioner sebanyak 25 soal. Kegiatan diikuti oleh 30 lansia dengan karakteristik mayoritas berusia 50–60 tahun dan berpendidikan SMP. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dimana sebelum edukasi kategori pengetahuan baik sebesar 20,0% meningkat menjadi 76,7% setelah edukasi, sedangkan kategori kurang menurun. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman lansia mengenai hipertensi. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta mendorong penerapan pola hidup sehat pada lansia guna mencegah komplikasi hipertensi.
GAMBARAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI 1 DAN 2 ARGASOKA Isna Navisha; Ita Apriliyani; Ikit Netra Wirakhmi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh individu atau kelompok terhadap anak yang dianggap lebih lemah, baik secara fisik, verbal, maupun sosial, dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta akademik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku bullying pada anak sekolah dasar di SD Negeri 1 dan 2 Argasoka. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 79 siswa kelas V dan VI dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Social Experiences Questionnaire (SEQ) dan data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (53,2%) dan perilaku bullying secara umum berada pada kategori sedang (75,9%), dengan bullying fisik, verbal, dan sosial sebagian besar juga berada pada kategori sedang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku bullying masih ditemukan pada siswa sekolah dasar di SD Negeri 1 dan 2 Argasoka, sehingga diperlukan upaya peningkatan pengetahuan siswa dan pihak sekolah serta penguatan peran sekolah dalam pencegahan bullying.
HUBUNGAN NORMA SUBJEKTIF TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU REMAJA DALAM PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI MAN 1 BANYUMAS Ratna Nur Indah Sari; Suci Khasanah; Ita Apriliyani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat pada kelompok remaja akibat perubahan gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan DMT2 adalah norma subjektif teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara norma subjektif teman sebaya dengan perilaku remaja dalam pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di MAN 1 Banyumas. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah siswa MAN 1 Banyumas yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, meliputi variabel norma subjektif teman sebaya dan perilaku pencegahan DMT2. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat norma subjektif teman sebaya dan perilaku pencegahan DMT2 dalam kategori sedang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara norma subjektif teman sebaya dengan perilaku remaja dalam pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa norma subjektif teman sebaya berperan penting dalam membentuk perilaku pencegahan DMT2 pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan promosi kesehatan berbasis kelompok sebaya untuk meningkatkan perilaku hidup sehat pada remaja.