Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Dampak

Evaluasi Pelaksanaan Kewajiban Dalam Izin Lingkungan di Kabupaten Limapuluh Kota Amalia Amalia; Fadjar Goembira; Ardinis Arbain
Dampak Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.17.2.51-61.2020

Abstract

The research aims to evaluate the implementation of obligations in environmental permits for several businesses or activities in the Limapuluh Kota Regency. The analysis implemented the survey methods. The implementation of environmental management and monitoring in the UKL - UPL documents was highlighted in the evaluation. Interviews were used to assess the barriers to adopting environmental management, monitoring, and oversight by the Environmental Services Agency Lima Puluh Kota. A business having an environmental permit serves as the research sample. The samples were selected based on size and repetitiveness of complaints. Three samples were taken. Based on the results of this study, the research found that businesses and activities in the Limapuluh Kota Regency have not yet entirely carried out environmental management and monitoring as stipulated in the UKL / UPL documents they have. A lack of willingness to work brought about the findings. Furthermore, the business or activities do not feel compelled to meet their duties. Environmental Services Agency Lima Puluh Kota also maintains its preventive supervision responsibilities. Preventive supervision is carried out without innovation, only routine activities according to the existing budget in the office, and are still waiting for written complaints from the public regarding alleged pollution by businesses and activities. While repressive supervision, namely implementing strict sanctions for violating businesses or activities, has not been carried out. Therefore businesses and or activities do not feel the deterrent effect and are not afraid of breaking the obligations in the environmental permit.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kewajiban izin lingkungan pada beberapa usaha atau kegiatan di Kabupaten Limapuluh Kota. Analisis menggunakan metode survei. Pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan dalam dokumen UKL – UPL menjadi sorotan dalam evaluasi tersebut. Wawancara digunakan untuk menilai hambatan penerapan pengelolaan, pemantauan, dan pengawasan lingkungan oleh Badan Lingkungan Hidup Lima Puluh Kota. Suatu perusahaan atau kegiatan yang memiliki izin lingkungan dijadikan sebagai sampel penelitian, yang ditentukan berdasarkan pengaduan yang kasusnya cukup besar dan atau pengaduan yang berulang, sebanyak tiga  sampel. Berdasarkan hasil penelitian ini, penelitian menemukan bahwa usaha dan kegiatan di Kabupaten Limapuluh Kota belum sepenuhnya melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sebagaimana diatur dalam dokumen UKL/UPL yang dimilikinya. Hal ini dikarenakan tidak adanya kemauan untuk melaksanakannya karena lebih cendrung berorientasi meningkatkan pelayanan konsumen, meningkatkan produksi yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan perusahaan. Selain itu, usaha dan/atau kegiatan belum merasakan manfaat dari melaksanakan kewajiban dalam izin lingkungan. Lebih jauh lagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Limapuluh Kota melaksanakan tugas pengawasan masih bersifat preventif. Pengawasan preventif dilakukan tanpa ada inovasi, hanya rutinitas kegiatan sesuai anggaran yang ada di Dinas Lingkungan Hidup dan masih menunggu  pengaduan tertulis dari masyarakat terkait dugaan pencemaran oleh usaha dan/atau kegiatan. Sementara pengawasan represif, yaitu menerapkan sanksi yang tegas bagi usaha dan/atau kegiatan yang melanggar belum dilakukan. Sehingga usaha dan/atau kegiatan tidak merasakan efek jera dan tidak takut melanggar kewajiban dalam izin lingkungan.         
PREDIKSI TINGKAT EMISI GAS KARBON DIOKSIDA (CO2) DARI KEGIATAN TRANSPORTASI AKIBAT BEROPERASINYA RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI KAMPUS UNIVERSITAS ANDALAS LIMAU MANIS Fadjar Goembira; Irma Surianti; Taufiq Ihsan
Jurnal Dampak Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.11.2.110-126.2014

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk memprediksi pengaruh beroperasinya Rumah Sakit Pendidikan (RSP) di Kampus Universitas Andalas (Unand) Limau Manis terhadap emisi dan dispersi CO2 dari aktivitas transportasi, serta dampak lain terhadap tingkat pelayanan ruas jalan. Perhitungan volume kendaraan dilakukan di jalan-jalan yang direncanakan akan menjadi akses ke RSP Unand, yaitu Jalan Utama Gerbang Depan, Jalan Utama Gerbang Samping, dan Jalan Lingkar Selatan Unand dengan metode survei pencacahan lalu lintas. Perhitungan dispersi CO2 dilakukan menggunakan software Caline4. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume kendaraan terbesar terdapat di Jalan Utama Gerbang Depan sebesar 1.708 smp/jam, diikuti oleh Jalan Lingkar Selatan sebesar 266 smp/jam, dan Jalan Utama Gerbang Samping sebesar 157 smp/jam. Beroperasinya RSP Unand diprediksi meningkatkan emisi CO2 dari aktivitas transportasi di Jalan Utama Gerbang Depan, Jalan Utama Gerbang Samping, dan Jalan Lingkar Selatan sebesar 76.403,77 mg/m.jam, 7.356,61 mg/m.jam, dan 11.123,31 mg/m.jam, dan diperkirakan akan terdispersi ke arah timur laut. Diperkirakan akan terjadi kenaikan konsentrasi CO2 ambien di kawasan kampus hingga 6,5 ppm, serta derajat kejenuhan ruas jalan naik hingga 0,25. Pengoptimalan Jalan Utama Gerbang Samping sebagai jalan akses utama ke RSP Unand diperkirakan dapat mereduksi emisi CO2 dari aktivitas transportasi dan menurunkan derajat kejenuhan jalan di Jalan Utama Gerbang Depan Sebesar 15.449 mg/m.jam dan 0,05, serta menurunkan konsentrasi CO2 ambien hingga 1,5 ppm.Kata kunci: Laju emisi CO2, dispersi CO2, Transportasi, RSP Unand
Analisis Tingkat Kebisingan di Kawasan Kampus Universitas Putra Indonesia (UPI) di Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang Fadjar Goembira; Taufiq Ihsan; Muhammad Fahyudi
Jurnal Dampak Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.13.1.26-34.2016

Abstract

The purpose of this research is to analyze the data measuring the noise level in the campus of the University of Putra Indonesia (UPI). Measurement point exterior and interior consists of 12 points and 7 points. The measurement method is based on Decree of the Indonesia Minister of Environment No. 48 of 1996 on Baku Noise is a method simple way by using Sound Level Meter. The highest level of exterior noise when L1 at the point of the Campus Gate UPI (1A) of 73.72 dB (A). The noise level in the afternoon (LS) between 69.63 to 61.60 dB (A), the noise level night (LM) between 48.10 to 38.72 dB (A) and the day-night noise level (LSM) between 67.91 to 59.93 dB (A). The highest current interior noise levels of activity in Building D (2B) of 69.96 dB (A), while the highest level of interior noise occurs at the point when empty Building G (7B) of 69.37 dB (A). Value exterior noise when the time L1-L4 exceeds Raw Noise Level while the value of interior noise when the condition activity partly exceeded Raw Noise except Building G (7B) and the value of noise when empty condition partly exceeds the noise level except Building UPI Sport & Exhibition Hall (1B), Building B (3B) and Building A (4B). Control recommendations exterior form of vegetation while the interior of the control building construction improvements. Keywords: noise, University of Putra Indonesia (UPI) campus, exterior, interior, control alternative recommendationABSTRAKTujuan penelitian adalah menganalisis data pengukuran tingkat kebisingan di kawasan Kampus Universitas Putra Indonesia (UPI). Titik pengukuran eksterior dan interior terdiri atas 12 titik dan 7 titik. Metode pengukuran berdasarkan KepMen LH No. 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan yaitu metode cara sederhana dengan menggunakan alat Sound Level Meter. Tingkat kebisingan tertinggi eksterior pada saat L1 di titik Pintu Gerbang Kampus UPI (1A) sebesar 73,72 dB(A). Tingkat kebisingan pada siang (LS) antara 69,63-61,60 dB(A), tingkat kebisingan malam (LM) antara 48,10-38,72 dB(A) dan tingkat kebisingan siang-malam (LSM) antara 67,91-59,93 dB(A). Tingkat kebisingan interior tertinggi saat aktivitas di Gedung D (2B) sebesar 69,96 dB(A) sedangkan tingkat kebisingan interior tertinggi saat kosong terjadi di titik Gedung G (7B) sebesar 69,37 dB(A). Nilai kebisingan eksterior saat waktu L1-L4 melebihi Baku Tingkat Kebisingan sedangkan nilai kebisingan interior saat kondisi aktivitas sebagian melebihi Baku Tingkat Kebisingan kecuali Gedung G (7B) dan nilai kebisingan saat kondisi kosong sebagian melebihi baku tingkat kebisingan kecuali Gedung UPI Sport & Exhibition Hall (1B), Gedung B (3B) dan Gedung A (4B). Rekomendasi pengendalian eksterior berupa penanaman vegetasi sedangkan pengendalian interior berupa perbaikan konstruksi bangunan.Kata kunci: kebisingan, kampus Universitas Putra Indonesia (UPI), eksterior, interior, rekomendasi alternatif pengendalian
JATROPHA CURCAS PLANT AS A POTENTIAL BIODIESEL FEEDSTOCK IN INDONESIA Fadjar Goembira; Taufiq Ihsan
Jurnal Dampak Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.10.2.94-103.2013

Abstract

One of the alternatives for biodiesel feedstock is oil from Jatropha curcas plant. The advantages ofusing this plant are due to its ability to grow in poor soils, different parts of the plant can also be usedfor different purposes, the by products of biodiesel productions have economic values, and biodiesel ismore environmentally friendly when it is being produced and being used, compared to mineral derivedoils. Although Indonesia has another alternative raw material for biodiesel production, i.e. palm oil,however the use of palm oil will affect its supply for the other sectors that have already established,e.g. for producing cooking oils. This situation will not happen to Jatropha curcas oil, due to itsinedible characteristic.Keywords: Biodiesel, Jatropha curcas, Indonesia
Analisis Konsentrasi PM2,5, CO dan CO2 di Dalam Ruangan Akibat Penggunaan Kompor Biomassa Berbahan Bakar Briket Tempurung Kelapa dan Briket Kayu Bakar Fadjar Goembira; Afifah Nazir; Amalia Husna; Taufiq Ihsan
Dampak Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.1.42-50.2019

Abstract

The objective of this study was to analyze the concentration of PM2.5, CO and CO2 indoor due to the use of biomass stoves and to calculate the value of combustion efficiency and fuel use efficiency in biomass stoves. The test was conducted by the water boiling test method to simulate the cooking process that was divided into 3 phases. The fuel used was coconut shell briquettes and firewood briquettes. Based on the test results the obtained concentration of PM2.5 from the the use of coconut shell briquette was 21.03 µg/Nm3 during the cold start phase, 23.66 µg/Nm3 in the hot start phase, and 15.57 µg/Nm3 in the simmering phase. As for Firewood briquette, it had lower PM2.5 concentrations, i.e., 17.17 µg/Nm3 in the cold start phase, 20.63 µg/Nm3 in the hot start phase, and 12.17 µg/Nm3 in the simmering phase. The results of CO concentration measurement in coconut shell briquette for the cold start, hot start, and simmering phases were 4.57; 4.32 and 5.27 ppm, respectively, and for firewood briquette were 3.92; 3.69 and 4.61 ppm, correspondingly. While for CO2 concentration measurements, for coconut shell briquette at cold start, hot start, and simmering phases were 376.83; 364.56 and 443.11 ppm, respectively, and for firewood briquette were 397.4; 383.61 and 486.45 ppm, accordingly. The concentration of PM2.5, CO and CO2 did not exceed the indoor air quality standard regulated by the Minister of Health Regulation No. 1077 of 2011 which is 35 µg/Nm3 for PM2.5, 9 ppm for CO and 1,000 ppm for CO2. The ratio of the biomass stove CO / CO2 briquette fuel was below the value of 0.02 which means that the combustion process occurred perfectly. The efficiency value of coconut shell briquette combustion was lower than that of firewood briquette combustion which is influenced by heating value, water temperature, the amount of fuel used and the length of the testing process, while the efficient use of fuel from using briquettes was better than biomass stoves made from unprocessed/raw biomass fuels.
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Akibat Pajanan Logam dalam PM 2,5 pada Masyarakat di Perumahan Blok D Ulu Gadut Kota Padang Shinta Silvia; Fadjar Goembira; Taufiq Ihsan; Resti Ayu Lestari; Mohammad Irfan
Dampak Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.17.2.1-10.2020

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the concentration of metals in PM2.5 and the environmental health risks due to metal exposure to residents. The PM2.5 measurement using Low Volume Air Sampler (LVAS) tool with a sampling time of 3; 6; 9 hours. Meteorological conditions were measured by using the PCE-FWS-20 Weather Station tool. Analysis of metal concentrations using the Inductively Coupled Plasma-MS (ICP-MS) tool. The Environmental Health Risk Analysis (ARKL) method was used to estimate the risk of exposure. Based on the measurement results, the concentration of PM2.5 in ambient air was 25.82 µg / Nm3 and in the house was 25.73 µg / m3. The results of PM2.5 concentration measurements did not exceed quality standards based on Republic of Indonesia Government Regulation No.41 of 1999 and Minister of Health Regulation No.1077 of 2011. Three metals (Cr, Ni and Mn) which have RfC and SF values followed by ARKL calculations. The average lifetime Excess Cancer Risk (ECR) value of carcinogenic Cr metal and Ni metal that was ECR> 10-4 means that the concentration of carcinogenic Cr metal and Ni metal in the house were inhaled unsafe for occupants of adult homes and children. The average lifetime RQ value of non-carcinogenic Cr metal and Mn metal shows an RQ value> 1 meaning that the concentrations of non-carcinogenic Cr metal and Mn metal in the house were inhaled insecure for adult respondents and children. Keywords: PM2,5, risk analysis, Cr, Mn, Ni, residential ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi logam dalam PM2,5 dan risiko kesehatan lingkungan akibat pajanan logam terhadap penghuni rumah. Pengukuran PM2,5 menggunakan alat Low Volume Air Sampler (LVAS) dengan waktu sampling 3; 6; 9 jam. Kondisi meteorologi diukur menggunakan alat Weather Station PCE-FWS-20. Analisis konsentrasi logam menggunakan alat Inductively Coupled Plasma-MS (ICP-MS). Metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) digunakan untuk memperkirakan besarnya risiko pajanan. Berdasarkan hasil pengukuran, konsentrasi PM2,5 di udara ambien yaitu 25,82 µg/Nm3 dan di dalam rumah sebesar 25,73 µg/m3. Hasil pengukuran konsentrasi PM2,5 tidak melebihi baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.41 Tahun 1999 dan Peraturan Menteri Kesehatan No.1077 tahun 2011. Tiga logam (Cr, Ni dan Mn) yang memiliki nilai RfC dan SF dilanjutkan penghitungan ARKL. Nilai Excess Cancer Risk (ECR) lifetime rata-rata logam Cr karsinogenik dan logam Ni yaitu ECR>10-4 artinya konsentrasi logam Cr karsinogenik dan logam Ni di dalam rumah secara inhalasi tidak aman bagi penghuni rumah dewasa dan anak-anak. Nilai RQ lifetime rata-rata logam Cr non-karsinogenik dan logam Mn menunjukkan nilai RQ>1 artinya konsentrasi logam Cr non-karsinogenik dan logam Mn didalam rumah secara inhalasi tidak aman bagi responden dewasa dan anak-anak. Kata kunci: PM2,5, analisis risiko, Cr, Mn, Ni, permukiman
The Pengaruh Penambahan Sekam Padi Pada Pembuatan Pelet Biomassa Eceng Gondok Menggunakan Metode TOSS: Pengaruh Penambahan Sekam Padi Pada Pembuatan Pelet Biomassa Eceng Gondok Menggunakan Metode TOSS Goembira, Fadjar; Dewilda, Yommi; Andini Putri, Zalwa; Noerhidayat, Arief
Dampak Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.22.2.20-30.2025

Abstract

ABSTRACT The Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS) method can be an alternative to reduce biomass waste such as water hyacinth. The TOSS method converts water hyacinth waste into biomass pellets through three stages: shredding process, biodrying process, and pelletization process. Water hyacinth waste has a low calorific value so it is necessary to add other materials with higher calorific values such as rice husks. This research was conducted using TOSS method, incorporating AR124 bioactivator in biodrying process and the addition of rice husk during the pelletization process. This research aims to analyze and evaluate the biodrying process of water hyacinth waste using AR124 bioactivator through measurements of moisture content, temperature, shrinkage, odor, and duration of the biodrying process. In addition, the study also analyzed and evaluated the quality of water hyacinth biomass pellets without and with the addition of rice husk based on proximate analysis and calorific value according to the quality standards of SNI 8966: 2021 about Refused Derived Fuel (RDF) for Power Plants. The 10-day biodrying process showed a moisture content of 20.1%, pH 7.0, shrinkage of 3 cm, highest temperature of 29°C on the first day, and no odor since day 5. Variations in the ratio between water hyacinth and rice husk, namely D (1:0), A1 (1:1), A2 (1:2), and A3 (1:3), were tested in triplicate. The results showed that all variations met the quality standards in accordance with SNI 8966:2021. A3 was the best variation with a moisture content of 3.11%, ash content of 17.83%, fixed carbon of 16.68%, volatile substances of 62.39%, and calorific value of 16.92 MJ/kg (4,041 kcal/kg). The addition of rice husk is proven to increase the calorific value of biomass pellets from standard class 3 to class 2 according to SNI 8966:2021. Keyword: bioactivator AR124, biomass pellets, rice husks, teknologi olah sampah di sumbernya (TOSS), water hyacinth
Potensi Pengolahan Sampah Domestik Kota Sawahlunto Menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) Rusyadi, Mughni Alvin; Bagastyo, Arseto Yekti; Goembira, Fadjar
Dampak Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.22.2.42-49.2025

Abstract

Peningkatan timbulan sampah seiring dengan pertumbuhan populasi dan konsumsi masyarakat menimbulkan tantangan besar dalam pengelolaannya, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan energi. Upaya menghadapi tantangan tersebut dapat dilakukan dengan pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Sumber energi yang belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah energi yang berasal dari biomassa seperti sampah (waste to energy). Refuse Derived Fuel (RDF) menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menanggulangi permasalahan peningkatan timbulan sampah dan peningkatan kebutuhan energi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis potensi pengolahan sampah domestik Kota Sawahlunto menjadi RDF berdasarkan kelayakan aspek teknis dan nonteknis, serta memberikan rekomendasi strategi pengelolaannya. Data menunjukkan timbulan sampah domestic Kota Sawahlunto sebesar 1,24 kg/orang/hari dengan densitas 3,07 L/orang/hari. Komposisi dari sampah domestik yang dihasilkan berturut-turut adalah sampah sisa makanan sebesar 42,12%; sampah plastik 26,37%; sampah kertas 18,69%; sampah kayu/daun 6,93%; residu 3,11%; sampah tekstil 2,21%; dan sampah karet/kulit 0,57%. Analisis karakteristik sampah domestik sebagai bahan baku RDF mengungkapkan: kadar air (10,66%), zat mudah menguap (32,26%), kadar abu (4,98%), dan nilai kalor (16,74 MJ/kg). Hasil analisis ini memenuhi persyaratan teknis SNI 8966:2021 sebagai bahan baku RDF, kecuali pada beberapa komponen yang memerlukan pretreatment.   Kata Kunci: RDF, Kota Sawahlunto, sampah domestik, energi
Uji Kinerja Tungku Biomassa Berbahan Bakar Pelet Cangkang Kemiri Anggriawan, Tegar; Goembira, Fadjar; Serlina, Yega
Dampak Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.23.1.113-128.2026

Abstract

Cangkang kemiri merupakan salah satu jenis biomassa yang berpotensi digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Cangkang ini diolah menjadi biopellet untuk digunakan sebagai bahan bakar kompor biomassa TLUD. Dua variasi biopellet tempurung kemiri yaitu biopelet yang digunakan dengan penambahan tepung tapioka 10% sebagai bahan pengikat (KT10), dan biopellet tanpa bahan pengikat (K0). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja kompor biomassa TLUD dengan menghitung nilai emisi PM2,5, CO, dan CO2. Uji kinerja kompor mengikuti prosedur yang tercantum dalam SNI 7926:2013 tentang Kinerja Kompor Biomassa. Hasil pengujian menunjukkan nilai emisi PM2,5 dari KT10 sebesar 130,59 ± 7,13 mg/kg, dan dari K0 sebesar 625,27 ± 16,17 mg/kg. Nilai emisi CO sebesar 4,05 ± 0,08 g/kg untuk KT10 dan 3,01 ± 0,27 g/kg untuk K0. Nilai emisi CO2 sebesar 69,42 ± 1,72 g/kg untuk KT10 dan 67,24 ± 1,74 g/kg untuk K0. Nilai emisi PM2,5, CO, dan CO2 ini memenuhi batasan yang ditetapkan SNI 7926:2013. K0 lebih baik dari KT10 dalam kualitas pelet, CO, dan CO2, sedangkan KT10 lebih baik dari K0 dalam PM2,5 dan tingkat konsumsi bahan bakar. Kompor biomassa TLUD memenuhi persyaratan konsumsi bahan bakar spesifik, namun tidak memenuhi persyaratan efisiensi pembakaran dan efisiensi termal.