Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

GRAPE KESPRO MELALUI PEMBENTUKAN KADER KESEHATAN SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN SISWA Fika Aulia; Yaolanda Rizqi Agustina; Luthfia Uli Na’mah; Mutia Aura Nazwa Assyfa; Niscahaya Niscahaya; Nofa Irmaya Sandy
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32237

Abstract

Abstrak: Permasalahan di SMK Muhammadiyah 1 Banjarmasin adalah belum optimalnya fungsi UKS dan belum memiliki kader kesehatan sekolah. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah membentuk dan melatih kader melalui Program GRAPE (Gerakan Remaja Peduli Edukasi) Kespro sebagai upaya peningkatan hardskill pemahaman kespro dan softkill keterampilan praktik edukasi kader. Metode kegiatan melalui ceramah dan praktik edukasi. Mitra kegiatan adalah 13 siswa kader kelas X dan XI. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test sejumlah 12 soal pada setiap sesi pelatihan serta observasi praktik edukasi di akhir pelatihan menggunakan ceklist penilaian edukasi. Hasil yang dicapai melalui Pembentukan dan Pelatihan Kader GRAPE Kespro mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktik edukasi kader. Terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan muatan materi GRAPE sebesar 28,20%. Dan terjadi peningkatan nilai rata-rata keterampilan praktik edukasi dari 53,57 (sebelum pelatihan) menjadi 79,95 (sesudah pelatihan). Program ini direkomendasikan untuk direplikasi dan dikembangkan di sekolah lain guna mendukung fungsi UKS secara berkelanjutan.Abstract: The problem at SMK Muhammadiyah 1 Banjarmasin is that the UKS function has not been optimized and there are no school health cadres. The purpose of this service activity is to form and train cadres through the GRAPE (Gerakan Remaja Peduli Edukasi) Kespro Program as an effort to increase the hard skills of understanding kespro and soft skills of cadre education practice. The method of activity is through lectures and educational practices. The activity partners were 13 cadre students in grades X and XI. Evaluation was carried out through a pre-test and post-test of 12 questions in each training session and observation of educational practices at the end of the training using an educational assessment checklist. The results achieved through the Formation and Training of GRAPE Kespro Cadres were able to improve the understanding and skills of cadre educational practices. There was an increase in the average value of knowledge of GRAPE material content by 28.20%. And there was an increase in the average value of educational practice skills from 53.57 (before training) to 79.95 (after training). This program is recommended to be replicated and developed in other schools to support the function of UKS in a sustainable manner.
PENINGKATAN LITERASI GIZI ANAK SEKOLAH MELALUI EDUKASI ISI PIRINGKU DENGAN MEDIA PUZZLE Darmayanti Wulandatika; Siti Fatimah; Siti Maria Ulfa; Nelly Mariati; Bardiati Ulfah; Yaolanda Rizqi Agustina; Ramadhana Alya Nuur Afifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37633

Abstract

Abstrak: Karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia jangka panjang dan kondisi kesehatan, masalah gizi di kalangan siswa sekolah dasar terus menjadi perhatian utama. Berdasarkan konsep Isi Piringku, rendahnya literasi gizi menyebabkan keterbatasan pemahaman anak terhadap komposisi makanan seimbang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi siswa sekolah dasar melalui pengajaran Isi Piringku menggunakan media puzzle. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Sungai Jingah dan melibatkan 3 tenaga kesehatan yang terdiri dari 2 bidan dan 1 kader kesehatan sebagai mitra pendukung. Sasaran utama kegiatan adalah 16 siswa kelas VI sekolah dasar yang mengikuti edukasi gizi secara interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan tes pra dan pasca. Hasil menunjukkan peningkatan persentase peserta dengan pengetahuan gizi baik dari 0% menjadi 25% serta penurunan pengetahuan kurang menjadi 19%. Selain itu, kemampuan siswa dalam merencanakan makanan seimbang menggunakan puzzle Isi Piringku juga meningkat. Media puzzle terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman gizi seimbang pada anak sekolah dasar.Abstract: Since they have an impact on long-term human resource quality and health condition, nutritional issues among elementary school students continue to be a major concern. Based on the My Plate concept, low nutrition literacy limits children’s understanding of balanced meal composition. This community service program aimed to improve elementary school students’ nutrition knowledge through My Plate education using puzzle media. The activity was conducted in collaboration with Sungai Jingah Public Health Center and involved 3 health workers, consisting of 2 midwives and 1 health cadre, as supporting partners. The primary target was 16 sixth-grade elementary school students who participated in interactive nutrition education. Evaluation was carried out using pre- and post-tests. The results showed an increase in participants with good nutrition knowledge from 0% to 25%, while those with poor knowledge decreased to 19%. In addition, students demonstrated improved ability to plan balanced meals using the My Plate puzzle. Puzzle-based nutrition education was effective in enhancing children’s understanding of balanced nutrition.
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Kenaikan Berat Badan Di Puskesmas Sungai Tabuk 3 Kabupaten Banjar Evi Naily Puteri; Fika Aulia; Yaolanda Rizqi Agustina; Nelly Mariati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1369

Abstract

Kontrasepsi suntik 3 bulan (Depo Medroxyprogesterone Acetate/DMPA) merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang paling banyak digunakan karena memiliki efektivitas tinggi, praktis, dan hanya memerlukan penyuntikan setiap tiga bulan. Meskipun demikian, penggunaan DMPA dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping berupa kenaikan berat badan yang berpotensi meningkatkan risiko obesitas. Data Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Tahun 2023 menunjukkan prevalensi obesitas pada perempuan dewasa di Kabupaten Banjar mencapai 18,5%, sehingga pemantauan berat badan pada akseptor kontrasepsi hormonal menjadi penting. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan pada akseptor KB di Puskesmas Sungai Tabuk 3 Kabupaten Banjar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional retrospektif. Populasi penelitian berjumlah 75 akseptor KB suntik 3 bulan, dengan sampel sebanyak 63 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari register pelayanan KB, rekam medis, dan Kartu KB, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84,1% responden telah menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan selama lebih dari dua tahun, 73,0% mengalami kenaikan berat badan ≥2 kg, dan terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan (p = 0,001; r = 0,636). Semakin lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan, semakin tinggi kecenderungan terjadinya kenaikan berat badan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, pemantauan berat badan, dan konseling keluarga berencana secara berkelanjutan.