Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Simbol Budaya dan Nilai-Nilai Edukasi dalam Ritual Molanggu: Sebuah Studi Etnografi Kuantatif Hanisah Hanafi; Merry Balango; Rusni Podungge
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 6 No. 1 (2025): Central Journal of Education (CEJou) July
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v6i1.897

Abstract

Studi ini mengeksplorasi praktik penyembuhan tradisional Molanggu di Gorontalo sebagai warisan budaya yang mengandung nilai-nilai edukasi yang relevan dengan pendidikan karakter dan pembelajaran kontekstual. Dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan unsur etnografi, penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan kunci meliputi dukun Molanggu, tokoh budaya, dan anggota masyarakat setempat. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Molanggu bukan hanya ritual terapeutik, tetapi juga sistem simbolik yang kaya akan kearifan lokal, makna spiritual, dan identitas budaya. Prosedur penyembuhan ini mengintegrasikan unsur-unsur tradisi lisan, sistem kepercayaan, dan nilai-nilai komunal yang mencerminkan keharmonisan dengan alam, rasa hormat kepada orang tua, dan disiplin moral. Analisis menunjukkan bahwa Molanggu mewujudkan inti prinsip-prinsip etnopedagogis dan dapat berfungsi sebagai alat pedagogis untuk mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pendidikan formal. Lebih lanjut, persepsi masyarakat menegaskan relevansi Molanggu dalam melestarikan pengetahuan antargenerasi dan menumbuhkan kebanggaan budaya di kalangan generasi muda. Studi ini berkontribusi pada wacana pendidikan yang responsif budaya dengan memposisikan tradisi penyembuhan lokal sebagai sumber pendidikan karakter kontekstual. Studi ini juga menawarkan perspektif strategis bagi para pembuat kebijakan dan pendidik untuk merevitalisasi praktik budaya lokal melalui pengembangan kurikulum, lokakarya budaya, dan inisiatif pendidikan berbasis masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada pembingkaian Molanggu bukan hanya sebagai praktik budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan yang berlandaskan epistemologi adat.
An Analysis of Taboo Words in Megan Thee Stallion Songs Hanisah Hanafi; Usman Pakaya; Intan Juwita Ahmad
TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture and Education Vol. 3 No. 2 (2023): TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture, and Education
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/jllce.v3i2.2

Abstract

Taboo words is forbidden to talk about is connected or dealing of something that must be avoided. Taboo words are also used in the media especially a song. Some songs contain taboo words in their lyrics. Studying taboo words in song lyrics is crucial because it prevents misuse and misinterpretation, ensuring a more accurate understanding of the intended message and artistic expression. It also reveals the moral and cultural values reflected in the lyrics, exposing the societal norms and boundaries that may be challenged or reinforced. This qualitative research addressed the types of taboo words in Megan Thee Stallion songs. The data was analyzed based on Battistella (2005) about the types of taboo words. The researcher uses songs in “Fever” album as the object of the research. The researcher discovered about 21 taboo words in the eight songs on the fever album. The first type is characterized by epithets (6), profanity (2), vulgarity (6), and obscenity (7). According the data, obscenity was the most commonly used type of taboo words in song lyrics. It because there are many expressions involving sex-distinguish anatomy or sexual and excretory functions that is usually spoken harshly. While the research specifically examines Megan Thee Stallion's work, the findings may have broader implications for understanding taboo word usage in songs within the genre. By being aware of and responsibly engaging with taboo words in daily conversations and song lyrics, readers and song lovers can foster a respectful and considerate communication environment. This researcher hoped that readers and song lovers would avoid misusing taboo words that may appear in daily conversations and song lyrics.
A Study on Phonological Process: A Case on Indonesian EFL Students’ Pronunciations Hayria Mohamad; Hanisah Hanafi; Rahman Taufiqrianto Dako
TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture and Education Vol. 1 No. 2 (2021): TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture, and Education
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/jllce.v1i2.24

Abstract

The present article seeks to discuss the phonological process concerning the alterations in English sounds produced by Indonesian EFL students. This study drew on generative phonology and utilized Schane’s (1973) categories of the phonological process to highlight the changes in English sounds. This study applied a qualitative method with a descriptive research design. All data of this study were gathered through digitally recording eight EFL students’ oral presentations in the research proposal seminars. According to the results of this study, the transformations in the English sounds arose in both the consonant and vowel sounds of the English, where these changes attributed to the four categories of phonological process, including assimilation, dissimilation, deletion, and insertion. The present study also found the occurrences of a double and triple different phonological process in single word utterance produced by participants of this study. This study signified that such changes in English sounds occurred owing to the mother tongue influence. The results of this study offer a significant contribution to the insights into both linguistics and EFL instruction.
A Bibliometric Analysis of Translation Studies in Indonesia: Mapping Trends and Research Trajectories Novriyanto Napu; Usman Pakaya; Hanisah Hanafi; Moon Hidayati Otoluwa; Amirullah Abduh
Script Journal: Journal of Linguistics and English Teaching Vol. 11 No. 1 (2026): April
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/sj.v11i1.2342

Abstract

Background: Translation Studies has expanded internationally through bibliometric, computational, and interdisciplinary developments, yet the publication trajectory of Translation Studies in Indonesia has not been mapped systematically. A bibliometric overview is therefore needed to identify the field’s thematic concentration, collaboration patterns, and publication visibility. Methodology: This study employed a bibliometric design using records retrieved from Scopus and selected Indonesian peer-reviewed journals published between 2014 and 2025. After eligibility filtering, 137 Indonesia-focused records and 7,113 international reference records were analyzed using Biblioshiny. Findings: Indonesian Translation Studies was dominated by humanistic, pedagogical, and culturally oriented themes, whereas corpus-based, computational, and machine-translation topics appeared less frequently. In contextual comparison with the international reference set, the Indonesian corpus showed slower thematic diversification and lower visibility of technology-oriented translation research. Conclusion: These findings indicate that Indonesian Translation Studies is growing, but its publication profile remains more concentrated in humanistic and pedagogical domains than in technology-oriented and corpus-based areas. This pattern matters because it influences how the field may engage with emerging methods, international collaboration, and wider scholarly visibility in contemporary Translation Studies. Originality: This study provides a bibliometric mapping of Indonesian Translation Studies based on peer-reviewed publication records and situates the national corpus in contextual comparison with an international reference set.
Pemberdayaan Perempuan dalam Melawan Pernikahan Dini di Indonesia: Implementasi dan Dampak Program 'Empower Her' di Desa Mamungaa Timur Moon Hidayati Otoluwa; Muziatun Mukadji; Novriyanto Napu; Mery Balango; Hanisah Hanafi
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v1i1.1

Abstract

Pernikahan dini di Indonesia merupakan isu serius yang memerlukan perhatian untuk melindungi hak anak dan perempuan. Program "Empower Her: Inspirasi Perempuan Melawan Pernikahan Dini" bertujuan memberdayakan perempuan muda untuk menghadapi dan mengatasi tekanan pernikahan dini melalui berbagai inisiatif di Desa Mamungaa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Kecamatan Bone Pantai, Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan dalam program ini mencakup sosialisasi melalui seminar dan lokakarya, pendidikan formal dan non-formal, serta pelatihan keterampilan dan pendidikan seksual. Selain itu, program ini menyediakan dukungan ekonomi melalui akses kredit mikro dan pelatihan kewirausahaan, serta dukungan psikologis dan sosial melalui konseling dan kelompok dukungan. Hasil analisis menunjukkan penurunan signifikan dalam angka pernikahan dini di wilayah yang terlibat, yang mencerminkan perubahan positif dalam persepsi dan perilaku masyarakat terkait pernikahan dini. Pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kesadaran, keterampilan, dan dukungan ekonomi terbukti efektif dalam mengurangi ketergantungan ekonomi yang sering menjadi alasan pernikahan dini. Untuk memastikan dampak yang berkelanjutan, diperlukan dukungan terus-menerus dalam bentuk pelatihan keterampilan, pendidikan seksual, akses pekerjaan, serta layanan dukungan sosial dan psikologis. Langkah-langkah ini esensial dalam mempromosikan kesetaraan gender, menggali potensi penuh perempuan, dan mengubah norma budaya yang mendukung pernikahan dini.
Penyuluhan Pengelolaan Sampah pada Masyarakat Desa Bendungan Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo Novriyanto Napu; Hanisah Hanafi; Lia Amalia
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v1i1.2

Abstract

Sampah dan pengelolaan sampah masih menjadi masalah yang dihadapi oleh penduduk Desa Bendungan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan masalah lingkungan, kesehatan, ekonomi, dan sosial. Kompleksitas masalah sampah ini menunjukkan bahwa diperlukan peran dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha dan industri, dengan persepsi yang sama mengenai penanganan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Desa Bendungan tentang pengelolaan sampah melalui kegiatan penyuluhan. Metode yang digunakan adalah survei dan pendataan door-to-door untuk mengidentifikasi permasalahan sampah, diikuti oleh penyuluhan yang melibatkan 30 peserta dari masyarakat dan Karang Taruna. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah, dengan rata-rata pre-test sebesar 31,08% dan post-test sebesar 73,14%. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas penyuluhan dalam mengubah perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Kesimpulannya, melalui kegiatan penyuluhan, masyarakat Desa Bendungan dapat berperan lebih aktif dalam menangani masalah sampah di lingkungan mereka, yang pada gilirannya akan membawa manfaat lingkungan, kesehatan, dan ekonomi yang lebih baik.
Peningkatan Hasil Pembelajaran Descriptive Text Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Picture To Picture Pada Siswa Sekolah di Teluk Tomini Novriyanto Napu; Hanisah Hanafi; Suleman Bouti; Intan S. Abubakar; Putri Amelia Helidu; Muhamad Hardiyanto Kiyai Mardjo
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v1i2.12

Abstract

Siswa kelas VII sering kali menghadapi kesulitan dalam mengikuti pembelajaran menulis, terutama dalam menyusun teks deskriptif, yang berdampak pada kemampuan menulis mereka. Banyak siswa yang kesulitan dalam mengungkapkan ide-ide mereka dengan cara yang efektif saat menulis teks deskriptif. Oleh karena itu, tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi Descriptive Text melalui penerapan metode Picture to Picture, yang dilaksanakan di MTS Nurul Bahri pada semester ganjil tahun ajaran 2024-2025. Pendekatan yang digunakan mengkombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi serta tes, di mana 16 siswa kelas VII terlibat sebagai subjek dalam kegiatan ini.. Kegiatan dilaksanakan dalam empat siklus, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Setelah data dikumpulkan, analisis dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif metode Picture to Picture dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk menulis teks deskriptif dengan membandingkan hasil tes dan observasi dari kondisi awal dan siklus pertama. Hasil pengabdian menunjukan bahwa pada pelaksanaan siklus pertama dari 18 siswa rata rata belum memahami materi descriptive text dengan respon terkait pertanyaan, sedangkan pelaksanaan siklus kedua telah mencapai criteria keberhasilan dan sudah memenuhi KKM dengan kategori yang baik.
Peningkatan Hasil Pembelajaran Recount Text dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Macromedia Flash pada Siswa Sekolah di Kawasan Teluk Tomini Hanisah Hanafi; Novriyanto Napu; Arini Dali; Delviana Iloponu; Priskila Bernabas; Siti R. Paramata
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v1i2.13

Abstract

Recount Text merupakan jenis teks yang diajarkan dalam kurikulum mata pelajaran bahasa Inggris untuk menuntut siswa untuk memahami struktur dan tata bahasa tertentu. Pada kegiatan ini dilakukan Pengabdian Tindakan Kelas (PTK) untuk peningkatan hasil pembelajaran Recount Text di MTs. Nurul Bahri melalui penggunaan media Macromedia Flash agar dapat memotivasi siswa serta mencapai hasil sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Metode Pada studi Tindakan Kelas (PTK) digunakan dengan melibatkan 16 siswa kelas VII yang terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. PTK dilakukan dengan empat tahapan, yaitu planning, action, observation dan reflection. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa terhadap struktur teks recount setelah menggunakan Macromedia Flash. Rata-rata nilai siswa mencapai 80%, melampaui kriteria keberhasilan yang ditetapkan sebesar 75%, dan 80% siswa memberikan respon positif terhadap media pembelajaran ini. Penggunaan Macromedia Flash terbukti efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, siswa menjadi lebih aktif dan berpartisipasi serta membuat para siswa lebih mudah memahami Recount Text.
Implementasi Kegiatan Program Mengajar Sekolah (PMS) Universitas Negeri Gorontalo di SMA Negeri 5 Gorontalo Juniar Yunita Yoyang; Hanisah Hanafi
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v2i2.38

Abstract

Tulisan ini membahas implementasi Program Mengajar Sekolah (PMS) Universitas Negeri Gorontalo yang dirancang untuk menjembatani fondasi teoretis pengajaran dengan praktik pedagogis melalui pemberian pengalaman nyata kepada mahasiswa. Kegiatan berlangsung selama 4 bulan mulai dari tanggal 22 April hingga 31 Juli 2025 di SMA Negeri 5 Gorontalo. Dalam implementasinya, kegiatan ini termanifestasi menjadi 7 program yakni Pengenalan Lapangan Persekolahan 1 (PLP 1), Pengenalan Lapangan Persekolahan PLP 2, English Language Learning Assessment, English Instructional Design, Profesi Kependidikan, Kemaritiman, dan Kuliah Kerja Nyata Tematik Pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain experiential learning, di mana peneliti sekaligus berperan sebagai praktikan yang terlibat langsung dalam kegiatan. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, guru pamong, dan dosen pembimbing dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran yang efektif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Melalui keterlibatan langsung di sekolah, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika kelas, strategi pengajaran, serta tantangan nyata dalam dunia pendidikan. Hasil dari program pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan PMS di SMA Negeri 5 Gorontalo memberikan pengalaman bermakna bagi mahasiswa dalam mengintegrasikan teori dengan praktik, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan profesional sebagai calon pendidik di masa depan.
Analysis of Ambiguity in Humor: A Pragmatic Analysis of Wordplay in YouTube Channel “We Got The Chocolates” Moh. Kifly S. Rasyid; Hanisah Hanafi; Fahria Malabar
Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2026): Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin (Agustus 2026 - Januari 2027)
Publisher : Transbahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/researchreview.v5i2.565

Abstract

This study is grounded in the linguistic phenomenon of phonetic ambiguity as a strategy to create verbal humor in digital spoken discourse. The objective is to analyze how segmental sound structures are realised in phonetic wordplay and elucidate how these structures trigger dual meaning interpretations through a pragmatic framework. A descriptive qualitative research design was employed, using spoken dialogues from the "We Got The Chocolates" YouTube channel as the primary data source. Data were collected through systematic observation and transcription of five purposively selected videos, then analysed using a co-textual pragmatic approach in conjunction with International Phonetic Alphabet (IPA) transcriptions and Grice's Cooperative Principle. The findings reveal two primary operational patterns: Perfect Puns (13 instances) relying on absolute homophony, and Imperfect Puns (17 instances) relying on phonetic similitude. These phonetic manipulations consistently trigger humor through a calculated strategy of multiple maxim flouting, where the flouting of the Maxim of Manner via acoustic camouflage is systematically paired with the flouting of the Maxim of Quality or the Maxim of Relation. The study concludes that spoken humor operates as a cognitive resolution process where structural acoustic illusion and narrative incongruity mutually reinforce each other. However, limitations include the restriction to segmental sound manipulation (excluding suprasegmental features) and the reliance on interpretative qualitative pragmatic methodology.