Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Edukasi Vaksinasi COVID-19 Dosis Ketiga (Booster): Tak Kenal Maka Tak Kebal Raja Fitrina Lestari; Susi Erianti; Ennimay Ennimay
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 4, No 3 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v4i3.376

Abstract

The spread of covid-19 in indonesia is on the rise. the provision of a covid-19 vaccine from the government is still one of the efforts to prevent and control the transmission of the covid-19 disease. the government continues to intensify the implementation of the covid-19 vaccine, especially the third dose of covid-19 vaccine (booster) for eligible indonesians. the purpose of this community service is to provide an understanding of the third dose of covid-19 vaccination (booster) with the lecture method of distributing flyer, leaflet containing knowledge about the third dose of vaccination (booster). in this activity, a total of those who have undergone the third dose of covid-19 vaccination (booster) starting from the leadership and employees of pt. lingga cargo as many as 7 employees (25%) of the 28 employees. the next hope is to continue to strive to accelerate the third dose of covid-19 vaccination (booster) program by providing education related to vaccination and collaborating with related parties both across programs and across sectors and also reminding the public to continue to follow the health protocol even though they get the third dose of vaccine. vaccination is one of the important components in the pandemic handling strategy to reduce the risk of severe illness and death from covid-19.
Sosialisasi Evaluasi Penerapan Komunikasi Efektif SBAR dalam Pelaksanaan Handover oleh Perawat Susi Erianti; Raja Fitrina Lastari; Ennimay Ennimay
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i2.502

Abstract

Penerapan komunikasi efektif sangat penting dalam pelayanan keperawatan terutama dalam pelaksanaan handover. Pada pertukaran shift dalam keperawatan dilakukan handover untuk menyampaikan informasi terkait kondisi pasien. Kegiatan timbang terima atau handover bersifat menyeluruh  yang dilakukan oleh tim kesehatan sehingga dalam pelaksanaannya dibutuhkan komunikasi yang efektif baik oleh perawat yang berjaga sebelum timbang terima (handover) kepada perawat yang berjaga setelah timbang terima (handover) sehingga semua informasi tentang pasien dapat dilaksanakan oleh perawat untuk mendukung kualitas pelayanan yang lebih baik.  Komunikasi efektif yang dimaksud ialah komunikasi efektif yang ontime, lengkap, akurat, mudah dipahami oleh penerima informasi untuk mencegah kejadian tidak diharapkan dan kejadian nyaris cidera serta kesalahan – kesalahan informasi untuk meningkatkan keselamatan pasien. Model komunikasi yang dilaksanakan adalah model komunikasi efektif SBAR. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan perawat sebelum (pre test) yaitu 70 % menjadi 87% setelah (post test ) artinya ada perbedaan pengetahuan perawat setelah dilakukan sosialiasi penerapan komunikasi efektif SBAR dalam pelaksanaan handover. Dengan meningkatnya pengetahuan perawat tersebut diharapkan penerapan pelaksananan komunikasi efektif SBAR sesuai dengan standar demi meningkatkankan keselamatan pasien dalam handover.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat Terhadap Pelaksanaan Pendokumentasian Edukasi Kesehatan di Ruangan Irna Surgical Fadhila Putri; Susi Erianti; Asfeni Asfeni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.33653

Abstract

Incomplete documentation of health education as well as lack of information about the patient's condition have a negative impact on the key performance indicator (KPI) score, which is an assessment of nurse performance in the hospital. Those situations can also cause anxiety and worry in patients. This study aims to determine the relationship between nurses' knowledge and attitude with the implementation of health education documentation at Arifin Achmad Regional Hospital of Riau Province. This study used a correlation design with a cross-sectional approach, involving 57 samples selected using the Consecutive Sampling technique. The instruments of this study were questionnaires and observation sheets. The data obtained were then analyzed using the chi-square test. The results showed that there was a relationship between nurses' attitudes and the implementation of health education documentation with a p-value of 0.000. On the other hand, the results showed that there was no relationship between nurses' knowledge and the implementation of health education documentation, with a p-value of 0.064. It can be concluded that nurses' attitudes are one of many factors, namely motivation, skills, and psychology, that influence the implementation of health education documentation in surgical inpatient installations. Nurses are expected to be knowledgeable about health education documentation and show a proper attitude while implementing it..Keywords: Knowledge, Attitudes And Educational Documentation.
KURANGI STRES KERJA PADA PERAWAT DENGAN TEHNIK PERNAFASAN BOX BREATHING Susi Erianti; Yecy Anggreny
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.39007

Abstract

Perawat merupakan tenaga medis yang paling sering menghabiskan banyak waktu dengan pasien. Perawat bekerja hampir menjangkau seluruh area pelayanan kesehatan sehingga sangat rentan untuk mengalami stres kerja. Stres kerja di kalangan perawat berhubungan dengan penurunan kepuasan kerja, kinerja yang buruk, penurunan kualitas layanan keperawatan, berkurangnya retensi, peningkatan tingkat turnover, dan kelelahan. Selain itu, stres kerja juga berdampak negatif pada kualitas hidup perawat dan hasil kesehatan pasien. Oleh karena itu perawat harus bisa mengelola stres kerja agar tetap bisa memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas dengan salah satu cara yang bisa dilakukan adalah tehnik box breathing atau dikenal dengan istilah pernafasan kotak. Lokasi pengabdian adalah  di ruangan rawat inap Edeweis RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Hasil kegiatan didapatkan adanya pengurangan skor stress perawat dari stress sedang (nilai skor 15) sebelum (pre test) menurun menjadi stress ringan (nilai skor 9) setelah (post test ). Diharapkan perawat dapat menggunakan tehnik box breathing sebagai salah satu intervensi alternatif untuk mengurangi stress kerja pada perawat sehingga perawat bisa meningkatkan kualitas asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien.
EDUKASI KELUARGA PASIEN TENTANG PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN RESIKO JATUH DI RUANGAN RAWAT INAP Susi Erianti; Yecy Anggreny
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.52507

Abstract

Keselamatan pasien merupakan aspek fundamental dalam pelayanan kesehatan, di mana insiden jatuh menjadi salah satu kejadian yang paling sering terjadi di fasilitas kesehatan. Kejadian jatuh tidak hanya berpotensi menimbulkan dampak fisik seperti fraktur dan luka, tetapi juga berdampak psikologis, memperpanjang masa rawat, serta meningkatkan beban biaya pelayanan kesehatan. World Health Organization (WHO) menyampaikan bahwa sebagian besar insiden jatuh di rumah sakit sebenarnya dapat dicegah. Keterlibatan keluarga sebagai pendamping utama selama proses perawatan memiliki peran penting dalam upaya pencegahan insiden tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai pencegahan dan pengendalian risiko jatuh pada pasien yang dirawat di ruang rawat inap RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Edukasi diberikan melalui penyuluhan dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga, dengan skor pre-test sebesar 70% meningkat menjadi 86% pada post-test. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga keperawatan untuk terus melibatkan keluarga dalam upaya keselamatan pasien, sehingga risiko jatuh dapat diminimalkan secara lebih efektif
MASK FOR BETTER PROTECTION: UPAYA MENINGKATKAN KESELAMATAN PASIEN THALASEMIA MELALUI PEMBAGIAN MASKER DAN EDUKASI Susi Erianti; Yecy Anggreny; Sekani Niriyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.60899

Abstract

Pasien thalasemia merupakan kelompok yang rentan mengalami infeksi karena menjalani transfusi darah secara rutin, memiliki daya tahan tubuh yang menurun, serta sering melakukan kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit infeksi, terutama infeksi saluran pernapasan, apabila upaya pencegahan tidak dilakukan secara optimal. Salah satu langkah sederhana yang efektif untuk mencegah penularan infeksi adalah penggunaan masker yang benar disertai dengan edukasi mengenai pentingnya perilaku pencegahan infeksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien thalasemia beserta pendamping mengenai pentingnya penggunaan masker sebagai upaya pencegahan infeksi. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Thalasemia RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau melalui penyuluhan kesehatan, demonstrasi penggunaan masker yang benar, sesi tanya jawab, serta pembagian masker kepada seluruh peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pencegahan infeksi, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan sebelum penyuluhan (76%) setelah edukasi menjadi (85%). Selain itu, seluruh peserta mampu mempraktikkan penggunaan masker sesuai prosedur yang benar dan menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Diharapkan kegiatan edukasi dan pembagian masker ini dapat meningkatkan kepatuhan pasien dan pendamping dalam menggunakan masker selama berada di lingkungan rumah sakit maupun di tempat umum sehingga mampu menurunkan risiko penularan penyakit infeksi dan mendukung peningkatan keselamatan pasien thalasemia
Pengaruh Edukasi Kesehatan Dalam Menghadapi Bencana Kebakaran Dengan Menggunakan Media Audiovisual Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat Di Permukiman Padat Penduduk Dhea Naury Hasri; T. Abdur Rasyid; Abdurrahman Hamid; Susi Erianti; Siska Mayang Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran merupakan bencana yang sering terjadi di permukiman padat penduduk dan memerlukan tingkat kesiapsiagaan masyarakat yang optimal. Edukasi kesehatan berbasis media audiovisual dinilai memiliki potensi lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan rancangan pretest–posttest with control group. Sampel berjumlah 54 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 27 responden, dengan teknik consecutive sampling. Pengukuran kesiapsiagaan dilakukan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan bencana kebakaran yang dikembangkan oleh Hilda Amalia. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann– Whitney U Test. Hasil menunjukkan median skor kesiapsiagaan pada kelompok intervensi meningkat signifikan dari 15,00 menjadi 24,00 (p=0,000), sedangkan kelompok kontrol mengalami peningkatan terbatas dari 16,00 menjadi 17,00 (p=0,003). Uji Mann–Whitney pada skor posttest menunjukkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok (p=0,000). Temuan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan berbasis media audiovisual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana kebakaran. Media audiovisual direkomendasikan sebagai metode edukasi yang dapat diimplementasikan oleh petugas pemadam kebakaran dalam kegiatan penyuluhan kepada masyarakat guna meningkatkan kesiapsiagaan dan upaya pencegahan kebakaran di lingkungan permukiman.