Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Edukasi Biokonversi Sampah Organik dengan BSF bagi Santri Ponpes Nurul Iman, Sebapo, Mestong Haris, Hariestya; Anggaraini, Febri Juita; Hutagalung, Winny Laura Christina; Rodhiyah, Zuli; Putra, Tri Syukria; Yanova, Shally; Ilfan, Freddy; Handika, Rizki Andre; Gusri, Lailal; Putra, Fernando Mersa; Irawan, Bambang
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.562

Abstract

Timbulan sampah yang dihasilkan oleh institusi pendidikan seperti sekolah, pondok pesantren dan kampus kerap tidak terlihat secara kasat mata namun sebagai lingkungan dengan jumlah siswa yang besar berpotensi menghasilkan sampah yang cukup banyak setiap harinya. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah ini dapat menimbulkan pencemaran dan masalah kesehatan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pengolahan sampah terutama sampah berjenis organik menggunakan larva lalat tentara hitam. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada santri pondok pesantren Nurul Iman tentang biokonversi sampah organik berbasis BSF sebagai alternatif pengelolaan yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Metode yang digunakan adalah pemaparan materi melalui presentasi dan diskusi interaktif yang menjelaskan manfaat, proses kerja larva dalam mengurai sampah, serta dampaknya terhadap lingkungan. Evaluasi dilakukan melalui pengisian kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, yang dianalisis secara deskriptif dan menggunakan perhitungan gain score untuk menilai efektivitas intervensi edukatif. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan pada sebagian besar indikator, terutama pada pemahaman tentang manfaat ekonomi dan ekologis biokonversi. Meskipun sesi praktik tidak dapat dilaksanakan karena kendala teknis, peserta menunjukkan minat tinggi dan peningkatan pemahaman yang signifikan pada aspek konseptual. Kegiatan ini dinilai efektif dalam membentuk kesadaran ekologis awal serta membuka peluang untuk pengembangan program lanjutan berbasis pesantren yang berorientasi pada pengelolaan limbah berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi lingkungan.
POTENSI VEGETASI HUTAN KOTA DALAM REDUKSI EMISI KARBONDIOKSIDA (CO2) DI KOTA JAMBI Handika, Rizki Andre; FITRADA, WATHRI; RODHIYAH, ZULI
Biospecies Vol. 13 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.957 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v13i1.8463

Abstract

Abstract, Urban Forest is one of the Public Green Open Space which is controlling atmosfer, water, and soil pollution. Carbon dioxide (CO2) is one of the emission substances of greenhouse gas sources. Increased concentration of CO2, which comes from burning fuel oil and gas, can cause various diseases, such as upper respiratory tract infections, heart disease, cancer and etc. Therefore, it is necessary to reduce CO2 emissions, which one of them is through the utilization of Public Green Open Space, especially urban forest. Jambi City as the most populous area in Jambi Province has high CO2 emission potential. The purpose of this research is to predict the potential of tree vegetation in urban forest in Jambi City in reducing CO2 gas. The research was conducted in 3 locations: Bagan Pete Urban Forest, Muhammad Sabki Urban Forest, and Pine Forest Kenali. The vegetation analysis was performed using the Quadrant Method, where the 10 x 10 m observation plot was determined randomly. Vegetation analysis at each location was conducted to obtain basal area, which then determined the potential of CO2 emission reduction. The basal area of the trees vegetation at each location was 72,72 m2/Ha, 25,45 m2/Ha and 5,12 m2/Ha. Reduction of CO2 of tree vegetation in urban forest in each location in sequence was 41386 Ton/Ha/Year, 14482.93 Ton/Ha/Year, 2916.94 Tons/Ha/Year. Bagan Pete Urban Forest has the highest reduction potential. Based on this research, total carbon dioxide emission reduction potential through urban forest in Jambi City was 58785,87 Ton/Ha/Year.
Sosialisasi dan Pemasaran TPS 3R Sinar Kenali Untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Hutagalung, Winny Laura Christina; Zuli Rodhiyah; Hariestya Viareco; Rizki Andre Handika; Febri Juita Anggraini; Bambang Irawan; Freddy Ilfan; Tri Syukria Putra; Fernando Mersa Putra; Muhammad Guntur; Mawaddah, Merisa Rahma
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): December
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v5i3.1907

Abstract

Permasalahan sampah masih menjadi isu krusial di Indonesia, termasuk di Kota Jambi yang menghasilkan timbulan sampah sebesar 447,7 ton per hari dengan dominasi sampah makanan dan plastik. Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Sinar Kenali merupakan salah satu TPS 3R yang terdapat di Kota Jambi untuk mendukung prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian Universitas Jambi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan, promosi media cetak dan digital, serta keterlibatan langsung masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat terkait pemilahan sampah, ditunjukkan oleh kenaikan pemahaman perbedaan sampah organik dan anorganik hingga 100% dan peningkatan kebiasaan memilah sampah dari 23% menjadi 57%. Kepemilikan tempat sampah terpilah di rumah meningkat dari 12% menjadi 35%, sedangkan ketersediaan fasilitas pemilahan di lingkungan naik dari 58% menjadi 74%. Namun, pemahaman konsep bank sampah mengalami penurunan, yang mengindikasikan perlunya peningkatan pemahaman secara fungsional. Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi dan pemasaran TPS 3R Sinar Kenali terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, meskipun masih diperlukan dukungan infrastruktur, kolaborasi lintas sektor, serta edukasi berkelanjutan untuk memperkuat budaya pengelolaan sampah berkelanjutan.