Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Ekstrak Daun Harendong Bulu (Clidemia hirta) Terhadap Kadar Gula Darah Mencit (Mus Musculus) Niza, Hairun; Marceilha, Nadia
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v10i1.566

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by hyperglycemia due to beta cell damage orinsulin resistance. One of the plants used as medicine is harendong bulu (Clidemia hirta). HarendongBulu leaf with the Latin name (Clidemia hirta) is a plant that has been forgotten by its medicinalbenefits, namely diabetes mellitus. Harendong Bulu leaves contain secondary metabolites, namelyflavonoids and tannins. This research is an experimental research. The aim of this study was toinfluence the effect of Harendong Bulu (Clidemia hirta) leaf extract on alloxan-induced blood sugarlevels in mice. The research object was divided into 5 groups, namely the negative control group (NaCMC 0.5%), positive control (Metformin), the treatment of harendong bulu leaf extract at a dose of150 mg/kgBW, 300 mg/kgBW, 450 mg/kgBW. Blood sugar levels were measured on day 0 using aglucometer and on day 21 using a spectrophotometer. Data analysis using the two-way ANOVA testshowed that there was no significant difference in blood sugar levels between the treatment groups.The conclusion of this study is from statistical tests that the dose of Harendong Bulu leaf extract hasno significant effect on reducing blood sugar levels in mice induced by alloxan.
PENYULUHAN SWAMEDIKASI OBAT BATUK PADA IBU-IBU RT.18 KELURAHAN TALANG JAMBE Hairun Niza; Dini Afriliza; Abu Rachman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.39734

Abstract

Swamedikasi merupakan suatu upaya pengobatan sendiri. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan dan penyakit ringan yang dialami banyak orang, seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, tukak lambung, cacingan, diare, penyakit kulit, dan lain-lain. Batuk merupakan salah satu penyakit ringan termasuk infeksi saluran pernapasan akut yang pengobatannya sebagian besar dilakukan sendiri (swamedikasi). Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang swamedikasi batuk dan pemilihan obat batuk kering serta batuk berdahak. Sehingga masyarakat dapat terhindar dari bahaya efek samping obat atau efek toksik obat, sehingga apabila penggunaan obat yang tepat telah dilakukan oleh masyarakat, maka peningkatan kesehatan masyarakat itu sendiri dapat terwujud. Metode kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi dan pembinaan sikap serta kesadaran masyarakat melalui penyebaran leaflet tentang “Swamedikasi Obat Batuk” kemudian melaksanakan pembinaan dalam bentuk ceramah, dan diskusi. Di akhir sesi penyuluhan dilakukan sesi tanya jawab dan diskusi tentang materi yang dijelaskan. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang pengobatan sendiri khususnya tentang obat batuk masih terbatas. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab di akhir sesi, hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengobatan sendiri obat batuk, jenis-jenis batuk, dan pemilihan pengobatan untuk batuk kering dan batuk berdahak.