Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : KEMBARA

TINDAK ELISITASI DALAM WACANA KELAS: KAJIAN MIKROETNOGRAFI TERHADAP BAHASA GURU Wahyuniarti, Fitri Resti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2, No 1 (2016): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.11 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v2i1.4041

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan (1) bentuk tindak elisitasi guru dalam wacana kelas, (2) fungsi tindak elisitasi guru dalam wacana kelas, dan (3) makna tindak elisitasi guru dalam wacana kelas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan mikro etnografi yang berorientasi pada teori pragmatik. Data penelitian ini berupa tuturan guru yang diindikasikan sebagai tindak elisitasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, sampai penarikan kesimpulan (verifikasi) dengan memanfaatkan triangulasi sebagai teknik pengecekan keabsahan data temuan. Hasil penelitian menunjukkan (1) bentuk, yang meliputi bentuk interogatif, bentuk deklaratif, dan bentuk imperatif, (2) fungsi, yang meliputi fungsi menanyakan, fungsi menyatakan, dan fungsi memerintah, dan (3) makna, yang meliputi makna bertanya, makna menyatakan, dan makna memerintah.
TINDAK ELISITASI DALAM WACANA KELAS: KAJIAN MIKROETNOGRAFI TERHADAP BAHASA GURU Fitri Resti Wahyuniarti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v2i1.4041

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan (1) bentuk tindak elisitasi guru dalam wacana kelas, (2) fungsi tindak elisitasi guru dalam wacana kelas, dan (3) makna tindak elisitasi guru dalam wacana kelas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan mikro etnografi yang berorientasi pada teori pragmatik. Data penelitian ini berupa tuturan guru yang diindikasikan sebagai tindak elisitasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, sampai penarikan kesimpulan (verifikasi) dengan memanfaatkan triangulasi sebagai teknik pengecekan keabsahan data temuan. Hasil penelitian menunjukkan (1) bentuk, yang meliputi bentuk interogatif, bentuk deklaratif, dan bentuk imperatif, (2) fungsi, yang meliputi fungsi menanyakan, fungsi menyatakan, dan fungsi memerintah, dan (3) makna, yang meliputi makna bertanya, makna menyatakan, dan makna memerintah.
Struktur kepribadian tokoh Lilian dalam novel Pink Cupcake karya Ramya Hayasrestha Sukardi (Sastra anak dalam perspektif psikoanalisis Sigmund Freud) Anita Kurnia Rachman; Fitri Resti Wahyuniarti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.17625

Abstract

Sastra anak tidak hanya ditulis oleh orang dewasa tetapi juga ditulis oleh anak-anak. Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) merupakan salah satu sastra anak yang ditulis oleh anak. Penelitian ini menggunakan novel Pink Cupcake Karya Ramya Hayasrestha Sukardi. Novel ini dipilih karena tokoh Lilian merupakan anak yang manja dan sulit bersosialisasi. Tujuan penelitian ini, untuk mendeskripsikan keadaan psikologis tokoh Lilian yang terdapat dalam novel anak Pink Cupcake Karya Ramya Hayasrestha Sukardi pada aspek struktur kepribadian tokoh yang meliputi id, ego, dan superego. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka dengan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Data penelitian berupa teks yang terdiri atas monolog, dialog, dan narasi yang mengambarkan sifat, tingkah laku, perbuatan, dan perkataan dalam bentuk paparan bahasa yang mendeskripsikan kepribadian tokoh Lilian dalam novel anak Pink Cupcake Karya Ramya Hayasrestha Sukardi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca, mengidentifikasi, dan mengklasifikasikan data yang mengandung aspek struktur kepribadian, meliputi id, ego, dan superego tokoh Lilian. Instrumen dalam penelitian ini, yaitu peneliti sebagai instrumen utama dan kodifikasi data sebagai instrumen pendukung. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasi data, mendeskripsikan hasil klasifikasi data, menganalisis data, dan menginterpretasikan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kepribadian yang meliputi id, ego, dan superego tokoh Lilian berkembang dengan baik sesuai dengan perkembangan tokoh Lilian. Perkembangan ini membuat tokoh Lilian mampu beradaptasi dengan kondisi di sekitarnya serta mampu menumbuhkan sikap positif.
The Archeology of Knowledge in Parikan of Kentrung Arts Maisaroh, Siti; Mu’minin; Dia, Eva Eri; Ahya, Akhmad Sauqi; Wahyuniarti, Fitri Resti; Wiyanto, Muhammad Saibani
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 10 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v10i1.33038

Abstract

The research entitled Archeology of Knowledge in the Parikan of Kentrung Art that focused on the following three things: (1) knowledge of the structure of the Kentrung art shrine; (2) knowledge of the value or meaning content of the Kentrung art shrine; and (3) knowledge of the function of the Kentrung art shrine. The archaeological approach and theory of knowledge are used to view art (especially parikan structures) as a form of expression of cultural values and community concerns in the form of symbols that require interpretation, understanding, and explanation. This research employed both descriptive qualitative research methods and folklore research methods during the data collection phase. We use qualitative research methods to verbally describe the data, while we use folklore research methods to process the oral data found in Parikan of Kentrung Art. Both have three stages, namely data collection, data classification, and data analysis. The results of the data analysis concluded that (1) structure knowledge of the parikan of kentrung art includes: each stanza consists of 4 lines, 2 lines as sampiran, and the next 2 lines as content by empowering sound elements to create aesthetics. (2) knowledge of the content and meaning of the parikan in kentrung art in the form of satirical value for those who are in love or romance, social, economic, cultural, or artistic issues; there is even mystical and religious value. (3) Knowledge related to the function of parikan includes: the function of a means of entertainment; a means of love for local culture; a means of caring for social, environmental, and safety functions.