Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Implementasi Pendekatan Graphic Processing Unit (gpu) Approach In Support Vector Machine (SVM) Dan Least Squares Support Vector Machine (ls-svm) Hamnis Rachmat Dhana; Fhira Nhita; Izzatul Ummah
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data mining adalah metode untuk menggali informasi yang berguna dari dataset. Salah satu teknik dalam data mining adalah klasifikasi. Klasifikasi banyak digunakan pada identifikasi penyakit, biomedical enggineering dan lainnya. Salah satu algoritma yang digunakan untuk klasifikasi adalah Support Vector Machine (SVM). SVM merupakan algoritma untuk melakukan klasifikasi dengan memaksimalkan hyperplane diantara kelas. SVM memiliki banyak variasi seperti Least Square Support Vector Machine (LS-SVM). Proses klasifikasi memerlukan waktu yang lama karena data latih memiliki banyak record dan attribute. Untuk mengatasi masalah tersebut maka SVM dan LS-SVM diimplementasikan menggunakan pendekatan Graphic Processing Unit (GPU) sehingga dapat meningkatkan kecepatan proses komputasi dibandingkan dengan menggunakan processor biasa. Berdasarkan beberapa penelitian tentang kinerja SVM menggunakan GPU seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Jesse Patrick Harvey maka dapat dinyatakan bahwa SVM dengan GPU lebih cepat 89×-263× dibandingkan SVM tanpa GPU. Penelitian oleh Jesse Patrick Harvey membuktikan bahwa SVM menggunakan pendekatan GPU memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan SVM tanpa GPU. Pada tugas akhir ini akan dibahas mengenai perbandingan akurasi dan waktu komputasi dari kedua algoritma yang telah disebutkan. Dataset yang digunakan diambil dari http://ntucsu.csie.ntu.edu.tw/~cjlin/libsvmtools/datasets/binary.html. Kata kunci: Classification, record, attribute SVM, LS-SVM, GPU.
Implementasi Sistem Grid Computing Berbasis Cluster Di Prodi Ilmu Komputasi Andi Farid Arif Nur; Fitriyani Fitriyani; Izzatul Ummah
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grid computing adalah teknologi komputasi terdistribusi yang memanfaatkan sumber daya yang terhubung  melalui  jaringan  komputer  secara  bebas  tapi  terkoordinasi dengan  mekanisme  tertentu. Dengan menyediakan sumber daya yang dapat dipakai bersama dapat mempermudah akses dan meningkatkan Quality of Service. Pembangunan infrastruktur Grid computing tidaklah mudah karena membutuhkan kemampuan dan pengalaman di dalam instalasi dan konfigurasi program berbasis Linux. Tujuan akhir dari penelitian ini, penulis membangun infrastruktur Grid computing berbasis pada cluster yang  akan  dijadikan  sebagai  sumber  daya  back-end  dengan  menggunakan  Globus  Tookit  sebagai midlleware pengalokasian sumber daya. Penelitian ini menggunakan jaringan lokal Universitas Telkom. Kata kunci: grid computing, globus toolkit, cluster
Pemrosesan Graf Berskala Besar Secara Paralel Ufra Neshia; Z K Abdurrahman Baizal; Izzatul Ummah
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah pencarian rute terpendek untuk graf statis berskala besar dapat dilakukan dengan menggunakan algoritma yang dijalankan secara paralel. Dua algoritma yang dapat digunakan adalah algoritma Djikstra yang bersifat greedy dan algoritma Bellman-Ford yang menggunakan dynamic programming. Dijkstra lebih sulit diparalelkan namun memiliki waktu eksekusi yang relatif lebih cepat dibandingkan Bellman-Ford yang mudah diparalelkan namun waktu eksekusinya lebih panjang. Optimasi kedua algoritma dilakukan dengan menyimpan data graf dalam bentu Compact Spare Row, dan mendesain algoritma agar membagi data antar prosesor dengan efisien dan meminimalisir komunikasi antar prosesor. Kata Kunci: paralel, shortest path, graf, algoritma Djikstra, algoritma Bellman-Ford, performansi.
Pengembangan Sistem Rekomendasi Anime Berbasis Deep Q-Network (DQN) Ricky Ariesta Fakhruddin; Izzatul Ummah; Selly Meliana
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem rekomendasi berperan penting dalam membantu pengguna menemukan konten sesuai preferensi di tengah banyaknya informasi. Penelitian ini membandingkan dua pendekatan, yaitu Collaborative Filtering (CF) berbasis Singular Value Decomposition (SVD) dan Reinforcement Learning (RL) berbasis Deep Q-Network (DQN). Fokus utama penelitian adalah menilai efektivitas keduanya dalam memberikan rekomendasi anime yang relevan, baik untuk pengguna eksisting maupun pengguna baru (cold-start). Dataset penelitian diambil dari Kaggle, melalui tahap preprocessing berupa pembersihan data, normalisasi fitur, dan encoding genre dengan one-hot. Model CF dilatih menggunakan parameter hasil tuning, sedangkan model RL dibangun dalam lingkungan simulasi dengan fungsi reward berbobot yang menggabungkan rating pengguna, skor global anime, dan kesamaan preferensi genre. Evaluasi dilakukan menggunakan skenario Top-N Recommendation (N = 1, 3, 5, 10, 15, 20) dengan metrik Precision@N, Recall@N, dan F1-Score@N. Item relevan untuk pengguna eksisting ditentukan berdasarkan reward persentil ke-80, sementara untuk pengguna baru ditetapkan pada anime dengan skor global ≥ 9.0. Hasil menunjukkan RL dengan DQN unggul pada masalah cold-start, sedangkan CF lebih baik untuk pengguna dengan riwayat interaksi. Perbandingan ini menyoroti kelebihan dan keterbatasan masing-masing pendekatan, sekaligus memberi panduan dalam memilih strategi rekomendasi sesuai konteks pengguna. Kata kunci— deep q-network, reinforcement learning, colaborative filtering, sistem rekomendasi anime
Pengembangan Sistem Rekomendasi Anime Berbasis Deep Q-Network (DQN) Ricky Ariesta Fakhruddin; Izzatul Ummah; Selly Meliana
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem rekomendasi berperan penting dalam membantu pengguna menemukan konten sesuai preferensi di tengah banyaknya informasi. Penelitian ini membandingkan dua pendekatan, yaitu Collaborative Filtering (CF) berbasis Singular Value Decomposition (SVD) dan Reinforcement Learning (RL) berbasis Deep Q-Network (DQN). Fokus utama penelitian adalah menilai efektivitas keduanya dalam memberikan rekomendasi anime yang relevan, baik untuk pengguna eksisting maupun pengguna baru (cold-start). Dataset penelitian diambil dari Kaggle, melalui tahap preprocessing berupa pembersihan data, normalisasi fitur, dan encoding genre dengan one-hot. Model CF dilatih menggunakan parameter hasil tuning, sedangkan model RL dibangun dalam lingkungan simulasi dengan fungsi reward berbobot yang menggabungkan rating pengguna, skor global anime, dan kesamaan preferensi genre. Evaluasi dilakukan menggunakan skenario Top-N Recommendation (N = 1, 3, 5, 10, 15, 20) dengan metrik Precision@N, Recall@N, dan F1-Score@N. Item relevan untuk pengguna eksisting ditentukan berdasarkan reward persentil ke-80, sementara untuk pengguna baru ditetapkan pada anime dengan skor global ≥ 9.0. Hasil menunjukkan RL dengan DQN unggul pada masalah cold-start, sedangkan CF lebih baik untuk pengguna dengan riwayat interaksi. Perbandingan ini menyoroti kelebihan dan keterbatasan masing-masing pendekatan, sekaligus memberi panduan dalam memilih strategi rekomendasi sesuai konteks pengguna. Kata kunci— deep q-network, reinforcement learning, colaborative filtering, sistem rekomendasi anime