Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN TOPIKAL EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS (Rattus norvegicus) Deinike Wanita Marwan; Wahyu Ramadhan; Elly Anggreny
Collaborative Medical Journal Vol 6 No 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v6i2.3844

Abstract

According to Riskesdas in 2013 the prevalence of wounds in Indonesia was 8.2%. Types of injuries that are mostly experienced by the population are cuts / cuts (23.2%). Shallots have various properties, one of which is to repair tissue. One of the ingredients in red onion is in the form of flavonoids which are used as anti- inflammatory, antibacterial, and antioxidant properties. This study aims to determine the effect of topical application of shallot extract (Allium cepa L.) on wound healing in male rats (Rattus norvegicus). This research is an experimental study with a post-test only research design with a control group design. The rats were divided into 5 groups randomly. Each group consisted of 6 rats including the negative control group, the positive group was given bioplacenton, 3 treatment groups were given 30%, 60%, 90% topical preparation of shallot extract, respectively. Data analysis was performed using the One Way Anova test and Post Hoc Bonferroni tests were carried out.concentration of 30%, 60%, and 90% have an effect on wound healing, the highest concentration is at a concentration of 90%. The lowest concentration is at 30%.
Karakterisasi dan Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Etanol Propolis Trigona Itama terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Wahyu Ramadhan; Veni Dwi Lestari; Dela Agung Septriady; Sabrina Hayati
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.297

Abstract

Latar Belakang: Jerawat merupakan salah satu masalah dermatologis yang sering dijumpai dan berhubungan dengan kolonisasi bakteri anaerob gram positif Propionibacterium acnes pada folikel sebasea. Penggunaan terapi antimikroba sintetis jangka panjang dapat menimbulkan efek samping dan resistensi, sehingga diperlukan alternatif alami yang lebih aman. Propolis yang berasal dari lebah Trigona itama diketahui memiliki aktivitas antibakteri, tetapi kelarutannya yang rendah membatasi efektivitas terapeutiknya. Teknologi nanoemulsi berpotensi meningkatkan kelarutan, stabilitas, dan bioavailabilitas senyawa bioaktif dalam propolis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengarakterisasi formulasi nanoemulsi ekstrak etanol propolis Trigona itama dan mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap Propionibacterium acnes. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group. Nanoemulsi disusun dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol Trigona itama dan diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi agar dengan mengukur diameter zona hambat terhadap Propionibacterium acnes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tamhane untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi nanoemulsi memberikan efek antibakteri yang kuat dengan diameter zona hambat masing-masing sebesar 20,05 mm, 22,01 mm, dan 24,05 mm. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (p < 0,05), yang mengindikasikan peningkatan aktivitas antibakteri seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak dalam nanoemulsi. Kesimpulan: nanoemulsi ekstrak etanol propolis Trigona itama memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap Propionibacterium acnes dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif alami untuk terapi jerawat.